Tags

,

erfer (2)

“Setiap laki-laki pasti bersikap baik dan lembut kepada orang yang disukainya. Tentu saja mereka harus melakukan hal itu jika tidak ingin ditolak oleh si gadis,”

————————-


“Aiiish… Kyuhyun ah, berhenti mengacaukan tempat tidurku!!”

Kim Yoon Hye, gadis itu menggerutu sambil menarik selimutnya yang sudah tidak berbentuk. Matanya menatap kesal pada seorang namja yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya sambil memainkan PSP. Sudah sejam yang lalu namja itu berada di sana. Matanya fokus pada game yang sedang dimainkannya. Tapi begitu ia kalah, mulutnya akan mengerang kesal bersama dengan tubuhnya yang berguling-guling tidak jelas. Mengacaukan tempat tidur berseprei baby blue yang tadinya rapi itu.

“Yaa, yaa, yaaaa… Aiiiishh…”

“YAA Cho Kyuhyun!!” teriak gadis itu kesal saat kyuhyun melempar bantal cookisnya ke sembarang arah.

“Aku lapaar~”

Gadis itu hanya bisa menatap tidak percaya pada makhluk di depannya itu. “YAA, turun dari tempat tidurku atau kubuang PSP sialan itu!” ancamnya.

Kyuhyun tertawa mendengarnya sambil beranjak dari tempat tidur yang tampak berantakan, “Ajhuma eodiga? Apa dia memasak daging hari ini?” tanyanya sambil berlalu.

“Neo jeongmal_” bahkan Yoon Hye tidak bisa berkata apa-apa lagi untuk memaki namja itu. Ia hanya bisa menggerutu sambil membereskan kembali tempat tidurnya yang baru saja dikacaukan namja iblis tetangganya itu.

Sudah empat tahun mereka tinggal bertetangga. Sebelumnya Yoon Hye tinggal di sebuah apartement sederhana bersama keluarganya. Tempat gedung apartement dan rumahnya yang sekarang tidak begitu jauh. Tapi Yoon Hye tidak pernah melihat Kyuhyun sebelumnya. Mereka berbeda sekolah saat junior Highschool. Saat ini mereka sama-sama ada di tingkat dua Seoul Senior Highschool.

Awalnya gadis itu sempat terkejut karena Kyuhyun begitu populer bahkan saat mereka masih menjadi siswa baru. Kyuhyun memang tidak akrab dengan siapapun, tapi dia juga tidak bersikap angkuh pada yang lainnya. Terkadang gadis itu ingin tertawa keras-keras melihat teman-temannya yang menggilai Kyuhyun. Mereka hanya belum tau betapa menyebalkannya seorang Cho Kyuhyun. Meskipun mereka baru mengenal selama empat tahun, Yoon Hye seolah mengenal namja itu sejak dia lahir.

Tidak ada yang tidak diketahuinya tentang namja itu. Bagaimana sifat-sifatnya, kebiasaannya, apa saja hal yang disukai atau tidak disukainya, Yoon Hye tau semuanya. Apalagi Cho Ajhuma senang sekali bercerita mengenai putra satu-satunya itu. Semua ia beberkan tanpa ada yang ditutupi. Dari masa kecil Kyuhyun, termasuk foto-fotonya sampai semua keburukannya. Benar-benar eomma yang baik.

****

“Anyeong haseo, cheonun Song Qian imnida. Kalian bisa memanggilku Victoria. Aku murid transfer dari China. Bahasa koreaku masih belum bagus, jadi mohon bantuannya. Bangapsumnida…”

“Woaa… Yeoppuda…”

Yoon Hye mengangguk setuju dengan komentar teman-temannya. Gadis itu memang cantik.  Meskipun bahasa Koreanya sedikit aneh dan banyak kesalahan tapi dia terlihat cute. Sepertinya dia juga gadis yang ramah dan bisa berteman dengan siapapun. Mendengar tentang china, Yoon Hye teringat manusia iblis yang menempati kelas di sebelah kelasnya. Kyuhyun sangat pintar dalam pelajaran mandarin. Sementara ia benar-benar buruk. Namja itu bahkan pernah menginap di rumahnya dan mengajarinya bahasa mandarin semalaman sebelum ujian kenaikan kelas dilaksanakan.

.

.

“Yaa, Kim Yoon Hye! Kau sudah mendengar berita ini?”

