Tags

,

Cast :
– Zhang Yixing (Lay Exo)
– Xiao Ve

dcfd

Hal paling indah yang kudapatkan dalam hidup adalah saat itu,

Saat aku bertemu denganmu

Kau menyadarkanku tentang indahnya hidup, juga indahnya mencintai…

 

Seorang laki-laki keturunan cina itu berdiri di depan kelas. Tidak ada seorang pun yang ia kenal di sana. Ini adalah hari pertamanya di Korea. Ia adalah siswa pertukaran dari cina di Kirin Highschool. Sekolah seni yang memiliki club musik dan dance terbaik di Korea.

“Namanya Zhang Yixing. Kalian bisa memanggilnya Lay. Dia baru saja tinggal di Korea jadi bahasa koreanya belum terlalu lancar, kuharap kalian semua bisa membantunya.” Jelas seongsaengnim di depan kelas, “Lay, kau bisa duduk di bangku yang kosong! Hari ini aka nada rapat, kalian kerjakan soal di halaman dua ratus lima kemudian kumpulkan di mejaku, arachi?”

“Nee…” jawab murid-murid serempak sebelum seongsaengnim keluar dari kelas.

Yixing berjalan menuju sebuah bangku di pojok samping jendela yang kosong. Ia duduk di sana lalu menatap langit dari kaca jendela. Cerah…

“Yixing ge, ni hao? Apa kau masih mengingatku? Wo shi Xiao Ve.” [kak Yixing, apa kabar? Apa kau masih mengingatku? Aku Xiao Ve.]

Laki-laki itu mengerjap sejenak pada gadis mungil berambut panjang bergelombang yang duduk di depan bangkunya itu. Gadis itu menyapanya dalam bahasa mandarin.

“Aku mengenalmu. Kita pernah satu sekolah di Changsa saat kecil, mungkin kau sudah lupa,” tambah gadis itu sebelum Yixing menjawab sapanya.

Dui bu qi [maaf],” balas Yixing pelan.

“Tidak apa-apa. Kau bisa tetap memanggilku xiao ve. Aku tidak keberatan membantumu jadi jangan ragu bertanya padaku.”

Laki-laki itu mengangguk sambil tersenyum, “xie-xie…”

“Tapi… melihatmu yang sekarang dengan yang dulu sepertinya kau berubah banyak. Dulu kau terlihat ceria, sedikit jahil dan selalu tertawa. Sekarang kau jadi lebih pendiam dan tidak banyak bicara.”

“Benarkah?”

Bleed Disorder dan Hemofilia, adalah dua hal yang telah merubah hidupku

Aku harus menjaga diriku sendiri seumur hidupku, tapi tidak lagi saat aku bertemu denganmu…

Kau, adalah gadis yang membuatku ingin melindungimu lebih daripada diriku sendiri…

Sudah beberapa bulan terlewati. Yixing dapat menyesuaikan diri dengan baik di Korea. Xiao Ve, gadis itu telah banyak membantunya. Ia sempat berusaha mengingat saat masa kecil mereka. Xiao Ve bilang Yixing pernah membantunya mengambil seekor anak kucing yang tersangkut di atas pohon. Tapi tetap saja ia tidak ingat. Semakin mengenal gadis itu, Yixing merasa hidupnya tidak lagi membosankan. Gadis itu suka berceloteh. Ia akan bercerita apa saja yang dipikirkannya. Dari keluarga hingga hal-hal sederhana seperti salju dan hujan.

Ia senang melihat ekspresinya. Gadis itu bisa berubah-ubah setiap saat. Ada saatnya Yixing melihat gadis itu tiba-tiba menangis saat melihat sesuatu yang menyentuh seperti saat melihat drama atau saat seseorang melakukan hal yang disukainya. Saat Yixing memainkan gitar untuknya, saat Yixing membelikannya sebotol teh, semua hal-hal kecil seperti itu dapat membuatnya menangis.

Seperti biasa, ketika mereka pulang sekolah gadis itu akan berjalan sambil berceloteh panjang lebar sementara Yixing berjalan di belakangnya dengan diam dan sesekali tersenyum ketika gadis itu menatapnya.

“Aku jadi penasaran, apa laki-laki di dalam drama atau cerita-cerita yang dibuat orang itu benar-benar ada? Menurutmu, apa mereka tidak terlalu berlebihan? Rela mati demi orang yang dicintainya, apa yang seperti itu benar-benar ada?”

Yixing tersenyum melihatnya, ia tidak menjawab pertanyaan gadis itu karena tau gadis itu belum selesai berbicara.

“Karena yang kulihat dalam hidup ini semua berdasarkan logika. Seseorang bisa saja mencintai hingga ingin mati rasanya, tapi terkadang takdir harus membuat pilihan untukmu hidup. Saat kehilangan orang yang dicintainya, mereka akan tetap melanjutkan hidup dan menemukan cinta yang baru. Jadi aku…”

Suara gadis itu perlahan seperti menghilang saat Yixing melihat sebuah sepeda motor oleh karena menghindari kucing yang tiba-tiba melintas di jalan. Gadis membalikkan badan, menatapnya sambil berjalan mundur. Tidak menyadari apa yang ada di belakangnya. Bibirnya masih berceloteh namun sama sekali tidak terdengar pada telinga Yixing.

