Tags

, ,

Shocked kiss

Author : Ela Shin Rae byung
Cast:

– Min Seorin
– Cho Kyuhyun
– Lee donghae
– Choi Soo byung

NB : Ini ff bikinan Ela, khusus buat ultahnya changmin. tapi entah kenapa dia malah bikin castnya aku sama kyu ahahahha… apapun, thanks Ela sayang buat ffnya yang manis *kecup*

Don’t Coppas
And Happy reading.

~Author POV~

_Hari kedua_

Hari itu Seo rin melakukan tugasnya bersama kyuhyun tanpa semangat. Bahkan kerja tim diantara mereka terbilang sangat payah. Alhasil keduanya mendapat hukuman untuk memancing ikan sebanyak 10 ekor di sungai, pinggir hutan. Dan hanya berdua.

“Arrrrggggghhhh! Kenapa aku harus bertemu dengan setan mesum macam dia!!!! Sial, sial, sial!” umpat Seo Rin saat dirinya berada di perahu kecil bersama Kyuhyun. Mereka duduk saling membelakangi.

“Kau pikir aku tidak sial olehmu? Pertama, pelipisku yang cedera semakin parah karena kau pukuli. Kedua, kau sama sekali tidak membantuku menyelesaikan tugas tadi. Dan ketiga, aku harus terjebak disini bersamamu! Aishhh, jinja!”

Seo Rin memegang tengkuknya yang sedikit kaku. Sedikit rasa bersalah terbersit dipikirannya. Selanjutnya, tidak ada percakapan lagi diantara mereka. Baik Kyuhyun maupun Seo Rin sibuk dengan kegiatannya masing-masing.

Setelah mereka berhasil mengumpulkan 10 ekor ikan dengan susah payah, Kyuhyun dan Seo Rin kembali ke perkemahan.

“Seo Rin-ah….. Kau lama sekali. Bagaimana memancing dengan Kyuhyun? Pasti menyenangkan!” cerocos Soo Byung.

“Kalau saling diam selama beberapa jam sambil memancing ikan disebut menyenangkan, yah kau bisa menyebutnya ini menyenangkan.” Jawab Seo Rin ketus.

Soo Byung terkikik pelan “Hehe, dia memang begitu. Masih untung dia tidak menjahilimu. Kalau sifat evilnya kambuh, bisa-bisa kau dikerjai habis-habisan olehnya karena membuat dia terkena hukuman.”

Reflek Seo Rin menoleh. “Dari awal bertemu dia sudah mengerjaiku habis-habisan! Bahkan kau bisa lihat tadi, dia selalu memerintahku ini itu saat melakukan tugas!”

Soo Byung mengerutkan keningnya “ Dari awal bertemu? Bukankah awal pertemuan kalian itu kau membantu mengobati lukanya di bus? Bagaimana dia bisa mengerjaimu habis-habisan? Bahkan kau terlihat ramah padanya waktu itu.”

Mendadak pipi Seo Rin memerah seperti tomat.

“Sudahlah, tidak penting. Oh ya, apa kau melihat Donghae Oppa?”

“Eh? Donghae Oppa? Dia sedang sibuk membuat poster bersama Jessica Sunbae. Kau tidak mau membuat poster juga? Ini kan tugas kelompok yang harus dikumpulkan besok. Aku juga akan membuatnya dengan Sunny Sunbae nanti malam.”

“Siaaaallllll. Kenapa harus ada tugas seperti itu!!” Seo Rin tampak frustasi.

_ Seo rin POV_

At Night_

Aku menyodorkan selembar kertas dan peralatan gambar pada Kyuhyun yang sedang menghangatkan badannya di pinggir api unggun.

“Wae?” tanya namja itu dengan tampang ketusnya.

Kalau bukan karena tidak ingin di hukum, aku pasti sudah memukul kepalanya yang cedera itu.

“Buat poster. Tema bebas!”

“Kenapa aku? Ini tugas kelompok dan kau kelompokku. Harusnya kau juga yang membuatnya!”

“Masih ingat kita satu kelompok? Baguslah. Tadi kau selalu menyuruhku ini itu. Sekarang giliranmu yang mengerjakan tugas ini!”

“Mana boleh begitu!”

“Tentu saja boleh. Aku tidak bisa menggambar, dan kau bisa!” tandasku.

