Tags

, , ,

Shocked kiss

Author : Ela Shin Rae byung
Cast:

– Min Seorin
– Cho Kyuhyun
– Lee donghae
– Choi Soo byung

NB : Ini ff bikinan Ela, khusus buat ultahnya changmin. tapi entah kenapa dia malah bikin castnya aku sama kyu ahahahha… apapun, thanks Ela sayang buat ffnya yang manis *kecup*

Don’t Coppas
And Happy reading.

Setelah masuknya Seohyun ke sekolah yang sama dengan Kyuhyun, gosip kedekatan mereka semakin gencar menjadi perbincangan siswa maupun siswi. Siswi-siswi yang dulunya senang menempel pada Kyuhyun, kini tidak ada lagi. Karena sejak itu, Seohyun selalu menempel padanya bak perangko.
“Haiiiissshh…” desis Soo Byung. Saat ini dia dan Seorin duduk di atas atap untuk menghabiskan waktu istirahat dengan memakan bekal yang mereka bawa dari rumah.
“Wae? Kenapa kau mendesis?”
“Aku heran denganmu dan Kyuhyun.”
“Wae?”
“Entahlah. Hubungan kalian itu membingungkan. Kalian cepat sekali akrab, cepat sekali bertengkar dan cepat sekali saling mengabaikan.”
Seorin hanya mengedikkan bahunya. “Nado mollayo.” Jawabnya cuek dan kembali memasukkan telur gulung kemulutnya.
“Dwasseo.” ucap Soo Byung putus asa. “Oh, menu makananmu sepertinya lezat.” Soo Byung menatap bekal seorin.
“Ini Ashley Eonni yang membuatkannya untukku.”
“Whooaaa, Ashley Eonni baik sekali padamu.”
“Dia memang orang baik. Dulu saat kami di Kanada, dia juga selalu membuatkanku bekal.”
“Geundae, aku heran. Bukankah katamu orang tua Ashley eonni tinggal di Seoul? Lalu kenapa dia tidak tinggal bersama orang tuanya? Juga kau bilang kalau Ashley eonni tidak bertemu keluarganya sejak beberapa tahun yang lalu?”
Seorin mengangguk pelan. “Sejak beberapa tahun yang lalu, ashley eonni tidak pernah menghubungi keluarganya lagi karena konflik keluarga. Selama 1 tahun ia mencukupi kebutuhannya sehari-hari dan kuliah dengan jerih payahnya sendiri. Dan tahun ke 2 ia meninggalkan rumah, ia menikah dengan Elias oppa. Saat itu aku senang sekaligus sedih. Senang karena ashley eonni menemukan pendamping hidupnya. Dan sedih karena tidak ada satupun dari keluarga eonni yang hadir. Jadi aku memaksa appa untuk menjadi wali dari ashley eonni. Untung saja keluarga Elias oppa mengerti keaadaannya.” Cerita seorin.
“Aigooo, kasian sekali Ashley eonni.” Gumam soo byung.
Seorin mengangguk. “Ahhh, kenyang sekali rasanya. Kajja kita ke kelas.”
“Hei, tunggu aku.” Jerit soo byung ketika seorin meninggalkannya.

