Tags

,

Because you love me…

Cast :

–          Lee Donghae

–          Choi Hyomi (vea minjem nama Hielda)

NB : Ini ff tidak berisi sama sekali. Ceritanya nggak jelas, nggak ada konflik nggak ada isi.

 

 

Gadis itu tersenyum. Tangannya mendekap erat-erat tasnya. Kekasihnya, Lee Donghae baru saja memberinya hadiah boneka teddy kecil yang lucu. Ia bahagia. Ini seperti mimpinya. Laki-laki yang diam-diam diperhatikannya sejak senior highschool, minggu lalu memintanya untuk mejadi kekasihnya. Bahkan ia tidak merasakan apa-apa lagi selain bahagia. Ia tidak bisa merasakan lapar, ataupun haus. Dadanya terlalu sesak oleh kebahagiaan itu. Ah… gadis yang sedang jatuh cinta selalu saja terlihat cantik.

Tiba-tiba saja ponselnya berbunyi. Ada pesan teks masuk ke ponselnya. Dari Lee Donghae. Cepat-cepat dibacanya pesan itu.

‘Datanglah ke restourant di Lotte Hotel Seoul jam tujuh nanti malam,’

Bibirnya tidak dapat menahan senyum membaca pesan itu. Segera dibalasnya bahwa nanti ia pasti akan datang. Kemudian, Choi Hyomi beranjak dari duduknya. Meninggalkan bangku di taman kampus itu.

***

 

Choi Hyomi mempererat jaket panjang yang dipakainya. Terlihat uap keluar dari mulutnya. Udara sangat dingin karena hampir memasuki bulan desember. Ia melangkah pelan memasuki lobbi hotel. Tadi Lee Donghae sudah bilang laki-laki itu sudah menunggunya di sana. Kakinya tiba-tiba berhenti melangkah saat melihat Lee Donghae ada di sana. Bibirnya baru saja akan tersenyum saat seorang gadis tiba-tiba saja muncul dari balik tembok, mendorong Lee Donghae dan langsung mencium bibirnya. Membuat senyumannya memudar. Gadis itu terdiam. Keduanya berciuman panas tanpa memperdulikannya.

‘Kau memang masih belum mengenalku Donghae ya…’

Menahan perih yang bergemuruh di dadanya, gadis itu terus berjalan. Melewati kedua orang itu menuju receptionis yang berdiri di sebelah kiri lobbi hotel. Tertutup sedikit oleh tangga tempat Lee Donghae dan gadis itu berciuman.

“Cogiyo… Aku ingin bertemu dengan Kim Yoon Hye, apa dia ada??”

“Mohon tunggu sebentar,” gadis receptionis itu melihat layar komputernya lalu mengambil sebuah buku dan ID “Silahkan tuliskan nama dan keperluan anda,”

Choi hyomi mengikuti permintaannya kemudian menerima ID pengunjung darinya.

“Nona Kim Yoon Hye ada di lantai empat ruang B2,”

“Kamsahamnida,”Hyomi mengambil ID yang diberikan, berterima kasih lalu berjalan menuju lift. Kembali melewati dua orang yang bersandar di dinding lobi.

Dari sudut matanya, Hyomi dapat melihat bahwa laki-laki itu saat ini tengah menatapnya tajam sementara si gadis masih sibuk dengan kegiatannya yang mencium leher Donghae. Tubuh Hyomi gemetar. Ia merasakan dingin hingga menusuk tulangnya. Namun egonya memaksa untuk terus melangkah memasuki lift. Begitu lift tertutup. Gadis itu menyandarkan tubuhnya di dinding, tangannya mencengkeram erat syal yang melingkar di lehernya. Ia memejamkan mata membiarkan air matanya mengalir.

Ia tau kalau Lee Donghae itu terkenal playboy dulu saat senior highschool. Tapi Hyomi yakin bahwa tingkahnya itu hanya karena laki-laki itu merasa kesepian. Lee Donghae adalah putra pembisnis mesin terkenal di Korea. Ia tau kalau laki-laki itu tinggal sendirian di rumahnya. Orang tuanya berada di Eropa untuk mengurus cabang perusahaan. Ia sering bergonta-ganti kekasih. Dan Hyomi cukup tau apa yang harus dilakukannya. Mungkin sedikit banyak, ia dapat membantu namja itu untuk berubah.