Kyuhyun tampak berfikir sejenak“YA! Setidaknya bantu aku menentukan temanya.”

Aku mulai berfikir, namun tak urung ikut duduk disebelah Kyuhyun. Sedangkan namja itu dengan berat hati melakukan perintahku. Hahaha…

“Bagaimana kalau Go Green?”

“Hhhhhh,,, Shireo. Go Green mengingatkanku tentang sayuran! Aku tidak suka.”

“Cih, alasan tidak masuk akal.” cibirku.

“Bagaimana kalau tentang ‘No Smoking’? Akhir-akhir ini siswa Senior High School banyak yang melanggar larangan itu, mungkin kau juga salah satu diantara mereka.”

“Aku bukan perokok!” jawab Kyuhyun dengan wajah datar. “Apa yang perlu di tulis dalam posternya?”

“Tentu saja ‘No Smoking’! Sisanya kau tambah sendiri.”

“Aku kan hanya bertanya, kenapa kau jadi emosi? Kau sedang kedatangan tamu, eo?”

“Bukan urusanmu!”

Hening

Kyuhyun sibuk membentuk pola poster dan aku melihat-lihat siswa-siswi lain yang tak jauh beda dariku dan Kyuhyun.

“Aku juga heran, kenapa orang-orang masih banyak yang merokok. Padahal jelas-jelas rokok merusak kesehatan, tertulis larangan di bungkusnya!” kata Kyuhyun saat melukis posternya.

“Setiap tahun ribuan orang berhenti merokok.”

“Jinja? Daebak! jadi peringatan itu berhasil?”

“Tidak, mereka mati!”

Wajah kyuhyun =_=!!!

“Percuma bicara serius denganmu.”  gumam Kyuhyun yang masih bisa kudengar.

“Untuk apa? Toh kau juga sama, tidak pernah serius.” ejekku.

Kyuhyun menghentikan aktivitasnya, dengan  cepat menoleh ke arahku sehingga jarak kami semakin dekat. Perasaan takut, terancam dan panik kini menyelimutiku ketika matanya menatapku tajam. Seolah-olah aku adalah tawanan yang harus ia hukum.

“Ja…..ja ngan macam-macam pa…daku!” ucapku sambil tergagap

“Aku tidak macam-macam. Hanya satu macam saja.”

“N…Ne?” pekikku.

“Seo Rin-ah…..”

Sebuah panggilan dari Donghae Oppa akhirnya membantuku terlepas dari ancaman setan mesum di depanku ini. Dengan tenaga seadanya aku mendorong bahu Kyuhyun agar menjauh dan langsung melambaikan tangan padaDonghae Oppa.

“Cih,,, kekasih tercinta ternyata sudah datang.” ledek Kyuhyun

“Dia bukan kekasihku!” aku menegaskan.

“Bukan kekasih tapi lengket sekali.”

“Terserahlah.”

Donghae Oppa sedikit berlari menghampiriku dan Kyuhyun.

“Kata Soo Byung, tadi kau mencariku. Ada apa?”

“Ah, ya. Aku mau memberikan proposal dari Hankyung Sunbae untuk Oppa. Proposal pengajuan lomba basket antar Senior High School. Ingat?”

Donghae Oppa mengangguk cepat.

“Baiklah akan aku ambil di tenda. Oppa tunggu disini saja.”

***

_Author POV_

Setelah Seo Rin pergi, donghae melihat Kyuhyun yang masih mencorat coret kertas dipangkuannya. Senyum tipis tercetak di bibirnya.

“Kau pandai menggambar Kyuhyun-ah.”

“Haruskah aku mengucapkan terima kasih atas pujiannya?”

“Kurasa tidak harus.”

“Baguslah. Karena aku tidak akan pernah mengatakannya sekalipun kau meminta.”

Donghae menepuk jidatnya, teringat sesuatu. “Oh, aku lupa. Kau kan cassanova yang angkuh.” canda Donghae namun Kyuhyun menanggapi serius. Wajahnya mulai mengeras mendengar candaan donghae yang menurutnya sangat tidak lucu.

“Itu lebih terhormat daripada ‘Pangeran Tampan’. Julukannya bisa dikatakan baik, tapi yang dijuluki malah berlaku tidak baik.”

“Musun mariya, Kyuhyun-ah?” tanya Donghae ringan.