Gadis itu mengerutkan kening menatap teman sekelasnya itu, menghentikan kegiatan membaca novelnya. Lee Sin-Ae, gadis yang rambutnya dikepang dua itu memberikan ekspresi agar Yoon Hye penasaran kepadanya.

“Ada apa?” Tanya Yoon Hye bingung.

“Aku baru saja melihat Cho Kyuhyun makan dengan Victoria di kantin. Mereka terlihat sangat akrab. Aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, mereka memakai bahasa china,” gerutu gadis itu sebal.

Kim Yoon Hye terdiam. Ia sedikit terkejut mendengarnya. Selama ini Kyuhyun tidak pernah makan dengan gadis lain selain dirinya atau dengan teman-teman laki-lakinya.

“Yaa, apa menurutmu Kyuhyun menyukainya? Victoria sangat cantik… Apa tipenya itu gadis China?” Sin-Ae memainkan rambutnya sambil menerka-nerka.

“Kenapa kau bertanya kepadaku?”

“Bukankah kau tetangganya? Seharusnya kau mencari tau tentangnya!”

Yoon hye mendengus pelan. “Kenapa aku harus melakukannya? Itu bukan urusanku!”

“Aiiish… Kau ini! Dia kan sangat tampan, pasti beruntung sekali bisa menjadi kekasihnya…”

Tawa Yoon Hye langsung meledak. Gadis itu menggelengkan kepala tidak percaya. Tunggu hingga kau melihat sifat iblisnya. Ia memang tidak pernah membicarakan tentang Kyuhyun. Meskipun teman-temannya sering mendesak untuk mencari tau tentang laki-laki itu tapi Yoon Hye tidak menanggapinya. Ia cukup paham bahwa Kyuhyun punya kehidupan pribadi dan ia tidak berhak mengatakannya meskipun ia tetangga laki-laki itu.

****

“YAA Cho Kyuhyun!! Berhentilah masuk diam-diam ke kamarku…” keluh gadis itu, “Ini kamar seorang gadis!”

Namja yang tengah tiduran sambil memainkan boneka beruang putih milik Yoon Hye itu mencibir, “Aku sudah tau apa saja isi kamarmu, berhenti menganggapku seperti pencuri!”

“Aiish… Tetap saja kau itu tidak sopan!”

“Eomma tidak keberatan kalau aku tidur di sini. Apa aku harus melakukannya?” Tanya Kyuhyun usil sambil berguling-guling di ranjang itu.

Bletak

“YAA!! Kau berani menjitakku?” tatap Kyuhyun garang.

“Kau menyebalkan! Kenapa tidak tidur di kamar Victoria saja?” dengus Yoon Hye sambil duduk di meja belajarnya. Membelakangi Kyuhyun.

“Tidak mungkin aku melakukannya, dia akan menganggapku aneh.”

Gadis itu berbalik, menatap Kyuhyun dengan wajah datar, “Kau pikir aku tidak menganggapmu aneh?”

“Itu urusanmu,” saut Kyuhyun tidak acuh.

Yoon Hye terdiam. Apa Kyuhyun memang menyukai gadis itu?

“Kyuhyun ah, apa kau menyukai Victo_”

“Aku lapar, di mana Ajhuma?” potong laki-laki itu sambil berlalu begitu saja, membuat gadis itu mendesis.

“YAA! Neo jinjja!! Apa tidak ada hal lain di otakmu itu selain makan?!” teriak Yoon Hye kesal.

.

.

“Guixian!! Ni hao?” gadis itu tersenyum lebar sambil berlari-lari kecil mendekati laki-laki yang baru saja dipanggilnya.

“Hao,” jawab Kyuhyun sambil tersenyum. Laki-laki itu mengambil sesuatu dari dalam tasnya, “Ini, sudah kukoreksi. Bahasa Koreamu semakin bagus.”

“Benarkah?”

“Mmm.”

“Xie-xie,” jawab gadis itu riang. “Ah, anyeong haseo Yoon Hye ssi,” sapa gadis itu saat melihat Yoon Hye berdiri di sebelah Kyuhyun.

“Anyeong,” senyum Yoon Hye, “Tidak perlu berbahasa formal seperti itu.”

“Ne, kalau begitu aku pergi dulu. Anyeong!!” pamit gadis itu kemudian berlari pergi.

“Guixian?” tanya Yoon Hye dengan alis terangkat pada laki-laki itu saat gadis cina itu sudah menghilang di balik koridor.