Tapi ia sama sekali tidak menyangka kalau Lee Donghae menganggapnya sama seperti gadis-gadis yang sudah dikencaninya. Menganggapnya gadis murahan. Beruntung sepupunya, Kim Yoon Hye adalah pekerja di hotel ini. Hingga dia memiliki satu alasan untuk keberadaannya di hotel. Satu hal yang tidak diketahui Lee Donghae, Choi Hyomi adalah gadis yang memiliki harga diri tinggi. Ia penuh kasih, tapi pantang baginya untuk menjatuhkan diri dihadapan seorang laki-laki yang menganggapnya rendah.

 

Donghae menyingkirkan gadis yang menciumnya dengan kasar. Merapikan jas lalu melangkah pergi, mengabaikan teriakan gadis itu. Ini benar-benar menyebalkan. Choi Hyomi sama sekali tidak terkejut melihatnya. Sangat berbeda dengan gadis-gadis sebelumnya yang langsung marah dan bahkan menamparnya. Apa ia seorang malaikat hingga bisa kebal?? Atau dia sama sekali tidak mempunyai perasaan padanya??

Donghae membanting pintu mobilnya dengan kasar lalu melesat meninggalkan area hotel. Ia berhenti di pinggir sungai han dan terdiam disana. Gadis itu harus diberi pelajaran pikirnya. Ia akan membuktikan bahwa gadis itu hanya menginginkan harta dan kepopulerannya. Ia akan tau akibatnya besok.

***

 

“Oppa, gomawo sudah mengantarku. Apa kekasihmu tidak marah??”

“Kekasih? Siapa??”

“Bukankah kau berpacaran dengan Choi Hyomi??”

Cih, dasar wanita. Tidak bisa diam untuk menyimpan sebuah berita. Donghae tersenyum “dia bukan kekasihku, ayo kuantar ke kelasmu,”

Gadis bernama Tifanny itu tersipu sambil mengangguk. Membiarkan Donghae membukakan pintu mobil untuknya lalu menggandengnya. Mengantarnya masuk ke dalam gedung kampus dan mengabaikan semua mata yang menatapnya. Kebetulan yang menyenangkan, gadis itu memiliki kelas yang sama dengan Choi Hyomi di pelajaran sastra.

Donghae menyeringai tipis melihat Hyomi yang sedang berdiri bersama temannya di dekat pintu kelas. Ia melepaskan genggamannya pada Tiffani dan beralih merangkul bahunya. Berhenti di depan kelas itu sambil tersenyum merapikan poni Tiffani.

“Hyo ah, bukankah lee Donghae pacarmu? Kenapa sekarang ia bersama gadis lain? Apa kau dicampakkan??”

Donghae tertawa dalam hati mendengar pertanyaan itu. Ia dapat merasakan Hyomi sedang menatapnya.

“Aniyo…” Hyomi tersenyum “Lee Donghae adalah laki-laki yang baik. Dia hanya membantuku berpura-pura kemarin, karena mantan kekasihku sedang menguntitku,”

“Aah… benarkah?!”

Raut wajah Donghae berubah. Ia melangkah pergi setelah melempar senyum palsu pada Tiffani. Sekarang ia menjadi bingung. Apa maksud gadis itu??Mengapa dia mengatakan hal itu?? Padahal jelas-jelas dirinya adalah laki-laki brengsek. Seperti apa dirimu sebenarnya Choi Hyomi??!

***

Choi Hyomi sedang melangkah menyusuri jalan menuju gerbang belakang kampus. Jalan itu lebih teduh dan sepi. Karenanya ia suka lewat di situ. Langkahnya terhenti saat seseorang menghalangi langkahnya. Lee Donghae. Laki-laki itu tengah berdiri di hadapannya persis dengan ransel yang tergantung di satu bahunya.

Hyomi terdiam sesaat sebelum akhirnya ia mengambil langkah ke samping. Tapi laki-laki itu mengikuti gerakannya. Kening gadis itu mengernyit.

“Lee Donghae ssi, aku ingin lewat. Bisakah kau memberiku sedikit jalan?”

“Kenapa kau melakukan itu??” tanya Donghae dingin. Jelas bukan itu yang diinginkan oleh Hyomi. Gadis itu hanya ingin sedikit jalan. Bukan pertanyaan dari permintaannya tadi.

“Melakukan apa?” ditatapnya laki-laki itu dengan lelah.

“Mengapa tidak mengatakan kalau aku bukan laki-laki brengsek yang berciuman dengan gadis lain di depan kekasihnya?!”

