Tags

, ,

Shocked kisss

Author : Ela Shin Rae byung
Cast:

– Min Seorin
– Cho Kyuhyun
– Lee donghae
– Choi Soo byung

NB : Ini ff bikinan Ela, khusus buat ultahnya changmin. tapi entah kenapa dia malah bikin castnya aku sama kyu ahahahha… apapun, thanks Ela sayang buat ffnya yang manis *kecup*

Summary:
Pertemuan kita berawal dari ciuman yang mengejutkan darinya dan  kami menjadi semakin dekat.Lalu tanpa sadar perasaan itu tumbuh dengan sendirinya. Tapi haruskah akhir pertemuan kita berakhir dengan ciuman juga?

Don’t Coppas
And Happy reading.

Min Seorin POV__

Ring ding dong.

Bel pulang telah menggema di seluruh kelas, dengan malas aku membereskan buku buku yang aku gunakan tadi.

“Seorin-ah, kajja kita pulang…” ajak soo byung.

“Kau duluan saja, aku masih ada urusan dengan kim songsaenim.” tolakku

“Ah, arasseo, aku pulang..”

“Nde, hati hati.”

Teman teman ku perlahan keluar meninggakan kelas hingga tersisa aku disini. Bukannya aku ada urusan dengan kim songsaenim ataupun  betah berlama lama di kelas, tetapi aku teringat kata kata sahabatku, Choi Soo byung.

_Flashback_

“Kau payah, Seorin -ah…” dengus soo byung.

“Mwo? Waeyo?” tanya ku bingung.

“Ya! Kau baru saja menolak seorang lee donghae. Namja yang paling romantis di sekolah kita. Apa itu belum cukup untuk menyebutmu payah? Aish, aku tidak mengerti jalan pikiranmu itu. Padahal banyak yeoja yang ingin berkencan dengannya. Tapi kau malah menolaknya. menolak sebagai pacar pula! Bukankah kau sedang menginginkan seorang pacar?” desis Soo byung saat mereka berada di atap sekolah di jam istirahat tentunya…

“Aigo,,, kau ini menyesali perbuatanku yang menolak donghae sunbae, atau kau menyesali perbuatan sunbae yang tidak menembak mu, eo? Aku tau isi otakmu itu Soo byung-ssi! Aku bahkan sudah tau luar dan dalam mu itu. Jadi tidak perlu mengataiku seperti itu! Aku memang menginginkan seorang pacar. Tapi kalau aku tidak mencintainya, akan percuma!” tegasku sambil meregangkan otot otot yang kaku di seluruh tubuh.

“Haiiiishhh, arasseo. Aku menyesali dua duanya. Puas? Yah, Aku menyukai donghae sunbae. Tapi jika dia menyukaimu, apa boleh buat. Lagi pula aku tidak begitu mengharapkannya. Kau tau sendiri kan? Aku kadang tidak cukup jika hanya satu namjachingu.. hehe”

“Yak! Kau ini, dasar playgirl!”

soo byung tertawa pelan “Aku prihatin padamu.Sampai kelas 2 senior high school seperti sekarang, kau bahkan tidak pernah berpacaran. Apalagi kau memperparah keadaan dengan menutupi wajah cantik mu dengan kacamata tebal dan rambut yang selalu kau ikat. Kalau begini caranya, kapan kau akan mendapatkan first kiss mu?”

“Ada masalah kalau belum mendapatkan first kiss?” elakku

“Tentu masalah. Kau bahkan belum pernah berciuman.” Soo byung menatap seorin ragu

“ Siapa bilang belum pernah? Aku pernah berciuman.”

“Dengan siapa, eo?”

“ Dengan yoogeun!” jawabku dengan bangga yang mendapat jitakan dari soo byung.

“Aissshh, appaseyo, byung-ah.”

“Kau ini polos atau kelewat bodoh, eo? Kau bilang mencium yoogeun, anak yang masih berusia  dua tahun itu di sebut ciuman? Dasar bodoh. Maksudku mencium namja yang kau sukai.”

“Oooh, Apa enaknya berciuman?”

“ Saat berciuman, rasanya ituuuuuuuu,,, so amaziiiiiing, manis, basah, lembut. Ah, sulit di ungkapkan dengan kata kata.” soo byung mendeskripsikan dengan mata yang berbinar binar dan kedua tangannya menempel di kedua pipinya.

“Aku jadi curiga. Sudah berapa kali kau berciuman?” selidikku yang memasang tampang serius.

“Hehe, aku lupa karena terlalu sering” jawabnya polos.

Aku mendengus sebal “ Pantas saja bibirmu bengkak seperti itu.” ledekku sembari berlari menjauhi amukan soo byung yang sebentar lagi akan meledak.

“YAK! MIN SEORIN! JANGAN LARI KAU! YAK! YEOJA BERMULUT PEDAS!” teriak soo byung yang mengejar ku ke arah tangga atap sekolah.

_Flash backend_

Sejak aku menginjak senior high school, aku selalu menginginkan seorang namjachingu. Kalian pasti bertanya-tanya, jika aku menginginkan seorang namjachingu, lalu kenapa aku menolak donghae sunbae yang populer di sekolahku? Tentu saja kalian tau jawabannya dari percakapanku dengan yoona sebelumnya. Yap, aku tidak mencintainya. Lalu bagaimana dengan keinginanku yang menginginkan seorang namjachingu? Hmmm, mungkin aku akan sedikit bersabar lagi. Tapi, kenapa sekarang aku jadi ingin tau bagaimana rasanya berciuman setelah mendengar ucapan soo byung? Aish, dia telah mengkontaminasi pikiranku.

Sebuah ide terlintas, aku bergegas menuju taman belakang sekolah yang bersebelahan dengan danau. Aku menduduki kursi panjang di sebelah pohon besar. Ku ambil tablet Pc-ku, kemudian searching di google tentang kissing…

“Omonaaaa, apa yang mereka lakukan? Menjijikkan. Yak! Yak! Kenapa mereka saling memakan bibir lawannya? Aigooooo.” aku tanpa sadar berteriak.

“Aigooooo,,,,, Kenapa seperti ini ciuman mereka?“ aku melihat dengan mata melotot ke layar tablet pc-ku, heran melihat video kissing sepasang kekasih dalam sebuah drama.

“Dasar culun! baru melihat orang berciuman saja, sudah seperti orang kesurupan!” suara ketus yang berasal dari belakangku sukses membuat jantungku hampir  jatuh dari tempatnya. Sadar dengan adegan yang masih berlanjut dalam video itu, aku langsung mematikantablet pc-ku. Segera aku menoleh ke sumber suara.

Oh, Tuhanku… Kenapa namja di depanku itu terasa sempurna? Tubuh yang tegap dan tinggi, Kulitnya nyaris seperti milik Edward Cullen si Vampir dalam Twilight, Hidungnya terbentuk serasi dengan wajahnya, mata sipit dengan satu lipatan di atasnya, bibirnya yang lumayan tebal dan rahang tegas membuat semuanya terasa sempurna di mataku, ah, anio, lebih tepatnya di ‘kaca’mataku.

‘Di kacamata tebalku saja sudah sempurna, apa lagi di mata telanjangku?’ ucapku dalam hati

“YA! Culun! Kenapa kau diam? Kau terpesona padaku, hm?” katanya dengan penuh percaya diri.

Aku mendengus sebal. Baiklah, aku tarik lagi kata kataku yang ‘sempurna’ tadi. Sikapnya benar benar tidak sempurna. Ku tutup rapat rapat mataku sejenak, kemudian aku menatapnya sambil membenarkan letak kacamataku.

“Kau terlalu percaya diri, tuan! Dan lagi kau tidak perlu mengurus pekerjaan orang lain.”

“Geurae? Aku bukannya terlalu percaya diri, tapi itu memang fakta. Buktinya banyak yeoja yang terpesona padaku! Aku tidak akan mengurus pekerjaan orang lain kecuali orang itu mengganggu ketenanganku!” namja itu berjalan mengitari kursi panjang yang ku duduki dan berhenti tepat di depanku sambil melipat kedua tangan  di depan dadanya dan menatap tajam ke arahku.

“Kalau begitu, kenapa kau mencampuri urusanku? Aku tidak mengganggu mu!” tegasku sambil

“Kata siapa? Berteriak sembarangan disini seperti orang kesurupan saat aku tidur dibalik pohon sebelahmu itu, kau bilang tidak maengganggu ku? Aish, bahkan telingaku hampir tuli mendengarnya.” Ujarnya sarkatis yang sesekali menyentuh telinganya. “Kau kira tempat ini adalah milikmu? Di sini masih ada aku, culun.”

“Ya! Aku kan tidak tau kalau ada kau disini.” Belaku berusaha mempertahankan ego.

Namja itu memasukkan tangannya ke dalam saku celananya dan menatap lurus ke arahku. “Lain kali kalau mau menonton film yadong, cari tempat yang aman.” Ujarnya enteng.

Mendengar kata katanya yang mengejek, reflek aku berdiri.

PLETAAAKKK

“YA! KAU. Berani sekali memukul kepalaku! Eomma saja tidak pernah memukulku!” teriaknya marah setelah jitakan keras dariku berhasil mendarat di kepalanya.

“Siapa yang kau maksud menonton film yadong?”

“KAU!”

“MWOGA? Aku tidak menonton film yadong! Hanya adegan kissing saja!”

“Sama saja!”

“Aniya!”

“Sama!”

“Aniya!”

“Lalu apa gunanya kau menonton adegan kissing, eo?”

“I…ii.. ituuuu… a.. aku…”

“Mwo? Hm?”

“I.. tuuu… ha..nya untuk bahan penelitian. Ya, bahan penelitian.” Jawabku asal

“Penelitian? Tentang ciuman? Aku baru dengar kalau di sekolah senior high school ada guru yang menyuruh siswanya melakukan penelitian tentang ciuman. Kenapa tidak kau praktek kan sendiri dengan namjachingumu?” selidiknya.

Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal, bingung harus menjawab apa.

“Kenapa kau tidak mau menjawab? Ohhh, di lihat dari tampangmu yang bodoh,  aku rasa kau belum pernah pacaran. Geurae?” tebaknya

Aku mendengus sebal karena tebakannya memang tepat sasaran. Namja itu tersenyum misterius padaku. “Geurom,……” namja itu tidak melanjutkan kata-katanya

Chuuu…

Dengan gerakan cepat, dia mendekatiku, setelah itu aku tidak tau apa yang terjadi. Aku benar benar terkejut ketika dia menarik tengkuk ku dan melumat bibirku cepat. Bibirnya berkali-kali mengecup bibir atas dan bawah bergantian. Lembut dan basah. Dan aku menikmatinya beberapa saat.

Sadar kalau ini salah, aku berusaha melepaskan diri.

PLAKK…

Aku menampar pipi kirinya yang sekarang mulai memerah karena ulahku. Dia tersenyum setan menatapku sembari mengelus pipinya.

“Gadis bodoh! Banyak yeoja yang menginginkan ciuman dariku. Harusnya kau berterima kasih padaku karena telah memberikan contoh ‘penelitian’ secara gratis, bukan menamparku!” ujarnya datar.

Aku murka mendengarnya. Ku benarkan letak kacamataku, bersiap mengumpulkan semua emosiku. Aku menunjuknya dengan jari telunjuknya yang tepat di depan wajahnya, kemudian telunjuk itu ku tekuk ke dalam membentuk sebuah kepalan tangan. Ku kepalkan lebih kuat,  serasa menahan amarahku.

“Siapa yang memintamu menciumku? Kau sendiri yang melakukannya tanpa persetujuanku! Dan catat baik-baik, aku tidak termasuk dalam ‘banyak yeoja yang menginginkan ciumanmu’! Dasar setan mesum!” ujarku tegas. Ku ambil Tablet pc dan tasku lalu segera pergi dari namja terkutuk itu.

To be continue…

Untuk Regret pending dulu yaaa… saya masih sibuk dan kehilangan mod buat nulis u_u mianhae…