Tags

, , ,

be your wife

 

“Yaa, apa yang kau lakukan di situ?!” teriak Kyuhyun saat melihat Yoon Hye bergelung selimut hangatnya di ranjang.
“Hari ini aku sangat lelah, aku tidak mau tidur di sofa, punggungku bisa sakit! Kau saja yang tidur di sana,”
“Kau pikir aku mau?!” tanya Kyuhyun sambil merebahkan diri di sebelahnya. Menarik selimut itu.
“Terserah!!” saut Yoon Hye sambil menarik selimut lebih rapat.
Gadis itu memejamkan mata sambil mengerutkan keningnya. Ia membuka lagi matanya lalu menoleh ke samping “Ke-kenapa melihatku seperti itu?” tanyanya saat Kyuhyun hanya diam menatapnya.
“Ka-kau membuatku takut… Aku tidur di sofa saja!!” Yoon Hye sudah akan beranjak bangun tapi lengannya ditahan.
“Tidurlah…”
“Ka-kau mau apa??” tanya Yoon Hye ketakutan sambil berusaha melepaskan cekalannya pada tangan Kyuhyun “Jangan berbuat macam-macam atau aku akan membunuhmu!!” ancamnya meskipun dengan suara bergetar.
“Mulai sekarang tidurlah di sini, tubuhmu bisa sakit kalau tidur di sofa. Aku tidak akan macam-macam,” Kyuhyun melepaskan cekalan itu lalu berbalik memunggungi Yoon Hye yang masih tertegun.
“Apa aku bisa percaya?” tanya Yoon Hye ragu.
“Aku berjanji…”
Gadis itu menatap punggung Kyuhyun sejenak. Kemudian ia memutuskan untuk tetap tidur di situ. Sudah beberapa menit, tapi ia tidak bisa tidur. Kenapa rasanya menjadi aneh seperti ini? Dia tidak biasa tidur dengan orang lain, apalagi itu laki-laki yang bukan saudaranya.
“Yoon apa kau sudah tidur?”
Terkejut. Yoon Hye langsung membuka matanya. Gadis itu menoleh dan mendapati Kyuhyun masih memunggunginya.
“A-aniyo…” jawabnya pelan.
“Yoon… Apa… Apa kau sangat mencintai kekasihmu?”
Lagi. Yoon Hye terkejut mendengar pertanyaan itu. Gadis itu hanya menatap bingung. Tapi tiba-tiba saja Kyuhyun berbalik dan menatapnya. Membuatnya sedikit… Baiklah, bukan sedikit tapi sangat gugup.
“Aku… Aku tidak tau apa yang disebut dengan mencintai, tapi bagaimanapun dia adalah cinta pertamaku. Lagipula… Sekarang dia bukan kekasihku lagi…”
“Apa maksudmu?”
“Hubungan kami sudah berakhir…”
Kyuhyun terdiam “Apa karena pernikahan kita?”
“Aniyo… Kami sudah mengakhirinya bahkan ketika aku belum mengatakan tentang pernikahan ini,”
“Pernikahan ini… Diluar perkiraan kita…” balas Kyuhyun “Aku menyukainya… Menyukai Han Ji Su. Kami berteman sejak kecil. Walaupun rasa suka itu belum kuanggap rasa cinta, tapi kupikir dengan perjodohan ini, kami akan mulai mengerti sama satu lain. Aku sama sekali tidak keberatan, tapi aku lupa satu hal… Aku lupa tidak mencari tau bagaimana isi hati gadis itu. Aku mulai sadar bahwa selama ini aku berfikir hanya tentangku. Dan setelah menikah denganmu, aku tidak ingin mengulanginya. Aku mulai berfikir juga tentangmu. Dan aku tau, kau hanya seseorang yang kebetulan saja terseret dalam masalah ini. Karena ini pernikahan kita, jadi akan lebih baik membicarakan hal ini dengamu,”
“Kau tau? Ini pertama kalinya kau berbicara panjang kepadaku… Menganggapku benar-benar seorang manusia yang punya harga diri, bukan seperti yang kau bilang saat pertama kali dulu,”
Kyuhyun tersenyum “Mianhae… Aku sangat sensitif dengan orang asing. Tapi semakin lama aku tau kau berbeda. Kau bukan tipe wanita yang haus kekuasaan dan harta. Setidaknya aku sangat menghargai dirimu,”
“Jadi bagaimana sekarang??”