“Jangan berpura-pura bodoh, ‘Pangeran Tampan’!” nada yang Kyuhyun gunakan terdengar meremehkan julukan Donghae itu.”Aku tau alasanmu meminta Seo Rin menjadi kekasihmu.”

Wajah Donghae tiba-tiba menegang. Keringat dingin muncul dikedua telapak tangannya.

“Aku mendengar percakapanmu dengan Eunhyuk di ruang basket, tepat setelah kau mengutarakan perasaanmu padanya.” Kyuhyun berbicara tanpa menatap Donghae. Dia menghapus garis yang melenceng. Lalu kembali menggambar. “Tampilan luarnya memang jelek, bisa dikatakan bukan tipemu. Tapi yang ia butuhkan bukan rasa kasihan, melainkan rasa cinta. Rasa kasihan akan membuatnya merasa semakin rendah.

Cih, perasaan? Tidakkah terlalu kejam kalau kau tidak mencintai seseorang, tapi kau memintanya menjadi kekasihmu hanya karena rasa kasihan? Tidakkah kau fikirkan perasaannya jika dia menerimamu dan suatu ketika kau mencintai gadis lain dan dia tau semua rahasiamu itu? ” Kyuhyun mendongakkan wajahnya pada Donghae yang berdiri didekatnya. “Kurasa yang pantas mendapatkan julukan casssanova bukan aku.” Namja itu menatap Donghae dingin. Ia tau bahwa Donghae saat ini tidak bisa membantah ucapannya.

“Tak perlu khawatir. Aku tidak berencana memberitahu ini pada Seo Rin karena seharusnya kau sendiri yang memberitahunya.” Kyuhyun beranjak dari duduk. Ia menarik tangan Donghae dan meletakkan kertas posternya pada Donghae. “Berikan pada Seo Rin.”

Setelahnya, Kyuhyun pergi ke tendanya untuk istirahat. Donghae menatap kertas poster yang kini berada di tangannya. Tak jauh dari mereka, Seo Rin mendengar percakapan Kyuhyun dan Donghae dalam diam. Gadis itu tidak merasakan sakit hati karena ternyata Donghae tidak memiliki perasaan apapun padanya kecuali rasa kasihan. Namun rasa kecewa melintas di benaknya karena sampai saat ini tidak ada namja yang mencintainya dengan tulus ketika ia memiliki banyak kekurangan. Sedikit rasa senang menghampirinya, Kyuhyun yang selama ini berlaku tidak baik pada Seorin itu membelanya di depan Donghae.

Setelah menata kembali perasaannya, Seorin menghampiri Donghae. Berpura-pura tidak mendengar apapun.

“Oppa? Ini proposalnya.” Seorin Menyodorkan proposal pada Donghae. Dan Donghae balik menyodorkan kertas poster dari kyuhyun.

“Gomawo Seorin-ah. Ini dari Kyuhyun.”

“Whoaaa, ternyata dia benar-benar pandai melukis.”

Seorin tersenyum manis pada Donghae yang dibalas dengan senyum oleh namja itu. Terbersit rasa bersalah pada gadis di depannya itu ketika mengingat kata-katayang tadi dilontarkanKyuhyun.

***

_Hari Ketiga_

“Hai, Setan mesum!” Seorin melambaikan tangannya ketika Kyuhyun baru saja datang ke lapangan.

“HaiCulun.” Kyuhyun balas melambai dengan wajah cueknya. Tidak seperti biasanya, ketika Seorin atau Kyuhyun memanggilnya dengan panggilan berbeda dari yang lain mereka akan saling membentak dan berujung pada debat yang tidak ada habisnya. Tapi sekarang baik Seorin ataupun Kyuhyun tidak membentak sama sekali. Bahkan panggilan itu seperti sebuah panggilan yang biasa mereka gunakan dan keduanya tidak keberatan sama sekali.

Soo Byung menyikut pinggang Seorin. “Apa kalian berdua salah minum obat? Tidak biasanya kalian tidak membentak satu sama lain saat bertemu.” respon sahabat Seorin itu.

Sementara Seorin mengangkan kedua bahunya dan menghampiri Kyuhyun untuk menerima tugas selanjutnya.

