Tags

, , ,

be your wife

 

Suasana café itu terlihat sepi. Ini belum jam makan siang, tetapi terlalu siang jika orang ingin sarapan. Hanya ada beberapa mahasiswa yang duduk di sana.
Yoon Hye menatap capucinonya dalam diam sementara laki-laki itu hanya memandanginya.
“Penampilanmu banyak berubah,” kata laki-laki itu memecah keheningan.
Yoon Hye hanya tersenyum masam “Oppa…Selama ini aku masih menunggumu.”
“Bukankah aku sudah bilang agar kau tidak menunggu?! Aku orang yang bebas Yoon ah, aku tidak tau kapan akan kembali kepadamu, atau bahkan tidak pernah kembali lagi,”
“Mendengar jawabanmu, kurasa aku tau apa artiku untuk dirimu,” balas Yoon Hye pelan.
“Kita akhiri saja hubungan ini, bukankah lebih baik? Dan jangan menungguku lagi, itu sangat membebaniku,”
“Hubungan ini memang tidak bisa dipertahankan. Namun aku selalu mencoba untuk mempertahankannya. Selama kau pergi aku terus menunggumu hingga aku harus terpaksa menikah. Setelah menjadi istri orang pun aku masih menunggumu, mempertahankanmu. Tapi kurasa sekarang semuanya menjadi sia-sia,”
“Kau… menikah?”
“Tidak perlu terkejut seperti itu, bukankah kau tidak menginginkanku lagi?! Aku tau dari awal kau hanya berusaha menyenangkan aku, tapi sekarang semua itu bukan tanggung jawabmu lagi. Aku sudah terikat dalam sebuah keluarga. Meskipun begitu, aku tidak pernah bohong tentang perasaan cinta yang kuberikan kepadamu. Terima kasih Oppa,” Yoon Hye beranjak dari duduknya, menyambar jaketnya di punggung kursi lalu berjalan pergi.
“Yoon ah…” Ryeowook hanya bisa diam menatap kepergian gadis itu.
Bus yang ditumpangi Yoon Hye terlihat kosong. Gadis itu hanya menyenderkan kepalanya pada kaca jendela bus. Air matanya jatuh tapi dengan cepat dihapusnya. Ia masih ingat beberapa tahun yang lalu tentang pertemuan pertamanya dengan laki-laki itu.
Hari itu ia berdiri di sebuah padang rumput. Orang tuanya baru meninggal beberapa hari yang lalu. Jarinya memegang setangkai bunga dandalion yang sudah mengering. Ia ingat dulu seorang suster di tempat panti asuhannya mengatakan kalau ia meminta sesuatu sebelum meniup bunga dandalion kering, permintaanmu akan dikabulkan.
“Apa yang kau lakukan?”
Ia tersentak saat sebuah suara menegurnya. Seorang laki-laki dengan kamera yang menggantung di lehernya sedang menatapnya sambil tersenyum “Aku melihatmu sejak tadi di sini, dan aku juga sudah mengambil beberapa potretmu,”
Yoon Hye mengalihkan pandangannya lagi ke depan “Dulu ada seseorang yang memberikan setangkai bunga Dandalion dan bilang kepadaku kalau kau meminta sesuatu sebelum meniup bunga Dandalion kering, permintaanmu akan di kabulkan. Sekarang saat mengingatnya, aku sudah tidak punya keinginan apapun…”
“Kenapa?”
“Sejak kecil aku hidup di panti asuhan, saat ada yang bersedia mengadopsiku, beberapa hari yang lalu Tuhan mengambil mereka. Lalu aku sadar, jika Tuhan selalu saja mengambil apa yang kusayangi. Jadi, aku tidak yakin kalau permintaanku nantinya akan dia kabulkan,”
“Kalau begitu, bolehkah bunga itu untukku?”
Yoon Hye menoleh terkejut. Belum sempat ia menjawab, laki-laki itu sudah mengambil bunga Dandalion dari jemari Yoon Hye.
“Aku ingin orang yang memberiku bunga ini bisa bahagia nantinya,” pinta laki-laki itu kemudian meniup bunga Dandalion kering itu ke udara. Membiarkannya terbang terbawa angin.
Saat itu Yoon Hye hanya bisa menatap laki-laki itu terpana.
“Kim Ryeowook imnida, siapa namamu?” tanya laki-laki itu sambil tersenyum.
