Tags

, ,

be your wife

Kyuhyun mengacak-acak rambutnya kesal sambil menatap ponselnya. Dicobanya untuk menelepon lagi, tapi nomor itu tidak aktif. Ia melirik sekilas pada Han Ji Su yang tengah tertidur di ranjang rumah sakit itu. Dalam hatinya ia sedikit menyesal (catat! sedikit saudara-saudara!! *geplak kyu). Seharusnya ia mengajak gadis itu dan tidak meninggalkannya begitu saja. Dan sekarang gadis itu tidak mau menerima teleponnya. Apa ia sudah kembali ke rumah? Tapi Eommanya tidak menelepon sama sekali. Harusnya Eommanya sudah marah-marah begitu tau. Tapi tidak ada apapun, jadi Kyuhyun mengambil kesimpulan kalau Yoon Hye belum pulang ke rumah. Pasti dia ada di rumah Eonninya. Setidaknya itulah yang dipikirkan Kyuhyun.
Ia menoleh lagi ke arah Ji Su. Sebenarnya ia ingin pergi mencari gadis itu. Tapi ia takut meninggalkan Ji Su sendirian. Gadis itu ternyata mengalami penurunan kadar gula dalam tubuhnya. karena itu ia harus ada di rumah sakit hingga keadaannya pulih. Orang tuanya sedang ke pulau Jeju dan Ji Su tidak ingin membuat orang tuanya khawatir, jadi gadis itu tidak menghubungi mereka. Dan satu-satunya orang yang dia punya hanyalah Kyuhyun.
Kyuhyun mendesah pelan “Mianhae yoon ah…”
***

Yoon Hye menarik kopernya sambil berjalan pelan. Ia tidak tau harus kemana lagi. Tidak mungkin berhari-hari ia di tempat spa. Uangnya juga tidak cukup. Kalau pulang ke tempat hani, Eonninya pasti akan bertanya panjang lebar kepadanya. Tentu saja, dia masih membawa kopernya. Koper Kyuhyun? Jangan harap Yoon Hye sudi membawanya juga. Dia juga tidak mungkin pulang ke rumah, semuanya akan bertambah rumit. Yang keluarga tau saat ini ia sudah ada di Spanyol bersama Kyuhyun. Apa laki-laki itu akan mencarinya? Lagi. Dia tersenyum kecut. Memangnya siapa dirinya??
Kepalanya terasa sedikit pusing. Ia juga belum makan dari kemarin. Apa yang harus dilakukannya sekarang? Tiba-tiba saja tetesan air mulai berjatuhan. Gadis itu mengumpat dalam hati. Kenapa banyak sekali hujan saat musim gugur?! Dengan langkah tergesa, ia menyeret kopernya menuju sebuah halte bus untuk berteduh. Bajunya basah kuyup. Perlahan air matanya mengalir. Saat ini, ia sadar bahwa ia benar-benar sendiri.
“Apa yang kau lakukan di sini??”
Gadis itu mengerjap kaget kemudian mengangkat wajahnya “H-hyuk Jae ssi?”
“Sedang apa kau di sini?”
“Aku…”

