Tags

, ,

cast :
– Cho Kyuhyun
– Lee Hyuk Jae
– Kim Yoon Hye
– Lee Hyo Ra

Nb : ini lanjutan dari ff A Word [another life series]

EunHyuk 7

Sejauh apa batas waktu tertembus

Sejauh apa takdir berjalan

Pada akhirnya kita akan bertemu di sini

Di kehidupan ini… di musim gugur,

Angin akan selalu bertemu kembali dengan maple-nya …

Gadis itu terdiam. Rambut lurusnya yang panjang tergerai, dimainkan oleh angin. Ia melirik namja di sebelahnya kemudian menghela nafas.

“Sudah setengah jam kau menatap gadis itu Oppa…”

“Hmm?”

“Apa kau menyukainya?” tanyanya tanpa menutupi rasa sedihnya.

“Ra ya…” namja itu menoleh menatap Yoon Ra yang sedang berdiri di sebelahnya.

“Kenapa?” gadis itu menatap sendu “Kenapa bukan aku? Sejak kecil kita selalu bersama, tapi hingga detik ini kau tidak pernah menatapku. Kau seperti angin yang hanya membelaiku, memainkan rambutku, tapi tidak pernah bisa kugenggam.”

Cho Kyuhyun mengusap kepala gadis itu lembut “Kau percaya takdir?”

“Bagaimana aku bisa percaya jika takdir berjalan tidak sesuai harapanku,” jawab gadis itu.

“Akan ada saatnya Ra ya… Aku menyayangimu, kau tau itu.” balas Kyuhyun lembut “Jja, sudah akan bell, sebaiknya kau kembali ke kelas,” namja itu tersenyum lalu meninggalkan gadis itu sendirian di balkon lantai dua.

Lee Yoon Ra kembali menatap pemandangan di bawahnya. Menatap gadis yang selalu ditatap Kyuhyun “Kau hanya menyayangiku… Bukan mencintai…” senyumnya pahit.

***

“Kita kemana hari ini? Mau ke game center??” tanya Lee Hyuk Jae.

“Hmm…” gadis itu masih berfikir sambil berjalan menuju gerbang sekolah. Bell pulang sudah berbunyi beberapa menit yang lalu. Tiba-tiba matanya menangkap sosok seseorang yang sedang berdiri di samping gerbang itu. “Oppa, aku ada urusan, kau pergi saja dengan teman-temanmu!”

“Kau mau kemana??”

Gadis itu tersenyum riang “Aku akan berkencan!! Jangan khawatir, aku tidak akan pulang malam, anyeong!!!”

Belum sempat Hyuk Jae menjawab, gadis itu sudah berlari sambil melambaikan tangan padanya. Namja itu terdiam di tempatnya. Matanya mengikuti langkah gadis itu. Kim Yoon Hye, adik tirinya itu sedang menghampiri Cho Kyuhyun.

“Aku benci kau panggil Oppa, Yoon ah…”

Sementara disisi lain, di ruang balet tepatnya, seorang gadis menatapnya kecewa dari kaca jendela lebar itu “Kau bahkan tidak pernah menungguku saat pulang…”

***

Mereka berjalan beriringan dengan santai. Menikmati cuaca cerah di musim gugur.

“Kyuhyun Oppa…”

“Mm?”

“Saranghae…”

Kyuhyun menoleh menatap gadis itu dengan alis terangkat. “Setiap bertemu denganku kau selalu mengucapkan kata itu, waeyo?”

Yoon Hye tersenyum sambil menatap lurus ke depan “Karena aku ingin kau mendengarnya…”

“Aku sudah mendengarnya yoon ah,”

“Aku hanya merasa ingin mengatakannya kepadamu. Aku takut kalau aku tidak bisa mengucapkannya lagi… Seperti dalam mimpiku…”

“Mimpi?”

“Aku sering bermimpi melihat sosok seseorang yang menjauh dariku. Aku berdiri di sana, ingin mengucapkan kalimat itu, tapi tenggorokanku rasanya seperti tercekik. Dan aku mendengar suara-suara…”

“Suara?”

