Tags

,

06-rain-window

Bila kau mendengar kata hujan, apa yang paling kau senangi?

Tetesan airnya…?

Suaranya…?

Aromanya…?

Dinginnya…?

Atau, suasananya…?

Seperti hujan saat ini…

Aku menyukai segala yang ada padanya. Tetesan airnya yang seolah dapat menghapus perasaan takut. Suaranya yang terdengar lembut, menenangkan. Aromanya yang sejuk, dapat mempermudah untuk bernafas. Dinginnya yang menggigit, membekukan luka. Dan suasananya yang memberikan damai.

Hujan mengingatkanku pada pertemuan pertamaku dengannya… Juga mengingatkanku pada kencan pertama kami. Mengingatkanku pada saat ia memintaku untuk menjadi kekasihnya, dan mengingatkanku akan pertunangan kami.

Cho Kyuhyun, hujanku yang sebenarnya… Saat dia datang, hujan akan selalu turun. Saat aku merindukannya, saat aku memikirkannya, juga saat ia pergi…

Seperti saat ini. suara hujan yang terdengar ditelingaku seolah membisikkan ribuan kata-kata darinya. Aku tersenyum menatap setangkai bunga lili dalam genggamanku. Kuhampiri kaca jendela yang sudah mengembun, kuusap dengan telapak tanganku. Dan aku melihatnya ada di sana. Di dalam hujan, sedang tersenyum padaku…

Aku membalas senyumnya, mengabaikan selembar kartu yang terselip di antara karangan bunga yang ada di meja beberapa hari yang lalu.

Rest In Peace
Cho Kyuhyun
September, 15th