Tags

, , ,

Shocked kiss

Author : Ela Shin Rae byung
Cast:

– Min Seorin
– Cho Kyuhyun
– Lee donghae
– Choi Soo byung

NB : Ini ff bikinan Ela, khusus buat ultahnya changmin. tapi entah kenapa dia malah bikin castnya aku sama kyu ahahahha… apapun, thanks Ela sayang buat ffnya yang manis *kecup*

Don’t Coppas
And Happy reading.

Boughhh
Satu pukulan mendarat di pipi pria gemuk itu dan Kyuhyun kembali mendaratkan pukulan di perutnya.
Setelah berhasil membuat pria gemuk itu terkapar di tanah, Kyuhyun menyerang pria kurus yang memerangkap kedua tangan Seorin di belakang tubuhnya. Dengan beberapa kali serangan Seorin berhasil terlepas dari pria kurus itu. Namun kyuhyun tidak menyadari sebuah pisau menusuk perutnya disebelah kiri.
“Kyuhyun-ah!” pekik Seorin saat namja itu terhuyung kebelakang dengan darah yang keluar dari perutnya.

“Rin-ah, Tendang organ vitalnya.” Perintah Kyuhyun saat ia melihat pria kurus itu mendekat ke arah Seorin.
Bouuuugh…
“Ya! Kenapa menendang dadanya?”
“Kau sendiri yang menyuruhku menendang organ vitalnya! Jantung kan organ vital!” seru Seorin panik.
“Bukan itu yang kumaksud, bodoh! Tendang kemaluannya!”
Boughhhhh,,,
“Awwwww”
Pria kurus itu mengaduh kesakitan.
“Cepat kau lari, nyalakan kembang apinya cari pertolongan.”
Seorin menghampiri kyuhyun yang kini terduduk di tanah. Gadis itu merobek rok panjangnya dan mengikat kain itu di perut Kyuhyun mencoba menghentikan perdarahan.
“Ya! Apa yang kau lakukan? Cepat kau lari. Waktumu tidak banyak sebelum pria itu kembali mengejarmu.”
Tak di dengarnya ucapan kyuhyun. Gadis itu malah menarik kyuhyun berdiri lalu membopong kyuhyun untuk segera pergi dari tempat itu.
“Ya! Bodoh! Kalau kau membawaku, kita berdua yang akan terancam. Cepatlah kau lari cari bantuan.”
“Dan membiarkanmu sendiri disini menunggu maut? Shireo!” Seorin memapah Kyuhyun dengan terburu-buru.
“YA! Kalian mau lari kemana?” suara pria kurus di belakang mereka semakin mendekat. Seorin membantu kyuhyun mempercepat langkahnya.
“Seorin-ah, Cepatlah cari bantuan. Aku disini akan baik-baik saja.” Kyuhyun mendesak Seorin namun tidak membuat langkahnya berhenti. Gadis itu bersikukuh dengan pendiriannya.
“Kali ini saja turuti kemauanku. Setelah ini, kau boleh melakukan apapun sesukamu.” ucap Seorin dingin. Kyuhyun tidakberkata lagi setelah melihat raut wajah Seorin yang tidak bersahabat.
“Oh, Seorin-ah,Kyuhyun-ah kenapa kembali? Ige mwoya? Apa yang terjadi?” Kim Songsaenim panik ketika melihat bercak darah di perut Kyuhyun.
“Songsaenim, ada orang yang mengejar kami.” lapor Seorin. Kim Songsaenim membantu memapah Kyuhyun yang kini semakin pucat karena lukanya mengeluarkan banyak darah.
“Shin Songsaenim perintahkan anak-anak untuk segera kembali. Dan suruh mereka segera berkemas. Aku akan menelefon bis untuk menjemput kalian sekarang. Keadaan disini sudah tidak aman. Jung songsaenim, segera hubungi pihak kepolisian. Pelakunya pasti masih berada disekitar sini. Seorin-ah, kajja kita bawa kyuhyun kerumah sakit.”

