Tags

,

When the rain fall down

– cho kyuhyun
– kim yoon hye

 

Hujan…

Gadis itu tersenyum saat melihat tetes-tetes air yang jatuh dari langit itu. Matanya menatap penuh bahagia. Dengan cepat ia berlari keluar dari kamarnya.
Langkah kakinya terdengar berderap menuruni tangga.
“Eomma aku keluar!!!” teriaknya tanpa melambatkan larinya.
Gadis itu membuka pintu pagar dan menerobos hujan deras.
Ia merentangkan tangan lebar sambil menengadahkan kepala. Merasakan tetesan air itu berjatuhan di tubuhnya. Mengalir memberi rasa dingin.
Pakaiannya basah namun gadis itu tidak perduli. Seakan-akan ini adalah hal yang sudah di nantikannya. Gadis itu berputar-putar dalam hujan kemudian mulai berjalan pelan menyusuri jalan.
Ketika smua orang memilih untuk berada di bawah atap, gadis itu malah berada di bawah hujan.
Hingga langkah kakinya sampai pada sebuah taman kecil yang tidak luas. Matanya asyik menatap bunga-bunga liar yang bergoyang-goyang dalam hujan.
Ia menghirup nafas dalam-dalam. Aroma air hujan yang bercampur tanah itu ia suka.
Dibaringkannya tubuh mungil itu di rumput. Lalu ia diam, merasakan percikan air yang membasahinya.
“Apa yang kau lakukan?”
Suara itu membuatnya membuka mata.
Seseorang dengan payung di tangannya, sedang berdiri tepat di sampingnya, menatapnya.
Dia mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu berdiri.
“Siapa kau?” tanya gadis itu.
Dia tersenyum “Kyuhyun imnida… Kau?”
“Yoon Hye. Kim Yoon Hye imnida…”
“Yoon Hye ssi, apa yang kau lakukan?”
“Menikmati hujan, tentu saja,” gadis itu terseyum dengan bibir tipisnya.
“Aku tidak pernah melakukannya, bagaimana rasanya?”
“Untukku itu menyenangkan…”
“Kalau begitu biarkan aku mencobanya…”
Laki-laki itu membuang payungnya dan ikut merasakan hujan.
“Ada banyak hal yang bisa dilihat saat hujan. Jja!” gadis itu berlari kecil sementara Kyuhyun menyusul dibelakangnya.
Mereka menyusuri jalan kecil yang diapit kebun bunga krisan putih. Melihat ikan-ikan kecil saling berlompatan di sungai, melihat burung-burung yang berusaha mengeringkan bulunya. Dan banyak hal lainnya.
“Saat hujan berhenti dan matahari muncul, aku tidak bisa lagi ada di luar…” ucap gadis itu tiba-tiba saat mereka duduk di batu-batu besar pinggir sungai.
“Waeyo?”
“Aku memiliki kulit sensitif. Jika terkena matahari akan terasa perih. Jadi aku harus memakai pakaian tertutup dan juga topi saat keluar pada hari cerah. Aku hanya bisa keluar bebas saat cuaca mendung atau saat hujan seperti sekarang…”
Kyuhyun tersenyum mendengarnya “Hujan tidak kalah indahnya dengan matahari… Karena saat hujan, aku dapat melihatmu…”
Gadis itu menoleh menatap Kyuhyun “Benar, karena saat hujan… Aku bertemu denganmu…”
“Aku menyesal karena besok aku harus kembali,”
“Kembali?”
“Ya, aku tinggal di Seoul. Di sini adalah rumah kakekku, aku kemari hanya untuk liburan.”
“Jadi besok kau akan pergi??” gadis itu merasa kecewa “Ini pertama kalinya aku menikmati hujan bersama seseorang, tapi ternyata kau harus pergi…”
Kyuhyun tersenyum “Jangan khawatir. Aku akan kembali saat mendapat libur dari kampus.”
“Kau berjanji?”
“Aku berjanji… Ketika hujan turun, kita akan bertemu lagi…”

Kini hujan bukanlah sesuatu yang hanya indah. Namun ada harapan di dalamnya…
Yang tersimpan dalam hujan-hujan berikutnya.

Hujan…
Gadis itu tersenyum saat melihat tetes-tetes air yang jatuh dari langit itu. Matanya menatap penuh bahagia. Dengan cepat ia berlari keluar dari kamarnya.
Langkah kakinya terdengar berderap menuruni tangga.
“Eomma aku keluar!!!” teriaknya tanpa melambatkan larinya.
Gadis itu membuka pintu pagar dan menerobos hujan deras.
Ia merentangkan tangan lebar sambil menengadahkan kepala. Merasakan tetesan air itu berjatuhan di tubuhnya. Mengalir memberi rasa dingin.
Pakaiannya basah namun gadis itu tidak perduli. Seakan-akan ini adalah hal yang sudah di nantikannya. Gadis itu berputar-putar dalam hujan. Dan saat tubuhnya berhenti, dia ada di sana. Dengan payung di tangannya, menatapnya sambil tersenyum.
Bibir gadis itu mengembang. Kakinya mulai berlari menuju sosok itu.
Hup…
Dengan erat dipeluknya tubuh itu. Membuat payung yang dibawa laki-laki itu terjatuh.
“Aku merindukanmu…” bisik laki-laki itu pelan.
“Terima kasih…” balas gadis itu.

Ketika hujan turun, dia kembali…