Tags

, ,

Meeting… [Another life series]

– Cho Kyuhyun
– Lee Hyuk Jae
– Kim Yoon Hye
– Lee Yoon Ra

Nb : Ini kehidupan lain dari trilogi Autumn

tumblr_lxivl6Mw5x1qb1bv3

‘Apa yang harus kulakukan? Apakah yoon ra benar-benar ditakdirkan untukku? Lalu mengapa tuhan tidak menghapus rasa ini? Yang setiap detiknya selalu bertambah. Kim Yoon Hye, Aku mencintaimu …’

‘Ada begitu banyak hal yang ingin kukatakan kepadamu, tapi aku tidak mampu. Aku takut ini akan semakin membebanimu. Hatiku terluka Yoon ah… Aku menginginkanmu ada di sisiku, tapi takdir berkata lain. Kepada siapa aku harus marah?’

‘Aku selalu melihatnya dalam matamu, tapi aku ingin mendengarnya sendiri dari bibirmu. sekali saja dalam hidupku, aku ingin mendengar bahwa kau juga mencintaiku…’

 ———————————————————————————————–

Meeting… [Another life series]

“Huuft…” gadis itu menghembuskan nafas pelan sambil menatap ke arah luar jendela.

Langit nampak cerah tapi juga tidak terlalu panas. Tidak ada gumpalan awan yang menghiasi. Mungkin karena angin musim gugur yang selalu berhembus kencang. Gadis itu baru saja tinggal di Seoul. Ini hari pertama di sekolah barunya.

Kim Yoon Hye. Ia berasal dari Incheon. Ayahnya sudah meninggal tiga tahun lalu akibat kecelakaan kereta. Dan ibunya bekerja sebagai penerjemah yang sering kali harus berpergian keluar kota. Beberapa minggu lalu, ibunya menikah lagi dengan seorang pegawai bank yang menetap di Seoul. Jadi ibunya memutuskan untuk pindah ke Seoul. Istri pria itu meninggal saat melahirkan putra satu-satunya. Lee Hyuk Jae, yang sekarang menjadi kakak tirinya.

Lee Hyuk Jae adalah namja yang baik. Awal mereka bertemu memang terasa sedikit canggung. Tapi lama-lama, mereka menjadi terbiasa. Sebelum menikah, ayah tiri Yoon Hye sering berkunjung ke Incheon bersama Hyuk Jae, jadi sekarang mereka bisa dikatakan sudah akrab.

Yoon Hye tersentak oleh bell pulang yang berbunyi. Cepat-cepat ia membereskan alat-alat tulisnya dan segera keluar kelas. Karena masih baru, ia belum terlalu hafal tempat-tempat di sekolah itu. diketiknya sebuah pesan untuk Hyuk Jae, bertanya dimana keberadaan laki-laki itu.

Gadis itu melangkah dengan riang setelah mendapat balasan dari Hyuk Jae. Ternyata Hyuk Jae masih berada di ruang olah raga. Jadi ia akan pergi ke sana menyusulnya. Koridor lantai dua itu mulai sepi. Yoon Hye terus berjalan lurus. Tinggal satu belokan lagi, ia akan menemukan tangga yang menuju ke lantai tiga, tempat ruang olah raga.

Tepat setelah kakinya melewati belokan itu akan menuju tangga terdengar suara dentingan piano. Langkahnya terhenti otomatis. Ia terdiam sejenak. Kemudian berjalan pelan menghampiri sebuah pintu. Di bacanya papan yang tergantung di sisi atas pintu itu. Ruang musik…

Lagu itu mengalun lembut. Ia kenal lagu itu. The One I Love milik Super Junior KRY. Boyband yang sedang populer di Korea. Perlahan, Yoon Hye membuka pintu itu tanpa suara. Tertegun, ia melihat seorang namja yang memakai seragam sama dengannya, sedang duduk di depan sebuah piano hitam di sudut ruangan dekat jendela.

Untuk sesaat, ia merasa waktu seolah terhenti. Jari-jari itu memainkan melody dari tuts-tuts piano. Entah mengapa lagu itu menjadi lebih lembut dari yang pernah didengarnya. Lebih dalam maknanya meskipun hanya dari sebuah piano. Hingga tanpa sadar, tubuhnya menggigil. Merasa kaku hingga tidak bisa bergerak. Ada sesuatu yang tidak dimengertinya.

Matanya terus tertuju pada sosok itu. “Saranghae…” gumamnya pelan tanpa sadar. Seolah kalimat itu memang harus dikatakannya.