***
“Taeyeon-ah, sebenarnya sudah lama aku ingin mengatakannya.” Suara namja di samping taman sekolah membuat seorin menghentikan langkah. Karena penasaran, ia semakin mendekati asal suara. Sesampainya di tempat yang aman, ia mengintip asal suara itu. Benar saja, disana sedang berdiri leeteuk, sunbaenya. Dan taeyeon, hoobaenya. Mereka berdiri berhadapan. Dengan wajah cemas, seorin mulai menguping pembicaraan mereka.
“Mengatakan apa, sunbae?” respon taeyeon pelan.
“Sa…saranghae, taeyeon-ah. Maukah kau menjadi kekasihku?” mata taeyeon yang sipit, terbuka lebar. Namun seorin tidak kaget mendengarnya, karena berita leeteuk yang menyukai taeyeon itu sudah menjadi rahasia umum.
“Mianhae, sunbae. Aku telah memiliki namjachingu.” Setelah itu, taeyeon meninggalkan leeteuk.
Leeteuk mendesah pelan. “Aissshhh,,,, sial.” Erangnya.
Dengan mantapnya seorin menghampiri leeteuk. “Mungkin Tuhan memiliki rencana lain untukmu, sunbae. Himnae!”
Leeteuk mundur selangkah, terlonjak kaget dengan keberadaan seorin yang menurutnya tiba-tiba itu. Ia mengelus dadanya. “Ya! Sejak kapan kau disini?” pekiknya.
Seorin tertawa tanpa dosa. “Sejak awal. Tenanglah, aku tidak akan mengatakannya pada siapapun. Sunbae, mungkin jodohmu lebih baik dari taeyeon itu.”
“Aishhh, Jangan menghiburku!” kesal leeteuk kemudian berjalan menjauhi seorin.
“Sunbae__” Teriak seorin. Namun leeteuk terus berjalan menunduk sambil merutuk kesal.
“Sudah ku katakan jangan menghi__”
Duaaaakkk
“Awwww”

