Tags

, ,

Cast :
– Cho Kyuhyun
– Lee Hyuk Jae
– Kim Yoon Hye
– Lee Yoon Ra

Nb : Ini seri terakhir dari Another life series setelah Still

ertre

Bila Tuhan memilihku untuk selalu bersamanya
Maka aku akan memilihmu untuk bersamaku
Jangan jatuhkan aku seperti angin melepas maplenya
Kita ada dalam satu musim gugur, dan selamanya akan begitu
Membuat kehidupan satu musim lebih berarti dengan kebersamaan kita…
——————

Kedua mata itu saling menatap tajam. Yang satu berusaha memberi peringatan lewat tatapan matanya, yang satu berusaha menahannya.
“Jangan menyakitinya! Lepaskan dia!!” bibir itu akhirnya bersuara. Dengan nada dingin, seolah keinginannya adalah mutlak.
“Bukan aku yang mengikatnya. Kehidupan yang sudah mengikat kami bersama.”
“Aku tidak ingin melihatnya sakit!”
“Begitu juga aku.”
“Tapi kau sudah punya Lee Yoon Ra. Jangan mempermainkan perasaannya!”
“Lee Yoon Ra hanya kuanggap adik!”
Bibir laki-laki itu tertawa sinis “Begitukah? Lalu kenapa tidak kau tegaskan hal itu kepadanya? Sebelum kau bebas seperti angin, jangan mendekati Yoon Hye!!” ancamnya sambil berbalik.
“Lee Hyuk Jae ssi… Kau mencintainya!”
Laki-laki itu memutar tubuhnya lagi, menatap tajam “Tentu saja, dia adikku!”
“Kau mencintainya sebagai seorang gadis, bukan adik!” jawab laki-laki itu tenang.
“Bukan urusanmu Cho Kyuhyun!!” saut Hyuk Jae geram lalu melangkah keluar dan membanting pintu toilet itu dengan kasar.
Kyuhyun berbalik melangkah menuju meja washtafel. Ia membasuh mukanya dengan kasar berkali-kali.
***

“Kau akan pulang bersama gadis itu lagi??” Lee Yoon Ra mencekal lengan Kyuhyun saat akan turun dari tangga.
“Ra ya…”
“Wae Oppa?? WAEYO??” gadis itu berdiri di hadapan Kyuhyun mulai terisak “Kenapa harus dia?? Dia hanya seorang gadis yang baru hadir beberapa minggu dalam hidupmu! Kenapa bukan aku??”
“Yoon…” mata Kyuhyun mengerjap kaget saat gadis itu ada di belakang Yoon Ra. Berdiri di sisi Hyuk Jae yang menatap tajam.
“Dia tidak mengenalmu sebaik aku! Dia tidak tau apa-apa tentangmu! Kenapa harus dia??” teriak Yoon Ra. Ia tidak perduli lagi bila semua orang melihatnya.
“Ra ya… Kumohon,”
“Memohon untuk apa? Apa kau memohon agar aku tidak mengikutimu lagi? Apa kau memohon agar aku melepasmu? Apa kau memohon agar aku pergi dari hidupmu?? Apa kau memohon untuk itu?? WAEYO??? “ tangis Yoon Ra “Selama ini aku yang selalu bersamamu, selama ini aku yang paling mengenalmu, selama ini aku yang paling dekat denganmu, selama ini aku yang selalu mengikutimu, tapi kau dengan mudahnya menempatkan gadis lain disisimu, membuat jarak terpisah antara kita. Kenapa kau lakukan itu kepadaku?? WAEYO??”
Gadis itu mendorong Kyuhyun dan akan pergi menuruni tangga. Tapi kakinya terpeleset tepi anak tangga dan semuanya terjadi dalam hitungan detik.
BRUUUK…
“YOON!!!”
BRAAK….
***