TIIIIIN…….
Suara klakson bus itu membuatnya tersentak. Ia terkejut menyadari bahwa pipinya telah basah. Dihapusnya air matanya itu lalu turun di halte berikutnya.
Dan di sinilah ia sekarang. Berdiri di tengah padang rumput luas. Karena ini musim gugur, tidak ada satu pun bunga dandalion yang bisa di temuinya. Dihembuskannya nafas sambil memejamkan mata.
“Anyeong Oppa…” bisiknya lirih.
***

“Dimana Yoon Hye? Kenapa dia tidak ikut pulang bersamamu?”
Kyuhyun mengernyitkan keningnya. Ia baru saja pulang dari kantor dan begitu masuk ke dalam rumah, Eommanya sudah bertanya bertubi-tubi kepadanya.
“Bukankah dia sudah pulang? Aku sibuk tadi jadi dia pulang sendiri,”
“YAA!! Bagaimana bisa kau membiarkan istrimu pulang sendirian tanpa ada yang mengantar??” cecar Eomma Cho sambil memukuli kepala Kyuhyun “Kalau dia tersesat bagaimana? Kalau terjadi apa-apa dengannya bagaimana??”
“Yaa Eomma!! Hentikan pukulanmu!!”
“Kau memang pantas dipukul!! Ponselnya mati dan aku tidak bisa menghubunginya!! Suami seperti apa kau ini?!”
“Eomma hentikan!!” Kyuhyun menghindar, ia membuang tasnya lalu berlari ke balik sofa.
“Cari Yoon sekarang juga!! Jangan pulang kalau kau belum menemukannya!!”
“Mwoya?? Tapi ini sudah malam!!” protes Kyuhyun.
Duaaak…
Sebuah buku tebal menghantam jidatnya “Lalu kau akan membiarkan istrimu di luar sendirian malam-malam begini?!” bentak Eomma Cho. Kali ini tangannya aktif mengambil buku-buku di atas meja telepone dan melemparnya ke Kyuhyun.
“Eomma hentikan!! Baiklah, baiklah akan kucari dia!!”
“Jangan pulang sebelum kau menemukannya!!” teriak Eomma Cho sebelum Kyuhyun membanting pintu.
Kyuhyun kembali mengendarai mobilnya. Bibirnya menggerutu kesal. Sekarang kemana ia harus mencari gadis itu?! Masih untung kalau dia bisa menemukannya. Kalau ternyata gadis itu lari dengan kekasihnya? Bukankah itu sangat bagus? Kyuhyun tidak perlu repot-repot mencari cara untuk menceraikannya.
Bibirnya tersenyum iblis saat mendengarkan hal itu. tapi kemudian ia mendesah pelan. kemana ia harus mencari? Tidak satupun yang diketahuinya tentang gadis itu. Aiiish…
Sudah beberapa jam Kyuhyun berputar-putar di jalan. Ia masih belum menemukan gadis itu. akhirnya diputuskannya untuk pulang. Mobilnya tiba-tiba saja berhenti di jalan. Hanya berjarak satu meter dari gerbang rumahnya. Ia melihat keluar jendela untuk menyakinkan pandangannya. Gadis itu ada di sana, sedang duduk di depan tembok pagar sambil memeluk ke dua kakinya, membenamkan wajah.
Kyuhyun turun dari mobil lalu menghampirinya. Berkecak pinggang di hadapannya. “YAA aku mencarimu kemana-mana dan kau ternyata ada di sini?! Bukankah sudah kukatakan kalau kau harus pulang sebelum makan siang?! Apa kau sengaja membuatku repot?!” bentak Kyuhyun “Yaa Kim Yoon Hye berbicaralah!!” teriaknya saat gadis itu hanya bergeming.
Lalu Kyuhyun berjongkok. Disentuhnya pelan bahu gadis itu “Kim Yoon Hye?!” diangkatnya kepala gadis itu dan terkejut saat melihat mata gadis itu basah “Apa yang terjadi padamu?” tanyanya.
Gadis itu terisak lirih “Eomma…“ tiba-tiba saja ia memeluk leher Kyuhyun erat-erat sambil membenamkan wajah di dada laki-laki itu.