“Bersihkan dulu dirimu agar tidak sakit, kamar mandinya ada di sebelah sana!”
Yoon Hye hanya mengangguk sambil menerima handuk yang di berikan oleh Hyuk Jae. Cepat-cepat ia membersihkan diri karena merasa tubuhnya sedang menggigil. Setelah mandi dan berganti pakaian dengan yang dibawanya dalam koper, ia melihat Hyuk Jae sedang menunggunya di sofa.
“Hyuk Jae ssi, gomawo…” kata Yoon Hye sambil ikut duduk di sofa itu.
“Minumlah, ini akan membuatmu hangat,”
Tanpa banyak bertanya, gadis itu menerima secangkir coklat hangat lalu menyesapnya. “Ini apartementmu?” tanyanya pada Hyuk Jae.
Hyuk Jae hanya mengangguk sebagai jawabannya.
“Aku tau kalau kau bekerja di tempat Kyuhyun, tapi sebenarnya apa posisimu?”
“Appaku adalah asistant sekaligus orang kepercayaan Direktur Cho. Mereka sering berpergian keluar negeri. Jadi aku ditugaskan untuk membantu kyuhyun untuk mengurus perusahaan di sini,” jawab Hyuk Jae.
Yoon Hye hanya mengangguk mendengarnya.
“Kau baik-baik saja? Wajahmu terlihat pucat. Apa yang sebenarnya kau lakukan tadi? Apa kau berniat untuk kabur? Kenapa membawa-bawa koper?”
“Kau berisik sekali!” dengus Yoon Hye “Kepalaku terasa pusing…”
“Tunggulah sebentar, kubuatkan bubur hangat untukmu,” Hyuk Jae beranjak dari duduknya. Tidak lama kemudian ia kembali lagi dengan selimut tebal, “Pakailah ini dulu untuk menghangatkanmu,”
“Gomawo,” balas Yoon Hye sambil menerima selimut itu.
Sementara Hyuk Jae sibuk di dapurnya, Yoon Hye mengamati apartement itu. Minimalis dan sederhana. Tiba-tiba saja ia teringat ponselnya. Dengan cepat diraih tasnya di atas koper di samping sofa itu lalu mengeceknya. Ia mendesah lega saat benda itu bisa dinyalakan. Tadinya ia takut benda itu rusak terkena air hujan. Kemudian diletakkannya benda itu di meja lalu ia merebahkan tubuh di sofa sambil menarik selimut lebih rapat. Ia merasa sangat dingin.

Hyuk Jae kembali dengan membawa semangkuk bubur. Tapi dilihatnya Yoon Hye sudah tertidur. Laki-laki itu meletakkan bubur di meja lalu menghampiri gadis itu. dibenarkannya letak selimut Yoon Hye kemudian tertegun saat melihat air mata mengalir dari sudut mata yang terpejam itu. dihapusnya dengan teramat pelan.
“Semua ini karena aku… Mianhae…” bisik Hyuk Jae pelan “Aku berjanji akan menjagamu…”
***

Pagi hari saat Hyuk Jae memeriksa keadaan Yoon Hye yang ternyata masih tidur itu, tidak sengaja matanya melihat sebuah ponsel yang bergetar di atas meja. Diambilnya benda itu dan terdiam sejenak saat melihat nama Kyuhyun berkedip-kedip di layarnya. Akhirnya, dijawabnya panggilan itu.
“YAA Kim Yoon Hye katakan ada dimana kau?? Kenapa ponselmu tidak di jawab?? Apa kau sudah pulang??”
“Dia ada di tempatku sangjangnim,” balas Hyuk Jae sopan.
Hening di seberang sana “Si-siapa kau?”
“Aku Lee Hyuk Jae. Yoon Hye ssi, ada di apartementku saat ini!!” jawab Hyuk Jae.
Hening lagi. Kemudian sambungan telepon terputus. Hyuk Jae hanya menatap telepone itu dengan diam.
Setengah jam kemudian bell apartement Hyuk Jae berbunyi. Laki-laki yang sedang membuat sarapan itu menghentikan kegiatannya lalu berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu. Sedikit terkejut saat melihat Kyuhyun ada di depan pintu itu.
“Dimana dia?” tanya Kyuhyun langsung.
“Dia masih tidur,”
Melihat Hyuk Jae tidak memberinya jalan untuk masuk, laki-laki itu mendorong tubuh Hyuk Jae sedikit kasar sambil menerobos masuk. Ia melihat gadis itu sedang tertidur pulas di sofa. Tanpa banyak berbicara di tariknya selimut gadis itu.
“YAA Kim Yoon Hye irona!! Ayo pulang!!” tanpa menunggu Yoon Hye membuka matanya, Kyuhyun sudah menarik kasar tangan gadis itu.
“Kyu? Apa yang kau lakukan?” tanya Yoon Hye bingung. Kepalanya terasa berdenyut-denyut.
“Ayo pulang!!”
“Tapi_”
“Pulang sekarang juga!!” desis Kyuhyun sambil menarik tangan Yoon Hye. Tapi gerakannya terhenti saat seseorang menahan lengannya.
“Bisakah kau tidak bersikap kasar pada seorang gadis? Jangan lupa kalau dia adalah manusia yang punya perasaan!” kata Hyuk Jae tajam. Ia tidak lagi menunduk hormat pada Kyuhyun.
“Lepaskan tanganmu!!” balas Kyuhyun dingin.
Pandangan Hyuk Jae beralih pada Yoon Hye “Yoon ah, hubungi aku jika ada apa-apa, araseo?”
Yoon Hye menggangguk pelan meskipun ia masih bingung. Dengan lembut Hyuk Jae membelai kepala gadis itu, membuat Kyuhyun dengan kasar menarik Yoon Hye keluar dari tempat itu.

