Tags

, ,

ghAuthor : Ella Shin

Spesial buat Ella yang lagi ulang tahun hari ini, Happy birthday dear ^^
This is your fanfic ^^

Pernikahan kita seperti ciuman kita, begitu mengejutkan.

_*_


“Aish, bagaimana bisa aku mencintai namja yang bahkan tidak tau cara melamar seorang gadis?” curhat Seorin pada Soo Byung ketika mereka berdua menikmati makan siang di Elley cafe milik Seorin.

Soo Byung terkekeh setelah meminum orange juice favoritnya. “Kau kira aku tidak?”

Seorin mengerutkan keningnya heran.

“Dulu, sebelum Donghae oppa benar-benar melamarku, aku juga merasakan hal yang sama. Saat itu kami berkunjung ke panti asuhan di daerah Mokpo. Dia begitu senang berada di antara anak-anak panti. Lalu dia tiba-tiba menoleh padaku dan kau tau apa yang dia katakan?”

Seorin menggeleng sambil menyeruput lemon tea miliknya.

“Byung-ah, aku ingin punya anak. Bagaimana kalau kita menikah dan kau memberikan seorang bayi yang lucu untukku?” ucap Soo Byung sambil meniru gaya Donghae.

Byuuuurrrrrrrrr……

“Uhuk…uhukk…”

“Ya! Seorin-ah, gwaenchana?” Soo Byung menepuk-nepuk bahu seorin pelan.

Seorin melambaikan tangannya pada Soo Byung agar sahabatnya tidak perlu khawatir. Lalu gadis itu mengambil tisu dan membersihkan sekitar mulutnya sambil menahan tawa.

“Ck, tertawalah kalau kau mau.” sebal Soo Byung.

“Mianhae, mianhae. Aku… hanya tidak menyangka kalau donghae oppa bisa terus terang seperti itu. Ck, pantas saja kau cepat hamil. Ternyata Donghae oppa sangat menginginkan seorang anak darimu.”

“Ck, sudahlah jangan membahas tentangku. Sekarang pikirkan jawaban apa yang akan kau berikan pada Kyuhyun.”

“Hah, memang apa yang perlu dijawab? Dia bahkan tidak memerlukan jawaban dariku.”

“Mooooomm…” teriak Yogeun yang baru pulang sekolah. Dibelakangnya terlihat Kyuhyun yang berjalan seperti fashionista di atas catwalk. Sangat tidak pantas, euuh….

“Ck, kau lihat, sombong sekali namja itu. Geuchi?” Seorin bergumam pada Soo Byung yang dibalas cengiran oleh sahabatnya itu.

“Yogeun-ie… Bagaimana sekolahmu?”

“Menyenangkan. Teman-teman banyak membantuku,” seru Yogeun penuh semangat sambil duduk di kursi kosong di sebelah Seorin. Gadis itu mengusap kepala Yogeun yang mengeluarkan keringat.

“Di luar panas sekali, kau mau ice cream?”

Yogeun mengangguk semangat.

“Chakkaman, ne. Akan mommy ambilkan.” Seorin beranjak dari kursinya, kemudian berjalan menuju counter ice cream.

GREPP

“Ya! Apa yang kau lakukan?” pekik Seorin ketika sepasang tangan yang sangat ia kenal tengah memeluknya erat dari belakang.

“Buatkan aku ice cream juga, ne?” pinta Kyuhyun.

“Kau punya dua tangan, kenapa tidak kau gunakan?” sindir gadis itu dengan nada yang malas.

“Kedua tanganku sedang memelukmu.”

“Kalau begitu lepaskan.”

“Shireo!”

“Terserah, aku tetap tidak akan membuatkan ice cream untukmu.”

Kyuhyun tampak berfikir, “Bagaimana kalau kita menikmati ice cream bersama di dapur. Sepertinya kita belum pernah mencoba… Kiss Ice Cream?? ” goda Kyuhyun.

“Ya! Geumanhae! Palli kha!!” teriak seorin dengan wajah memerah.

“Wae? Aku ingin tau seperti apa ras__”

“Diam dan tunggu saja ice cream mu di sana!” tandas Seorin sambil menunjuk tempat Soo Byung dan Yogeun duduk dengan dagu, menyuruh Kyuhyun untuk bergabung dengan mereka.

“Arasseo,”  Kyuhyun melepaskan pelukannya lalu menempelkan bibirnya sekilas di bibir  mungil seorin.

