Tags

, ,

cast :
– Cho Kyuhyun
– Kim Yoon Hye
– Lee Hyuk Jae
– Lee Yoon Ra

Nb : Ini lanjutan dari Meeting [Another life series]

a world

‘Apa yang harus kulakukan? Apakah yoon ra benar-benar ditakdirkan untukku? Lalu mengapa tuhan tidak menghapus rasa ini? Yang setiap detiknya selalu bertambah. Kim Yoon Hye, Aku mencintaimu …’

‘Ada begitu banyak hal yang ingin kukatakan kepadamu, tapi aku tidak mampu. Aku takut ini akan semakin membebanimu. Hatiku terluka Yoon ah… Aku menginginkanmu ada di sisiku, tapi takdir berkata lain. Kepada siapa aku harus marah?’

‘Aku selalu melihatnya dalam matamu, tapi aku ingin mendengarnya sendiri dari bibirmu. sekali saja dalam hidupku, aku ingin mendengar bahwa kau juga mencintaiku…’
——————————————

A word… [Another life series]

“Yoon ah, kau nanti bisa pulang sendiri? Oppa harus ikut pertandingan basket antar sekolah nanti, jadi mungkin akan pulang malam.”
Yoon Hye mengangguk “Mm, gwenchanae… Aku sudah hafal jalan pulang, jadi tidak perlu cemas,” gadis itu tersenyum.
“Baiklah, jaga dirimu!” Hyuk Jae mengacak pelan rambut gadis itu sebelum mereka berpisah masuk ke kelas masing-masing.