Hyomi menatap laki-laki itu dengan kecewa “Aku tidak ingin mereka menganggapmu buruk… Setiap mendengarnya, aku merasa tidak nyaman. Jadi aku melakukannya untuk membuatku nyaman. Juga untuk melindungin diriku sendiri. Jangan salah paham, kau tidak perlu khawatir tentang hal itu. Aku tidak akan mencampuri urusanmu.”

Donghae tercenung mendengar jawaban gadis itu. Bukan ini yang dibayangkannya. Banyak gadis yang datang padanya merengek, mengharapkan cinta. Juga datang dengan marah, bahkan menamparnya setelah dicampakkan. Tapi gadis itu tidak pernah merengek kepadanya. Hanya memperhatikan dari jauh. Lee Donghae lah yang datang kepadanya, meminta. Lalu sekarang gadis itu juga tidak datang kepadanya dengan amarah. Ia hanya tersenyum dan mengatakan itu adalah cara untuk melindungi dirinya sendiri. Gadis seperti apa kau Choi Hyomi??

***

Donghae mencengkeram kaleng yang tengah dipegangnya. Ia duduk di atas sepeda motornya. Matanya menatap tajam seorang gadis yang tengah duduk di bangku halaman kampus bersama seorang laki-laki tampan. Choi Siwon, ketua club basket. Sepertinya mereka tengah mengerjakan tugas bersama.

Ia melihat gadis itu tertawa. Begitu lepas tanpa beban. Angin berhembus pelan memainkan rambutnya. Beberapa kali gadis itu menyelipkannya di belakang telinga. Cantik… Dan itu membuat Donghae semakin marah. Kenapa ia tidak pernah melihat tawa itu sebelumnya?!

Dilemparnya kaleng itu dengan kuat. Donghae turun dari motornya sambil menyambar ranselnya. Namja itu melangkah menuju gadisnya. Gadis yang hingga saat ini belum mengatakan perpisahan kepadanya setelah apa yang dilakukannnya. Ia berdiri tepat dihadapan kedua orang yang sedang duduk di bangku mengerjakan tugas itu. Matanya menatap tajam tanpa berbicara sepatah katapun.

Choi Hyomi terdiam melihatnya sementara Choi Siwon hanya menatap bingung. Gadis itu menoleh dan tersenyum pada Siwon “Oppa… Aku ada perlu sebentar, boleh kita lanjutkan nanti saja?”

Siwon mengangguk sambil tersenyum “Baiklah, hubungi aku kalau kau ada waktu!” katanya sebelum pergi meninggalkan tempat itu.

Hening. Donghae masih berdiri dihadapan hyomi tanpa mengatakan apapun. Gadis itu menghela nafas “Ada apa Lee Donghae ssi?”

“Aku tidak suka pacarku tertawa dengan orang lain!”

Hyomi terdiam “Lalu? Apa yang akan kau lakukan?”

“Mengikatnya kembali ke sisiku!!”

“Baiklah, semoga kau beruntung!”

“Apa maksudmu Choi Hyomi?!” desis Donghae.

“Kenapa kau tidak pergi saja padanya agar tidak di dekati oleh orang lain?”

“Kau tau jelas siapa yang kumaksud!!” bentak Donghae.

“Aku tidak mengerti…” gumam Hyomi.

“Jangan berpura-pura Choi Hyomi!! Kau gadis itu!!”

Hyomi memalingkan wajahnya menatap luas halaman kampus itu. Wajahnya terlihat sendu “Aku sudah menganggap semuanya tidak pernah terjadi Donghae ssi. Aku ingin melupakan meskipun tidak bisa. Kau masih mengaggap aku pacarmu, apa aku seharusnya bahagia? Tapi karena apa??” gadis itu beranjak dari duduknya, membalas tatapan tajam Lee Donghae “Apa kau mulai jatuh cinta kepadaku?? Aku kecewa… Ternyata dulu saat kau memintaku untuk berada di sisimu semuanya hanya semu. Kenapa?? Apa setiap laki-laki bisa melakukannya?? Kau belum mengenalku Lee Donghae ssi… Bagaimana bisa kau mengatakan bahwa aku adalah gadismu??”

Lee donghae terdiam. Bahkan ketika gadis itu berlalu dari hadapannya ia bergeming. Satu kenyataan yang didapatnya dan hal itu benar. Ia tidak tau seperti apa seorang Choi Hyomi.

***

 

Choi Hyomi tersenyum tipis. Ia melihat laki-laki itu ada disana. Menggandeng seorang gadis memasuki gedung universitasnya dengan santai.