“HYA!!”

Laki-laki itu dengan cepat menjauh dari dapur.

“Ck, luar saja yang dewasa. Kelakuannya hampir sama dengan keponakannya. Bahkan Yogeun-ie saja tidak bertingkah kekanakan sepertinya. Aish jinja!” umpat Seorin pelan.

Kyuhyun mengembangkan senyum simpulnya, merasa senang ketika melihat Seorin memberengut kesal. Suatu kesenangan tersendiri baginya melihat beragam ekspresi  yang ditunjukkan gadisnya.

“Kau ini senang sekali menggodanya,” celetuk Soo Byung ketika Kyuhyun duduk di kursi milik Seorin tadi.

“Oh ayolah, harus ku katakan  berapa kali pada semua orang kalau menggodanya adalah hobi yang sangat kusukai,” balas Kyuhyun dengan evil smirknya.

_***_

Kyuhyun mengelus-elus puncak kepala Yogeun yang telah memasuki alam mimpinya. Namja itu tersenyum saat melihat wajah Yogeun yang pulas. Menemani Yogeun sampai tertidur adalah kebiasaan barunya sejak sebulan yang lalu dan ini membuatnya merasa seperti menjadi seorang ayah. Memikirkan tentang ‘Ayah’, Kyuhyun jadi teringat dengan Seorin. Lagi-lagi ia tersenyum sendiri mengingat lamarannya pada Seorin sebulan yang lalu.

Bukannya ia sengaja melamar gadis itu dengan cara yang tidak terduga, hanya saja ia tidak tau bagaimana melamar yeoja yang selama ini ia tunggu. Sejujurnya, sudah puluhan kali ia berlatih di depan kaca untuk melamar gadisnya. Tapi ketika ia dihadapkan dengan Seorin, semua hal yang ia rencanakan ataupun beberapa kata romantis yang tidak biasa ia ucapkan langsung lenyap begitu saja dari kepalanya.

Ceklek

Pintu terbuka, menampakkan Seorin yang kini telah memakai baju tidur panjangnya. Kyuhyun melirik sekilas, setelah itu ia kembali menatap Yogeun. Seorin berjalan menuju sebelah kanan Yogeun yang kosong karena Kyuhyun berada di sebelah kiri anak angkatnya itu.

“Sudah larut malam, Yogeun juga sudah tidur.” Seorin mengingatkan Kyuhyun, tepatnya mengusir Kyuhyun dengan cara halus.

“Lalu?” Kyuhyun balik bertanya. Pura-pura tidak mengerti maksud Seorin.

Seorin berdecak pelan. “Lalu kau harus pulang. Besok kau ada pertemuan dengan relasi bisnismu di Seoul kan?”

“Wah, aku tersanjung kau mengetahui jadwalku. Benar-benar perhatian,” sindir Kyuhyun.

“Ck, kau__”

“Kau, kau dan kau. Aku punya nama, CHO KYUHYUN. Ah, tapi kau lebih suka memanggilku SETAN MESUM, geuchi? Kalau begitu panggil Setan mesum saja dari pada ka ____Aw YAK mpphhhhhh!!” ucapan Kyuhyun terpotong ketika seorin memukul kepalanya yang membuat namja itu berteriak dan langsung dibungkam seorin dengan tangannya. Kyuhyun melotot pada seorin.

“YA! Yogeun sedang tidur, bodoh!” umpat Seorin pelan.

Kyuhyun tersenyum miring dibalik tangan gadis itu, dengan sigap ia menarik tangan Seorin. Atau lebih tepatnya menyeret gadis itu.

Setelah sampai di ruang keluarga, Kyuhyun menghempaskan tubuhnya di atas sofa dan Seorin hanya berdiri dengan tangan yang masih digenggam Kyuhyun.

“Duduklah,” pinta Kyuhyun. Meski wajah gadis itu memberengut, ia tak urung menuruti perintah itu.

“Wae?” tanya Seorin ketus. Kyuhyun menoleh, kemudian tangannya memainkan jari jari Seorin. Ia meraba telapak tangan Seorin yang mengkerut serta rambutnya yang masih basah. Kyuhyun bisa menebak kalau gadisnya itu baru selesai berendam.

“Aku tau kau suka sekali dengan air. Tapi tidak bisakah kau tidak  bermain-main dengan air saat malam? Udara malam sangat dingin. Dan mandi tengah malam, apalagi berendam terlalu lama tidak baik untuk kesehatanmu.”

