Tags

, , ,

Shocked kiss

Author : Ela Shin Rae byung
Cast:

– Min Seorin
– Cho Kyuhyun
– Lee donghae
– Choi Soo byung

NB : Ini ff bikinan Ela, khusus buat ultahnya changmin. tapi entah kenapa dia malah bikin castnya aku sama kyu ahahahha… apapun, thanks Ela sayang buat ffnya yang manis *kecup*

Don’t Coppas
And Happy reading.

_Author POV_
Ting tong
“Chakkaman.” Saut kyuhyun dari ruang tamu. Ia bergegas membuka pintu apartemennya.
“Kau?” tanya kyuhyun heran melihat tamunya, seorin.
Gadis itu menarik kyuhyun keluar.
“Ya! Pintuku belum ditutup. Kau mau menculikku kemana?” tanya kyuhyun khawatir.
“Apa seorang penculik akan menjawab pertanyaan seperti itu dari korbannya?” tandas seorin membuat kyuhyun mendecak sebal.

_Lotte world_
Setelah mencoba hampir semua permainan di lotte world, seorin mengajak atau lebih tepatnya menyeret kyuhyun ke restoran untuk makan.
“Kenapa sayurnya tidak kau makan?” tanya seorin heran.
“Tidak suka.” Saut kyuhyun sekenanya.
“Ck, pantas saja wajahmu dipenuhi jerawat.”
“Diam kau! Menculikku seenaknya, bukan berarti aku rela kau ejek.” Sungut kyuhyun sebal membuat seorin tertawa senang.
Dengan tiba-tiba kyuhyun melepaskan kacamata tebal yang selama ini gadis itu pakai. “Ya! Apa yang kau lakukan? Aku tidak bisa melihat!” protes seorin.
Kyuhyun tersenyum miring. “Kau kira aku tidak tau kalau kau matamu itu tidak minus?” seorin tersenyum kecut. “Untuk hari ini, kau tidak perlu memakainya. Ara?” ucap kyuhyun seenaknya. Dengan berat hati, gadis itu menuruti kyuhyun.
“Ah, kenyang sekali.” Seorin mengelus perutnya. “Kajja kita pergi.” Lagi-lagi seorin menyeret kyuhyun.
“Hei, aku belum selesai makan.”
“Apa penculik peduli dengan korbannya?” sindir seorin.
Saat melewati tempat penyewaan sepeda angin, seorin berhenti. “Kau bisa naik sepeda?” tanyanya pada kyuhyun yang dijawab dengan anggukan.
“Bagus.” Seorin mengambil kartu dari sakunya dan berkutat dengan mesin penyewa sepeda.
“Jja. Kau yang menyetir. Awas kalau sampai jatuh.” Ancam seorin sambil memberikan sepeda angin berwarna biru pada kyuhyun.
‘Ckck, aku tidak takut dengan ancamanmu.” Balas kyuhyun sambil menaiki sepedanya dan seorin duduk di belakang.
“Ya! Ya! Setan mesum, jangan mengebut!” seorin nampat ketakutan karena kyuhyun mengendarai sepeda itu dengan cepat. Namja itu tersenyum senang saat seorin ketakutan dan tanpa sengaja memeluk erat pinggang seorin.
“Chakkaman!” perintah seorin saat mereka sampai di kedai ice cream.
“Ajhumma, aku pesan ice cream chocovanila.” Seorin menengok ke belakang sebentar?
“Kau pesan apa?” tanyanya pada kyuhyun.
“Apa penculik peduli dengan korbannya?” kyuhyun membalik ucapan seorin.
“Oh, ya. Aku lupa!” ucap seorin asal. “Kalau begitu ice cream chocovanilanya dua.”
Beberapa menit kemudian pesanan seorin datang. Ia menyerahkan beberapa lembar won dan kembali ke tempat kyuhyun di bawah pohon depan taman kota. Disodorkannya satu ice cream pada kyuhyun.
Keduanya menikmati ice cream mereka masing masing sambil melihat sekitar taman.
“Hey, perutmu sudah sembuh?”
“Ckck, kau baru menanyakan itu setelah menyuruhku memboncengmu yang berat itu?” sindir kyuhyun.
“Kurasa sembuh.” Seorin menyimpulkan setelah mengingat betapa lincahnya kyuhyun tadi saat memboncengnya. Gadis itu melirik kyuhyun yang kelihatannya kesal dengan ucapan seorin. Dengan jahilnya, seorin mendorong ice cream yang kyuhyun makan sehingga ice cream itu mengenai hidung dan sedikit di pipinya.
“Ahahaha. Kau seperti anak kecil yang tidak tau makan ice cream.” Ceplos seorin sambil tergelak.
Kyuhyun menahan geramannya. Tak tinggal diam, saat gadis itu lengah, kyuhyun mendorong tangan seorin yang memegang ice cream itu ke wajahnya.
“Satu sama.” Ucap kyuhyun girang melihat seorin yang belepotan ice cream.
Keduanya tertawa lepas bersama.