“Nama cina yang diberikannya kepadaku. Dia sangat lucu,” komentar Kyuhyun.

Yoon Hye menoleh, menatapnya. “Kalian saling bicara bahasa mandarin?”

“Mmm.”

Cih…  Yoon Hye mencibir pelan. “Aku ke kelas dulu, sudah hampir bel masuk!” ucapnya kemudian berlalu tanpa menunggu jawaban dari Kyuhyun.

****

“Sin-Ae ah… Menurutmu, kalau seorang laki-laki bersikap baik pada seorang gadis, apa itu artinya dia menyukai gadis itu?”

Gadis berkepang yang duduk di depan bangku Yoon Hye menoleh kebelakang dengan raut wajah berfikir. “Baik seperti apa?”

“Mmm… Mungkin seperti mengajak makan bersama, membantu mengoreksi PR, berkata lembut… seperti itu.”

“Apa dia melakukannya kepada gadis lain juga?”

Yoon Hye memiringkan wajahnya berfikir, “Kurasa tidak…”

“Geure…  Sudah jelas kalau begitu. Yaa, apa ada yang mendekatimu huh?” Sin-Ae menyipitkan matanya menatap Yoon Hye.

“Aniya… Tidak ada yang bersikap seperti itu kepadaku…” jawab gadis itu dengan nada melamun.

“Lalu kenapa kau bertanya hal ini?” Sin-Ae mengerutkan kening, “Setiap laki-laki pasti bersikap baik dan lembut kepada orang yang disukainya. Tentu saja mereka harus melakukan hal itu jika tidak ingin ditolak oleh si gadis,” jelasnya sambil kembali menghadap ke depan.

Yoon Hye menatap keluar jendela. Ia sendiri bingung kenapa bertanya hal seperti itu. Apa yang dipikirkannya?

****

Ckreeek…

Gadis itu masuk ke dalam kamar dengan lesu. Ia mengabaikan sosok namja yang tengah sedang fokus pada PSP di atas tempat tidurnya. Mengabaikan selimut yang sudah tidak berbentuk lagi, atau bantal-bantal yang berantakan. Yoon Hye melemparkan tasnya ke atas sofa cream lembut lebih dulu sebelum menghempaskan dirinya sendiri pada sofa itu. Ia menekuk kaki sambil menumpukan dagunya ke atas lutut. Membisu.

Sikap Kim Yoon Hye yang tidak biasa, mengundang tatapan heran pada manusia lain yang ada di dalam kamar itu. Namja itu mengerutkan keningnya saat menyadari ada sesuatu yang aneh. Gadis itu tampak lain. Tidak seperti biasanya. Dia bahkan tidak marah saat melihat kyuhyun lagi-lagi mengacaukan kamarnya.

“Yaa, waegeure?” tanya Kyuhyun.

“Kyuhyun ah… Kau sudah makan? Eomma membuat Samgyupsal untuk makan malam…” gumam gadis itu pelan.

“Kim Yoon Hye, apa kepalamu baru saja terbentur tiang?” tatap Kyuhyun seolah-olah itu adalah pertanyaan yang sangat mengerikan.

“Kyu…”

“Mwo?”

“Bukankah kita sudah tingkat dua belas?”

“Lalu?”

“Bukankah sudah waktunya aku untuk memiliki seorang kekasih?”

Kyuhyun semakin mengerutkan keningnya. Ia tidak mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh gadis itu.

“Mereka semua memiliki kekasih, bahkan Sin-Ae juga… Apa aku harus mencari kekasih juga? Selama ini tidak ada yang mendekatiku atau bahkan bersikap lembut padaku. Apa aku terlalu menutup diri?”

“Kau ingin punya kekasih?” tanya Kyuhyun skeptis.

“Mmm,” gadis itu mengangguk, “Kau punya teman yang tampan? Bagaimana dengan Lee Hyuk Jae? Dia cukup keren untuk kusukai…”

BLETAK

“YAA!!” teriak gadis itu sambil mengusap jidatnya. Mata bulatnya menatap sebal namja yang ternyata sudah menjitak keningnya itu. Entah sejak kapan dia ada dihadapannya.

“Bermimpilah…” cibir Kyuhyun.