Yoon Hye teringat dengan mimpi-mimpinya. Beberapa tahun ini ia sering bermimpi aneh. Ia berdiri di sekitar pohon maple yang sedang menggugurkan daunnya. Lalu ada sosok seseorang yang tidak dapat dilihatnya dengan jelas. Perlahan sosok itu berjalan menjauh. Sementara ia hanya bisa menatapnya. Bibirnya terkatup rapat meskipun ingin mengatakan sesuatu. Saranghae… kalimat itu yang ingin diucapkannya. Tapi lidahnya seolah terasa kelu. Saat terbangun, ia selalu bertanya-tanya siapa namja itu? Sosok yang selalu berada di mimpinya. Dan sekarang saat ia melihat namja yang sedang bermain piano itu, tanpa sadar bibirnya menggumamkan kalimat itu.

Tiba-tiba saja dentingan piano itu berhenti. Namja itu menoleh dan pandangan mereka bertemu. Jantung Yoon Hye seolah berhenti berdegub. Ia tidak bisa mengekspresikan tatapan namja itu.

“Yoon ah!!”

Blam…

Tangan Yoon Hye otomatis menutup pintu itu. Memutus pandangan mereka. Jantungnya berdebar keras dengan tangan masih memegang handle pintu itu. Lee Hyuk Jae yang tadi memanggilnya sudah sampai di tempatnya berdiri.

“Ada apa?” tanya namja itu cemas.

“A-aniyo… Aku hanya salah masuk,” jawabnya gugup.

“Dasar bodoh!!” senyum Hyuk Jae sambil mengacak-acak rambut gadis itu “Lain kali lihatlah papan di atas! Ini ruang musik! Jja, kita pulang!!”

Gadis itu hanya meringis sambil merapikan rambutnya kembali. Mengikuti langkah Lee Hyuk Jae yang menariknya pergi meninggalkan tempat itu.

Cho Kyuhyun sedang memetik tuts-tuts piano itu. ia teringat mimpinya semalam tentang sosok seorang gadis yang tidak begitu jelas. Dalam mimpi itu, ia selalu mengikuti gadis itu. Mendengar tawanya meskipun sosoknya tidak pernah terlihat jelas. Siapa dia? Dan kenapa Kyuhyun selalu mengikutinya tanpa berani mendekatinya?

Tiba-tiba saja gerakan jemarinya terhenti. Ia terdiam. dan tanpa sadar kepalanya berputar ke arah pintu. Ia tidak mendengar seseorang membuka pintu, tapi entah mengapa perasaannya seolah menuntutnya untuk melihat ke arah sana. dan pandangannya bertemu…

Gadis itu berdiri di sana, sedikit bersembunyi di balik pintu yang hanya terbuka seperempatnya saja. terdengar suara teriakan seseorang lalu gadis itu menutup pintu dengan cepat. Memutus pandangan mereka.

Kyuhyun mengerjap kaget. Jantungnya berdebar. Ia berdiri dari duduknya lalu melangkah ke arah pintu, membukanya dan keluar. Koridor itu terlihat sepi. ia melangkah dan berbelok kemudian terdiam di sana. Matanya yang hanya dapat mengikuti sosok gadis yang tengah berjalan bersama seorang namja itu.

“Oppa!!” sura ceria itu membuatnya mengerjap pelan.

Seorang gadis berambut lurus sedang berlari-lari kecil menghampirinya “Kita pulang sama-sama ne?!” ujarnya sambil memeluk sebelah lengan Kyuhyun.

“Kenapa kau masih di sini?” tanya Kyuhyun.

“Aku ingin pulang bersamamu,” gadis itu merajuk.

“Lee Yoon Ra, bukankah sudah kukatakan untuk tidak menungguku?”

“Aniyo! Pokoknya hari ini aku pulang bersamamu!!”

Kyuhyun hanya menatap tanpa ekspresi lalu berjalan kembali ke ruangan musik. Diikuti Lee Yoon Ra yang masih memeluk lengannya.

Jika kita tidak bisa bersama di kehidupan ini,

Bisakah kita bersama di kehidupan selanjutnya…?

Tidak ada perpisahan yang terjadi secara kebetulan

Seperti perpisahan,

Tidak ada pertemuan yang terjadi secara kebetulan…

Aku percaya pertemuan kita, sudah di atur takdir…

—————————————————————————————

Akhir-akhir ini suka bikin drable aja, jadi mohon maklum ya kalau pendek2 u_u

Advertisements