“Cih, kalau kau menyuruhku berhenti mandi dimalam hari, aku akan memaksamu makan sayuran!” balas Seorin, ia berusaha menutupi rasa kagetnya ketika Kyuhyun dengan terang-terangan mengkhawatirkannya.

“Oke, aku akan memakan sayuran dan kau, berhenti mandi malam apa lagi berendam!” tandas Kyuhyun.

Seorin menoleh heran pada kyuhyun. “Kepalamu terbentur sesuatu?”

“Diam kau!” sungut Kyuhyun. Seorin tersenyum lega setelah Kyuhyun kembali berekspresi tidak peduli.

“Ada yang ingin kau katakan padaku?” tanya Kyuhyun

“Ada, ‘kau harus pulang’, arachi?”

“Selain itu?”

“Eobseo.”

Kyuhyun mengacak rambutnya gusar. “Ayolah, aku tidak tahan berpura-pura! Kau kira aku tidak tau kebiasaanmu? Berendam terlalu lama itu kau lakukan ketika ada masalah.”

Seorin langsung menoleh pada Kyuhyun. “Ya! Kau tau dari mana? Kau mengintip aku mandi? Cepat katakan!” seorin memukul Kyuhyun bertubi-tubi dengan bantal sofa yang segera di tangkis oleh namja itu.

“Ya! Hentikan, kau sendiri menyuruhku diam agar Yogeun tidak bangun. Tapi kau malah membuat keributan. Hei hentikan!”

Seorin tidak mengindahkan kata-kata kyuhyun dan tetap memukulnya.

“Baiklah, baiklah. Aku tau semua kebiasaanmu dari Soo Byung. Aku memintanya untuk menceritakan semua tentangmu. Ya! Aku sudah menjawab dengan jujur, jadi berhenti memukulku, sayang.”

Seorin seketika menghentikan gerakannya mendengar Kyuhyun memanggilnya ‘sayang’. Kyuhyun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia merampas bantal sofa dari tangan Seorin lalu ia melemparnya ke sembarang tempat.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya persis di depan pipi kanan Seorin yang masih mematung. Dengan tersenyum evil, kyuhyun menggoda gadisnya.

“Sayang.”

Suara Kyuhyun yang sangat lembut terasa seperti sihir bagi Seorin. Tanpa sadar gadis itu menoleh ke asal suara.

CUP

Bibirnya bertemu dengan bibir penuh Kyuhyun, tanpa ragu Kyuhyun menekan tengkuk Seorin. Melumat lembut bibir seorin. Seorin yang kaget dengan gerakan Kyuhyun yang tiba-tiba, hanya meremas pelan lengan Kyuhyun lalu tanpa sadar ikut membalas ciuman itu.

“Min seorin, secepatnya aku akan meletakkan margaku di depan namamu.”  ucap Kyuhyun tegas tanpa ragu.

“K-kau yakin?”

Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya. “Apa maksud perkataanmu?”

Seorin mulai membenarkan duduknya hingga mereka berdua berhadapan. “Enam tahun aku tinggal di Kanada, kau tau sendiri jika pergaulan di sana bebas. “

“Tidak perlu berbelit-belit, Min Seorin.” Kyuhyun mulai tidak sabar.

“Aku…… tidak suci.”

Hening

Kyuhyun tidak bergerak sama sekali. Seorin menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu kembali melanjutkan ucapannya.

“Apa kau akan tetap meletakkan margamu di depan namaku? Jika tidak, aku…rela kau meninggalkanku.”

Takut, itulah yang pertama kali muncul di benak Seorin saat melihat ekspresi Kyuhyun. Rahang laki-laki itu mulai mengeras, kedua tangannya terkepal erat serta mata coklatnya menatap tajam Seorin. Entah perasaan gadis itu, atau memang mata yang sedang menatapnya itu menyiratkan kekecewaan. Namun jika itu memang benar, Seorin akan tetap memakluminya.

Tanpa berkata apapun, Kyuhyun beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Seorin yang masih diam di tempat.

Menangis dalam diam.

Itu yang dapat seorin lakukan setelah kepergian Kyuhyun tanpa sempat mengucap sepatah katapun. Gadis itu tidak lagi peduli jika esok Yogeun bertanya penyebab matanya membengkak. Untuk saat ini ia hanya ingin menangis sepuasnya.