Tidak ada satupun huruf yang keluar diantara Yoon Hye dan Kyuhyun. Laki-laki itu masih marah sementara Yoon Hye masih terluka. Gadis itu menutup rapat-rapat mulutnya hingga taxi yang mereka tumpangi sampai di rumah.
“Aigoo… Kenapa cepat sekali kalian pulang?” seru Eomma Cho begitu melihat Yoon Hye dan Kyuhyun “Apa kau sakit Yoon ah? Wajahmu pucat,” tanya Eomma Cho saat Yoon Hye hanya tersenyum lemah.
“Biarkan kami istirahat dulu Eomma,” kata Kyuhyun.
“Baiklah,”
Yoon Hye menundukkan kepala sejenak berpamitan pada Eomma Cho lalu melangkah menaiki tangga dan segera di ikuti oleh Kyuhyun.
Blam…
“Apa yang kau lakukan di sana? Kenapa kau bisa berada di apartementnya? Tidak seharusnya wanita yang sudah bersuami menginap di apartement laki-laki lain!!” cecar Kyuhyun begitu pintu itu tertutup. Sementara Yoon Hye hanya diam. Gadis itu naik ke atas ranjang kemudian masuk ke dalam selimut dan menutup seluruh tubuhnya.
“YAA KIM YOON HYE JAWAB AKU!!” bentak Kyuhyun sambil menarik kasar selimut itu.
Yoon Hye tidak bergeming. Kepalanya terasa sakit. Dan suara Kyuhyun membuatnya makin sakit. Kyuhyun melihat bingung. Dengan ragu, tangannya terjulur menyentuh dahi Yoon Hye.
“Panas sekali…” gumamnya terkejut.
Plak…
Yoon Hye menepis tangan Kyuhyun dari dahinya. Hatinya masih perih. Apa hak Kyuhyun untuk marah? Dia meninggalkan istrinya untuk wanita lain begitu saja, lalu kenapa dia harus marah ketika ia bersama orang lain?! Bukankah dia sudah meninggalkannya?
“Pergilah,” kata Yoon Hye datar dengan mata masih terpejam.
Suasana menjadi hening. Gadis itu merasa kosong. Perlahan, saat kesadarannya mulai hilang, ia merasa seseorang menyelimuti tubuhnya hingga terasa hangat.
***

Yoon Hye merasakan matanya berat. Gadis itu mengerjap pelan memaksakan matanya untuk terbuka. Ia merasa dahinya berat. Tangannya terulur ke atas, menyentuh sebuah benda lembab yang menempel di dahinya. Kemudian terdengar pintu di buka.
“Oh, kau sudah sadar Yoon ah??” seru Eomma Cho.
Wanita itu langsung membantu yoon hye untuk duduk “Kau harus makan dulu. Dokter bilang lambungmu tidak sehat, cairan asam lambungmu terlalu banyak. Tadi Kyuhyun sudah membuatkan bubur untukmu, kau harus mengahabiskannya lalu meminum obat,”
Yoon Hye mengernyitkan keningnya heran “Kyuhyun?”
“Benar,” jawab Eomma sambil tersenyum “Kau tau, ini pertama kalinya ia belajar membuat bubur. Dan itu karenamu. Eomma senang hubungan kalian semakin baik. Kau tau? Bahkan dia yang merawatmu semalaman. Sebenarnya ia tidak ingin pergi kerja, dia ingin menjagamu. Tapi ada klien penting yang harus ditemuinya. Jadi dia berangkat ke kantor sebentar, sebentar lagi dia pasti kembali,”
Kenapa? Kini Yoon Hye semakin bingung. Apa mau laki-laki itu sebenarnya? Kenapa ia harus sebaik ini pada Yoon Hye? Kenapa ia harus bersikap seperti itu? Yoon Hye tidak mau terlalu banyak berharap. Ia tidak mau terjatuh dan sakit lagi.
“Yoon? Yoon ah?”
Gadis itu mengerjap pelan saat Eomma Cho memanggil namanya “Y-ye?”
“Kenapa melamun?”
“A-aniyo…”
“Jangan khawatir, Kyuhyun pasti kembali sebentar lagi,”
Gadis itu hanya tersenyum miris sambil menerima segelas air hangat dari Eomma Cho.