“Eomma eotheokeh…?” isaknya lagi “Aku sudah menikah sekarang…”
Kyuhyun tercenung. Apakah gadis ini frustasi karena telah menikah dengan dirinya? Apa terjadi sesuatu selama dia pergi tadi?
“Apa yang harus kulakukan??” lirih gadis itu lagi.
Kyuhyun memegang punggung gadis itu, mengusapnya pelan “Gwenchana…” bisiknya pelan. sepertinya gadis ini mabuk.
Yoon Hye semakin memeluk erat, mengabaikan jantung Kyuhyun yang berdegub keras. Hei, dia laki-laki normal!!
Cukup lama hingga suara lirih itu berganti menjadi nafas teratur. Kyuhyun mengangkat yoon hye lalu membawanya masuk ke dalam rumah. Mengatakan pada Eomma Cho kalau Yoon Hye ternyata tertidur di rumah Eonninya.
***

Han ji su, sedang mengendap-endap memastikan dirinya aman. Biasanya pagi-pagi begini eommanya akan sibuk di taman belakang merangkai bunga. Gadis itu berjalan menaiki tangga sambil merunduk. Sebelah tangannya menenteng sepatu higheels hijaunya.
“ehmm ehmm!!” suara dehaman seseorang membuat langkahnya otomatis berhenti.
Gadis itu berfikir sejenak, mencari strategi untuk beralasan. Kemudian wajahnya mendongak, mendapati eommanya tengah berdiri santai diujung tangga dengan tangan terlipat.
“anyeong eomma…” cengirnya lebar.
“sudah puas berkeliling jepang huh? Bagaimana udara di sana??”
Cegluuk…
Ji su menelan ludah. Sapaan yang terdengar ramah itu seperti bom waktu untuknya, bisa meledak kapanpun.
“ti-tidak ada yang menarik di sana…” jawab ji su lambat-lambat “aku harus membersihkan diri eomma!!” gadis itu berlari dengan cepat menaiki tangga dan melewati eommanya. Tapi tangan eomma han tidak kalah cepat. Ditariknya jaket belakang ji su.
“dasar anak nakal!! Sampai kapan kau mau seperti ini terus hah?!” omelnya sambil memukuli kepala ji su.
“eomma appo!! Hentikan!!” teriak gadis itu sambil melindungi kepalanya dengan tangan.
“kau tau apa saja yang telah kau perbuat?! Kau hampir membuat nama keluarga ini malu!! Dimana kau meletakkan otakmu han ji su!!”
“aaakh eomma hentikan!!” jerit ji su.
“kenapa kau hanya diam saja?! Kenapa tidak mengatakan kalau tidak ingin menikah?! Apa ada plester yang membungkam mulutmu?! Aigoo… apa dosaku ya tuhan…” erang eomma han sambil melepaskan ji su. Tangan kiri wanita itu memegangi dadanya sendiri.
“eomma mianhae… aku hanya takut pada appa kalau aku tidak mau…”
Mendengar hal itu eomma han langsung menjitak kepala ji su.
“YAA!!”
“kalau kau takut kenapa kau kabur??!” bentak eomma han “astaga… kau membuatku gila…”
Ji su meringis sambil mengusap-usap kepalanya. Ia tau perbuatannya kali ini sangat parah.
“cepat bersihkan dirimu!! kita harus ke rumah kyuhyun!!”
“mwoya? Untuk apa aku ke sana??!”
BLETAK
“AKH!! Berhentilah memukulku!!”
“tentu saja kau harus minta maaf pada kyuhyun dan keluarganya!! Kau juga harus bertemu dengan istri kyuhyun! Orang yang menyelamatkan nama baik keluarga ini! dan appamu mengangkatnya sebagai anak. Dia jadi adik angkatmu sekarang!!”
Ji su membulatkan matanya “mworago? Jadi kyu-kyuhyun tetap menikah??”
“tentu saja!! Untung saja media percaya kalau yang menjadi calon istri kyuhyun itu dia karena kami memang tidak menulis nama kalian di undangan. Hanya tulisan putra keluarga cho dan putri keluarga han,”
“media percaya?”
“sangat sulit kau tau?! Tapi appamu berhasil menipu mereka dengan mengatakan bahwa sudah lama dia menjadi anak angkat kami,”
“tidak heran kalau appa bisa melakukannya…” gumam ji su.
“cepat bersihkan dirimu! kutunggu kau lima belas menit di bawah!!”