“Ji Su mencintai pria lain… Dan aku tidak bisa menahannya.”
“Aku tau…Karena, karena yang di sukainya adalah kekasihku… Umm mantan!”
Kyuhyun terkejut mendengarnya. Ia menatap gadis itu tidak percaya “Kau sudah mengenal Ji Su?”
“Aku tidak tau kalau dia adalah Han Ji Su. Aku pernah melihatnya bersama Ryeowook Oppa. Dan kemarin saat Eomma Han mengenalkannya kepadaku, aku baru sadar… “
“Bagaimana kau yakin Ji Su menyukai kekasihmu? Umm… mantanmu maksudku!”
“Dia mengatakan dengan jelas padaku bahwa ia bisa dengan bebas mengejar Ryeowook Oppa karena, karena… karena aku sudah menjadi istrimu. Jadi aku dan Ryeowook Oppa tidak ada hubungan apa-apa lagi,” Yoon Hye sedikit menggigit bibir bawahnya. Kata-katanya bergetar.
“Mianhae…”
Yoon Hye menggeleng pelan “Tidak perlu Kyuhyun ah, ini hanya masalah takdir. Menikah denganmu salah satunya. Dan aku tidak tau lagi takdir apa yang akan menantiku. Setidaknya sekarang aku tau kalau menjadi putri itu sangat melelahkan. Pantas saja Han Ji Su ssi sering kabur,” keluh Yoon Hye.
Kyuhyun tertawa kecil “Setidaknya penampilanmu sekarang sudah berubah menjadi putri. Kau menarik Yoon ah…”
Ada sesuatu yang bergetar, yang membuat pipi gadis itu menjadi panas “Apa kau sedang merayuku?! Dengusnya.
Kyuhyun tertawa lagi “Aniyo… Sekarang tidurlah, atau besok Eomma akan menyeretmu keluar meskipun kau masih tidur,”
“Haiiish… Besok aku harus menemani Eomma ke Flora Garden, berbelanja, senam, yoga…” desah Yoon Hye.
“Sepertinya jadwalmu lebih padat dariku,”
“Bagaimana kalau kita tukar tempat huh?? Kau mau??”
“Kau ingin aku memakai sepatu hak tinggi itu dan berjalan manis di belakang Eomma?? Jangan bercanda!!”
Yoon Hye tertawa “Setidaknya aku sekarang bisa membayangkannya!!”
“YAA, hilangkah bayangan anehmu itu dan cepat tidur!!”
Well…Sepertinya malam ini mulai berbeda bukan?!
***

Pagi-pagi sekali Kyuhyun sudah terbangun dari tidurnya karena mendengar suara dari kamar mandi. Laki-laki itu menggeliat pelan dengan mata separuh terbuka. Ia melihat Yoon Hye tidak ada di sebelahnya dan lampu kamar mandi yang terbuka. Sejenak ia mengumpulkan semua arwahnya dan menajamkan pendengarannya. Seperti suara orang muntah-muntah?!
Penasaran, Kyuhyun bangun dari tidurnya. Dengan langkah tersaruk-saruk ia pergi menuju kamar mandi. Kantuknya menghilang saat melihat Yoon Hye sedang muntah-muntah di washtafel.
“Apa kau baik-baik saja?!” tanya kyuhyun sambil berjalan mendekat.
Gadis itu hanya mengangkat sebelah tangannya lemah tanpa bisa menjawab apapun. Mulutnya masih sibuk mengeluarkan isi perutnya.