Ponsel itu berdering saat ia beristirahat. Eomma Cho baru saja meninggalkannya sendirian. Dijawabnya langsung begitu tau Eomma Han yang menelepon.
“Yeoboseo…?”
“Yoon ah bagaimana kabarmu?”
“Aku baik Eomma,”
“Aigooo… Kenapa kalian bisa sama-sama sakit seperti ini? Aku baru saja kembali dari Jepang dan mendapat kabar kalau kalian berdua sedang sakit,”
“Mianhae…”
“Kenapa meminta maaf?! Bagaimana keadaanmu sekarang?”
“Aku tidak apa-apa, eomma tidak perlu khawatir. Bagaimana dengan Ji Su?”
“Kadar gula dalam tubuhnya menurun. Jadi tubuhnya masih lemah. kemarin dia sudah pulang ke rumah, kau tenang saja. Dia akan cepat membaik. Apa Kyuhyun sudah sampai di rumah? Tadi dia kemari untuk melihat Ji Su. Tidak di sangka kalau dia juga mengatakan kalau kau sakit,”
Yoon Hye termenung mendengar hal itu. Ke kantor untuk menemui klien penting? Apa itu Han Ji Su? Atau mungkin dia memang ke kantor, tapi tetap saja ia tidak bisa lepas dari gadis itu. Mendadak dada Yoon Hye terasa sesak. Ia memang masih belum mencintai laki-laki itu. tapi harga dirinya sebagai seorang istri benar-benar terluka.
“Yoon ah kau baik-baik saja?? Yoon? Katakan sesuatu! Yoon??”
“Ah ne. Mianhae Eomma, kepalaku terasa pusing,” jawab Yoon Hye lemah.
“Baiklah, nanti Eomma akan ke sana. Kau istirahatlah dulu,”
“Ne,”
Gadis itu menghirup nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya perlahan. Seolah ruangan itu hampa udara. Perlahan ia turun dari tempat tidur. Ia ingin sekali keluar dari rumah ini untuk beberapa waktu agar tidak melihat laki-laki itu. Apa sebaiknya ia menghubungi Hyuk Jae? Tapi bagaimana kalau laki-laki itu marah? Mungkin sebaiknya Yoon Hye meminta ijin pada Eomma Cho untuk tinggal bersama kakaknyanya sementara waktu.
Tepat ia akan memutar handle pintu, seseorang mendahuluinya. Ia mundur beberapa langkah dan melihat Kyuhyun dari balik pintu.
“Kau sudah sadar?” tanya Kyuhyun.
Dengan malas Yoon Hye mengangguk lalu berbalik, mengurungkan niatnya untuk menemui Eomma Cho.
“Kau sudah makan? Sudah minum obat? Bagaimana keadaanmu?”
Gadis itu hanya diam saja mendengar pertanyaan Kyuhyun. Lidahnya terasa kelu untuk menjawab.
“Yaa jawab aku!!” teriak Kyuhyun sambil menahan lengan gadis itu.
Yoon Hye menggerakkan tangannya agar terlepas dari cekalan Kyuhyun “Berhenti bersikap baik kepadaku Kyuhyun ssi!!” pintanya dengan suara parau.
Kyuhyun tertegun mendengarnya. Entah kenapa tiba-tiba saja ia merasa sesak “Waeyo??!”
“Aku tidak ingin berharap lagi! berhenti melakukan segala hal yang dapat membuatku berharap!!”
“Apa karena laki-laki itu?? Apa karena Lee Hyuk Jae?? Apa sebenarnya hubunganmu dengannya?!”
Yoon Hye mendengus pelan “Kenapa kau masih perduli?”
“KAU SUDAH MENIKAH!!” bentak Kyuhyun “Berhubungan dengan laki-laki lain dan bahkan menginap di apartementnya kau pikir itu perbuatan yang pantas?!”
“TAPI KAU YANG MENINGGALKANKU!!” teriak Yoon Hye “Saat itu kau yang sudah meninggalkanku! Kau bahkan tidak melihatku! Kau pergi begitu saja untuk wanita lain. Apa seperti itu caramu memperlakukan seorang istri?! Aku tau kau mencintainya, tapi aku juga punya perasaan. Tiba-tiba saja ditinggalkan seperti itu, aku merasa bahwa aku seperti sampah yang tidak ada artinya,” mata gadis itu berkaca-kaca. Ia sakit, memang. Tapi harga dirinya lebih terluka “Lalu kau tiba-tiba saja menuduhku!! Apa kau berfikir saat itu apa yang terjadi denganku? Aku tidak membawa uang banyak! Dan aku tidak bisa pulang karena memikirkan Eomma dan juga dirimu!! Dia yang telah menampungku!! Kau dengar?! Menampung!! Mengajakku ke tempatnya saat aku kehujanan. Tidakkah kau merasa bahwa aku seperti anjing yang terlantar?? Sekarang kau masih membahas hal yang pantas, apakah dirimu pantas disebut seba__”
SET
“mmmff…”
Mata Yoon Hye terbelak saat Kyuhyun tiba-tiba saja merengkuhnya lalu menekan bibirnya dengan kuat. Memanggutnya dalam.
“Mmff..hhmppf…” gadis itu memberontak dalam dekapan Kyuhyun. Tapi laki-laki itu begitu kuat.
Kyuhyun terus melumat bibir Yoon Hye. Terasa sedikit panas. Namun manis. Tubuh Yoon Hye masih menolaknya. Tangan gadis itu mencoba mendorongnya kuat-kuat. Tapi sia-sia. Akhirnya Yoon Hye hanya bisa membiarkan Kyuhyun melumat bibirnya. Tubuhnya melemas bersama matanya yang terpejam. Air mata itu jatuh mengalir di kedua pipinya.
Beberapa detik kemudian ciuman Kyuhyun mulai melembut hingga akhirnya dilepasnya bibir gadis itu. Masih tidak menjauhkan wajahnya mereka saling mencari udara.
“Mianhae…” lirih Kyuhyun.
Bisikan itu membuat Yoon Hye tersadar. Dengan kuat didorongnya tubuh Kyuhyun.
PLAK
Tamparan itu tepat mengenai hati Kyuhyun. Kini ia tau seberapa terlukanya gadis itu. Mata Yoon Hye menatap dengan berbagai rasa. Rasa tidak percaya, kecewa, marah, semuanya bercampur menjadi satu. Tanpa kata ia langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
***