_*_

Sudah lima hari sejak kepergian Kyuhyun, Seorin tetap melakukan aktivitasnya mengolah kafe. Ia bertingkah seolah-olah Kyuhyun memang tidak pernah ada diantara Seorin dan Yogeun. Berbeda dengan Seorin, Yogeun selalu bertanya pada Soo Byung tentang keberadaan Kyuhyun yang beberapa hari ini tidak mengantar-jemputnya sekolah. Soo Byung yang tidak tau apa-apa hanya dapat mengatakan kalau lelaki yang sering Yogeun sebut daddy itu sedang sibuk dengan pekerjaannya.

Tepat hari ini Yogeun akan ikut serta dalam pentas di sekolahnya. Bocah laki-laki itu semakin tampan dengan kemeja putih dengan dasi kupu-kupu berwarna biru senada dengan kemeja motif kotak-kotak kecil yang dipadukan dengan celana jeans dan sepatu kets putih.

Sesekali bocah itu menatap temannya yang sedang mengisi acara di pentas. Wajahnya terlihat mencemaskan sesuatu. Seorin yang menyadari hal itu menggenggam erat tangan mungil Yogeun, berusaha menenangkan anaknya.

“Uri yogeun-ie pasti bisa, Hwaiting!!” Seorin menyemangati.

Yogeun tersenyum tipis. “Mommy..”

“Ne?”

“Apa daddy akan datang?”

Seorin terdiam.

“Ah, sekarang waktunya tampil. Kajja.” Seorin mengantar yogeun sampai pinggir panggung.

“Tersenyumlah, eomma dan appa di surga akan sedih kalau Yogeun terlihat sedih.” Hibur Seorin. Senyum di wajah Yogeun muncul perlahan.

“Aigo…. Anak mommy semakin tampan kalau tersenyum. Hwaiting!!”

Yogeun mengecup bibir Seorin sebelum ia ke atas panggung.

Seorin menatap sendu yogeun yang sedang menyanyikan lagu Westlife – I Have A Dream dengan baik.

_

Semua orang bertepuk tangan setelah Yogeun menyelesaikan lagunya.

“Daddy!!” Suara Yogeun yang begitu nyaring membuat seorin tersentak dan reflek mengikuti arah pandang Yogeun.

Di sana, dari pintu masuk aula Kyuhyun berjalan menghampiri Yogeun. Tinggi panggung membuat Yogeun sejajar dengan Kyuhyun yang berada persis di depan panggung. Ia menyodorkan buket bunga pada Yogeun dan langsung mendapat pelukan hangat dari bocah itu.

“Yogeun-ah, siapa dia?”

“Whoa, tampan sekali ajhussi itu.”

“Apa dia appamu?”

Begitulah kira-kira komentar teman-teman Yogeun.

He is my daddy!” Yogeun menanggapi tanpa melepas pelukannya pada Kyuhyun.

_

“Daddy kemana saja? Kenapa tidak mengantar-jemput Yogeun lagi? Kata Soo Byung imo,  daddy sibuk bekerja, apa benar? Daddy tidak merindukanku dan Mommy?” tanya Yogeun bertubi-tubi saat mereka dalam perjalanan pulang. Bocah itu duduk dengan nyaman di pangkuan Seorin sambil memeluk buket bunga yang diberikan ‘Daddy’nya. Sedangkan Kyuhyun terlihat santai di depan kemudi, seolah tidak terjadi apapun diantara ia dan Seorin.

“Yogeun-ie, pertanyaanmu membuat daddy bingung.” Kata Kyuhyun sambil tertawa pelan. Matanya fokus pada jalanan.

Selama perjalanan pulang suasana mobil kyuhyun hanya diwarnai senda gurau nya dan yogeun. Sementara Seorin memilih diam.

_*_

 Seorin masih bergeming di beranda depan rumah, tidak berniat mengingatkan Kyuhyun yang sedang menemani Yogeun tidur untuk pulang seperti yang dulu ia lakukan.

Tiba-tiba langit malam mengeluarkan rintik-rintih hujan dan perlahan berubah menjadi semakin lebat. Tanpa sadar ia berdiri dan menjulurkan tangan kanannya, membiarkannya terkena tetesan air hujan.

PLUK

Seorin tersentak ketika sebuah jas bertengger manis di pundaknya. Seketika ia menoleh ke belakang dan menemukan Kyuhyun berdiri sambil menatap hujan lebat malam itu.