Langit itu terlihat sedikit mendung. Sekolah sudah sepi, bell pulang sudah berbunyi lima belas menit yang lalu. Hanya tampak beberapa anak yang masih harus menyelesaikan pekerjaan mereka. Gadis itu berdiri menatap langit. Dia enggan pulang. Hyuk Jae akan pulang malam. Ibu dan ayahnya juga akan pulang malam. Dan dia masih belum punya teman. Di rumah sendirian pasti akan sangat membosankan.
Tanpa sengaja, matanya menatap jendela ruang itu. ruang musik yang berada di lantai dua. Ingatannya melayang ke beberapa hari yang lalu. Saat ia melihat namja itu sedang memainkan piano di ruang musik. Apa ia ada di sana sekarang? Bertanya-tanya dalam batinnya sendiri, tanpa sadar kakinya bergerak, melangkah menuju tempat itu.
Kim Yoon Hye, menempelkan telinganya pada pintu itu. Hening… Sepertinya tidak ada kehidupan apapun di dalamnya. Gadis itu menghela nafas pelan. Apa ia harus masuk ke dalam? Bagaimana jika ternyata di dalam ada orang lain??
“Apa yang kau lakukan?”
Yoon Hye terkesiap dan langsung membalikkan badannya terkejut hingga punggungnya membentur pintu itu. Jantungnya seolah berhenti saat melihat namja itu berdiri tepat dihadapannya dengan kedua tangan yang masuk ke saku celananya.
“A-aku…”
“Kau ingin masuk? Aku baru saja meminjam kuncinya dari Seongsaengnim,” kata namja itu sambil memasukkan sebuah kunci dalam handle pintu itu lalu membukanya. “Masuklah!”
Dengan ragu, Yoon Hye masuk ke dalam ruangan itu. Dalam hati dia bingung, apa yang harus dilakukannya? Ia sama sekali tidak bisa bermain alat musik. Tiba-tiba matanya menatap curahan hujan di luar jendela sana. Seketika ia matanya melebar.
“Oh, hujan…” ucapnya sambil menghampiri jendela kaca besar ruang musik itu.
Gadis itu menyibak gorden putih tipis yang menutupi sebagian jendela itu lebih lebar. Ia menempelkan kedua telapak tangannya pada kaca jendela itu. Terasa dingin karena bagian luar kaca itu basah oleh percikan air hujan. Matanya menatap hujan itu dengan kagum, seolah itu adalah hal luar biasa yang belum pernah dilihatnya. Dan bahkan ia melupakan seseorang yang sedang menutup pintu, yang saat ini sedang berdiri di sebelahnya.
“Kau suka hujan…” namja itu bergumam pelan. Menyatakan, bukan menanyakan.
“Ne, selain musim gugur, aku sangat suka hujan…” jawab Yoon Hye pelan tanpa mengalihkan pandangannya. “Aku juga suka daun-daun maple yang berguguran. Bahkan aku menggambarkan diriku sebagai daun maple… Karena aku menyukai angin musim gugur dan ingin terbang bersamanya…” ucap Yoon Hye menerawang.
“Kau seperti gadis musim gugurku…”
Yoon Hye terdiam mendengar hal itu. Perlahan ia mulai sadar dimana saat ini ia berada. Gadis itu menoleh dengan gugup “Y-ye?” digesernya tubuh mungil itu sedikit menjauh.
Namja itu tersenyum “Gadis musim gugurku…” katanya sambil berjalan lalu duduk di depan piano itu “Gadis yang selalu datang ke dalam mimpiku…” dibukanya tutup piano itu, kemudian menoleh menatap Yoon Hye “Menyukai angin musim gugur, mirip dirimu…” ucapnya tersenyum.
Sesaat Yoon Hye lupa caranya untuk bernafas. Gadis itu hanya diam mematung seperti orang ling-lung.
“Siapa namamu?” tanya namja itu kemudian.
“Y-yoon Hye, Kim Yoon Hye imnida…”
“Aku Cho Kyuhyun,” balas namja itu sambil memperhatikan tuts piano di depannya “Jadi, apa yang ingin kau mainkan?”
“N-ne?”
Kyuhyun mengernyit pelan lalu menoleh lagi pada Yoon Hye “Bukankah kau kemari untuk bermain musik?”
“Aku… aku tidak bisa bermain musik…” jawabnya pelan sambil menunduk.
“Lalu?”
“Mm… Beberapa hari yang lalu aku pernah mendengarkan suara piano dari dalam ruangan ini, jadi… aku…”
“Kau ingin mendengarkannya lagi?”
“Ne!” Yoon Hye langsung menganggukkan kepalanya.
Kyuhyun tersenyum sambil menarik sebuah kursi bulat di pinggir dinding ke sisi kiri piano itu “Duduklah!”
“Kali ini apa yang akan kau mainkan?” tanya Yoon Hye.
“Kau ingin aku bermain apa?”
“Hmm… Aku ingin mendengar lagu The One I Love itu lagi, bisakah?”
Kyuhyun tidak menjawab, ia memosisikan jari-jarinya di atas tuts itu lalu menekannya sesuai irama. Suara gemersik hujan, suara dentingan piano, dan udara yang dingin, terlukis kontras dengan suasana hening dan sunyi itu. Memberikan perasaan damai bagi yang menikmatinya.
Tatapan gadis itu tidak lepas dari namja di hadapannya. Ada perasaan aneh yang dirasakannya saat melihat namja itu. Ia merasa dekat sekaligus merasa jauh dengan namja itu.
Perlahan, dentingan piano itu memelan kemudian berakhir. Menyisakan keheningan yang kontras dengan suara hujan. Cho Kyuhyun membuka matanya lalu menatap gadis itu. mereka saling bertatapan.
“Oppa, saranghae…” ucap Kim Yoon Hye pelan tanpa sadar.
“Secepat itu? Kita baru berbicara hari ini dan kau sudah mengatakan saranghae kepadaku?!” tanya kyuhyun.
Gadis itu mengalihkan tatapannya ke piano hitam itu dengan gugup “E-entahlah… Mungkin saja aku jatuh cinta kepadamu setelah melihatmu bermain piano…” gumamnya “Ah, aniyo… Aku tidak tau… Hanya saja aku merasa harus mengucapkan kalimat itu kepadamu…” ditatapnya lagi namja itu.
Kyuhyun tersenyum “Kau percaya takdir…?”
***

Cho Kyuhyun. Namja itu tidak menyangga kepalanya dengan sebelah tangan sementara tangannya yang lain sedang mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya.
‘Oppa, saranghae…’
Gadis itu mengucapkan kalimat itu. Dan mengapa jantungnya tadi berdebar lebih keras? Ada perasaan meledak dalam dadanya. Sangat berbanding terbalik dengan yang dirasakannya saat terbangun dari mimpi anehnya. Setelah bermimpi, ia pasti akan merasakan sesak, perasaan gelisah yang bercampur ketakutan dan harapan.
Tiba-tiba ponsel di samping jemarinya itu berbunyi dan bergetar. Dengan malas Kyuhyun mengambil ponsel itu. Nama Lee Yoon Ra berkedip-kedip di layar ponselnya.
“Ye?”
“Oppa! Lihatlah ke jendela!!”
Namja itu menoleh, melihat ke arah luar jendela. Ia melihat gadis itu sedang melambai-lambaikan tangannya dari balkon kamar gadis itu. Mereka memang bertetangga dan hidup bersama sejak kecil. Gadis itu selalu mengikutinya kemanapun ia pergi. Sudah seperti adiknya sendiri.
“Waeyo?” tanya Kyuhyun.
“Apa yang kau lakukan? Aku sedang bosan…” rajuknya.
Kyuhyun menghela nafas pelan “Ra ya… Aku sedang mengerjakan tugas. Kututup ne?”
“Changkaman! Besok kita berangkat bersama Oppa!”
“Aku tau! Bukankah kau selalu menungguku? Baiklah, kututup teleponnya!”
Kyuhyun memutus sambungan telepone itu lalu meraih bukunya dan seketika tertegun melihat sesuatu di balik lembar kertas yang dibaliknya barusan. Selembar daun maple kering…
‘Kau percaya takdir…?’
***