_
Seorin dan kyuhyun membersihkan wajahnya dari ice cream di wastafel taman. Setelah selesai, kyuhyun mengambil tissue dari sakunya lalu mengeringkan wajahnya dengan tissue. Setelah selesai, kyuhyun menarik kepala seorin menghadapnya.
“Wae?” tanya seorin ketus karena kepalanya di gerakkan tiba-tiba oleh kyuhyun. Tanpa menjawab, kyuhyun mengeringkan wajah seorin dalam diam.
Poni gadis itu selalu di jepit kebelakang sehingga memudahkan kyuhyun mengeringkan wajah seorin. Sejenak kyuhyun terdiam.
“Wae?” tanya seorin lagi saat tidak ada gerakan dari tangan kyuhyun.
Setelah sadar, kyuhyun melepas jepit rambut seorin. menutupi kening seorin dengan poninya lagi.
“ Mulai sekarang, jangan memperlihatkan keningmu seperti tadi.” Perintah kyuhyun
“Wae?” protes seorin
‘Karena kau memiliki kening yang indah dan aku tidak suka namja lain melihat itu.’ Ingin rasanya kyuhyun menjawab seperti itu. namun apa yang ia pikirkan, tidak sama dengan yang ia lontarkan.
“Karena kau jelek.” Tandasnya.
_
Malam semakin larut, kini seorin dan kyuhyun sedang menikmati pemandangan yang disuguhkan pinggiran sungai han.
“Apa hari ini kau senang?” tanya seorin tanpa menatap kyuhyun. Gadis itu memandang lurus air sungai han yang memantulkan cahaya lampu malam itu.
“Menurutmu?” kyuhyun balik bertanya. Namja itu juga menatap lurus hamparan sungai han di depannya.
Seorin tersenyum, ia menatap kyuhyun lekat-lekat. “Gomawo atas semua kebaikanmu selama ini.” Ucapnya lembut dan tulus.
Merasa dilihat terus menerus, kyuhyun menoleh ke arah seorin. “Kerasukan setan mana kau?”
Kyuhyun akan memalingkan wajahnya saat seorin menahan kedua pipinya agar namja itu menatapnya. Gadis itu mengamati wajah di depannya dengan teliti.
“Kenapa menatapku? Aku tau aku tampan.” Ucap kyuhyun penuh percaya diri sambil membalas tatapan seorin.
Seorin tersenyum lembut, masih meneliti wajah kyuhyun. Ia tau sebuah perasaan muncul ketika ia bersama kyuhyun. Entah perasaan yang tanpa ia sadari sudah ia rasakan sejak awal pertemuannya dengan kyuhyun. Dia sangat ingin selalu berada disamping kyuhyun. Namun jika keberadaannya bisa membuat namja itu susah, ia akan merelakan keinginannya itu.
‘Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu pada api yang menjadikannya abu. Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.’ Ucapnya seorin dalam hati.
“Aku ingin mengingatmu dengan mataku. Jadi aku bisa memikirkanmu ketika aku menutup mataku.” Saut seorin pelan, sedikit terdengar lirih.
“Apa terjadi sesuatu?” kyuhyun terlihat heran.
“Apa?” tanya seorin cuek kemudian melepaskan tangannya dari pipi kyuhyun.
“Kau ini aneh.” Pikir kyuhyun
“Kajja pulang.” Seorin lagi-lagi menarik kyuhyun seenaknya.