***
_Ruang kesehatan_
Seorin menempelkan es ke kening leeteuk dengan mati-matian menahan tawa. Kesal dengan seorin, leeteuk merampas es itu dan mengompres sendiri keningnya.
“Berhenti tertawa. Kau ini sama sekali tidak menolongku, malah membuat moodku semakin buruk.
Masih dengan menahan tawa, seorin membela diri. “Tadi aku sudah mau menolong sunbae. Aku akan memperingati sunbae kalau di depan ada tiang listrik. Tapi sunbae memotong ucapanku.” Gadis itu mengambil es itu dari tangan leeteuk secara paksa dan membantu leeteuk mengompres.
“Kenapa kau tidak menarikku menjauh dari tiang?”
“Ya! Sunbae pikir jarak sunbae denganku tadi itu dekat?”
“Aissh, hari ini aku benar-benar sial.”
“Diamlah! jangan membuatku kesulitan mengompres sunbae.” Perintah seorin karena sedari tadi kepala leeteuk bergerak ke kanan dan kiri.
Dengan patuhnya leeteuk menuruti seorin.
“Pintar. Anak yang patuh.”
“Ya Inma! Sebenarnya disini yang tua itu siapa!” sewot leeteuk. Seorin terkekeh pelan.
“Oh, jadi sunbae mau mengakui kalau sunbae tua?”
Pletaak
“Ya! Appo!!” seru seorin. Kini giliran leeteuk yang tertawa senang. Melihat sunbaenya kini bisa tertawa, seorin ikut tersenyum senang.
“Leeteuk sunbae? Sedang apa disini?” suara gadis di pintu ruang kesehatan membuat keduanya berbalik.
Leeteuk tidak menjawab. Seorin menepuk pelan keningnya. “Kenapa harus bertemu mereka lagi?” desisnya pelan.
“Mwo?” tanya leeteuk pada seorin. Ia mengibaskan kedua tangannya pada leeeteuk.
“Aniya. Eobseo. Sunbae, aku harus kembali ke kelas.”
“Ya! Ya! Andwae! Kau tadi membuatku cedera, jadi kau harus selesaikan tugasmu mengompres kepalaku.”
“Eissshh,, Tadi kau menolak ku bantu. Kenapa sekarang malah menyuruhku? Tidak punya pendirian!” sela seorin. Namun tak berhenti mengompres kening leeteuk.
“Setidaknya aku tidak akan jadi obat nyamuk kalau kau disini.” Bisik leeteuk sambil melirik seohyun dan kyuhyun di ranjang sebelah.
“Ck, sudah kuduga akan begini jadinya.”dengus seorin sebal. Tak sengaja ia menekan kening leeteuk yang bengkak.
“Ya! Appo.” Teriak leeteuk
Seorin hanya meringis pelan.”Appo? Mianhae.”
“Sepertinya kalian dekat?” Seohyun melontar pertanyaan pada leeteuk dan seorin.
“Yah, cukup dekat sejak insiden yang menimpanya tadi.” saut seorin asal tanpa menoleh ke arah seohyun.
“Kau sendiri sedang apa disini bersama kyuhyun?” tanya leeteuk.
“Oh, Igo,,, Alergi kyuhyun oppa kambuh. Entah siapa yang menaruh bekal makanan di lokernya. Oppa tidak tau kalau bekal itu adalah nasi goreng sea food, jadi dia memakannya. akibatnya dia gatal-gatal seperti sekarang.”
Raut wajah seorin tiba-tiba menegang mendengar penjelasan seohyun.
“Oh ya, kemana uisa yang piket disini?” tanya seohyun.
“Kim uisa keluar sebentar.” Jawab leeteuk.
“Aishhh, eotteohke? Oppa, jangan di garuk. Nanti bisa luka.” Ucap seohyun ketika melihat kyuhyun menggaruk lehernya yang sudah memerah.
Reflek seorin berdiri meletakkan kompres di baskom.
“Mau kemana?” tanya leeteuk saat seorin melangkah. Gadis itu tidak menjawab, ia menuju laci di belakang meja uisa dan mencari sesuatu. Setelah mendapatkan yang ia cari, seorin menghampiri seohyun dan kyuhyun.
“Minum ini.” Seorin menyodorkan obat pada kyuhyun.
“Ige mwoya? Aku tau kau sedang marah padaku, geundae…. kau tidak berniat meracuniku kan? Kau tidak akan membunuhku secara perlahan kan?” tanya kyuhyun curiga.
“Dari pada meracunimu, lebih baik aku langsung mencekikmu kalau aku ingin membunuh setan mesum sepertimu.”
Seohyun dan leeteuk terkekeh mendengar jawaban seorin.
“Ini obat antihistamin. Kau bisa menyebutnya obat penawar alergi.”
“Tau dari mana kau?” kyuhyun nampak masih belum percaya.
“Yang jelas bukan kau!” seorin memalingkan wajahnya ke seohyun. “Oleskan bedak ini pada daerah yang gatal untuk mengurangi gatalnya.”
Seohyun menurut. Lalu membantu mengoleskan bedak pada kulit kyuhyun. Seorin kembali ke tempat leeteuk, mengompresnya.
Drrrttt, drrrrt,,
Ponsel seorin bergetar. Segera ia menekan tombol hijau di ponselnya.
“Yeoboseyo. Waeyo, ashley eonni?”
“………………”
Seorin berdiri “Mwoya? Kenapa mendadak begini? Chakkaman, aku segera kesana.”
“………………”
“Aku bisa membolos hari ini.”
“……………..”
“Anio. Gidarilkhae.”
Tuddd..tudd…
Seorin memutuskan sambungan.
“Waeyo? Apa ada sesuatu yang buruk?” tanya leeteuk melihat wajah seorin yang bingung.
“Bisa dikatakan seperti itu. Sunbae, aku boleh pergi sekarang, ne?” ucapnya dengan suara merajuk.
“Pergilah.”
“Gomawo, aku pergi.” Pamitnya dan langsung keluar dari ruangan itu.

***
Seorin memasuki gerbang sekolah tepat 15 menit sebelum bel masuk. Gadis itu kembali masuk sekolah setelah empat hari ia izin.
“Seorin-ah…” sapa soo byung yang juga baru datang. “Gwaenchana?” tanyanya cemas karena penampilan seorin yang terbilang acak-acakan. Rambut panjang yang biasanya di ikat rapi, kini di ikat asal. Kacamata tebal yang biasa ia gunakan, tidak bisa menyembunyikan mata merahnya yang bengkak.
Dengan senyum yang di paksa, seorin menjawab. “Gwaenchana.”
“Jeongmal?”
Seorin hanya mengangguk.
“Sudah sarapan?”
“Ne.” Jawab seorin berbohong.
“Kajja kita masuk.” Ajak soo byung.