“Ini laporan untuk bulan ini. semuanya sudah saya periksa,” ucap Hyuk Jae sambil meletakkan setumpuk berkas di atas meja kyuhyun.
“Jangan dekati dia!!”
Hyuk Jae tertegun mendengar perintah itu. Ia mengangkat wajahnya dan tersenyum sinis “Siapa dia yang anda maksud Sangjangnim? Han Ji Su ssi??”
Kyuhyun terkejut mendengarnya. Ia merasa emosinya meningkat “Tentu saja istriku!!”
“Senang mendengar anda mengakuinya sebagai istri!!”
“Apa maksudmu?”
“Kau tau apa maksudku!! Yang harus kau ingat, aku sampai kapanpun tidak akan membiarkannya terluka. Karena aku yang menyebabkannya seperti ini, aku akan bertanggung jawab untuk kebahagiaanya. Termasuk jika harus merebutnya darimu. Satu-satunya penyesalanku adalah saat aku menyeretnya untuk masuk ke dalam kehidupanmu. Itu adalah kesalahan terbesarku!!” jawab Hyuk Jae dingin kemudian pergi berlalu meninggalkan ruangan itu.
Kyuhyun mengeram marah sambil meremas kertas kuat-kuat. Matanya menatap tajam pintu tempat menghilangnya Hyuk Jae. Ada perasaan marah ketika mendengarnya. Sedetik kemudian ia tersentak.
“OMO ini kontrak kerja!!!” pekiknya sambil berusaha menghaluskan kertas yang baru saja diremasnya kuat. Tapi sekeras apapun usahanya, kertas itu tetap lecek. Memberikannya satu gambaran jika kau membuat hati orang lain terluka, tidak akan pernah bisa kembali lagi seperti semula.