_
Sesampai di persimpangan jalan dekat apartemen kyuhyun, seorin menghentikan langkahnya.
“Kita berpisah disini.” Putus seorin karena apartemen kyuhyun melewati jalan sebelah kanan sedangkan seorin jalan lurus.
Gadis itu melepaskan tangan kyuhyun yang sedari tadi ia genggam kemudian menatap kyuhyun lagi. Hari ini gadis itu terlalu banyak menatap wajah kyuhyun, membuatnya ingin selalu menatap wajah favoritnya itu.
“Terima kasih karena kau bersedia ku culik seharian ini.” Canda seorin sambil tertawa. Mau tak mau kyuhyun ikut tertawa melihatnya.
“Yah,, dengan setengah hati aku bersedia.”
“Sampai jumpa.” Seorin melambaikan tangannya ketika kyuhyun berjalan menjauh.
“Kyuhyun-ah…” teriak seorin.
Kyuhyun berhenti. Ini pertama kalinya gadis itu menyebut namanya sejak awal mereka bertemu. Ia berbalik menghadap seorin yang berada dua meter dari tempatnya berdiri.
“Kau senang aku tidak memanggilmu setan mesum lagi?”
Kyuhyun tersenyum mengangguk. “Tapi aku lebih suka kau memanggilku setan mesum. Karena dengan begitu, aku tau kalau yang memanggilku itu kau. Itu yang membuatmu berbeda dari yang lain.”
Seorin berlari menuju kyuhyun. Begitu sampai di depannya, seorin menangkupkan kedua pipi kyuhyun di tangannya. Dengan gerakan cepat seorin menjinjit dan mencium kilat bibir kyuhyun. Hanya menempel. Namun sepertinya kyuhyun tidak membiarkan seorin dengan mudah melepaskan ciumannya. Ia menahan pinggang seorin lalu balas melumat ciuman seorin pelan. Menyesap bibir atas dan bawah seorin bergantian. Saling membelitkan lidah untuk bertukar saliva. Setelah cukup lama mereka saling membalas, seorin melepaskan tautan bibir mereka dengan nafas terengah-engah.
“Kau benar-benar setan mesum.” Gurau seorin
Kyuhyun terkekeh pelan. “Kau yang memancingnya, nona!” balasnya. “Kau semakin mahir, eo?” ledek kyuhyun.
“Awal kita bertemu di mulai dari ciuman. Haruskah akhir dari pertemuan kita dengan ciuman juga?” tanya seorin lebih kepada dirinya sendiri.
“Musun mariya?” tanya kyuhyun curiga.
“Aniya. Eobseo!” saut seorin. “Sampai jumpa, setan mesum.” Ucapnya kemudian pergi menjauh dari tempat kyuhyun.
“Kenapa hari ini ia aneh sekali?” gumam kyuhyun.

Drrrt, drrrrt…
kyuhyun merogoh sakunya lalu mengambil ponselnya yang tadi bergetar,
From : +8210XXXXXXXX
Datanglah ke Restoran China dekat apartemenmu dan kau akan mengetahui alasan orang tuamu bercerai.