“Baiklah anak-anak, untuk siang ini tidak ada tugas. Tapi nanti malam akan ada uji keberanian. Siapa yang lebih cepat sampai pada garis finish, dia akan mendapatkan 2 tiket ke Lotte World. Ada yang ditanyakan?” Kim Songsaenim menjelaskan

Sunny mengacungkan tangannya. “Songsaenim, dalam kelompok itu jika satu yang berhasil sedangkan yang satunya tertinggal dibelakang apa dianggap lolos?”

Kim Songsaenim mengangkat jari telunjuknya yang bergerak kekanan dan kiri. “Aniya. Justru karena kalian adalah rekan kelompok. Masuk bersama, maka keluarpun juga harus bersama-sama. Oleh karena itu kalian harus saling menjaga. Jangan sampai kalian berpisah dalam keadaan apapun. Ada lagi yang ditanyakan?”

Kini giliran Eunhyuk yang mengangkat tangannya “Apa uji keberanian ini aman? Ah, maksudku disini hutan. Jauh dari pemukiman. Kalau ada pembunuh atau teroris  berkeliaran, bagaimana nasibku Songsaenim?”

“Eisshhh, kau terlalu banyak menonton Detektif Conan, Eunhyuk-ah! Gwaenchana, hutan ini aman. Kecuali tiba-tiba hantu cantik datang menghampirimu.” canda Kim Songsaenim pada Eunhyuk. Disertai cekikikan pelan temannya. “Jika kalian menyerah di tengah jalan, silahkan hidupkan kembang api. Nanti akan ada yang menghampiri kalian dan mengantarkan kembali ke tenda. Dan jangan sampai kalian salah jalur dan tersesat. Arasseo?”

“Neeee, Songsaenim.”

“Bagus. Baiklah kalian bisa istirahat dulu sekarang untuk mempersiapkan uji keberanian nanti malam.”

Kim Songsaenim meninggalkan siswanya untuk beristirahat.

_At Night_

“Setan mesum, tunggu aku.” Seorin berlari-lari kecil di belakang Kyuhyun.

“Salah siapa berjalan seperti kura-kura.”

“Ya! Apa kau lupa kata Songsaenim, kita harus saling menjaga. Jangan sampai berpisah di tengah hutan. Lagipula bagaimana bisa kau tidak khawatir meninggalkanku di belakang? Kalau terjadi sesuatu padaku bagaimana? Kalau tiba-tiba ada setan berkeliaran didalam hutan, bagaimana nasibku?”

Kyuhyun berbalik yang otomatis membuat seorin menabraknya. Gadis itu melotot karena gerakan Kyuhyun yang berhenti tiba-tiba membuatnya kaget. Namja itu mendorong kening Seorin dengan jari telunjuknya.

“Setan? Bukankah didepanmu ini kau sebut ‘Setan Mesum’? malah kau tidak takut pada ‘Setan Mesum’. Lalu apa yang perlu ditakutkan?” Kyuhyun bersedekap lalu berbalik dan kembali melangkah.

Seorin tetap diam dan menggumam sendiri. “Huh, benar juga. Sejak di jeju aku selalu berkelompok dengan setan, geurechi. Untuk apa takut? Eh, tapi dia kan setan berwujud manusia. Bagaimana kalau setan di tengah hutan ini berbentuk roh halus dan berwajah buruk? Andwae. Setan mesum… tunggu aku.”

_

“Hyung, bagaimana kalau kita bermain-main sedikit?” tanya Eunhyuk saat ia dan leeteuk berada di jalan yang bercabang.

“Mwo?”

Eunhyuk tak menjawab pertanyaan Leeteuk, namun ia hanya menunjuk tanda panah yang menjadi penunjuk rute jalan menggunakan dagunya. Senyum miring tercetak diwajah keduanya.

_

“Hei,,, Eodiga? Panahnya menunjuk arah kiri. Bukan kekanan.” Kyuhyun menarik kerah baju seorin.

“Ya! Lepaskan. Aku bisa jalan sendiri. Tidak perlu menarik bajuku.”

_

“Setan me_”

“Ya! Sekali lagi kau memanggilku setan mesum, bisa kupastikan kau akan menemui setan hutan ini!”

Seorin meneguk ludahnya susah payah. “N_nnee. Kyuhyun-ah?”

“Wae?”