Roda itu berputar begitu cepat. Suara derap langkah kaki yang mengikutinya terdengar kontras. Diatas ranjang dorong itu, seorang gadis terkulai dengan darah mengucur dari kepalanya. Akhirnya ranjang itu masuk ke dalam ruang ICU, memaksa sebagian kaki berhenti mengikutinya.
Waktu berputar begitu cepat. Baru beberapa jam yang lalu Kim Yoon Hye berdiri mematung mendengar semua kata-kata Lee Yoon Ra. Ia masih ada di sana, masih bisa melihat dan bernafas dengan benar. Tapi semuanya berubah saat kaki Yoon Ra terpeleset anak tangga, tanpa berfikir Yoon Hye berlari, menarik dan mendorongnya ke pelukan Kyuhyun mengabaikan keseimbangan tubuhnya. Dan gravitasi yang tidak pilih kasih, akan menarik siapapun yang hilang keseimbangan. Gadis itu meluncur terguling-guling di anak tangga dan berhenti di bawah dengan kepala berdarah-darah.
“Hyuk Jae ssi, telepon orang tuamu!” perintah seorang laki-laki tampan, wali kelas Kim Yoon Hye, Choi Siwon.
“Ini salahku…” gumam seorang Yoon Ra sambil ketakutan. Tubuhnya bergetar hebat.
Tiba-tiba saja pintu ruang ICU terbuka, seorang dokter laki-laki keluar dan menatap mereka satu per satu.
“Pasien membutuhkan donor darah secepatnya,”
“Eomma masih dalam perjalanan kemari!” saut Lee Hyuk Jae “Golongan darahnya AB.”
“Apa stock dirumah sakit ini tidak ada??” tanya Choi Seongsaengnim.
“Kebetulan hari ini banyak yang membutuhkannya, kami harus mengambilnya dari pusat!”
“Pakai darahku!!”
“Ra ya…”
“Darahku AB.”
“Tapi kondisi anda tidak memungkinkan Aghasi, kau terlihat kacau,”
“Aku tidak perduli!! Pakai darahku untuk menyelamatkannya!! Ini semua… semua karena aku…” Yoon Ra mulai menangis lagi.
“Tapi…”
“Kumohon dokter…”
“Baiklah! Ikut dengan suster Han!”

————–

Gadis itu terbangun. Kepalanya terasa pusing.
“Jangan bangun dulu, berbaring saja!”
Lee Yoon Ra mengeluh pelan “Aku kenapa?” tanyanya dengan suara serak.
“Kau pingsan setelah mendonorkan darah.”
Yoon Ra tersentak “Bagaimana dia??”
“Tenanglah… Yoon Hye masih kritis.”
“Aku mau melihatnya!” Yoon Ra sudah akan bangun tapi rasa sakit seolah menghantam kepalanya, membuatnya mengurungkan niat.
“Kau masih lemah, jangan bangun dulu!”
Yoon Ra meringis, kepalanya berdenyut-denyut. Ia kembali berbaring.
“Hyuk Jae ssi… Kenapa kau ada disini? Apa kau tidak ingin menemaninya?”
Hyuk Jae tersenyum “Dan membiarkanmu sendirian disini? Aku sudah menyuruh Kyuhyun untuk menemaninya, dia yang lebih dibutuhkan Yoon Hye. Lagipula sudah ada Appa dan Eomma.”
Gadis itu terdiam “Kau… menyukainya bukan?”
“Tentu saja, aku kakaknya meskipun hanya kakak tiri,”
“Benarkah?? Ah, mianhae…”
“Tapi kau benar. Aku memang menyukainya. Menyukainya sebagai seorang gadis, bukan adik,” namja itu tersenyum sendu.
Gadis itu terdiam melihatnya “Mianhae… Karena aku…”
“Jangan menangis. Darah yang kau berikan sudah membuatnya bertahan hidup. Aku yang harus berterima kasih kepadamu Yoon Ra ssi,”
“Aku hanya tidak ingin Oppa membenciku… Aku tidak ingin… Selama ini aku hanya punya dia.”
“Kau salah!” Hyuk Jae tersenyum lembut “Kau cantik Yoon Ra ssi, kau juga baik. Banyak yang akan menyukaimu. Kau hanya perlu membuka diri dan hatimu. Jangan melukai hatimu sendiri. Cobalah, aku yakin kau akan bertemu dengan kebahagiaanmu,”
Gadis itu terdiam lagi menerawang.
“Hyuk Jae Oppa…Aku akan memanggilmu Oppa mulai sekarang. Maukah kau menjadi teman pertamaku??”
“Tentu saja,” balas Hyuk Jae.
“Dan sebagai temanmu, boleh aku meminta sesuatu?”
“Apa itu?”
“Bisakah kau menghilangkan rasa sukamu pada Yoon Hye seperti aku pada Kyuhyun Oppa? Mari kita lepaskan mereka dan mencari kebahagiaan sendiri,”
Hyuk Jae tersenyum “Aku akan selalu menyayanginya Ra ya… Sebagai kakaknya, aku akan selalu menjadi tempatnya ada saat terjatuh. Hanya sebagai kakak.” Diusapnya lembut kepala gadis itu.
“Oppa… gomawo…”
***