“Aiish… Apa yang harus kulakukan?!” gumam Kyuhyun bingung. Seumur hidupnya ia tidak pernah mengurusi orang sakit, “Tunggu sebentar, akan kupanggilkan Eomma!”
Wanita itu tampak ingin marah saat membuka pintu kamar. Tentu saja, kyuhyun menggedor pintu kamarnya dengan brutal. Tapi melihat raut khawatir di wajah kyuhyun, dia mengurungkan niatnya.
“Waeyo?” tanyanya sedikit kesal.
“Yoon Hye muntah-muntah terus, apa yang harus kulakukan?” tanya Kyuhyun.
Mata itu membulat sempurna “MWO?? Muntah??” tanpa ba-bi-bu lagi wanita itu langsung menghambur ke kamar Kyuhyun. Meninggalkan laki-laki yang terbengong sebelum akhirnya ikut menyusul Eommanya.
“Yoon ah apa kau baik-baik saja?” tanya Eomma Cho.
Yoon Hye hanya mengangguk dengan lemah. Tubuhnya masih bersandar di dinding kamar mandi dengan mata terpejam.
“Bagaimana rasanya??”
“Aku… mual Eom__ hooeeek…” gadis itu kembali memuntahkan isi perutnya.
“Kyuhyun ah, ambilkan aku air hangat!!” perintah Eomma Cho.
Eomma Cho membantu Yoon Hye duduk di sofa, lalu ia mengambil segelas air hangat yang diambil Kyuhyun tadi dan menyerahkannya pada yoon hye.
“Minumlah,” katanya lembut.
Yoon Hye mengangguk lalu menyesap air hangat itu.
“Tidak salah lagi, kau pasti hamil!!”
BRUSSSHH…
“YAA!!!”
Yoon Hye langsung menyemburkan air yang diminumnya dan Kyuhyun yang kebetulan ada di hadapan gadis itu harus rela membiarkan semburan air itu mencuci wajahnya.
“Aniyo Eomma aku tidak…”
“Ah Eomma tidak mungkin salah!! Tunggu sebentar biar Eomma teleponkan dokter!!”
“Eomma, itu_”
BLAM
Wanita itu sudah terlanjur menutup pintu kamar. Yoon Hye menghela nafas pelan tapi kemudian terkejut saat melihat Kyuhyun. Laki-laki itu sedang menatapnya tajam.
“A-apa?”
“Siapa yang menghamilimu?” tanyanya tajam.
“Mwo??”
“Jelas itu bukan anakku!!”
DUUK…
Bantal sofa itu sukses mendarat di muka Kyuhyun.
“Aku tidak bilang kalau aku hamil!!!” kesal Yoon Hye.
“Tapi Eomma bilang… Dan kau muntah-muntah!!”
“Orang muntah saja tidak bisa dikatakan dia hamil! Aiiish… Lagipula belum ada yang menyentuhku jadi mana mungkin aku hamil?!”
“Jadi kau masih perawan eh?”
Bluuush…
Wajah gadis itu langsung merah padam saat Kyuhyun menanyakannya dengan jelas. Baiklah, mungkin hal itu biasa kalau ia membicarakannya dengan Eonninya. Tapi ini dengan Cho Kyuhyun, manusia yang kebetulan punya status sebagai suaminya.
“Yoon ah, Dokter Choi sudah datang!!” teriak Eomma Cho bersamaan pintu yang terbuka.
.
.
“Huwahahah… huahahh…”
“Yaa diam atau kusumpal mulutmu!!” bentak Yoon Hye yang melihat Kyuhyun tertawa berguling-guling di ranjang.
“Muntah karena terlalu banyak makan?? Huahahahh… Ternyata kau sangat rakus. Berapa piring makanan yang kau makan di pesta kemarin eh?”
“Aku hanya terlalu banyak makan cumi!!” saut Yoon Hye kesal.