Kyuhyun menimang-nimang untuk datang ke tempat itu atau ia langsung menuju apartemennya. Namun sepertinya rasa penasaran menyelimuti hatinya. Ia langsung berbelok ke kiri, menuju tempat yang dimaksud oleh pengirim pesan yang tidak ia kenal.
Kyuhyun mematung di depan restoran china yang berlapis kaca itu. Ia melihat dengan jelas eommanya yang sangat ia sayang itu sedang makan bersama dengan pria paruh baya yang tidak ia kenal. Sesekali mereka bercanda dan saling menyuapi satu sama lain. Eommanya terkejut ketika melihat seorang namja berdiri di depan restoran. Meski hari sudah malam, lampu dari restoran dapat membuat wanita paruh baya itu melihat dengan jelas namja yang berdiri di depan restoran itu Cho kyuhyun, anak bungsunya yang tengah menatap ke arahnya.
Segera ia keluar restoran menghampiri kyuhyun tanpa menghiraukan panggilan dari pria yang bersamanya.
“Kyuhyun-ah?” suara eomma kyuhyun terdengar parau. Bagaimana tidak? Selama ini anak bungsunya itu tidak mengetahui bahwa eommanya itu memiliki kekasih. Yang kyuhyun tau, appa kyuhyun lah yang meninggalkan eommanya demi wanita lain.
Tangan kyuhyun terkepal erat menahan amarah. Keningnya berkeringat. Matanya memerah.
“Siapa dia?” geram kyuhyun sambil menatap pria disamping eommanya.
“Di..dia..”
“Aku kekasihnya.” Potong pria itu sebelum eommanya menyelesaikan ucapannya.
Air matanya yang sedari tadi ia tahan, menetes tanpa ia sadari. Ia marah sekaligus sedih disaat yang bersamaan. Ia marah pada dirinya sendiri yang tidak mau mendengarkan alasan appanya. Ia sedih karena selama ini ia membenci appanya yang bahkan lebih menderita karena perceraian ini.
Kyuhyun berbalik dan pergi dari tempat itu. ia tidak mendengarkan eommanya yang memanggilnya dengan lirih. Saat ini perasaannya sedang kalut. Ia berjalan tanpa tujuan. Berkali-kali ia menghubungi seorin, namun tidak ada jawaban.
“YA! Neo eodiga!!!! Kenapa disaat aku membutuhkanmu kau malah tidak ada!” teriak kyuhyun frustasi.

_Seorin room_
To: Fishy oppa
Oppa, gomawo atas bantuanmu. Mianhae merepotkanmu.
PS: Jangan berlama-lama memendam perasaan pada soo byung. Aku yakin dia juga memiliki perasaan yang sama denganmu.^^
Seorin meletakkan ponselnya setelah mengirim pesan singkat pada donghae. Beberapa menit kemudian ponselnya berbunyi, pertanda sms masuk.
From: Fishy oppa
Bukan hanya merepotkan, tapi kau juga hampir membuatku mati karena seohyun. Kau tau? Tadi dia hampir saja membuatku kecelakaan karena ia membanting stir mobilku dijalan. Untung saja ia tidak tau keberadaan kalian.
PS: Ehm, akan kupikirkan saranmu.

Seorin tersenyum membacanya. “Nona seorin, apa anda sudah selesai?” tanya seorang pelayan seorin di depan pintu.

Drrrt.. drrrt..
Ponselnya bergetar. Kyuhyun menelfonnya. Ia letakkan ponselnya di atas kasur tanpa repot mengangkat panggilan dari kyuhyun.
“Hidup harus memilih, seorin-ah. suatu saat nanti kau pasti akan dihadapkan pada suatu pilihan. Jika itu terjadi, kau harus memilih dengan hatimu. Bukan dengan otak, ne?”
Ia teringat ucapan appa kyuhyun. ‘Ini pilihanku kyuhyun-ah. kuharap kau mau mengerti.’ Ucapnya dalam hati.
“Ne. Tolong bantu bawakan koper ini.” Ujarnya kemudian meraih mantel coklat di ranjang dan berjalan menyusul pelayannya.