Kyuhyun masih termenung. Ia selalu ada di sisi gadis itu. Sudah tiga hari, tapi Yoon Hye belum sadar juga. Appa dan Eomma Yoon Hye juga ada disana. Bergantian menemani putri mereka. Begitupun Hyuk Jae dan Yoon Ra. Sepulang sekolah mereka pasti akan ada disana.
Saat ini Kyuhyun sendirian. Eomma Yoon Hye sedang pergi ke cafetaria bersama Yoon Ra dan Hyuk Jae. Ia menatap gadis itu dengan sedih. Tidak tau kapan akan membuka mata.
‘Oppa saranghae…’
‘Aku hanya merasa ingin mengatakannya kepadamu. Aku takut kalau aku tidak bisa mengucapkannya lagi… Seperti dalam mimpiku…’
‘Aku selalu melihatnya dalam matamu, tapi aku ingin mendengarnya sendiri dari bibirmu. Sekali saja dalam hidupku, aku ingin mendengar bahwa kau juga mencintaiku…’
‘Kalimat itu selalu berputar-putar dalam otakku, membuatku takut kalau aku tidak bisa mengatakan kalimat itu kepadamu seperti dalam mimpiku…’
“Aku ingin mendengarnya lagi Yoon ah… Buka matamu dan lihatlah aku…” Kyuhyun menggenggam gadis itu, menekankannya ke dalam pipi. Air matanya jatuh.

Apa kau tau apa itu kehidupan…?
Bagiku… kehidupan adalah…
Saat kau ada di dalam hidupku
Melihat, berbicara dan bernafas untukku
Tidak perduli sedekat apa kematian memisahkan
Aku bisa bertahan karena aku memiliki cintamu…
Dan musim yang singkat ini, adalah kehidupanku
Dimana ada kau di dalamnya…