“apa aku harus ke sana eomma??”
“kalau kau bertanya lagi, akan kuseret kau ke sana tanpa mandi!!”
“baiklaaaaah…”
.
.
“cho ajhuma, mianhae…”
Wanita itu tersenyum “gwenchana ji su ya, syukurlah kau sudah kembali,”
“tapi aku…”
“sudahlah, semuanya sudah berlalu,”
“dimana yoon?” tanya eomma han.
“ah, dia ada di dapur sedang membuat kue bersamaku tadi. biar kupanggilkan,” jawab eomma cho “Yoon ah??? Kemarilah!!!”
“ne eomma!!!”
Beberapa saat kemudian yoon hye keluar dengan apron di dadanya.
DEG
Kedua gadis itu saling menatap terkejut.
“kenalkan, ini kim yoon hye istrinya kyuhyun,” kata eomma cho ceria.
“dia sekarang jadi adik angkatmu, kau harus bersikap baik kepadanya,” sambung eomma han “yoon ah, dia adalah han ji su, putriku,”
“e-eomma… dia gadis yang menikah dengan kyuhyun? Benar-benar menikah dengan kyuhyun?” tanya ji su.
Kedua wanita itu menatap heran sementara yoon hye meremas ujung apronnya. Han ji su… dia adalah gadis yang ada bersama ryeowook saat itu. mungkinkah ryeowook meninggalkannya karena gadis ini? gadis yang sekarang jadi kakak angkatnya?! Oh dear…
“tentu saja mereka menikah. Yoon hye terpaksa menggantikanmu untuk menikahi kyuhyun. Dia menyelamatkan keluarga kita bodoh!” omel eomma han.
Han ji su. Gadis itu melangkah mendekati yoon hye. Kedua gadis itu saling memandang lurus-lurus. Tiba-tiba saja ji su memeluk yoon hye erat. Membuat gadis itu terkesiap.
“mianhae…” bisik ji su.
Lidah yoon hye terasa kelu. Ia tidak dapat menjawab apapun.
“dan terima kasih kau sudah bersedia menggantikanku. Itu artinya sekarang kau tidak punya hubungan apa-apa lagi dengan ryeowook oppa,”
DEG
“jadi aku bisa mengejarnya dengan bebas, benar? Dan kau tidak boleh marah, kau istri kyuhyun saat ini,”
Oh dear… yoon hye menggigit bibir bawahnya.
BLETAK
“YAA!!” ji su langsung melepaskan pelukannya sambil menatap kesal eommanya. Dia mengusap kepalanya yang sakit.
“jangan memeluknya terlalu erat begitu! Lihat, dia tidak bisa bernafas!!” omel eomma han.
“iiish… eomma, aku kan sangat bahagia ternyata yang menjadi istri kyuhyun adalah yoon ah,”
“aku senang kalian terlihat akrab,” komentar eomma cho sementara yoon hye hanya bisa tersenyum kecut.
.
.
Yoon hye duduk di lantai balkon. Ia sengaja mematikan lampu balkon dan diam di sana. Ditatapnya langit sambil memeluk lutut. Angin malam berhembus membelai tubuhnya lembut, memberikan rasa dingin. Ia merasa menggigil. Namun ia tidak tau, ia menggigil karena hembusan angin yang menerpa tubuhnya ataukah karena hatinya yang kosong.
Ia masih ingat dengan jelas saat masa kecilnya dulu, suster di panti asuhannya sering menceritakan dongeng sang putri dan pangeran. Saat itu yoon hye berharap suatu saat ada pangeran tampan yang datang menjemputnya. Mengajaknya menikah, lalu hidup bahagia selamanya. Ia tersenyum miris mengingatnya yang berbanding terbalik dengan kenyataan hidupnya.
Sejak kecil ia tidak tau siapa orang tua kandungnya. Tidak ingat juga bagaimana ia bisa berada di panti asuhan itu. satu-satunya barang dari masa lalunya yang tertinggal hanyalah sebuah syal warna ungu lembut dengan inisial HIS. Yang selalu tersimpan di dalam tasnya dan dibawa kemanapun dia pergi. Beberapa tahun kemudian, bukan seorang pangeran tampan. Melainkan pasangan suami istri kim jong woon dan song hyo jin. Sejak itulah ia mulai mengenali apa yang dinamakan keluarga. Ia juga mengenal park hani, eonninya yang sekarang. Mereka hidup baik-baik saja hingga kecelakaan itu terjadi. Kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua angkatnya. Dan dalam rasa dukanya, ryeowook datang.