_At Seoul Hospital_
Beberapa hari kemudian setelah peristiwa percobaan pembunuhan pada Min Seorin yang berujung penusukan pada Kyuhyun, akhirnya polisi berhasil mengetahui motif hal tersebut. Belakangan pria kurus yang bernama Park Sang Hyun dan pria gemuk Seo Dam Kil itu adalah mantan rekan bisnis ayah Seorin, Min Seok Hyun. Mereka ingin membunuh anak Min Seok Hyun untuk balas dendam karena perusahaannya bangkrut setelah ayah Seorin itu memutuskan hubungan kerja di antara mereka.
Beberapa teman Kyuhyun datang menjenguk tak terkecuali gadis-gadis yang selalu mengelilingi Kyuhyun. Mereka menyemangati Kyuhyun agar ia segera sembuh dan kembali kesekolah. Namun seseorang yang ia tunggu tidak pernah menampakkan wajahnya sejak insiden di jeju itu.
“Kyuhyun-ssi?” seorang gadis dengan rambut sebahu membuka pintu ruangan Kyuhyun.
“Oh, Soo Byung-ssi. Wasseo?”
“Ne. Neo, gwaenchana?”
Kyuhyun mengangguk pelan sambil tersenyum.
“Kau sendiri?”
Soo Byung mengangguk. “Kau tidak berharap aku bersama Seorin, ne?”
Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Oh. Jangan katakan kau mengharapkan kedatangannya?”
Kyuhyun tidak menjawab.
Soo Byung menghembuskan nafas pelan. “Dia tidak akan datang, Kyuhyun-ssi.” Kyuhyun sedikit terkejut dengan ucapan Soo Byung.
“Percayalah, sebenarnya dia ingin melihat keadaanmu. Tapi untuk saat ini dia masih marah padamu.”
“Mwo? Waeyo?”
Soo Byung mengambil kursi dan duduk disamping ranjang Kyuhyun.
“Dia marah karena waktu itu kau menyuruhnya untuk pergi meninggalkanmu mencari bantuan disaat kau terluka parah. Dan kau mengatakan akan baik-baik saja jika Seorin meninggalkanmu untuk mencari bantuan. Dia menganggap bahwa kau akan baik-baik saja tanpanya. Kau sendiri pernah mengatakan kalau kau selalu sial jika bersamanya. Jadi sampai sekarang ia memutuskan untuk tidak muncul dihadapanmu.”
“Mwoya??? Aku menyuruhnya pergi untuk menghindari akibat yang lebih buruk. Aku hanya tidak ingin ia terluka sepertiku.”
“Tapi dia menganggap lain. Seperti yang kukatakan tadi.”
“Aish, Si culun itu selalu berfikiran buruk tentangku.” gerutu Kyuhyun
Soo Byung terkekeh geli mendengarnya.

_At school_
Sudah satu bulan berlalu semenjak kejadian di Jeju. Selama itu pula Seorin tidak bertemu Kyuhyun lagi. Sebuah perasaan dalam hati seorin menggebu ingin bertemu dengan namja itu, namun ia urungkan. Harga dirinya terlalu tinggi untuk menemui namja itu terang terangan. Dan pagi tadi perasaaan itu menguap begitu saja ketika tanpa sengaja ia berpapasan dengan Kyuhyun di gerbang sekolah. Ia melihat Kyuhyun yang sudah kembali seperti semula. Tidak pucat seperti saat terakhir kali mereka bertemu. Namja itu hampir membuka mulutnya ketika seorin memilih menghindar dan pergi meninggalkan kyuhyun di pintu gerbang.
Sepanjang hari ini seorin selalu menghindari Kyuhyun. Kyuhyun juga tidak bisa menemui seorin karena ia selalu di tahan oleh yeoja-yeoja yang selalu mengelilinginya.