Tanpa menatap seorin, Kyuhyun menembus hujan lebat itu dengan santai menuju mobilnya.

Entah keberanian dari mana, Seorin mengikuti Kyuhyun dan langsung menarik tangan kirinya. Kyuhyun dengan malas menoleh. Mereka saling menatap dalam diam, tidak peduli seluruh tubuhnya basah karena hujan.

“Aku… Tidak keberatan jika kita tidak memiliki hubungan lagi sejak kau tau kebenaran tentangku. Geundae…. Aku mohon, jangan ambil Yogeun dariku. Aku… sangat__”

“Karena itu? Karena itu kau tidak pernah memikirkan kelanjutan hubungan kita? Apa pikiranmu sedangkal itu?”

“Nde?”

“Kau kira hubungan kita hanya sesuatu yang pantas di jalani dengan main-main, MIN SEORIN?” Kyuhyun meninggikan volume suaranya ketika menyebut nama gadis itu.

Tak ayal hal tersebut ikut memancing emosi Seorin. “Bukankah kau yang membuat semua ini untuk main-main?! Awal pertemuan kita, saat di sekolah, saat di perkemahan, dan kau melamarku hanya karena kau ingin Yogeun memanggilmu Dad! Bukankah itu kau lakukan dengan main-main? Lalu pantaskah kau mengatakan hal itu padaku?”

Kyuhyun mencelos. “Jadi, selama ini kau meragukanku?? Tidak bisakah kau membedakan antara main-main dan bersungguh-sungguh?”

“Aku tidak peduli semua itu.” Seorin menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian ia menatap kyuhyun putus asa. “Aku terima jika kau kecewa karena aku tidak lagi suci dan kau mengakhiri semua ini lalu mencari gadis lain. Tapi aku akan tetap mempertahankan Yogeun!”

“Berhenti mengatakan itu!” nafas Kyuhyun terlihat memburu sebelum melanjutkan ucapannya. “Bagaimana bisa kau berfikir sedangkal itu tentangku!”

Kyuhyun memegang kedua bahu Seorin erat. Kedua matanya menatap persis pada manik mata Seorin. Derasnya hujan tidak menyurutkan keduanya untuk berhenti berdebat.

Mungkin Seorin tidak tau Kyuhyun mengeluarkan air matanya yang disamarkan oleh air hujan.  Namun Kyuhyun tau gadisnya itu menangis, sama sepertinya.

“Ya, aku memang kecewa padamu, kecewa karena kau meragukan perasaanku padamu! Aku mencintaimu dari hati, bukan dari mata dan pikiranku, Min Seorin. Jika kau mengira aku akan berpaling hanya karena hal itu berarti aku mencintaimu atas dasar kebutuhan, bukan ketulusan. Dan lagi, aku tidak akan setega itu mengambil Yogeun hanya karena hubungan kita berakhir.”

Tanpa menunggu jawaban Seorin, Kyuhyun masuk ke dalam mobil, menutup pintu mobil dengan keras dan menancap gasnya meninggalkan Seorin di tengah hujan.

Gadis itu duduk tersungkur sambil terisak kencang yang di samarkan suara hujan.

“Mianhae kyuhyun-ah, mianhae.” Ia semakin merapatkan jas kyuhyun di tubuhnya. Tangisnya semakin menjadi. Menyesal. Mungkin itu yang berputar-putar di kepala Seorin. Ia berbohong. Bagaimana bisa Seorin tidak suci jika yang ia lakukan selama di Kanada hanya mengurus sekolah, pekerjaannya dan Yogeun. Gadis itu hampir tidak memiliki teman pria di sana, kecuali hanya sebatas rekan kerja.

Ia masih seorang gadis.

Dan ia berbohong pada Kyuhyun hanya untuk meyakinkan keraguannya pada Kyuhyun selama ini tidaklah benar.

“Aku mencintaimu…Cho Kyuhyun.” Lirihnya.

_*_

“Jadi benar Soohyun oppa dan Rae Byung kembali tinggal di jeju?” tanya Soo Byung pada Donghae.

Seorin hanya meneguk capucino tanpa menimpali perbincangan suami istri di depannya. Sesekali mengedarkan pandangan ke sekeliling cafe, memperhatikan beberapa karyawannya bekerja.