“Waeee…? Apa kau ingin aku sendirian seumur hidupku hah? Aku juga ingin merasakan perasaan saat menyukai seseorang, seperti kau kepada Victori__”

“Aku lapar, kau bilang ajhuma membuat Samgyupsal? Pasti enak sekali…” potong Kyuhyun sambil berlalu.

“YAA!! Dasar babi gendut!!” maki Yoon Hye kesal.

****

‘Besok aku ada latihan tenis. Buatkan aku jus jeruk seperti biasanya!’

Yoon Hye mendengus pelan saat melihat pesan teks itu. Memang selama ini gadis itu selalu membuatkan Kyuhyun jus jeruk saat namja itu ada latihan tenis. Tapi kali ini ia sedang dalam mod kesal pada namja itu. Tiba-tiba saja ada sesuatu yang terlintas di pikirannya. Setidaknya meskipun ia sedang kesal dengan Kyuhyun, tapi ia masih tetap membantunya untuk mendapatkan Victoria. Namja itu harus berterima kasih kepadanya nanti.

.

.

Kyuhyun mengusap keringatnya dengan handuk kecil. Ia baru saja istirahat dari latihan. Beberapa minggu lagi ada pertandingan antar sekolah, jadi saat ini ia harus lebih sering berlatih.

“Guixian!!”

Namja itu menoleh saat mendengar suara panggilan itu. Gadis Cina itu berlari-lari kecil menghampirinya.

“Ini!” kata Victoria sambil mengulurkan sebotol jus jeruk.

Kening Kyuhyun berkerut melihatnya, “Apa itu?”

“Jus jeruk. Bukankah kau menyukainya?”

“Darimana kau tau?”

“Ah itu, kemarin Yoon Hye mengirim pesan kepadaku. Dia mengatakan kalau kau ingin agar aku membuatkan jus jeruk untukmu.”

Kyuhyun menghela nafas pelan, “Maaf merepotkanmu, aku harus pergi sebentar,” katanya sambil berlalu tanpa memberikan kesempatan untuk Victoria berbicara.

.

.

BRAAAK…

Semua mata menatap terkejut pada sosok yang baru saja membuka pintu ruangan dance itu dengan keras. Para gadis menatap senang saat tau bahwa sosok itu adalah cho kyuhyun. Laki-laki itu berjalan menghampiri Yoon Hye yang tengah duduk di bangku pinggir ruangan bersama Sin-Ae.

“Kyuhyun ah… Kenapa kau kemari?” tanya Yoon Hye bingung.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Kyuhyun.

“Aku sedang menonton mereka…” jawab Yoon Hye ragu. Tanpa alasan yang pasti, ia takut melihat tatapan Kyuhyun.

Namja itu menoleh, melirik sekilas pada Lee Hyuk Jae yang ada di sana. Ia mendengus pelan lalu menatap Yoon Hye lagi.

“Kenapa kau menyuruh Victoria membuatkanku jus jeruk?”

“Dia benar-benar membuatnya?”

“Jawab pertanyaanku!!”

“YAA, kenapa kau membentakku? Seharusnya kau berterima kasih karena aku menyuruh_”

“Aku menyuruhmu bukan dia!!” potong Kyuhyun.

Semua mata menatap mereka heran. Seolah ingin tau apa yang sedang terjadi.

“Cho Kyuhyun, apa aku pembantumu? Aku sudah membantumu, seharusnya kau berterima kasih padaku. Bukankah lebih baik kalau orang yang kau sukai yang membuatkan jus itu?”

“Apa aku terlihat seperti menyukainya?” Kyuhyun menatap tidak percaya gadis di depannya.

Yoon Hye menatap namja itu bingung, “Kau selalu bersikap baik dan lembut kepadanya, tapi tidak kepadaku. Bukankah itu artinya kau menyukainya?”

“Apa karena aku bersikap baik dan lembut itu artinya aku menyukainya? Kenapa aku harus bersikap seperti itu kepada orang yang kusukai? Kau tau dengan jelas itu bukan diriku. Daripada bersikap baik dan lembut, Aku akan menunjukan semua keburukan yang kupunya pada orang yang kusukai. Karena saat dia bisa menerima segala kekuranganku, aku tau bahwa dia adalah gadis yang tepat untukku. Jadi kenapa aku harus berpura-pura pada seseorang yang nantinya akan menjadi teman hidupku?” ditatapnya gadis di depannya itu dengan lembut, “Kau tau? Hanya ada satu gadis yang di depannya aku tidak pernah bersikap baik dan lembut.”