Lapangan basket_
Seorin menatap kosong lapangan basket di depannya. Bel pulang sudah berbunyi tiga jam yang lalu. Tapi gadis itu masih enggan beranjak dari duduknya. Banyak pikiran berkelebat di kepalanya.
“Lari dari tanggung jawab, eo?” suara berat membuyarkan segala pikiran Seorin. Sedikit tersentak, ia menoleh ke asal suara.
Sudah ia duga namja yang berdiri tak jauh dari tempatnya lambat laun akan menemuinya. Seorin melengos. ”Musun mariya?” tanyanya acuh.
Namja itu mengambil duduk disamping seorin. “Membiarkan penolongmu terkapar dirumah sakit. Jangankan kau menjenguk, mengucapkan terima kasih saja tidak!”
Seorin menghembuskan nafas pelan. “Jadi kau tidak ikhlas menolongku? Dan sekarang kau ingin aku mengucapkan terima kasih padamu? Geurae, Gomawo.” Ucapnya datar.
Namja itu menatap datar lapangan basket. “Ck, kau kira aku menemuimu karena itu?”
Dengan kesal seorin menatap namja itu. “Lalu untuk apa menemuiku, Kyuhyun-ssi?”
Namja itu langsung mendorong tengkuk seorin hingga wajah mereka semakin dekat. Dengan gerakan cepat, sebuah ciuman mendarat di kening seorin. Gadis itu membelalakkan matanya. Ini pertama kalinya seorang namja mencium kening Seorin. Perasaan senang sekaligus bingung mendominasi pikirannya.
Setelah beberapa detik, kyuhyun melepaskan ciumannya dikening Seorin. Perlahan ia menatap wajah Seorin, wajah yang sebulan lebih tidak ia lihat. Wajah dengan mata bulan sabit dibalik kacamata tebal dan kening favorit Kyuhyun yang selalu Seorin perlihatkan, rambut panjang yang selalu di ikat rapi. Namja itu begitu merindukan gadis itu, namun tidak berani mengatakannya.
“Kau hidup.” Kalimat yang Kyuhyun keluarkan bukanlah kalimat petanyaan pada seorin, namun itu seperti kalimat pernyataan. Sementara itu Seorin bingung dengan ucapan kyuhyun.
“Yak! Kau mengejekku? Begitu menginginkan aku mati? Kau_”
Belum selesai gadis itu memaki, kyuhyun tiba-tiba memeluknya dengan posisi duduk berhadapan. Perasaan lega menyelimuti kyuhyun ketika mendapati gadis itu dalam keadaan baik-baik saja.
“Apa yang kau lakukan?”
Seorin berusaha melepaskan pelukan kyuhyun. “Lukaku belum sembuh benar. Jika kau memberontak, lukaku bisa saja kembali terbuka. Dan kalau itu terjadi, aku tidak akan segan memaksamu merawatku sampai lukaku benar-benar sembuh.” ucapan namja itu membuatnya diam.Membiarkan Kyuhyun memeluknya.
“Dasar setan mesum.” Gumam Seorin pelan, namun balas memeluk Kyuhyun.