“Pajyeo. Mereka sampai di Jeju kemarin. Kurasa sekarang mereka dalam perjalanan kemari menemui seorin.”

“Menemui Seorin? Untuk apa?”

“Kalau Soohyun akan membahas pembuatan resort baru di Jeju. Dan sepertinya Soohyun tidak akan tega meninggalkan Rae Byung, adiknya, sendirian di rumah.” jelas Donghae. Ia menoleh ke arah seorin. “Jangan berpura baik-baik saja kalau yang terjadi adalah sebaliknya.”

‘Tepat sekali!’ rutuk seorin dalam hati.

“Apa sebaiknya kita mengadakan pesta barbeque untuk menyambut kedatangan dua sepupuku?” tanya Seorin.

“Jangan mengalihkan perhatian, Min Seorin. Sudah enam hari kau seperti ini. Kemarin matamu bengkak, wajahmu pucat dan demam. Aku yakin setelah Kyuhyun mengantar kau dan Yogeun pulang dua hari yang lalu, kalian bertengkar hebat.” Sela Soo Byung, tidak tahan melihat keadaan Seorin.

Seorin bungkam.

“Eonnie, oppa!!” teriakan itu membuat Seorin, Donghae dan Soo Byung sontak menoleh.

Seorang gadis dengan coat blazer coklat menghambur ke pelukan Seorin. Di susul seorang namja dengan rambut yang sedikit acak-acakan.

“Haissshh, sudah ku bilang jangan membuka kap mobil. Lihatlah rambutku jadi berantakan seperti ini.” Omel namja itu.  “Lama tidak berjumpa Donghae hyung, Soo Byung noona.”

Donghae tertawa singkat. “Shin soohyun, Shin rae byung, kalian memang tidak pernah berubah.”

“Tentu saja! Kami bukan power ranger yang bisa berubah-ubah hyung!”

Semua tertawa mendengar ucapan Soohyun

“Eonni, kemana Yogeun?” tanya rae byung.

“Sekolah. kau mau chocolate ice?” tawar seorin.

“Ne.”

“Kajja aku ikut aku.” Seorin dan rae byung berjalan beriringan menuju dapur.

“Jadi, bagaimana rencana kita?” soo byung mengawali bicara.

“Sejauh ini sudah 85%.  Bisakah kalian mengurus Yogeun? Sebenarnya, tadi kami sudah ke sekolah Yogeun dan menjelaskan pelan-pelan padanya tentang rencana ini. Kurasa ia tidak masalah.”

Donghae bertepuk tangan. “Whoa, daebak! Kau dan rae byung pintar berakting. Kenapa tidak menjadi aktor saja?”

“Sayangnya aku lebih menikmati pekerjaanku saat ini. Kurasa rae byung juga juga tidak tertarik sedikitpun menjadi selebriti yang bekerja penuh tekanan dari netizen.” Canda soohyun

“Sepertinya sekarang waktunya menjemput yogeun. Soohyun-ah, kuserahkan seorin padamu.”

Soohyun mengangkat jempol tangannya.

*_*

“Sayang sekali jika pemandangan ini digantikan dengan resort,” komentar Seorin setelah ia dan Soohyun mengelilingi lokasi yang akan di jadikan lahan resort baru.

Gadis itu dapat memandang pesisir pantai yang tak jauh dari tempatnya. Ia menikmati pemandangan pasir putih yang disapu oleh ombak kecil air laut. Cuaca hari ini cukup terik, namun gadis itu tidak merasakan sinar matahari secara langsung.

Jika di gambarkan, Seorin dan Soohyun tengah berdiri di bawah pohon rindang yang beralaskan rumput hijau. Di depannya terdapat  trotoar kecil yang membatasi rumput liar dengan pasir putih. Meski daerah tepi pantai, tempat ini dapat dikatakan cukup sejuk dengan pemandangan nuansa alami antara biru, putih serta hijau.

“Tenang saja. Aku tidak akan mengubah pemandangan indah laut yang menjorok ke daratan ini. Resort akan di bangun satu kilometer dari tempat kita berdiri. Tempat ini bisa kita manfaatkan untuk wisata para pengunjung.”

“Jinja? Whoa… daebak oppa. Aku akan sering berkunjung kemari kalau itu benar,” mata Seorin berbinar-binar melihat laut di depannya dengan kedua tangannya yang sudah menempel di dagu.

Soohyun menghela nafas melihat tingkah sepupunya yang sedikit kekanakan.