“Nu-nuguya?” tanya Yoon Hye pelan.

“Aku bilang hanya ada satu. Apa kau melihat ada gadis lain selain dirimu?”

DEG

Mendadak lidah Yoon Hye terasa kelu hingga tidak dapat mengeluarkan suara apapun. Jantungnya berdebar pelan. Untuk sesaat pikirannya terasa kosong. Bibirnya masih belum bisa bergerak saat kyuhyun berbalik melangkah pergi dari ruangan itu.

“Yaa, kau bilang tidak tau apapun tentang Cho Kyuhyun,” bisik Sin-Ae pelan, menyadarkan gadis itu.

****

“YAA KIM YOON HYE!! BUKA PINTUNYA!!”

BRAAK BRAAK

“Aigooo… Kyuhyun ah, waegerue?” tanya seorang wanita cantik paruh baya yang masih menggunakan celemek di tubuhnya.

Kyuhyun menatap frustasi pintu di depannya. Sudah beberapa hari ini, sejak ia mengatakan hal yang sebenarnya pada gadis itu, Yoon Hye menghindarinya. Bahkan gadis itu selalu mengunci kamarnya sekarang. Kyuhyun tidak dapat masuk ke dalam untuk bertemu dengannya ataupun untuk menunggunya saat belum pulang.

“Apa kalian sedang bertengkar?” tanya Kim Ajhuma.

“Ajhuma, apa kau punya kunci duplikatnya? Dia tidak mau bertemu denganku beberapa hari ini.”

“Sebenarnya apa yang sedang terjadi?”

Kyuhyun menghela nafas pelan, “Aniyo… Dia hanya sedang salah paham padaku.”

.

.

Yoon Hye menggigit bibir bawahnya sambil menatap jendela dari tempat duduknya. Ia tidak memperdulikan guru sejarah yang sedang berbicara panjang lebar di depan sana. Sudah beberapa hari ini ia menghindari Kyuhyun. Sejak Kyuhyun mengatakan hal itu, jantungnya menjadi berdebar lebih keras saat menatap namja itu. Ia mengeluh dalam hati. Kyuhyun menyukainya? Apa itu benar?

Gadis itu mengingat-ingat lagi apa yang sudah mereka lalui. Memang selama ini hanya ia satu-satunya gadis yang tau seperti apa sifat Kyuhyun sebenarnya. Apa saja yang disukai atau tidak disukai namja itu. Mungkin begitu juga sebaliknya. Tidak ada yang tidak diketahui Kyuhyun tentangnya. Namja itu hampir tau semua hal tentang dirinya. Dari merek pembalut yang dipakainya hingga ukuran bra-nya. Memang tidak sopan, tapi begitulah Kyuhyun. Kalian seberapa menyebalkannya dia.

“Yaa, Yoon Hye ya~ Apa kau dan kyuhyun berpacaran?” tanya Sin-Ae tiba-tiba.

Yoon Hye menoleh dengan cepat, “Mwo? Aniya…”

“Bukankah dia bilang dia menyukaimu?”

“Kapan? Kapan dia mengatakan hal itu?” gerutu Yoon Hye sambil merapikan peralatan tulisnya. Baru disadarinya kalau bell pulang sudah berbunyi lima menit lalu dan ruang kelas itu sudah hampir kosong.

“Haahh… Kau beruntung sekali…” komentar Sin-Ae.

“Yaa, sudah kubilang kami tidak pacaran!” gerutu Yoon Hye.

.

.

“YAA Cho Kyuhyun!! Bagaimana bisa kau masuk kamarku huh?”

Namja itu berdecak pelan, “Sampai kapan kau akan menghindariku?”

“Aku tidak menghindarimu…” saut Yoon Hye sambil melempar handuk yang baru saja dipakainya untuk mengeringkan rambut ke sofa.

“Jadi, kenapa kau menghindariku?” Kyuhyun melipat kedua tangannya di dada menatap Yoon Hye intens. Gadis itu baru saja mencuci rambutnya. Dia hanya memakai kaos putih lengan panjang longgar dan hotpans berwarna coklat muda.

“Sudah kubilang, aku tidak menghindarimu!”

“Kau tidak mengijinkanku masuk ke kamarmu. Juga tidak membukakan pintu untukku. Di sekolah kau selalu saja berlari pergi saat kupanggil. Wae?”