Tawa Kyuhyun langsung terhenti “Cumi? Aku tidak lihat ada cumi di pesta kemarin,” tanyanya heran.
“Hyuk Jae ssi yang membelikannya untukku!”
Raut wajah Kyuhyun langsung berubah “Cih, karena ada orang yang membelikan lalu kau makan sebanyak-banyaknya,”
“Mwo?”
“Yoon, ini coklat hangatmu,” kata Eomma Cho bersamaan dengan pintu yang terbuka.
“Eomma gomawo, tapi aku sudah tidak apa-apa,” ucap Yoon Hye sambil menerima gelas itu.
“Tidak apa-apa… Meskipun tadinya eomma berharap kalau kau memang hamil,” jawab Eomma Cho. Ada nada kecewa dalam ucapannya, membuat Yoon Hye menatap tidak enak.
“Jja minumlah!!”
Yoon Hye mengangguk sambil meminum coklat itu pelan-pelan.
“Tapi eomma jadi berfikir… Bagaimana kalau kalian pergi ke luar negeri untuk bulan madu?”
BRUUUSHH…
Kedua kalinya Yoon Hye menyemburkan minumannya. Bersyukurlah karena Kyuhyun tidak ada di depannya.
“Eomma, jangan bercanda! Aku sibuk!!” tolak Kyuhyun langsung.
“Kalian belum pergi kemanapun sejak menikah, sesekali berliburlah Kyu. Bukankah wakilmu dapat mengambil alih sementara? Hanya tiga hari,”
Yoon Hye hanya diam saja. Ia ingin menolak, tapi ia tidak punya alasan yang tepat.
“Aku tidak mau!!” tandas Kyuhyun.
“Mungkin dengan pergi berdua hubungan kalian dapat lebih baik. Bagaimana pun kalian menikah bukan hanya untuk setahun atau dua tahun. Akan eomma siapkan nanti, kalian tenang saja!!” kata Eomma yang langsung keluar kamar.
Kedua orang itu terdiam. Bergelut dengan pikirannya sendiri-sendiri. Apa yang diucapkan Eomma Cho membuatnya berfikir. Benar, pernikahan mereka bukan hanya untuk setahun dua tahun.
Yoon Hye menggigit bibir bawahnya. Seolah ia dihadapkan lagi dengan realita. Mereka akan bersama seumur hidup, tapi tanpa cinta? Bisakah?
“Ada yang harus kita bicarakan Yoon ah,” ucap Kyuhyun sambil duduk bersila di atas ranjang. Menatap gadis itu.
“Katakan saja,”
“Ini… Ini tentang pembicaraan kita semalam, kita belum membuat keputusan,”
Yoon Hye tau itu. tapi ia sudah tidak bisa apa-apa lagi.
“Kau mungkin sudah pernah mendengar tentang kehidupanku. Dan sekarang aku sudah putus dari kekasihku. Aku tidak punya siapa-siapa lagi. aku bisa saja kembali pada Eonni, tapi aku tidak yakin keluargamu akan melepasku. Jadi… Kuserahkan semuanya kepadamu. Jika aku memang harus menjadi istrimu, mulai saat ini aku akan berusaha menjadi seorang istri untukmu,”
Gadis itu menunduk, menatap gelas coklat yang di genggamnya. Hangat. Berharap bisa menyalurkan kehangatan itu ke hatinya.
“Ayo kita belajar!!”
Yoon Hye tertegun. Ia mengangkat wajah kemudian menatap Kyuhyun tidak mengerti.
“Ayo kita belajar!!” ulang Kyuhyun “Belajar untuk menjadi teman, belajar untuk menjadi sahabat, belajar untuk menjadi suami istri, belajar untuk hidup bersama dan belajar untuk… u-untuk… saling mencintai,”
Ada yang berdebar dalam hati Yoon Hye saat mendengarnya. Belajar untuk saling mencintai? Ia tersenyum. Ia tidak berharap, tapi ia senang mendengar hal itu. karena untuk hidup bersama saja tidak akan cukup bila tanpa adanya cinta.