“Eomma kumohon…” pinta Yoon Hye dengan nada memelas.
“Tapi Yoon ah, untuk apa kau bekerja di toko itu lagi? Kehidupanmu sudah terjamin,”
“Bukan itu masalahnya Eomma… Sebentar lagi Eomma akan pergi ke Jepang, dan aku sendiri di sini. Bukankah lebih baik aku membantu Eonni?”
“Biarkan saja Eomma… Aku tidak keberatan,”
“Kyu, kapan kau datang?” tanya Eomma Cho saat Kyuhyun tiba-tiba saja ada di situ.
Yoon Hye hanya diam saja. Bahkan ia tidak menatap Kyuhyun sama sekali. Sejak kejadian itu Yoon Hye menjadi bungkam. Tidak berbicara apapun dengan Kyuhyun.
“Jika ia ingin bekerja, tidak apa-apa Eomma,” kata Kyuhyun mengabaikan pertanyaan eommanya “Aku tau dia akan kesepian di sini,”
Eomma Cho mendesah pelan “Baiklah, kau boleh bekerja. Tapi jam lima sore kau sudah harus ada di rumah,”
Yoon Hye tersenyum mendengarnya “Gomawo Eomma,”
“Kyu, kau harus menjaga Yoon Hye selama kami ada di Jepang! Kalau kau menyakitinya kau akan mati!!”
“Sudah seharusnya. Bukankah dia istriku?!” jawab Kyuhyun sarkastik sambil berjalan menaiki tangga sementara gadis itu tercenung di tempatnya.
***

“Haah… Aku tidak mengerti denganmu Yoon ah. Jika aku jadi dirimu, aku akan menikmati hidupku sebaik-baiknya,” komentar Hani sambil menata sepatu-sepatu pada rak devider itu.
Yoon Hye yang sedang menulis pembukuan berhenti untuk menatap Eonninya “Bagaimana kalau kita tukar tempat saja Eonni?”
“YAA apa kau ingin Jung Soo Oppa membunuhku?”
Gadis itu meletakkan dagunya diatas kedua lengan yang bertumpu di meja “Aku hanya takut akan terjatuh Eonni…”
Hani mengerutkan keningnya. Ditatapnya Yoon Hye “Apa mereka menyakitimu?”
Yoon Hye menggeleng pelan “Bukan begitu…”
“Apa ini tentang suamimu?”
“Kami menikah bukan karena cinta Eonni, sama sepertiku yang menyukai Ryeowook Oppa, dia juga menyukai gadis lain…”
Tatapan Hani berubah menjadi iba “Gadis yang kabur saat akan menikah itu dulu?”
Dengan lesu Yoon Hye mengangguk “Aku sungguh tidak pernah berharap. Tapi sikapnya selalu saja membuatku bingung. Aku hanya takut akan jatuh cinta kepadanya…” lirih Yoon Hye.
“Atau mungkin kau sudah mulai mencintainya tanpa sadar,” balas Hani sambil tersenyum. Dihampirinya gadis itu lalu dibelainya lembut kepalanya “Lakukan apa yang menurutmu benar, Eonni akan mendukungmu,”
Yoon Hye mendengus pelan “Bukankah kau mencintai Kyuhyun yang kaya itu?!”
BLETAK
“YAA!!”
“Bagaimanapun aku masih punya hati,” saut Hani sambil melengos, melanjutkan kembali pekerjaannya.