“I-itu… Kau belum menjawab pertanyaanku, bagaimana bisa kau masuk ke dalam kamarku?”

“Ajhuma memberikan duplikat kuncinya padaku.”

“Aissh… Kenapa eomma memberikannya…” gerutu gadis itu.

“Jadi benar kau menghindariku. Kenapa kau melakukannya?”

Gadis itu berdecak pelan, “Aku hanya tidak ingin bertemu denganmu!!”

“Wae??”

“Sejak hari itu, kau membuat jantungku berdetak keras saat melihatmu,” jawab yoon hye gugup. bahkan ia tidak berani menatap kyuhyun. “Aku tidak ingin melihatmu…”

Kyuhyun tertegun mendengarnya. Sebuah smirk tercetak di bibirnya, “Jadi kau menyukaiku, eoh?”

“Mwo? Aniyo!! Yang menyukaimu itu Victoria!”

“Dia sudah punya kekasih. Namanya Nickhun kalau kau ingin tau.”

“Mwo? Jjinjayo?”

“Katakan kalau kau menyukaiku!”

“Andwae!!”

“Kau akan mengatakannya,” tandas Kyuhyun sambil melangkah mendekati gadis itu.

“YAA, A-apa yang kau lakukan? Jangan mendekat!!” teriak gadis itu panik sambil berjalan mundur. Tangannya meraih bantal cookisnya lalu melemparkannya pada Kyuhyun.

Namja itu semakin tersenyum, kakinya terus melangkah mendekat. “Aku akan berhenti kalau kau mengatakannya.”

“YAA! Neo michiseo? Kubilang berhenti!!”

Bugh…

Langkah gadis itu terhenti. Tubuhnya membentur dinding. Ia berdiri tepat di depan jendela yang terbuka lebar. Ingin ia menangis rasanya. Wajahnya sudah memerah karena malu. Apa ia harus melompati jendela itu?

SET

“Aaakh…”

Belum sempat otaknya berfikir apa yang harus di lakukannya, sepasang tangan mengangkat pinggangnya, mendudukkannya pada tepi jendela. Tangannya reflek memeluk leher namja itu erat-erat saat Kyuhyun mencondongkan tubuhnya ke belakang. Kalau gadis itu berani melepaskan pelukannya, sudah dipastikan ia akan jatuh ke bawah dari lantai dua.

“Kyu-Kyuhyun ah… Apa-kau i-ngin membunuhku?” tanya gadis itu dengan suara tersendat. Posisinya sangat mengerikan saat ini, ditambah jantungnya yang ingin melompat keluar saat mencium aroma lembut dari tubuh Kyuhyun dan panas yang terasa di lengannya dari leher namja itu.

Kyuhyun tersenyum melihatnya, “Kalau kau melepaskan diri dariku, kau akan jatuh. Karena itu, jangan melepasnya. Seumur hidupmu jangan kau lepaskan.”

DEG

Lagi-lagi jantung Yoon Hye berdetak kencang. Begitu kuat hingga rasanya ingin berhenti. Mata bulatnya hanya bisa menatap namja yang kini sedang membalas tatapannya dengan lembut.

“Aku menyukaimu…” bisik Kyuhyun sebelum mendekat, mengecup bibir gadis itu lembut. “Ini ciuman pertamaku, juga ciuman pertamamu. Ciuman pertama kita…”

Yoon Hye hanya bisa mematung. Gadis itu tidak bisa merasakan tubuhnya lagi. Semua system sarafnya seolah mati. Bahkan saat kyuhyun mendekat dan mengecup bibirnya untuk yang kedua kali.

“Kedua…” senyum namja itu, “Sekarang kau punya kekasih, Yoon ah… “ bisiknya sebelum melumat bibir gadis itu kembali.

Yoon Hye memejamkan matanya merasakan lumatan lembut itu. Satu-satunya namja yang bisa membuat jantungnya berdebar keras adalah Cho Kyuhyun. Juga yang membuatnya merasakan perasaan menyukai seseorang. Hanya namja itu, Cho Kyuhyun.

Bruuuk…

Kantong kertas berwarna coklat berisi belanjaan itu jatuh ke tanah begitu saja. Seorang wanita paruh baya membelakkan matanya saat melihat ke lantai atas, pada jendela kamar putri satu-satunya lebih tepatnya.

“YAA!! APA YANG KALIAN LAKUKAN DI SANA??!!”

FIN