“Kau tau? Aku sudah memulainya sejak awal. Jangan lupa kenapa aku harus belajar berjalan, belajar makan, memasak, itu semua memang karena untuk menjadi istrimu…”
Kyuhyun tersenyum mendengarnya “Jadi aku yang terlambat??”
Gadis itu menggeleng pelan “Tidak ada kata terlambat untuk belajar,” jawabnya.
***

“Bagaimana kalau kalian ke Canada?”
“Kenapa jauh sekali?” tanya Kyuhyun saat makan malam bersama. Hari ini dia tidak lembur.
“Karena di canada dingin, jadi kalian akan lebih cepat membuatkan Eomma cucu!”
“ukhuk!!” Yoon Hye langsung tersedak mendengarnya. Bagaimana mungkin bisa Eomma Cho sampai berfikir hal seperti itu?
“Kenapa tidak sekalian ke Kutub utara atau selatan saja?!” dengus Kyuhyun.
“Kau mau?”
“Tidak!”
“Kalau begitu Brazil?”
“Tidak!”
“Rusia?”
“Tidak!”
“Amerika?”
“Tidak!”
“Paris?”
“Tidak!”
“Jadi kau ingin kemana??”
“Yoon kau ingin kemana?”
“Huh?” gadis itu mengerjap kaget saat Kyuhyun bertanya kepadanya. Ini jarang terjadi bukan? Biasanya laki-laki itu akan memutuskan seenaknya sendiri. Ah, bukankah mereka dalam tahap belajar?! Mereka sudah tidur dalam satu tempat tidur bahkan kemarin mereka sudah bertukar nomor ponsel.
“Apa kau ingin ke suatu tempat?” tanya Kyuhyun lagi.
“Mmm… Sebenarnya… Aku sangat ingin mencicipi air barzelona…” jawab Yoon Hye pelan.
“Air barzelona?” tanya Eomma Cho.
Yoon Hye mengangguk pelan. “Ada yang mengatakan kalau kita mencicipi air itu, suatu saat kita pasti akan kembali lagi ke sana,”
“Baiklah kita ke sana!!” putus Kyuhyun.
“Apa kau yakin?” tanya Yoon Hye ragu.
Kyuhyun tersenyum “Tentu saja,”
“Baiklah, jadi bulan madu kalian ke Spanyol! Besok kalian berangkat!!”
“Mwo?”
“Ukhuk,” lagi-lagi Yoon Hye tersedak.
“Apa tidak terlalu cepat besok?” protes Kyuhyun.
“Kalian tinggal berangkat!! Tiket biar Eomma yang mengatur!!”
Kedua manusia itu hanya bisa menghela nafas.
.
.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Kyuhyun saat melihat Yoon Hye masih berkutat dengan dua koper besar.
“Kita akan berangkat besok, jadi aku harus menyiapkannya sekarang!!”
“Ah, kau benar!!” gumam Kyuhyun sambil turun dari tempat tidur “Eomma bisa mengomel besok kalau aku tidak beres-beres sekarang juga,”
“Tidak perlu, sudah kubereskan!” saut Yoon Hye “Kau ingin membawa sesuatu yang lain?”
“Kenapa kau ikut membereskan punyaku?”
“Bukankah aku istrimu? Sudah sepantasnya bukan?!”
“A-ah… n-ne…” jawab Kyuhyun canggung sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya.
“Tinggal pakaian dalammu. A-aku… tidak berani…” Yoon Hye merasakan pipinya memanas. Ia tidak berani menatap Kyuhyun.
“Tidak apa-apa, kau punya hak untuk itu,” jawab Kyuhyun sedikit gugup.