“Anyeong, kau sudah selesai?”
Yoon Hye mengerjap kaget melihat seseorang yang berbicara kepadanya “Hyuk Jae ssi? Apa yang kau lakukan di sini??”
“Nyonya Cho menyuruhku untuk mengantar dan menjemputmu mulai hari ini,”
“Aissh… Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri,” tolak Yoon Hye.
“Kau tidak berhak menolak. Bukankah lebih baik aku yang menjemputmu daripada Kyuhyun?!”
Yoon Hye tercenung mendengarnya “Mana mungkin dia mau…” gumamnya pelan.
Hyuk Jae tersenyum sambil mengacak rambut gadis itu “Jja, aku ingin mengajakmu makan dulu. Ada restoran yang ingin kutunjukkan kepadamu,”
Dengan sedikit malas, Yoon Hye meraih tasnya di meja “Eonniii!!! Aku pulang dulu!!” teriaknya.
“Ne!! Hati-hati!!!” balas Hani dari dalam gudang penyimpanan sepatu.
“Maaf, aku terlambat. Seharusnya jam lima tadi aku sudah harus menjemputmu, tapi aku masih ada urusan,” kata Hyuk Jae saat mereka berjalan bersama menuju mobil Hyuk Jae yang terparkir di pinggir jalan.
“Gwenchana Hyuk Jae ssi, tadinya aku ingin pulang lebih malam lagi,”
“Apa kau baik-baik saja?”
Yoon Hye diam sejenak “Mmm, gwenchanae… Terima kasih untuk yang kemarin lusa, aku_”
“Yoon!!!”
Kedua orang itu langsung menoleh ke asal suara.
“Kyu?” gumam Yoon Hye bingung.
“Aku datang menjemputmu!!” kata Kyuhyun.
“Kenapa tiba-tiba… Bukankah Eomma sudah menyuruh Hyuk Jae ssi untuk menjemputku?!”
“Mulai sekarang, aku yang akan menjemputmu!!” balas Kyuhyun dengan nada dingin sambil menatap Hyuk Jae tajam.
“Anda tidak perlu memaksakan diri Sangjangnim, ini adalah tugas saya,”
“Kau, tidak boleh pulang sebelum aku menjemputmu!!” kata Kyuhyun tegas.
“Tapi_”
Kata-kata Yoon Hye terputus saat bunyi dering ponsel terdengar nyaring. Laki-laki itu mengambil benda itu dari sakunya.
“Yeoboseo…? …Waktu? Ji Su ya aku… Tidak bisa besok saja? … Baiklah aku akan ke sana sekarang juga,”
Sayatan itu terulang lagi. Tubuh Yoon Hye terasa membeku mendengarnya. Ia tidak bisa bergerak. Lagi. Kyuhyun menambahkan luka baru yang kemarin belum mengering.
“Yoon…” laki-laki itu tampak merasa bersalah saat melihat tatapan kecewa dan terluka dari Yoon Hye.
“Ayo kita pergi,” bisik Hyuk Jae lembut yang ternyata sudah membuka pintu mobil.
Tersadar oleh kata-kata itu, tubuh Yoon Hye bergerak mengikuti tarikan Hyuk Jae untuk masuk ke dalam mobil hitam itu.
Hyuk Jae menutupkan pintu untuk Yoon Hye kemudian menatap Kyuhyun tajam “Kau tau? Aku tidak pernah bermain-main dengan ucapanku Cho Kyuhyun ssi,” ucapnya dingin kemudian berjalan masuk ke dalam mobil. Beberapa detik kemudian, mobil itu melesat pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri di tempatnya.
Hyuk Jae menghentikan mobilnya tepat di tepi sungai Han. Ia menatap gadis disebelahnya yang tidak bersuara dari tadi itu.
“Yoon apa kau baik-baik saja??” tanyanya cemas.
“Seharusnya aku sudah tau…” jawab gadis itu dengan suara gemetar “Seharusnya aku tidak terkejut… Tapi kenapa rasanya tetap saja sakit? Aku seperti tidak bisa bernafas… Sakit sekali…”
Hyuk Jae menatap sendu “Kalau begitu menangislah… Keluarkan semua rasa sakitmu itu…”
TES…
Air mata itu jatuh perlahan kemudian berubah menjadi isakan. Dengan pelan, Hyuk Jae menyentuh bahu gadis itu, menariknya ke dalam dekapannya.

Kyuhyun mengemudikan mobilnya dengan tidak tenang. Pikirannya pecah. Akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi ji su.
“Yeoboseo, Ji Su ya..? Maaf aku tidak bisa menemanimu saat ini,” katanya kemudian langsung memutuskan telepone. Ia memutar mobilnya dengan cepat berganti arah untuk menyusul Yoon Hye.
Pikirannya tidak tenang. Kemana mereka pergi? Jelas tadi bukan arah ke rumah yang di ambil Hyuk Jae.
Kyuhyun terus menyusuri jalan hingga akhirnya ia mendapati sebuah mobil di tepi sungai Han. Ketika lampu mobilnya menyorot ke depan. Ia dapat melihat dengan jelas siapa yang ada di dalam mobil itu. Laki-laki itu sedang memeluk istrinya. Emosi itu meluap. Kakinya menekan gas dengan dalam hingga mobil itu urung berhenti dan meluncur dengan cepat pergi dari tempat itu. Kenapa rasanya sangat sakit? Kyuhyun mencengkeram stir mobil itu hingga buku jarinya memutih. Ia marah. Benar-benar marah.
***
tbc…