Sepeda motor itu melaju dengan oleng ke arah mereka. Tanpa sadar, laki-laki itu berlari, merengkuh gadis itu.

BRAAAAK

Sepeda motor itu menabrak tiang lampu pinggir jalan dengan keras sementara Yixing dan Xiao Ve jatuh berguling-guling di aspal. Semua terjadi hanya dalam hitungan detik.

Gadis itu berusaha bangun dan melepaskan diri dari pelukan Yixing. Ia meringis pelan merasakan perih pada kakinya yang tergores aspal. Tapi matanya langsung terbelak saat melihat lengan Yixing sobek. Dari pergelangan nadi, memanjang sekitar lima belas sentimeter ke arah siku.

Ge, kau terluka!!” seru gadis itu.

Yixing berusaha bangun, tapi kepalanya begitu sakit karena membentur aspal. Ia hanya bisa mendengar teriakan panik gadis itu sebelum kesadarannya menghilang.

Cinta itu bisa membunuhmu perlahan tanpa kau merasa menyesalinya

Karena cinta itu adalah kau…

Seseorang yang lebih dari segala yang kuinginkan dalam hidupku…

“Nadinya terputus. Ia kehilangan banyak darah, kondisinya kritis. Tampaknya pasien memiliki Hemofilia. Segera cek darahnya, kita butuh tranfusi darah!”

Gadis itu hanya bisa berjongkok di koridor rumah sakit sambil membekap mulutnya yang terisak. Ia melihat banyak dokter dan suster yang tampak panik berlalu lalang di ruang ICU tempat Yixing berada.

“Dokter gawat, tampaknya pasien juga memiliki Bleed Disorder. Kita harus mencari darah yang tepat untuknya!”

“Hubungi bagian tranfusi di rumah sakit pusat! Periksa denyut nadinya!!”

Semuanya berjalan sangat lambat. Entah berapa lama Xiao Ve menangis, ia tidak tau. Ia hanya bisa menunggu dan menunggu. Hingga saat dokter menghampirinya, ia merasa begitu takut.

“Semuanya baik-baik saja sekarang,” kata dokter sambil memegang bahu gadis itu pelan, “Masa kritisnya sudah lewat. Tapi akan sangat berbahaya kalau hal ini terjadi lagi. Dia mungkin saja bisa kehilangan nyawanya. Pasien menderita Hemofilia jadi dia tidak boleh terluka. Apalagi dia juga memiliki Bleed Disorder, darah langka. Akan sulit mencari darah yang bisa di terima tubuhnya.”

Tangis Xiao Ve pecah. Ia tidak pernah membayangkan hal seperti ini akan terjadi. Ia tidak tau apapun selama ini. Apa karena ini Yixing menjadi pendiam dan tidak banyak tingkah seperti saat ia kecil? Ia baru sadar bahwa laki-laki itu bisa saja kehilangan nyawanya saat menyelamatkannya. Kenapa?

Detik-detik terlewati dengan sunyi. Yixing merasa kosong saat tubuhnya merasa dihantam dengan keras. Ia melihat cahaya yang membuatnya silau. Perlahan ia mengerjapkan matanya dan dapat melihat lebih jelas. Bau familiar tercium lagi oleh hidungnya. Bau yang sama saat ia berada di rumah sakit dulu untuk operasi amandel. Saat ia pertama kali mendengar bahwa Bleed Disorder dan Hemofilia ternyata ada pada tubuhnya.

Samar-samar ia mendengar suara isak tangis seseorang. Saat ia menggerakkan matanya, ia melihat gadisnya ada di sana. Sedang menangis menatapnya. Bibirnya tersenyum, ingin menenangkan gadis itu. seolah mengatakan bahwa ia baik-baik saja. Sekarang, ia bisa mengatakan kepada gadisnya bahwa hal-hal semacam itu ada. Bahwa ia tidak akan ragu membahayakan nyawanya untuk menjaga gadisnya. Seseorang yang lebih berarti dari dirinya sendiri…

Apa sekarang kau sudah tidak penasaran?

Apa sekarang kau sudah memahaminya?

Cinta itu tidak butuh logika karena ia datang tanpa terduga

Cinta juga tidak butuh penjelasan karena hati sudah membuktikannya

Karena cinta itu adalah kau…

FIN

Bleed disorder adalah penyakit darah langka sedangkan Hemofilia adalah penyakit darah yang tidak bisa membeku. Dua penyakit ini adalah penyakit keturunan jadi sudah ada sejak lahir. Karena itu, penderita hemofilia tidak boleh terluka karena darahnya akan terus keluar dan tidak bisa berhenti. Ditambah bleed disorder, ia tidak bisa menerima sembarang transfusi darah karena darahnya langka.

Dan faktanya, Lay Exo memiliki dua penyakit ini, karena itu Lay harus menjaga dirinya untuk tidak terluka seumur hidup karena bisa fatal akibatnya T____T  untuk semua fans Exo, mari kita jaga abang Lay sama-sama huhuhu…

Ada yang bingung kenapa vea tiba-tiba bikin ff abang Lay, itu karena vea lagi jatuh cinta sama Zhang Yixing alias Lay si JPG Unicorn ini. Tenang, gak ganti bias kok hahahahha… see you