Tiba-tiba saja suasana menjadi canggung. Yoon Hye masih berkutat dengan koper-kopernya sementara Kyuhyun hanya diam duduk di tepi ranjang. Memandang ke arah mana saja selain gadis itu.
“A-apa kau butuh yang lain untuk di bawa?” tanya Yoon Hye lagi.
“Kau sudah membawa sikat gigi?”
Gadis itu mengangguk “Sudah,”
“Kurasa sudah cukup. Jangan terlalu malam, cepatlah tidur,” kata Kyuhyun sambil merebahkan diri di tempat tidur.
***

“Kau terlihat gugup,” komentar Kyuhyun saat mereka berdua menunggu di bandara.
“Ini pertama kalinya aku keluar negeri, jadi aku sedikit takut,”
“Hahah… Tentu saja, bahasa inggrismu pasti payah!!” ledek Kyuhyun.
“Yaa itu masih masih tahap berikutnya!! Saat ini aku hanya takut naik pesawat, bagaimana kalau aku muntah-muntah nanti?”
Kyuhyun tertawa kecil “Sebaiknya aku memilih tempat duduk yang jauh darimu,”
“YAA!! Aku sedang tidak percanda!!” ingin sekali Yoon Hye menggeplak kepala laki-laki itu.
“Araseo, araseo!!” jawab Kyuhyun sambil mengambil ponselnya yang sedang berbunyi.
“Yeoboseo Ji Su ya?? … Aku? Wae? … Mwo? Kau sedang sakit?? Dimana kau sekarang??… Araseo, aku kesana!!” Kyuhyun menutup ponselnya kemudian langsung berlari pergi keluar bandara.
Yoon Hye tercenung di tempatnya. Ia menatap koper Kyuhyun. Bahkan laki-laki itu sampai lupa dengan kopernya. Apalagi dengan dirinya?!
Ia benar-benar tidak percaya. Ia tersenyum miris. Dadanya tiba-tiba saja terasa sesak. Gadis itu menggigit bibir bawahnya kuat. Ada rasa sakit yang mendera. Ia merasa ditinggalkan. Seolah-olah orang asing yang tidak berarti sama sekali. Akhirnya air matanya jatuh. Ia merasa mulai sulit bernafas. Menatap orang-orang yang berlalu lalang di situ dan menyadari bahwa dalam keramaian itu, ia sebenarnya sendiri…
Gadis itu hanya termenung diam di tempatnya. Tidak bergerak sedikitpun. Hatinya terluka. Bukankah baru beberapa hari yang lalu Kyuhyun memintanya untuk belajar bersama? Dan Yoon Hye lupa satu hal. Lupa bagaimana perasaan Kyuhyun pada gadis itu. Sekarang semuanya terbukti. Hanya sebuah telepon dan Kyuhyun begitu mudahnya pergi meninggalkannya. Seolah-oleh tidak mengenal sama sekali. Seolah gadis itu tidak pernah ada…
Hari berganti malam. Dan malam semakin larut. Gadis itu masih di sana. Masih tidak bergerak. Tubuhnya terasa kaku. Apakah pernikahan ini masih bisa dilanjutkan? Perlahan, di cobanya berdiri. Dengan gerakan kaku, ia berjalan menarik kopernya keluar dari bandara itu. Ia tidak membawa uang banyak jadi ia memutuskan untuk pergi ke tempat spa.
Teleponenya berdering saat ia baru saja bersiap-siap untuk tidur. Cho Kyuhyun.
“Apa?” tanya Yoon Hye ketus begitu telepon itu tersambung.
“Kau ada di mana sekarang?”
“Tentu saja aku berlibur di Spanyol!! Sudah ya, kau sangat mengganggu!!” langsung dimatikannya telepon itu kemudian melepas batrainya dan melemparnya ke dalam tas.
Gadis itu merebahkan diri dengan berbantal tas. Ia memejamkan matanya. Membiarkan tetes bening itu mengalir. Rasanya sesak…

Tbc…