Paris, Five years later…

Kyuhyun menatap kota yang dipenuhi pohon warna-warni itu. Ini adalah musim gugur pertamanya di kota ini. Musim gugur yang indah namun terasa sunyi dan dingin. Ia merindukannya. Merindukan maplenya.
Sebuah daun maple jatuh tersangkut di syal yang melingkar di lehernya. Ia mengambil maple itu dan menatapnya “Apa kau baik-baik saja saat ini??” tanyanya seorang diri.
Kenangan itu masih dibawanya hingga kini. Satu musim gugur yang membuatnya merasakan kehidupan. Meskipun sekarang menjadi sebuah kenangan. Lima tahun yang lalu, gadisnya mengalami kecelakaan jatuh dari tangga. Dua minggu dalam keadaan kritis dan saat dia membuka mata, semua ingatannya hilang seolah disapu angin.
Orang tuanya memutuskan untuk membawanya berobat ke luar negeri. Hanya Hyuk Jae yang masih tinggal di Korea, itupun dia pergi kuliah di Jepang setelah lulus. Kyuhyun tidak pernah mendengar lagi kabar tentang gadis itu. Bagaimana dan dimana dia sekarang,ia tidak tau. Setelah lulus, Kyuhyun mengambil sekolah musik dan menjadi pianist hebat. Sudah beberapa bulan ia menetap di kota Paris karena mendapatkan kontrak dengan salah satu grub okresta terkenal di dunia yang berasal dari Paris.
Namja itu menghembuskan nafas pelan. Menyusupkan kedua tangannya pada saku jaket panjangnya yang hangat. Ia memutar badannya lalu berjalan pelan meninggalkan taman tempatnya menyendiri itu. Tiba-tiba ponsel di dalam sakunya berbunyi. Masih sambil berjalan, ia mengambil benda itu lalu membaca pesan yang masuk. Bibirnya tersenyum membaca pesan yang dikirim Lee Yoon Ra. Gadis itu saat ini ada di china untuk konser. Impiannya menjadi penyanyi dan penari sudah terwujud. FCEntertaiment merekrutnya setelah lulus sekolah untuk menjadi salah satu traine.
“AWAAASS!!!”
BRAAAK
Teriakan itu membuat Kyuhyun mengangkat wajahnya. Yang sempat dilihatnya sebelum sebuah sepeda menabrak dan membuatnya terjatuh adalah wajah panik seorang gadis yang tertutup helaian rambutnya.
Kyuhyun mengerang pelan saat punggungnya menghantam aspal. Ia berusaha untuk duduk lalu berdiri.
“Maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf,” ucap gadis itu dengan bahasa prancis sambil mendirikan sepeda mininya yang menabrak Kyuhyun. “Sepeda motor tadi menyenggolku, membuatku oleng dan menabrakmu. Aku benar-benar… Oh astaga… Ponselmu!!! Bagaimana ini?! Aku benar-benar tidak sengaja. Apa yang harus kulakukan??”
Kyuhyun mengamati gadis berambut panjang hitam bergelombang itu. Ia sedang menunduk berusaha menyatukan pecahan ponsel Kyuhyun. Dilihat dari tekstur tubuhnya, ia bukan penduduk asli.
“Tidak apa-apa nona, aku juga tidak melihatmu tadi,” potong Kyuhyun. Kalau tidak, bisa-bisa gadis itu kehausan karena berbicara panjang lebar tanpa henti untuk meminta maaf.
“Oh??” dia menengadahkan wajah dan mata mereka bertemu.
DEG
Jantung Kyuhyun terasa berhenti melihat wajah itu. Mata itu masih sama… Hidung itu masih sama… Bibir itu masih sama… Dia adalah wajah yang selalu ingin dilihat oleh Kyuhyun bahkan dalam mimpi sekalipun. Apa benar ia tidak sedang bermimpi saat ini?? untuk sejenak, Kyuhyun terpaku.
“Maaf, apa kau baik-baik saja??” tanya gadis itu “Tuan??” panggilnya saat Kyuhyun tidak menjawab.
Kyuhyun mengerjap kaget dan tersadar kembali. Ia tidak bermimpi. Punggungnya masih terasa sakit “Ti-tidak apa-apa. Aku baik-baik saja,” jawabnya gugup.
Gadis itu mendesah lega “Oh syukurlah… Kupikir kau terluka.”
“Kau orang Korea!” kata Kyuhyun.
“Oh? Bagaimana kau tau itu??” gadis itu mengerjap kaget “Tapi… Sepertinya kau tidak asing, apa kita pernah bertemu sebelumnya??”
Untuk sesaat hanya suara angin yang terdengar sebelum akhirnya namja itu tersenyum “Kau percaya takdir, Yoon ah?”

Sejauh apa batas waktu tertembus
Sejauh apa takdir berjalan
Pada akhirnya kita akan bertemu di sini
Di kehidupan ini… di musim gugur,
Angin akan selalu bertemu kembali dengan maple-nya …

FIN