“A..apa kau tidak merasa kalau hutan ini sedikit menyeramkan? Sejak di persimpangan tadi aku tidak mendengar suara siswa yang lain. Apa kau yakin kita tidak tersesat?”

“Kita sudah mengikuti rute yang benar.”

Krieeeekkk,,,, sraaaakkk….

Reflek Seorin memegang lengan kiri Kyuhyun erat. Kyuhyun menatap waspada sekitar. Ia mengisyaratkan seorin untuk berjongkok di semak. Ia mengira kalau ini adalah jebakan yang kim songsaenim buat.

“Palliwa cari Seorin sampai dapat. Kita harus segera menghabisinya malam ini.” Suara priaparuh baya tak jauh dari persembunyian Kyuhyun dan Seorin. Pria itu berperawakan tinggi kurus. Mereka berdua sedikit bingung dengan ucapan pria paruh baya itu.

“Tapi….”

“Jangan banyak membantah. Karena ayahnya, perusahaan kita mengalami kebangkrutan. Kau ingin membalas dendam kan?”

Pria paruh baya yang berperawakan gemuk itu menganggukkan kepalanya.

“Bagus. Kudengar Min Seorin sedang mengikuti uji nyali disini. Ini kesempatan kita untuk membunuh anak kesayangan Min Seok Hyun itu.”

Kedua mata Seorin membelalak mendengar kata-kata terakhir pria paruh baya yang bahkan tidak ia kenal itu. Kyuhyun bisa merasakan tangan seorin bergetar dalam genggamannya. Namja itu mengatakan ‘gwaenchana’ tanpa suara pada Seorin.

Kedua pria paruh baya itu semakin mendekati tempat persembunyian Kyuhyun dan Seorin

“Setelah hitungan ketiga, kita harus berlari secepat mungkin ke arah persimpangan tadi. Kita harus kembali ketempat tadi kita masuk.” Bisik Kyuhyun. “Jika mereka menangkap aku, kau segera berlari dan menghidupkan kembang api ini untuk mencari pertolongan. Arachi?”

“Tapi kau….”

“Tenanglah. Aku ini setan mesum, kau ingat? Jadi tidak akan ada yang berani melawan setan sepertiku.”

Seorin mengerucutkan bibirnya, mencibir kelakuan namja itu.

Cup

Kyuhyun mengecup bibir seorin singkat dan segera menutup mulut gadis itu dengan tangannya sebelum gadis itu berteriak kaget. Senyum miring terukir diwajah Kyuhyun.

“Untuk penyemangatku.” Ujar Kyuhyun pelan. Ia kembali menatap kedua paruh baya itu dan mulai menghitung.

“Hana…” Seorinmenatap waspada pria yang kini berjarak beberapa langkah lagi. “Dul..” pegangan tangan mereka semakin erat.

“Set… Lari.”

Kyuhyun dan Seorin berlari kembali ke rute awal. Kedua pria paruh baya itu terkejutdan langsung mengejar di belakangnya.

Kyuhyun dan Seorin baru setengah perjalanan menuju garis start. Keduanya tampak kelelahan karena dua orang dibelakangnya masih belum menyerah untuk menangkap Seorin.

“Kyuuhhhh,, akhuuuuu,, le,,,hhhhlahhhh.” Nafas Seorin tersengal-sengal.

“Sedikithh… lagiihhhh..” namja itu juga terengah engah.

“YA! JANGAN LARI KAU MIN SEORIN!” suara pria dibelakang mereka membuat seorin semakin ketakutan. Pria yang bertubuh tinggi kurus berhasil menangkap seorin sehingga genggamannya terlepas dari kyuhyun. Namja itu berhenti dan melawan pria bertubuh gemuk yang menyerangnya.

Boughhh

Satu pukulan mendarat di pipi pria gemuk itu dan Kyuhyun kembali mendaratkan pukulan di perutnya.

Setelah berhasil membuat pria gemuk itu terkapar di tanah, Kyuhyun menyerang pria kurus yang memerangkap kedua tangan Seorin di belakang tubuhnya. Dengan beberapa kali serangan Seorin berhasil terlepas  dari pria kurus itu. Namun kyuhyun tidak menyadari sebuah pisau menusuk perutnya disebelah kiri.

“Kyuhyun-ah!” pekik Seorin saat namja itu terhuyung kebelakang dengan darah yang keluar dari perutnya.

To be continue