Kim Yoon Hye, gadis itu sedang duduk di kantin bersama beberapa orang teman sekelasnya. Ia sudah mulai terbiasa dengan sekolah barunya. Teman sekelasnya cukup ramah dan baik. Mereka sedang membahas liburan musim panas saat matanya melihat Cho Kyuhyun sedang berjalan bersama seorang gadis yang memeluk lengannya.
“Aiishh… Lagi-lagi bersama gadis itu…”
Yoon Hye mengerjap pelan lalu menoleh ke teman sekelasnya yang baru saja berbicara itu. Shin Hani, gadis berambut panjang itu sedang mencibir sambil menatap Kyuhyun.
“Siapa dia?” tanya Yoon Hye.
“Lee Yoon Ra! Gadis itu selalu saja menempel pada Kyuhyun Oppa!”
“Mereka bertetangga,” saut Song Hyo Jin “Dan hidup bersama sejak kecil.”
“Yaa, apa menurutmu mereka berpacaran?” celutuk salah satu temannya.
“Bisa dibilang seperti itu, lihat saja, tidak ada yang dekat dengan Kyuhyun oppa kecuali Lee Hyo Ra.”
Yoon Hye kembali menatap Kyuhyun. Namja itu sudah punya kekasih…
———————

‘Aku masih ada kelas tambahan. Pulanglah dulu dan tunggu aku di rumah.’
Gadis itu menyimpan ponselnya di saku setelah membaca pesan dari Hyuk Jae. Ia memutuskan untuk menunggu laki-laki itu. suasana sekolah sudah sepi. Ia sedang berdiri sendirian di bawah pohon maple, di depan gerbang sekolah, di pinggir jalan. Langit terlihat sedikit mendung dan angin berhembus lebih kencang. Yoon Hye menyukainya. Ia menyukai aroma musim gugur dan angin yang membelainya. Rasanya sangat sejuk.
“Sedang menikmati angin?”
Gadis itu tersentak dan langsung menoleh ke samping. Ia melihat namja itu berdiri di sebelahnya sambil menatap guguran daun maple dari atas.
“Begitulah…” jawab Yoon Hye pelan.
“Sudah tidak ingin mendengarkan permainan pianoku lagi?”
“Ye?”
“Beberapa hari ini aku merasa kau seperti menghindariku.”
Yoon Hye mengalihkan pandangannya dari namja tampan itu “Itu… Aku hanya tidak ingin ada yang salah paham. Kudengar kau sudah punya kekasih…”
“Oh ya? Siapa?”
Gadis itu mengerutkan keningnya, ia menoleh menatap Kyuhyun bingung.
Namja itu tersenyum, ia mengulurkan sesuatu pada gadis itu.
Yoon Hye menatap sehelai maple dalam telapak tangan Kyuhyun. Dengan ragu ia mengambilnya.
“Bukankah kau bilang bahwa kau adalah sehelai maple? Aku mendapatkannya dari mimpiku.” Kata Kyuhyun “Jangan percaya kata-kata orang lain, percayalah pada takdir…”
“Oppa… Saranghae…”

Takdir seperti apa yang kau dan aku harapkan…?
Bila kehidupan ini sudah tertulis jauh sebelum kita ada,
Haruskah kita menyerahkan semuanya pada takdir…?
Bisakah kita percaya bahwa takdir akan berjalan sesuai harapan…?
Bagiku, saat ini, cukup hanya dengan percaya pada hatiku
Meskipun takdir tidak mengijinkannya,
Hatiku akan selalu mengucap sebuah kalimat
Aku mencintaimu…

Advertisements