“Sudah kuduga! Dia tidak salah pilih,” gumam Soohyun tanpa sadar.

“Ne?”

“Ah, anio. Bukan ap__”

“Oppa!!!!” Suara nyaring seorang gadis memotong ucapan soohyun.

Tampak Rae Byung berlari-lari kearah soohyun dan Seorin berdiri.

“Oppa! Eonni! Bantu aku.” seru Rae Byung. Nafasnya masih belum stabil serta raut wajahnya terlihat panik.

“Waeyo??” Seorin langsung berespon.

“Eonni  tau Kim Heechul, Teman Soohyun oppa yang ‘Wow’ itu. Tadi aku bertemu dengannya lalu dia memaksaku menjadi model gaunnya. Aku sangat tidak suka memakai gaun dan make up, oppa dan eonni pasti sudah tau itu. Eotteohke?? Kalau aku menolak, dia pasti akan murka padaku.” Gadis  itu hampir menangis ketika menjelaskan masalahnya.

“Rae Byung ah!” teriakan seorang namja sontak membuat ketiga orang itu menoleh.

“Matilah aku! Dia membuntutiku, bahkan ia sudah menyiapkan mobil tempat gaun-gaun terkutuk itu!” gerutu Rae Byung sambil menatap mobil van yang cukup besar di samping Heechul.

Rae Byung langsung bergidik ngeri ketika Heechul dengan santainya meletakkan tangan kirinya di pundak Rae Byung. “Sudah siap menjadi model ku??” tanya Heechul, matanya seperti mengintimidasi Rae Byung.

“Seorin eonni yang akan melakukannya!” putus rae byung tiba-tiba.

“MWO??” seorin melotot pada sepupunya itu. kenapa dia memutuskan secara sepihak?!

Heechul melepaskan Rae Byung dan beralih pada Seorin. Ia merangkul Seorin dengan senyum iblis yang terlihat jelas, “Ayo kita berangkat!”

“Tu-tunggu dulu!!” teriak Seorin yang sudah diseret heechul pergi.

_*_

Di dalam Mobil Van

Seorin mengutuk Rae Byung dalam hati. Ia tidak pernah melakukan ini sebelumnya. Ia juga tidak tau bagaimana berpose di depan kamera. Bukan salahnya kalau nanti ada hal memalukan yang dilakukannya. Apalagi pemotretan itu ternyata harus memakai gaun pengantin. Sial! Pantas saja Rae Byung sangat tidak ingin menjadi model gaun itu. Harusnya ia sudah mengerti dengan gelagat sepupunya itu..

“Heechul-ssi, berapa lama lagi kau akan membenahi gaunnya??” tanya Seorin, sedikit jengah karena hampir satu jam ia berada di Van itu, memperhatikan Heechul yang sedang membenahi jahitan pada gaun.

“Akan membuatku semakin cepat menyelesaikan gaun ini, jika kau diam.” Heechul menjawab tanpa menoleh pada Seorin.

Seorin menggerutu tanpa suara, membuat Heechul tersenyum senang dalam hati. Sebenarnya ia bisa saja menyelesaikan gaun itu dengan cepat. Tapi ada hal lain yang mengharuskan ia mengulur waktu selama mungkin.

_

Satu jam kemudian

“Selesai!” pekik Heechul senang. Ia menatap Seorin puas.

Sebuah gaun dengan satu tali berhiaskan beberapa permata kecil-kecil membentuk sebuah bunga yang sederhana disebelah kanan. Sebuah kain tipis melekat di belakang tali itu terlihat seperti selendang kecil,  mirip gaun dewi zaman yunani kuno.

Dari bagian pinggang ke mata kaki gaun itu semakin melebar dan memanjang di bagian belakang. Terlihat sederhana. Cukup membuat seorin sedikit kesulitan berjalan dan sesekali menggerutu. Meski sebenarnya gadis itu sangat menyukai gaun itu, persis seperti gaun pernikahan impiannya.

Rambut gadis itu di sanggul rendah, beberapa rambut depannya di ikal sederhana dengan hiasan bunga disebelah kiri rambutnya.

“Kajja kita keluar. Aku harus menyelesaikan pemotretan.”

_*_

“Ohoi… Lihatlah uri eonni. Yeppeuda.” Sambut Rae Byung ketika Seorin keluar dari Van.

“Tutup mulutmu! Kau harus membayar mahal ini semua, