Tags

,

Snowman

cast :
– Shin Soohyun
– Kim Yoon Ra

Nb : WAJIB dibaca sambil dengerin lagu Soohyun U-kiss yang Snowman. Vea lagi jatuh cinta sama lagu itu. Suara bang Soohyun manteeeb… lagunya mellow T_T

dfg

 

Melihat kau berjalan berdampingan dengan seseorang yang bukan aku
Benar-benar membuat
hatiku menggila
Hanya
kau, hanya kau yang dapat merasaku, membangunkanku

Laki-laki tampan itu sedang terdiam menatap ke satu arah. Bulir-bulir salju yang turun, tidak dapat mengusik fokus tatapannya. Jantungnya berdenyut sakit. tubuhnya seperti dicengkeram udara musim dingin ini. Tangannya yang memegang pensil, berhenti bergerak.

Ia melihat gadis itu tertawa. Dengan mata berbinar-binar. Berjalan disisi seorang laki-laki yang bukan dirinya. Mengapa bukan dirinya? Hal itu muncul berulang-ulang dalam fikirnya.

Shin Soohyun hanya dapat tersenyum pahit melihatnya. Dengan gerakan kaku, ia menunduk. Mengembalikan tatapannya pada buku note dipangkuannya. Kembali menggerakkan jemarinya merangkai kata-demi kata.

Kata-kata yang ingin diteriakkan hatinya. Kata-kata untuk gadis yang dicintainya. Kim Yoon Ra…

 
Jika aku bisa menemukanmu di antara kerumunan orang di jalan
Sepertinya
kau hanya akan tanpa kata kembali padaku
Jadi jika
kau sedang mendengarkan lagu ini, jika kau masih belum melupakanku

kumohon

“Yoon ah…”

“Oppa!!” gadis itu tersenyum riang. Berlari kecil menghampiri soohyun yang sedang berdiri di tengah jalan Myondong yang sedang ramai itu. “Bagaimana kau bisa melihatku di tempat ramai ini, huh??” Yoon Ra memukul pelan lengannya dengan tas tangan yang dibawanya.

Soohyun tersenyum. Perlukah ia menjelaskan bahwa kemanapun gadis itu pergi, tatapannya akan selalu mengikuti. Soohyun melepaskan earphone dari telingannya.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Soohyun sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaket panjangnya.

“Aku_”

“Ra ya!!”

“Oh Donghae oppa, kau sudah menemukannya?”

Soohyun terdiam melihat laki-laki yang baru saja menghampiri gadis itu. Lee Donghae sedang menunjukkan dua buah buku tebal pada gadis itu. Kim Yoon Ra menatap berbinar.

“Soohyun Oppa, aku dan Donghae Oppa akan pergi ke perpustakaan umum. Kau mau ikut?”

Soohyun menggeleng sambil tersenyum “Pergilah…”

Gadis itu menatap sejenak. Kemudian tersenyum sambil menggandeng lengan Lee Donghae. Berbalik dan berjalan pergi, meninggalkan Soohyun yang masih berdiri menatapnya.

 
Kalau saja kau melihatku sekali lagi
Kalau saja
kau akan kembali padaku
aku masih menunggu untukmu
Jika
kau kembali padaku lagi
Jika
kau datang padaku, jika kau melakukannya
Jika
kau melakukanya, seberapa hebat hal itu?

Ada keinginan menggila agar gadis itu membalikkan badannya sekali saja. Ada berjuta do’a agar gadis itu menoleh kebelakang sekali saja. Untuk menyakinkan soohyun bahwa dirinya masih berarti. Untuk menyakinkan Soohyun bahwa ia masih memiliki tempat dalam hidup gadis itu.

Sekali saja…

Hingga sosok gadis itu tenggelam dalam hilir mudik orang-orang yang berlalu-lalang.

Soohyun tersenyum sendu sambil memasang kembali earphonenya. Mendengarkan instrumen dari lagu yang ditulisnya. Dan berbalik melangkah pergi…

 
Cintaku sangat tidak pantas
Begitu lemah sehingga aku tidak bisa kau jadikan pegangan
Dan waktu telah berlalu
Aku masih berdiri ditempat di mana
kau meninggalkanku sendirian
Jika
kau sedang mendengarkan lagu ini
, tolong jawab aku

“Appa dipindahkan tugas ke luar negeri. Dan aku mendapatkan beasiswa di universitas baruku di sana, bagaimana menurutmu Oppa?”

Soohyun terdiam menatap gadis di depannya itu. gadis yang selalu bersamanya dari kecil hingga saat ini. Tidak. Dia tidak ingin gadis itu pergi. Tapi ia juga tidak dapat memaksakan keinginannya.

“Bukankah itu sangat bagus? Pergilah…”

Gadis itu tersenyum “Aku akan sangat merindukanmu… Aku harus pergi sekarang, anyeong!”

Soohyun hanya bisa diam ditempatnya. Melihat sosok itu semakin jauh. Butir-butir salju mulai turun. Menyebarkan hawa dingin yang memikat. Ia memejamkan mata, meredam segala rasa. Mengingat beberapa minggu kebelakang saat gadis itu datang kepadanya menunjukkan surat cinta dari Lee Donghae. Dan ia hanya bisa tersenyum. Berbesar hati untuk membiarkan gadis itu pergi mengejar kebahagiaannya.

Seperti saat ini…

Ia hanya bisa menatap sosok itu pergi menjauh…

Tanpa bisa menahannya…

Jika ada yang bilang ia adalah laki-laki pengecut, mungkin hal itu benar. Ia tidak pernah mampu untuk mengungkapkan isi hatinya.

 
Bahkan jika banyak hari yang berlalu dan banyak hal yang berubah
Kita tidak bisa hanya terpisah seperti ini
Apa yang harus
kulakukan tanpamu?

Laki-laki tampan itu berdiri menatap sebuah rumah yang tampak kosong. Rumah gadis yang selalu ada dalam hatinya. Seminggu yang lalu Kim Yoon Ra dan keluarganya sudah pergi ke London. Ada penyesalan dalam hatinya ketika bibirnya tetap tidak mampu mengungkapkan rasa di dalam hatinya hingga gadis itu pergi jauh.

Shin Soohyun berjalan menghampiri kotak surat di depan pagar rumah itu. ia membukanya dan meletakkan sebuah notes beserta ipad di dalamnya. Ditutupnya kotak surat itu kemudian melangkah pergi. Merasakan setiap butir salju yang jatuh mengenainya. Dingin. Seperti hatinya yang kosong saat ini.

 

 

Kalau saja kau melihatku sekali lagi
Kalau saja
kau akan kembali padaku
aku masih menunggu untukmu
Jika
kau kembali padaku lagi
Jika
kau datang padaku, jika kau melakukannya
Jika
kau melakukanya, seberapa hebat hal itu?

Three years later

Gadis itu berdiri merapatkan jaketnya. Salju tidak berhenti jatuh sejak pagi. Kim Yoon Ra sedang menatap rumah lamanya. Rumah yang sudah ditinggalkannya bertahun-tahun. Gadis itu melangkah menghampiri kotak surat di depan gerbang rumahnya.

Ada beberapa surat dari teman-teman sekolahnya dan ia tertegun begitu melihat sebuah ipad bersama notes yang dikenalnya milik Soohyun. Laki-laki yang selalu bersamanya dari kecil. Laki-laki yang menjadi cinta pertamanya. Laki-laki yang hingga kini masih dicintainya.

Ia tersenyum sendu mengingat bahwa ia bukan apa-apa untuk laki-laki itu. Laki-laki itu tidak pernah sedikitpun menahannya ketika ia menunjukkan surat dari Lee Donghae. Saat ia pergi bersama Lee Donghae yang sebenarnya sudah ditolaknya. Bahkan ketika ia akan pergi meninggalkan Korea, laki-laki itu hanya tersenyum melepasnya. Ada perasaan sesak yang dirasakannya ketika mengingat hal itu.

Yoon Ra membuka notes itu dan membaca tulisan Soohyun. Sebuah puisi? Atau lirik lagu? Bukankah Soohyun suka bermain musik dan menulis lagu?! Teringat dengan ipad ditangannya, Yoon Ra memakai earphonenya dan memutar ipad itu.

Air mata gadis itu jatuh. Suara itu milik Soohyun. Laki-laki itu menyanyikan lirik dalam notes yang kini dipeluknya. Seandainya saja mereka saling terbuka dari awal…

 

 

Jika aku bisa menemukanmu di antara kerumunan orang di jalan
Sepertinya
kau hanya akan tanpa kata kembali padaku
Jadi jika
kau sedang mendengarkan lagu ini, jika kau masih belum melupakanku

kumohon

Kalau saja kau melihatku sekali lagi
Kalau saja
kau akan kembali padaku
aku masih menunggu untukmu
Jika
kau kembali padaku lagi
Jika
kau datang padaku, jika kau melakukannya
Jika
kau melakukanya, seberapa hebat hal itu?

Laki-laki itu memejamkan mata sambil melantunkan lagu solonya. Setelah debut dibawah grub U-Kiss sebagai leader. Ia dapat merilis lagu solo. Lagu untuk gadisnya yang sudah dibuatnya beberapa tahun lalu. Snowman…

Air matanya jatuh ketika mengingat sosok gadis itu. Jika saja ia dapat bertemu dengan Yoon Ra sekali lagi, ia akan mengungkapkan semua yang belum sempat di sampaikannya. Ia berjanji pada hatinya sendiri tidak akan melepaskan gadis itu lagi.

Instrument lagu itu mulai memelan dan bercampur dengan teriakan Kiss Me. Soohyun membuka matanya yang basah dan terpaku. Disana, diantara ribuan Kiss Me, ia melihat gadisnya. Kim Yoon Ra sedang berdiri menatapnya sambil memeluk buku notes dalam dekapannya. Air matanya jatuh dan bibirnya tersenyum. Dalam keramaian, ia merasakan sunyi. Tanpa kata, namun tatapan masing-masing seolah berbicara. Bahwa tuhan masih memberi kesempatan kedua…

 

FIN