Awalnya ia berfikir bahwa ryeowook adalah pangeran yang dikirim tuhan untuknya. tapi sekarang, tuhan memberinya kisah lain lewat sepasang sepatu pernikahan itu. bukan dengan ryeowook yang dianggapnya sebagai pangeran tampan, tapi kyuhyun sang iblis kegelapan yang menikahinya sekarang. Kisah indah yang pernah dibayangkannya, hancur sudah…
Yoon hye terus menatap bintang dilangit itu. ia sudah menikah sekarang. Apa yang harus dilakukannya? Sedangkan orang yang dicintainya pun sudah ia lepas. Tidak ada lagi yang diinginkannya. Apa ia bisa bahagia nantinya? Kebahagiaan seperti apa yang akan didapatkannya nanti? Masih ingatkah tuhan kepadanya?
Didengarnya suara pintu terbuka. Tanpa berniat melihat, ia merasa itu adalah kyuhyun. Ia tidak bergeming dari tempatnya. Ia hanya ingin diam, mengalirkan semua rasa sedih yang dirasakannya.
“apa yang kau lakukan di situ?” tanya kyuhyun heran saat mendapati yoon hye duduk sendirian di sudut balkon yang gelap. Tadinya ia berniat untuk menutup pintu balkonnya.
“pergilah, jangan menggangguku…” jawab yoon hye malas tanpa menoleh. Matanya masih menatap bintang di atas sana.
Kyuhyun mendengus pelan lalu berbalik dan menuju kamar mandi. Setelah membersihkan diri ia mulai menyalakan laptop . beberapa jam berlalu hingga akhirnya kyuhyun sudah berada di tempat tidurnya. Berkali-kali laki-laki itu berbalak-balik dengan gelisah. Matanya selalu melirik ke pintu balkon. Tidak ada tanda-tanda gadis itu akan masuk ke dalam. Akhirnya ia bangun sambil mengacak rambutnya kesal. Ia turun dari tempat tidur, menghampiri balkon. Dan saat dibukanya pintu balkon, ia tertegun melihat gadis itu sudah memejamkan matanya.
Kyuhyun memandangnya beberapa saat. Kemudian dihampirinya lalu diangkatnya gadis itu pelan-pelan. membawanya masuk ke dalam. Dibaringkannya di tempat tidur lalu di selimutinya “jaljayo…” bisiknya lembut.
***

“MWOYA??” seru gadis itu tanpa bisa di tahan.
“ini acara yang penting. Disitu juga akan ada banyak wartawan. Jadi mau tidak mau kau harus ikut yoon ah,” jelas eomma cho.
Yoon hye menggigit bibirnya. Bagaimana ini? pesta peluncuran produk baru di perusahaan cho corp’s? yang benar saja? Ia tidak pernah pergi ke pesta-pesta mewah seperti itu.
“semuanya akan datang. Appa cho juga saat ini sudah dalam perjalanan pulang dari jepang. Jja, kita harus mencari gaun. Akan kuhubungi eommamu, kita pergi bersama-sama,”
Dengan pasrah, yoon hye membiarkan dirinya di seret eomma cho untuk pergi shopping.
.
.
“tadaaa… bagaimana kyuhyun ah??”
Laki-laki yang ditanya itu Cuma terdiam menatap sosok gadis dalam balutan gaun biru muda lembut dengan leher tinggi tanpa lengan. Riasan make up-nya terkesan tipis natural dan rambutnya yang coklat bergelombang hanya digerai biasa. Sepatu higheels biru gelapnya, hanya terlihat setengah karena tertutup rok gaunnya yang panjang.
“ukhum!!” wanita itu berdeham sedikit keras di dekat telinga kyuhyun “jadi bagaimana?”
Kyuhyun tersentak dan langsung tergelagap “emm… i-itu… apa kau yakin bisa berjalan dengan sepatu tinggimu?”
BLETAK
“yaa! Eomma waeyoo??”
“tentu saja bisa! Kau tidak tau kalau dia sudah bisa berjalan dengan anggun?! Kau seharusnya beruntung punya istri sepertinya!!”
“terserahlah!!” saut kyuhyun sambil berbalik pergi.