Gadis itu mengangguk pelan Aku selalu melihatnya dalam matamu, tapi aku ingin mendengarnya sendiri dari bibirmu. Sekali saja dalam hidupku, aku ingin mendengar bahwa kau juga mencintaiku…” jawabnya “Kalimat itu selalu berputar-putar dalam otakku, membuatku takut kalau aku tidak bisa mengatakan kalimat itu kepadamu seperti dalam mimpiku…”

Kyuhyun tersenyum. Tangannya terulur menggandeng tangan gadis itu. Tidak perduli kilatan kaget pada mata Yoon Hye.

“Jangan bosan untuk mengatakannya. Aku senang mendengarnya. Kim Yoon Hye, nado saranghae…” ucapnya lembut.

Yoon Hye menunduk sambil tersenyum. Hatinya terasa hangat. Ia berharap waktu berhenti, agar genggaman tangan ini tidak terlepas.

***

“Aku Lee Yoon Ra!”

“Ne?” Yoon Hye mengerjapkan matanya kaget saat seorang gadis memotong jalannya saat akan ke perpustakaan.

“Aku tau siapa kau,”

“Apa maumu?” tanya Yoon Hye. Ia ingat gadis ini adalah gadis yang digosipkan berpacaran dengan Kyuhyun.

“Bisa kita bicara sebentar?”

Taman belakang sekolah itu tampak sepi. Kedua gadis itu duduk di bangku di bawah pohon. Mereka hanya saling diam untuk beberapa saat.

“Aku sudah hidup bersama kyuhyun oppa sejak kecil… Aku tau semua hal tentangnya…” Lee Yoon Ra memecah keheningan “Aku menyukainya…”

Yoon Hye terdiam. Ia sudah tau apa maksud gadis ini.

“Kami baik-baik saja hingga saat kau datang. Dia tidak pernah perduli lagi padaku. Sebagai perempuan, kau pasti mengerti bagaimana rasanya diabaikan. Dan itu menyakitiku. Aku sudah menyukainya sejak kecil, tapi tiba-tiba saja kau merebut semuanya. Aku hanya ingin memohon kepadamu, jangan rebut Kyuhyun Oppa dariku… Dia milikku satu-satunya,”

Yoon Hye masih terdiam. Ia tidak tau harus menjawab apa. Kenyataan bahwa selama ini Lee Yoon Ra yang berada disisi Kyuhyun, membuatnya merasa bersalah. Ia mengerti perasaan gadis itu. Apa yang harus dilakukannya?

“Yoon Hye ssi… Aku sedang memohon kepadamu,”

Yoon Hye tersentak.  Ia mengerjap kaget “Mianhae…” ucapnya sambil menunduk “Aku… Aku tidak akan mengganggu kalian lagi…”

“Apa aku bisa percaya kepadamu?” tanya Lee Hyo Ra.

Gadis itu hanya dapat mengangguk pelan.

***

“Oppa…”

Pintu kamar itu terbuka pelan. Lee Hyuk Jae yang sedang membaca komik di ranjangnya, melepas earphonenya.

“Waeyo?”

Yoon Hye masuk ke dalam kamar itu sambil menutup pintu kembali. Ia melangkah menghampiri ranjang dan naik ke atasnya. Tanpa berkata apa-apa, gadis itu meraih lengan Hyuk Jae lalu memeluknya dan menyandarkan kepala dibahu namja itu.

“Aku merasa buruk saat ini…”

“Mau bercerita?”

Yoon Hye menggeleng pelan.

“Araseo,” Hyuk Jae mengusap kepala gadis itu lembut dan membiarkannya menjadi tumpuan untuknya.

Aku tidak bisa menentang takdir

Juga tidak bisa menentang kodrat

Namun aku bisa tetap menjadi tanah untukmu

Yang selalu mendekapmu saat kau terjatuh…