***
Kyuhyun dan Seorin berjalan beriringan untuk pulang dengan tangan saling bertautan. Keduanya saling diam. Meski hari sudah sore, tapi hari ini sekolah masih ramai dengan siswa siswi. Beragam tatapan terlempar ke arah kyuhyun dan seorin. Tatapan benci, iri, jengah, senang, semuanya itu mengiringi langkah mereka.
“Hei, aku tidak suka jadi pusat perhatian. Kalau kau suka dengan itu, sebaiknya Lepaskan tanganku.” Desak seorin.
“Kau kira aku suka?”
“Bukankah dulu-dulunya kau menyukai itu?”
“Itu hanya kesimpulan sepihakmu.”
“Cih, kes____”
“Kyuhyun-ie.” suara berat terdengar tak jauh dari gerbang sekolah. Tampak seorang lelaki paruh baya melambaikan tangannya kearah kyuhyun dan seorin.
Lelaki paruh baya itu tersenyum melihat tangan kyuhyun bertautan dengan seorin. Ia menatap kyuhyun senang “Neo yeojachingu?”
Kyuhyun memalingkan wajahnya tak peduli, sementara seorin berusaha melepas tangannya dari kyuhyun namun tak berhasil. Gadis itu membungkuk pelan pada lelaki itu. “Annyeong haseyo, Min Seorin imnida.”
“Annyeong haseyo, Cho Tae Hyun imnida. Aku appa Kyuhyun. Senang bertemu denganmu Seorin-ssi. Apa kau mau pulang bersama kami?”
“Ah, aku naik bus saja, Cho Ajhussi.”
“Andwae! Kita pulang bersama naik bus. Appa pulang sendiri saja. Kajja…” Kyuhyun menarik Seorin pergi dari hadapan ayahnya.
“Ya! Setan mesum, itu appamu. Jangan bertingkah tidak sopan padanya! Ayo kita kembali lagi.”
“Tidak perlu.”
“Aku memang tidak tau masalahmu dengan Cho Ajhussi. Tapi setidaknya kau harus tetap menghormatinya. Dia orang tuamu!” Seorin menarik Kyuhyun kembali namun kyuhyun tetap menolak.
“Aku pulang sendiri. Kalau kau mau pulang bersamanya, silahkan.” Ucap Kyuhyun tegas kemudian meninggalkan seorin. Gadis itu memilih kembali pada ayah Kyuhyun. Kali ini ia benar-benar penasaran dengan keluarga Kyuhyun dan memutuskan ingin mencari tau hal ini.
“Cho Ajhussi.”
Seorin menghampiri ayah Kyuhyun yang masih berdiri di tempat semula. “Oh, Seorin-ah. kemana Kyuhyun?”
“Mianhamnida Cho Ajhussi, saya tidak bisa membawanya kesini.”
Lelaki paruh baya itu tersenyum. “Tidak perlu berbicara seformal itu denganku. Anggap aku seperti ayahmu juga.”
Merasa tidak canggung lagi dengan ayah Kyuhyun, Seorin mulai mengobrol panjang lebar. Bahkan terkadang gadis itu terang-terangan bertanya mengenai keluarga Cho yang membuatnya penasaran. Setelah mendengarkan cerita dari Cho Ajhussi, ia merasa bersimpati pada Kyuhyun. Selama ini namja itu salah paham pada orang tuanya. Appa dan eomma Kyuhyun bercerai ketika namja itu baru duduk dibangku junior high school. Sampai saat ini namja itu tidak tau penyebab kedua orang tuanya bercerai. Yang ia tau hanyalah kedua orang tuanya bercerai dan appa Kyuhyun membawanya pergi dari eommanya. Kyuhyun sangat dekat dengan eommanya. Karena itu ia membenci appanya yang memisahkan Kyuhyun dengan eommanya.
“Kenapa Cho Ajhussi tidak mengatakan kebenarannya pada Kyuhyun?” tanya seorin.
Lagi-lagi appa Kyuhyun hanya tersenyum mendengar pertanyaan Seorin yang kesekian kalinya. “Ajhussi tidak ingin merusak hubungan antara anak dan ibu.”
“Tetapi ini merusak hubungan ayah dan anak.” Protes Seorin
“Hidup harus memilih, Seorin-ah. suatu saat nanti kau pasti akan dihadapkan pada suatu pilihan. Jika itu terjadi, kau harus memilih dengan hatimu. Bukan dengan otak, ne?”
Seorin menghela nafas berat. “Aku benar-benar tidak mengerti dengan orang dewasa.”
Appa kyuhyun terkekeh mendengar pernyataan seorin yang terbilang blak-blakan pada orang baru ia kenal.

***
Keesokan harinya seorin berinisiatif menghampiri Kyuhyun dikelasnya saat istirahat meski ia harus mendapatkan tatapan mengerikan dari yeoja-yeoja yang menyukai Kyuhyun.
“Hai..” sapa Seorin sambil melambaikan tangannya pada Kyuhyun. Namja itu mengernyit heran. Ia menempelkan punggung tangannya ke kening Seorin.
“Kau sakit?”
Seorin menepis tangan kyuhyun. “Ya! Tidak bisakah kita saling menyapa dengan cara yang normal seperti orang lain?” sindirnya.
Kyuhyun tersenyum miring. “Tidak bisa. Karena saat bersamaku, kau tidak perlu bersikap seperti orang lain. Cukup menjadi dirimu sendiri. Kurasa panggilan ‘setan mesum’ lebih baik dari apapun.”
Seorin mencibir. “Kau sudah makan?”
Kyuhyun menggeleng.
“Kajja kita makan. Aku sudah membawa bekal.” Seorin menarik tangan Kyuhyun keluar kelas, menghindari tatapan mengancam yeoja-yeoja dikelas Kyuhyun.