_Bel istirahat_
Seorin melangkah terseok seok menuju atap sekolah. Awalnya ia akan ke atap sekolah bersama soo byung dan donghae, namun hari ini donghae ada latihan sepak bola dan soo byung di panggil kim songsaenim ke ruang guru. Jadilah ia menghabiskan waktu istirahat sendirian di sana. Seorin nampak kesakitan ketika perutnya terasa diremas. Maklum saja, ia belum makan sejak kemarin pagi. Kejadian empat hari yang lalu benar-benar membuat selera makannya menghilang. Saat sakit kepalanya tiba-tiba mendera, ia memutuskan untuk turun.
Baru beberapa tangga ia turuni, tubuhnya tiba-tiba oleng dan hal terakhir yang ia lihat ialah kyuhyun yang berlari kearahnya.

_Seorin POV_
_Ruang kesehatan_
Aku mengerjap pelan. Berusaha beradaptasi dengan sinar diruangan yang serba putih dan bau obat-obatan menyeruak masuk bersamaan dengan oksigen yang ku hirup. Tunggu, serba putih? Bau obat obatan? Mungkinkah….
Sontak aku langsung duduk. Aishhh, sial. Kepalaku jadi sakit karena gerakanku yang tiba-tiba. Ige mwoya? Kenapa aku di infus?
“Seorin-ah, kau sudah bangun?” soo byung yang baru memasuki ruangan langsung menghampiri ku.
“Naega wae?” tanyaku, masih memegang kepalaku yang sakit.
“Tadi kau pingsan saat akan turun dari tangga. Kyuhyun berusaha menangkapmu. Tapi kalian jatuh bersama. Kau tidak cedera, hanya pingsan karena perutmu belum terisi.” Jelas soo byung.
“Mana kyuhyun?” tanyaku penasaran dengan keberadaannya.
Soo byung bergerak tak nyaman. “Sebenarnya.,, dia juga dirawat disini. Luka di perutnya belum pulih benar. Ditambah tadi saat menolongmu perutnya menghantam pegangan tangga, cukup keras untul membuat lukanya mengeluarkan darah.”
“Mwoya? Antarkan aku ke kamarnya.” Perintahku pada soo byung.
“Tapi_”
“Palli!!!”
“Baiklah.” Ucap soo byung pasrah lalu mengantarku kekamar kyuhyun.