***
***
_6 tahun kemudian_
“Sajangnim, ini laporan dari perusahaan cabang distrik nowon.” Ucap seorang karyawan sambil menyerahkan map merah pada atasannya di meja yang ada papan kecil bertuliskan ‘Cho Kyuhyun’.
Namja yang duduk di balik meja itu mengambil map merahnya dan membolak balik kertas di dalamnya.
“Kenapa jadi menurun?”
“Dari yang mereka laporkan, ini disebabkan oleh human error. Bukan dari mesin sendiri.”
“Besok akan aku tinjau langsung kesana.” Putus kyuhyun.
“Baik, sajangnim.” Ucap karyawannya itu sopan.
“Oh, ayolah hyung, aku benci panggilan itu. Membuatku terlihat semakin tua, padahal kau yang tua.” Protes kyuhyun.
“Oke, oke, kyuhyun-ah. Tidak perlu menyinggung usiaku juga kan?” saut leeteuk. “Oh ya, apa kau mendapat undangan dari eunhyuk? Lima hari lagi ia akan menikah.”
Kyuhyun mengacungkan sebuah undangan pada leeteuk. “Tadi pagi ada di meja.”
“Acaranya jam 9 pagi. Kau akan datang?”
“Mungkin.”
“Hahhh, kenapa hanya kita yang belum berumah tangga.” Gumam leeteuk, lebih kepada dirinya sendiri.
Kyuhyun tak menjawab. Ia malah sibuk mencoretkan tanda tangan pada kertas di depannya. Leeteuk melirik kyuhyun sebentar. “Percuma saja bicara pernikahan dengannya. Sepertinya dia tidak tertarik dengan gadis saat ini. Di kepalanya hanya ada kertas yang bertuliskan tentang saham yang membosankan.” Gumamnya pelan kemudian beranjak pergi.
Setelah leeteuk menutup pintu, kyuhyun menghentikan gerakannya. Ia mendengar jelas ucapan leeteuk. Bukannya ia tidak tertarik pada gadis. Hanya saja, gadis yang menarik hatinya telah pergi meninggalkannya tanpa berpamitan padanya dan hingga kini ia tidak pernah mendapat kabar darinya.
Semenjak kepergiannya enam tahun yang lalu, kyuhyun berubah drastis. Kyuhyun yang biasanya ramah pada semua gadis, suka membuat onar dan jahil itu kini menjadiseorang Cho Kyuhyun yang bersikap dingin pada semua gadis, sibuk dengan pekerjaannya hingga malas untuk menjahili teman-temannya lagi.

***

Keesokan hari, kyuhyun langsung berangkat ke Nowon bersama leeteuk menuju pabrik otomotif cabang Nowon. Sesampai disana kyuhyun mengecek keseluruhan pabrik yang terbilang besar itu didampingi leeteuk dan lee yul, pimpinan pabrik.
“Sepertinya pengecekan ini membutuhkan waktu beberapa hari.” Gumam kyuhyun. Tangannya masih mengecek beberapa mesin.
“Kau yakin akan mengeceknya sendiri, kyuhyun-ah?” tanya leeteuk hati-hati.
Kyuhyun mengangguk sambil mengecek mesin selanjutnya. “Aku juga akan melihat langsung bagaimana pegawai disini menggunakan mesin-mesin ini jika dicurigakan terjadi human error.”
“Tetapi sajangnim, pegawai disini tidak sedikit. 500 pegawai.” Ucap lee yul.
Kyuhyun berdiri dan membersihkan kedua tangannya dengan lap yang disodorkan lee yul. “Gwaenchana. Tidak masalah bagiku. Leeteuk hyung, selama seminggu kedepan kuserahkan urusan perusahaan di seoul padamu. ”
“Dan aku tidak menerima penolakan.” Tandas kyuhyun saat leeteuk akan membuka mulutnya.

_At Elley Cafe
Kyuhyun menyeruput kopinya pelan saat leeteuk memakan ice cream chocovanila dengan rakusnya.
“Ckck, Umur tua tapi kelakuan seperti anak kecil, hyung.” Decak kyuhyun. Ia melirik sekitar cafe yang terbilang sudah sepi karena jam makan siang sudah habis. Cafe ini terletak 100 meter dari pabrik kyuhyun. Karena itu mereka memutuskan makan siang disini.
“Ajhussi, bibirmu belepotan.” Ucap seorang anak kecil yang duduk sendirian tak jauh dari tempat leeteuk dan kyuhyun. Di mejanya terdapat ice cream yang sama seperti leeteuk.
Leeteuk berhenti menikmati ice creamnya lalu menatap anak kecil itu. “Hei, adik kecil. Panggil aku hyung, ne? Aku tidak setua yang kau kira.” Bujuk leeteuk sambil membersihkan mulutnya.
“Shireo. Kalau dia, aku mau memanggilnya hyung. Dia lebih tampan dari kau.” Ucap anak kecil itu polos sambil menunjuk kyuhyun.
Kyuhyun tergelak mendengar ucapan anak itu sedangkan wajah leeteuk berubah keruh.
Kyuhyun menghampiri anak itu dan berjongkok di depannya. “Adik manis, kau sendirian disini? Orang tuamu mana?”
“ Aku sedang menunggu Mom menjemputku. Apa hyung orang baru disini? Sepertinya ini pertama kalinya aku melihat hyung disini.”
“Aigo,, kyeopta. Kau lucu sekali.” Kyuhyun mencubit pelan kedua pipinya. “Benar. Hyung orang baru disini. Selama seminggu kedepan hyung akan bekerja di pabrik sana.” Kyuhyun menunjuk pabriknya.
“Whoaaa, di pabrik besar itu. Daebak!” anak kecil itu mengacungkan kedua jempolnya.
“Kenapa kau menunggu Mom mu disini?”
“Karena cafe ini milik mom. Dan aku selalu menunggu mom selesai bekerja disini.”
“Lalu dimana sekarang mom mu?”
“Sedang bekerja di ruangannya.” Anak itu menunjuk sebuah pintu yang berada di samping mini bar cafe.
“Hei, kyuhyun-ah. kita harus kembali ke pabrik.” Leeteuk yang berada di belakangnya mengingatkan.
“Hyung pergi dulu ne? Geundae siapa namamu adik manis?”
“Yoogeun, Choi yogeun.”
“Baiklah. Sampai jumpa lagi, yogeun-ah.”
Kyuhyun melambaikan tangannya dan berlalu.