***
Kyuhyun dan Seorin menikmati bekal seorin di atas atap sekolah. Gadis itu menghentikan suapannya pada kyuhyun ketika namja itu menatapnya lama dengan pandangan penuh tanya.
“Waeyo? Apa makanannya tidak enak? Aku memang tidak pandai mema__”
“Ada apa denganmu hari ini? Ini bukan kau yang biasanya. Datang kekelas, menyapaku, mengajakku makan. Dan sekarang kau menyuapiku.” Kyuhyun memotong pembicaraan seorin.
Gadis itu meletakkan bekalnya dengan wajah tertunduk. “Apa terlihat begitu jelas?”
Kyuhyun hanya diam menatap seorin. Heran dengan kepolosan gadis di depannya.
Gadis itu mendongakkan wajahnya tiba-tiba. “Bisakah kau tidak membenci appamu?”
Wajah itu mengeras mendengar ucapan seorin.
Ia meletakkan sumpitnya “A_aku tidak bermaksud ikut campur. Hanya_ bisakah kau tidak membenci appamu? Dia orang tu_.”
“Apa yang dia berikan padamu sehingga kau berada di pihaknya? Uang? Barang mahal?”
“MWO? Apa aku begitu rendah dimatamu?” Seorin membenarkan letak kacamatanya dan menatap Kyuhyun bengis. “Dengar baik-baik baik. Meski baru beberapa waktu aku mengenalmu, aku sudah menganggapmu sebagai teman. Dan karena kau temanku, aku peduli. Aku tidak ingin kau menyesal. Asal kau tau, aku tidak memihak siapapun. Aku tidak menyuruhmu membenci eomma mu ataupun berpihak pada appamu. Berpisah bukanlah hal yang buruk jika kau meliihat alasan sebenarnya orang tuamu berpisah. Mereka bahkan masih memikirkan perasaanmu untuk mengatakan yang sebenarnya. Kau tidak memiliki hak membenci appa dan eommamu setelah mereka bercerai. Berfikirlah dewasa.”
“Tau apa kau tentang mer_”
“Bersyukurlah kedua orangmu masih ada di dunia ini.” Setelah mengucapkan itu, seorin pergi berlalu dari hadapan Kyuhyun.
***
Bel pulang sekolah berbunyi, Kyuhyun bergegas memasukkan bukunya kedalam tas. Ia merogoh kotak bekal di laci mejanya. Kotak bekal milik seorin yang ditinggalkannya. Setelah pikirannya sibuk berdebat, ia mengambil kotak bekal itu dan bergegas keluar kelas.

“Soo Byung-ssi..” Kyuhyun memanggil gadis yang berjalan sendirian di koridor.
Gadis itu menoleh “Oh, Kyuhyun-ssi. Waegeurae?”
“Seorin……”
“Oh, tadi dia pulang lebih awal.”
“Aniya. Geundae, aku ingin mengetahui semua hal yang kau ketahui tentang Seorin. Bisakah?”
Soo Byung sempat kaget, namun ia tersenyum simpul.

***
“Seorin-ah, ayo ke kantin.” Ajak Soo Byung saat bel istirahat berbunyi. Seorin hanya menggeleng pelan.
“Aku kenyang.”
“Hhhh, baiklah. Aku kekantin sendiri.” Soo Byung berlalu dari hadapan Seorin. Gadis itu membenarkan letak kacamatanya yang berkali-kali merosot dari hidung mungilnya.
Ia mengambil beberapa kertas didalam amplop berwarna coklat. Merasa kelasnya sepi, segera ia menekan tombol hijau di ponselnya.
“Yeoboseyo, agashi?” ujar suara diseberang
“Ajhussi, katakan pada appa. Aku akan berangkat setelah urusanku selesai di Seoul.”
Klik
Seorin langsung memutuskan sambungannya. Ia mendesah pelan.
“Seorin-ah… Tidak keluar?” Donghae menghampiri gadis itu.
“Malas, Oppa.”
“Tidak baik menyendiri di kelas. Kajja, kita makan.” Donghae menarik lengan seorin. Inilah kelebihan namja itu dimata seorin, selalu disampingnya ketika moodnya buruk.
Donghae merangkul bahu seorin sambil keluar kelas.