Sesampai diruangan kyuhyun, aku menyuruh soo byung meninggalkanku. Setelah soo byung pergi, perlahan aku membuka pintu. Kyuhyun menoleh ketika aku menutup pintu.
“Oh, kau datang?” ucapnya santai.
Aku mengambil kursi di samping ranjang kyuhyun, lalu duduk. Aku menatap perutnya yang tertutupi baju rumah sakit, kemudian beralih ke wajahnya yang sedikit pucat.
“Hei, yang setan mesum itu aku. Jadi jangan menatap mesum seperti itu padaku.” Kata kyuhyun yang ku tangkap seperti candaan.
“Cih, kau ini sakit. Bisa-bisanya kau bertingkah seperti orang sehat.”
Kyuhyun hanya tertawa ringan seperti biasa.
“Ehm, Nasi goreng sea food beberapa hari yang lalu____ itu aku yang membuatnya. Aku tidak tau kalau kau__”
“Aku tau!” potong kyuhyun. Aku mengerutkan kening. Tau apa maksudnya?
“Aku tau kau selalu menaruh bekal di lokerku.”
“Dari mana kau_”
“Memang apa yang tidak diketahui seorang cho kyuhyun?”
Aku mendengus sebal dengan sifat narsisnya yang muncul tiba-tiba itu.
“Mianhae. Aku tidak tau kalau kau alergi sea fo__.”
“Gwaenchana. Lain kali kalau kau membuat bekal untukku lagi, jangan sea food. Ne?”
“Aku tid__”
“Arasseo, arasseo. Kau tidak akan mengulanginya kan?”
“YA! BISAKAH KAU TIDAK MEMOTONG PERKATAANKU DAN MENDENGARKANNYA SAMPAI TUNTAS?? LAGIPULA SIAPA YANG AKAN MEMBUATKANMU BEKAL LAGI????” teriakku lantang agar kyuhyun tidak memotong ucapanku seenaknya.
Oh tidak, sepertinya aku terlalu keras sehingga membuatnya terdiam kaget dengan mulut yang masih belum menutup dan tangan kirinya memegang dadanya.
“Mianhae. Kau membuatku emosi. Jadi jangan salahkan aku jika menaikkan volumeku beberapa oktaf.” Ujarku melunak.
“Whoaa. Kau membuatku hampir kena serangan jantung.” Balasnya.
“Aishhh. Aku kesini hanya ingin meminta maaf karena membuat lukamu kembali terbuka seperti ini dan terima kasih karena kau telah menolongku.” Ucapku pelan, berusaha menekan ego untuk meminta maaf sekaligus berterima kasih pada setan mesum di depanku ini.
“Mworago? Aku tidak mendengar. Ucapkan lebih keras!” ledeknya.
Aku langsung berdiri dengan kesal. “Percuma saja aku kemari. Aku pergi!” kataku langsung berbalik menuju pintu.
“Ya! Ya! Kau harus bertanggung jawab. Hey, culun!” teriak kyuhyun di belakangku namun tak ku gubris teriakannya.

_
Setelah menutup pintu kamar kyuhyun dengan kasar, aku berpapasan dengan seohyun yang sepertinya menatapku_marah?
“Seohyun-ssi? Mau menjenguk kyuh__”
“Jauhi kyuhyun oppa!!” Tegasnya.
“Musun mariya?”
“Kau tau sudah berapa kali membuat kyuhyun oppa susah? Kyuhyun oppa hampir mati saat ia melindungimu dari penjahat yang ingin membunuhmu. Sekarang lukanya kembali terbuka karena ulahmu. Hubungannya dengan Cho ajhussi semakin memburuk setelah kau ikut campur urusan mereka. Dan tadi kudengar alerginya kambuh karena kau juga? Kau tau, kalau saat itu alerginya semakin parah, ia bisa sesak nafas. Dan jika terlambat di tangani, nyawanya di pertaruhkan. Apa kau tau itu??? ” seohyun berkata dengan ucapan yang menggebu-gebu.
“Jauhi kyuhyun oppa! Selama ini dia baik-baik saja sampai kau masuk ke kehidupannya dan mengacaukan semuanya. Kau ini bukan tipe kyuhyun oppa. Jadi jangan terlalu berharap kalau kyuhyun oppa itu melindungimu karena ia menyukaimu, dia hanya kasihan padamu, gadis jelek! Ingat itu!” ucap Seohyun dan langsung masuk ke kamar kyuhyun.
Benarkah aku selalu menyusahkan kyuhyun? Aishh, kenapa aku ingin menangis mendengar ucapan seohyun bahwa kyuhyun melindungiku hanya karena kasihan padaku? Apa aku seburuk itu sehingga semua orang mengasihaniku? Dulu donghae oppa dan sekarang kyuhyun juga?
Dengan menahan tangis, aku melangkah kembali ke kamar perawatan ku.