“aiish… dasar anak itu… ayo yoon ah, appa sudah menunggu di mobil.”
Yoon hye hanya diam sambil mengikuti eomma cho yang juga tampak anggun dengan gaun hitamnya. Dalam hati ia terus berdo’a agar tidak terkena sial. Misalnya tersandung atau menyenggol barang hingga pecah. Well, ia mudah panik jika gugup.
.
.
Acara berjalan lancar. Kyuhyun juga terlihat tidak canggung saat yoon hye menggandeng lengannya. Bersikap layaknya suami istri dan tersenyum pada siapapun yang menyapa. Akting yang melelahkan huh? Dalam hati yoon hye terus menggerutu. Seharusnya dia ikut casting artis saja dulu.
“yoon aku ada urusan sebentar,” kata kyuhyun tiba-tiba “aku pergi dulu,”
Yoon hye membiarkan laki-laki itu pergi dan tidak terkejut kalau pria itu menghampiri seorang gadis dengan gaun selutut warna kuning manis. Han ji su.
Well, sekarang apa yang harus di lakukannya? Dia tidak mengenal semua orang yang ada di sini. Akhirnya diputuskannya untuk keluar dari gedung itu diam-diam.
“apa yang kau lakukan?”
Yoon hye tersentak saat seseorang memergokinya sedang berjalan turun dari tangga. Ia berbalik kemudian langsung mendesah lega “haah… kau mengagetkanku hyuk jae ssi,”
“dimana tuan muda? Apa kau sedang kabur??”
“dia bilang dia ada urusan. Aku bosan di sana, jadi aku berniat pergi,”
“kau mau kuantar pulang? Aku bisa memberitahu tuan dan nyonya besar kalau kau sedang tidak enak badan,”
“tidak perlu, mereka pasti sibuk. Tapi bisa kau antar aku ke suatu tempat??”
.
.
“woaaaa… ini sangat segaaar…”
“yaa, apa kau tidak waras? Ini benar-benar dingin!!” hyuk jae memeluk dirinya sendiri erat-erat. Jas hitam yang dipakainya tidak mampu menghalau rasa dingin.
Yoon hye melepas higheelsnya di tanah berpasir itu kemudian berlari. Tapi…
Kreeek…
Ia melihat bagian bawar roknya dan meringis saat melihat gaun itu sobek sekitar dua puluh senti dari bawah “eomma pasti akan membunuhku…” desahnya.
“ahahahha…” hyuk jae tergelak “kau benar-benar bukan seorang putri,”
“aku benci julukan itu,” dengus yoon hye kemudian menarik roknya hingga sobek selutut kemudian ditariknya melingkar, menyisakan gaun itu hanya sepanjang lutut.
“kalau kau tidak ingin kedinginan sebaiknya kau ikut lari!!!” teriak yoon hye sambil berlari-lari dengan bebas.
“aiiish… kenapa dia punya banyak hobbi aneh?!” gerutu hyuk jae sambil berlari menyusul yoon hye.
“hyuk jae ssi!!! Aku mau cumi bakar!! Jja!!” tanpa menunggu jawaban hyuk jae, yoon hye langsung menarik hyuk jae menuju kedai cumi bakar.
“woaaaa… sepertinya ini sangat enaaak…” kata gadis itu sambil menatap cumi-cumi yang sedang di bakar.
“tapi nona-“
“silahkan nona, tuan, cumi-cuminya masih segar. Suamiku baru mendapatkannya,”
“haahh benarkah? baiklah…”
“tapi nona…” hyuk jae hanya menelan ludahnya saat melihat yoon hye sudah mengambil cumi bakar itu dan memakannya.
“kau mau hyuk jae ssi?” tawar yoon hye masih menggigit cuminya.
Hyuk jae menggeleng sambil mendekatkan diri dan berbisik pelan “apa kau bawa uang nona?”
Yoon hye hanya menatap sambil berkedip-kedip. Kemudian menggeleng.
“sepertinya kita dalam masalah. Aku juga tidak bawa,”
“MWO? KAU TIDAK BAWA UANG???”
“mwoya? Kalian tidak bawa uang?” ulang ajhuma penjual cumi bakar.
Kedua manusia itu meringis pelan.