Pabrik_
“Sajangnim, sudah malam. Apa tidak sebaiknya dilanjutkan besok? Saya takut sajangnim kelelahan.” Ucap lee yul. Saat ini kyuhyun dan lee yul masih berada dipabrik. Leeteuk sudah kembali ke Seoul tadi sore. Dan pegawai lainnya pulang semua.
“Kau pulanglah. Pekerjaanku tinggal sedikit. Aku bisa mengatasinya sendiri.”
“Tapi sajangn__”
“Kau memliki keluarga. Lekaslah pulang. Istri dan anakmu pasti sudah menunggu.”
“Baiklah sajangnim. Saya permisi.”
Kyuhyun mengangguk. Kemudian melanjutkan pekerjaannya.
***
Next day_
Beberapa kali kyuhyun menguap saat perjalanan menuju pabrik. Semalam ia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Mungkin karena ia tidur di rumah dinas perusahaan seorang diri. Merasa kantuknya semakin menyerang, ia putuskan untuk minum kopi di cafe kemarin. Cafe itu menyediakan meja di luar dan dalam. Kyuhyun memilih duduk di meja luar sambil melihat hiruk pikuk jalanan kecil di depan cafe.
“Oppa… Ternyata kau disini. Aku mencarimu dari tadi di pabrik.” Sapa seohyun yang muncul tiba-tiba dan langsung mengambil duduk disampingnya. Kyuhyun tidak heran jika gadis itu selalu muncul tiba-tiba di depannya. Bagi kyuhyun, seohyun hampir seperti seorang penguntit. Namun ia tak mempermasalahkannya.
Bibirnya tersenyum ketika melihat yogeun keluar dari mobil hyundai putih. Namun senyumnya tidak bertahan lama ketika seorang gadis muncul dari kursi depan. Gadis itu melambaikan tangannya ke arah namja yang berada di depan kemudi. Kyuhyun menyipitkan matanya untuk mengetahui rupa dari pengemudi itu. matanya terbelalak ketika mengetahui pengemudi itu.
“Oppa, apa yang kau lihat?” seohyun mengikuti arah pandangan kyuhyun.
“Donghae hyung?” desisnya tak percaya ketika mobil hyundai putih itu lewat di depannya.
“Oh, hyung. Kau kembali lagi?” sapa yoogeun sambil berlari menarik gadis itu ke arah kyuhyun.
Setelah sampai di tempat, gadis itu berdiri kaku. Tangannya bergetar tak terkendali tatkala kyuhyun berdiri menatapnya bengis dan tajam.
“Mom, dia hyung tampan yang aku ceritakan kemarin. Dan hyung, ini mom ku.” Yoogeun memperkenalkan. “Oh ya hyung. Aku lupa menanyakan nama hyung kemarin.”
“Kyuhyun, Cho kyuhyun.” Jawab kyuhyun namun pandangannya tak lepas pada gadis di depannya yang menunduk.

To be continue

Part ini nggak sempet ngedit, maaf kalo berantakan hahahha…