_
Semenjak kejadian di rumah sakit beberapa waktu lalu, seohyun benar-benar menjaga kyuhyun dari ku. Jika tanpa sengaja mereka berpapasan denganku, seohyun langsung menyeret kyuhyun melewati jalan lain. Seperti saat ini, seohyun langsung belok kiri saat ia dan kyuhyun berpapasan denganku.
“Ckck, dia kira aku akan langsung membuat kyuhyun celaka jika berpapasan langsung? Kyuhyun juga. Ada apa dengannya? Kenapa ia bisa jadi penurut seperti itu padanya?” ocehku asal. Soo byung yang berada di sebelahku cengengesan mendengarnya.
“Yang ku tahu, mereka bersama sejak kecil. Mungkin karena itu kyuhyun mau menuruti seohyun.”
Aku menghela nafas berat. “Mungkin seohyun benar. Aku selalu membuat kyuhyun susah.” Ujarku putus asa.
_
“Cih, perasaan? Tidakkah terlalu kejam kalau kau tidak mencintai seseorang, tapi kau memintanya menjadi kekasihmu hanya karena rasa kasihan? Tidakkah kau fikirkan perasaannya jika dia menerimamu dan suatu ketika kau mencintai gadis lain dan dia tau semua rahasiamu itu? ”

“Ajhussi, katakan pada appa. Aku akan berangkat setelah urusanku selesai di Seoul.”

“Kau tau sudah berapa kali membuat kyuhyun oppa susah? Kyuhyun oppa hampir mati saat ia melindungimu dari penjahat yang ingin membunuhmu. Sekarang lukanya kembali terbuka karena ulahmu. Hubungannya dengan Cho ajhussi semakin memburuk setelah kau ikut campur urusan mereka. Dan tadi kudengar alerginya kambuh karena kau juga? Kau tau kalau saat itu alerginya semakin parah, ia bisa sesak nafas. Dan jika terlambat di tangani, nyawanya di pertaruhkan. Apa kau tau itu??? ”
“Jauhi kyuhyun oppa! Selama ini dia baik-baik saja sampai kau masuk ke kehidupannya dan mengacaukan semuanya. Kau ini bukan tipe kyuhyun oppa. Jadi jangan terlalu berharap kalau kyuhyun oppa itu melindungimu karena ia menyukaimu, dia hanya kasihan padamu, gadis jelek! Ingat itu!”

Ucapan ucapan itu berkelebat secara berurutan dikepalaku. Sepertinya aku akan berangkat lebih awal kalau begini caranya.
Pandanganku gelap seketika saat kedua tangan yang tidak ku ketahui milik siapa itu menutup mataku. Kuraba kedua tangan itu.
“Donghae oppa!” tebakku.
“Whoaaaa,,, kau begitu mengenal tanganku ternyata.” Ucap donghae oppa percaya diri lalu duduk disebelahku.
“Aniya! Hanya saja, disekolah ini tidak ada tangannya yang bau ikan selain kau!” aku menjulurkan lidahku padanya, mengejeknya.
“Ya! Aku ini sunbaemu! Berani sekali kau_”
“Oppa!” potongku
“Wae?” tanya donghae ogah-ogahan.
“Kau menyukai soo byung kan?” wajah donghae oppa langsung memerah
“Ahahaha…. Baiklah. Aku tidak akan membocorkan rahasiamu, asal kau membantuku.”
“Hei, kau mengancamku?”
Aku mengangkat kedua bahuku.
“Arasseo. Apa yang harus kulakukan?” tanya donghae oppa menyerah. Keke, ternyata dia takut rahasianya sampai pada soo byung. Tidak sia-sia aku tadi menguping pembicaraan gadis-gadis yang bergosip di kelas. Segera aku membisikkan permintaanku padanya.
“Mwo? Aku mana betah berlama-lama dengannya? Shireo!”
“Ayolah oppa. Hanya setengah hari.”
Donghae mendecak sebal namun mengiyakan permintaanku dengan setengah hati.

 

To be continue

Part ini nggak sempet ngedit, maaf kalo berantakan hahahha…