“Mungkin aku salah mengenalmu Donghae ya…” lirihnya sebelum berbalik pergi meninggalkan halaman kampus.

 

 

Gadis itu mengusap air matanya yang mengalir. Ia menatap boneka beruang putih kecil yang selalu dibawanya kemanapun di dalam tasnya. Ia kecewa. Mungkin Donghae memberikan boneka itu pun hanya sekedar akting saja. Gadis itu menumpukan dagunya di atas ke dua lengannya di atas meja. Perasaan bahagia saat ia menerimanya saat itu, sekarang menjadi rasa sedih.

Mungkin saja ia memiliki harga diri tinggi. Mungkin saja ia tidak ingin terlihat lemah. Tapi tetap saja, ia akan menangis saat merasa sakit. Ia mencintai laki-laki itu… Saat ini, haruskah ia menyerah? Menganggap semuanya tidak pernah terjadi? Hyomi tau, meskipun selama ini ia bersikap seolah tidak terjadi apapun, tapi hatinya belum bisa berdamai. Sekarang, saat ini haruskah ia berdamai dengan hatinya dan melepas segalanya?? Gadis itu memejamkan matanya membiarkan air matanya bergulir.

“Mengapa tidak pernah memperlihatkannya kepadaku??”

Suara itu membuatnya tersentak. Hyomi membuka mata dan langsung mengangkat wajahnya. Lee Donghae sedang menatapnya intens. Gadis itu memalingkan wajah menatap langit dari jendela ruang kelas yang kosong itu.

“Untuk apa…? Apa agar kau tau bahwa aku sebenarnya lemah? Apa agar kau tau bahwa aku sebenarnya rapuh? Saat itu, jika aku menangis dihadapanmu, apa yang akan kau lakukan? Apakah kau akan memperlakukanku seperti gadis-gadismu sebelumnya? Menikmati setiap butir air mata mereka yang keluar?” ditatapnya Donghae tepat dimanik mata “Semuanya tidak akan sama seperti sekarang Donghae ssi…”

“Kau benar! Saat itu aku menganggapmu sama seperti mereka. Saat itu aku hanya ingin mempermainkanmu. Saat itu aku hanya berpura-pura mencintaimu. Dan aku belum mengenal apapun tentangmu!! Aku berbicara kepadamu sekarang Hyo ah. Aku datang kepadamu sekarang saat aku tau kau gadis yang berbeda. Perbedaanmu itulah yang membuatku penasaran seperti apa dirimu sebenarnya!”

“Apa yang membuatmu yakin aku berbeda? Aku sama seperti mereka Donghae ssi, karena aku juga seorang gadis. Aku bisa tertawa saat senang, manja kalau ingin, perhatian pada orang yang kusayangi, aku tidak lebih dari mereka,”

“Kau mencintaiku!” jawab Donghae singkat “Itu yang membuatmu berbeda Hyo ah… Karena kau mencintaiku dan aku mulai mencintaimu. Biarkan aku mengenal seperti apa dirimu Hyo. Biarkan aku melihat seperti apa tawamu, manjamu, atau saat kau bersedih. Biarkan aku untuk berada di sisimu…”

Choi Hyomi beranjak dari duduknya. Gadis itu mengambil beruang putihnya dan mengembalikannya pada Lee Donghae “Bisakah kau memberikan aku ini sekali lagi?”

“Bagaimana kalau beruang ini kutukar dengan hatiku? Bisakah kau menjaganya dengan baik?”

“Donghae Oppa… Kau percaya kepadaku?”

Donghae tersenyum mendengar panggilan itu. Ditariknya lengan gadis itu, didekapnya dalam pelukan “Kau harus lebih sering melakukan aegyo Hyo ah,”

“Andwae!!” tolak gadis itu sambil membenamkan wajahnya dalam bahu Donghae. Ia merasa bahagia. Dan semoga saja kebahagiaannya bukanlah hal semu lagi.

Pada dasarnya, semua gadis sama… Bahkan ia yang terlihat dingin sekalipun akan menangis bila terluka. Belajar mengenal, belajar memahami dan belajar terbuka. Semuanya akan baik-baik saja, Sesederhana itu…

 

FIN

ATANTION : Dalam rangka menyambut hari lahirnya setan ke 13 super junior dan hari lahirnya blog eunveavers, vea adain games for fun buat kalian. Ditunggu yaa ^^