“yaa! Kelihatannya saja kalian orang kaya, tapi makan cumi tidak mau bayar!! Aigoo… bagaimana bisa aku memberi makan anakku besok kalau kalian memakannya secara gratis?!” omel ajhuma itu.
“tu-tunggu dulu ajhuma!!” yoon hye mengamati hyuk jae mencari-cari sesuatu “aaah…” matanya berbinar saat melihat jam tangan yang di pakai pria itu. tanpa persetujuan dilepasnya jam tangan itu.
“YAA mau kau apakan benda itu??!” pekik hyuk jae.
“ajhuma, ini asli. Kau bisa menjualnya,”
Baru saja hyuk jae ingin merebut benda itu, yoon hye sudah menampar tangannya.
“aigooo… ini bagus sekali… kalian boleh makan sepuasnya kalau begitu. Ayo, biar kuambilkan lagi lebih banyak…” kata ajhuma itu kegirangan.
“YAA kim yoon hye!! Kau tau berapa harga jam tangan itu?? dan kau menukarnya hanya dengan cumi bakar?? Jam itu bisa dipakai untuk membelai kedai ini seisinya jika kau mau!!” teriak hyuk jae kesal.
“kau hanya punya itu untuk membayar cumi-cumi ini!!” balas yoon hye.
“kenapa jam tanganku?? kau masih punya anting dan kalung itu!!”
“kau ingin eomma cho membunuhku??? Sudahlah, lagipula kau dulu pernah berjanji untuk membantuku!! Ingat, hidupku kacau gara-gara dirimu!!!” bentak yoon hye. Tapi kemudian ekspresinya menjadi sendu “bahkan saat ini aku masih dalam keadaan patah hati setelah putus dengan kekasihku…” gumamnya kemudian memakan cumi bakar itu dengan brutal sementara hyuk jae hanya bisa menghela nafas sambil ikut makan.

Suasana begitu sunyi. Mobil itu terparkir di tepi sungai han sejak tadi. Namun penumpangnya tidak berniat untuk turun di cuaca yang dingin ini. well, sepertinya musim dingin semakin dekat.
“maafkan aku…” kata-kata gadis itu memecah keheningan.
“kenapa?” tanya kyuhyun dengan tatapan lurus ke depan.
“aku menyukai orang lain kyuni, dan aku tidak bisa menikah dengan orang lain…”
“bukan itu… kenapa kau tidak mengatakannya kepadaku sama sekali?! Kenapa kau hanya diam saja? Apa kau tau bagaimana terkejutnya aku saat melihat pengantin wanitaku adalah orang lain yang sama sekali tidak kukenal?!”
“saat itu aku tidak tau apa yang harus kulakukan… aku hanya diam karena appa pasti akan memaksaku untuk menikah denganmu jika tau…”
Laki-laki itu mendesah keras “apa dia sangat berarti untukmu?”
“benar… dia adalah cinta pertamaku. Dan aku akan mengejarnya hingga dapat. Walaupun nantinya bisa saja aku menyerah, tapi setidaknya aku sudah berusaha…”
“kenapa tidak mengatakannya kepadaku? Aku bisa meminta untuk membatalkan pernikahan tanpa menyangkut-pautkan dirimu!”
“aku tidak memikirkan hal itu. kukira kau senang dengan pernikahan itu, jadi aku tidak yakin kau akan menolaknya…”
“aiiish han ji su paboya!! Lihat apa yang sekarang terjadi? Aku menikah dengan seorang yang tidak kukenal!!”
“kau bisa belajar mengenalnya kyuni. Lagipula dia gadis yang baik…”
“bagaimana kau bisa tau?”
“mungkin karena kami sama-sama wanita?! Entahlah… tapi aku merasa kalau aku menyukainya.”
Kyuhyun terdiam “apa aku harus menerima pernikahan ini?”
“kau bisa saja kabur kalau kau mau?” gadis itu meringis pelan.
Kyuhyun menggeleng “sepertinya kami tidak punya pilihan…”
“semua hanya masalah waktu. Kita tidak atau apa yang akan terjadi nanti. Tapi meskipun sekarang kau sudah menikah, aku ingin kau tetap menjadi kyuhyun yang kukenal.”
“kau yang pertama ji su ya…”
Gadis itu tersenyum “aku lapaar… ayo kita makan daebbokki!!” rengeknya.
“aiiish… kau sama sekali tidak berubah…”
***

tbc