Kantin_
“Ya! Jangan pasang tampang jelek, arachi?” Donghae mencubit pipi Seorin.
Gadis itu menepis tangan donghae, ia meminum milkshakenya. Sedangkan Donghae kembali menyuapkan ramyeon ke mulutnya sendiri. “Eishh, tampangku sudah jelek dari dulu, Oppa.”
“Kat__”
“Whoaaaa, bukankah itu Kyuhyun Oppa?”
“Ne, ne. Pajyeo. Geundae, siapa gadis disebelahnya?”
“Omo, bukankah itu Seohyun? Model terkenal yang masih duduk di kelas 2 senior high school?”
“Majayo. Whooaaaa, mereka serasi. Namja yang tampan dan yeoja yang cantik.”
Ucapan Donghae terpotong gadis-gadis yang heboh menggosipkan Kyuhyun dan gadis bernama seohyun yang duduk di sudut kantin.
Baik Donghae maupun Seorin mau tak mau mengikuti pandangan gadis-gadis itu. Tepat di sudut, gadis yang diketahui bernama Seohyun itu menyuapkan sepotong sandwich ke mulut Kyuhyun, namun namja itu hanya mengambil sandwich dari tangan Seohyun dan memakannya sendiri.
“Aigooo, tumben sekali Kyuhyun menolak. Biasanya dia tidak akan sungkan bermesraan dengan Seohyun di depan umum.” Tanggap Donghae.
Seorin menoleh ke arah Donghae “Oppa mengenal gadis itu?”
Donghae mengangguk cepat. “Tentu. Aku, Kyuhyun dan Seohyun satu sekolah saat elementary school. Dan mereka berdua itu berteman sejak kecil. Dimana ada Kyuhyun, pasti disitu ada Seohyun. Tapi sekarang dia berbeda sekolah karena Seohyuningin fokus di bidangnya, yaitu musik.”
“Oh, begitu.” Seru Seorin datar. Entah kenapa selera makannya tiba-tiba hilang.
“Jjaa, makan lagi, Seorin-ah.”
“Aku sudah kenyang Oppa.” Elak gadis itu sembari mengelus perut ratanya. Donghae terkekeh pelan melihat tingkahnya.
“Arasseo, kajja kembali ke kelas kita.”
“Ralat, ke kelas masing-masing.”
“Ya… ya, terserahlah.” Donghae merangkullengan seorin.
“Donghae Oppa?” suara seorang gadis meghentikan langkah mereka. Keduanya berbalik, dan mendapati dua orang yang tadi mereka bicarakan. Seorin mengalihkan pandangan, menghindari tatapan Kyuhyun. Sedangkan Donghae hanya tersenyum ramah pada keduanya.
“Oh, Seohyun-ah… lama tidak bertemu, ternyata kau masih mengingatku.”
“Tentu saja aku ingat.” Seohyun tampak bersemangat.
“Kau kemari untuk bertemu Kyuhyun?”
“Salah satunya.”
“Ne?”
“Mulai besok aku resmi menjadi siswi disini. Dan menjadi teman sekelas Kyuhyun Oppa.” jawab Seohyun dengan mata yang berbinar-binar.Ia melirik Seorin yang berdiri disebelah donghae. “Yeojachingu?” goda Seohyun.
“Geureom.” Saut Donghae yang mendapat pelototan dari Seorin dan Kyuhyun. “Wae? Aku benarkan? Seorin perempuan(yeoja) dan dia teman(chingu)ku jadi bisa disebut yeojachingu kan?.” Canda Donghae.
“Aku kira selera Oppa sudah turun. Tapi… untunglah dia bukan yeojachingumu. Aku tau tipemu jauh dari dia.” Ucap Seohyun polos. Seorin menunduk.
“Seohyun!” seru Donghae dan Kyuhyun bersamaan.
Seohyun dan seorin menatap Kyuhyun dan Donghae bergantian. “Whoaaa, kalian kompak sekali.” Ucap Seohyun tanpa menggubris peingatan keduanya.
Baik Donghae maupun Kyuhyun mendengus pelan.

To be continue…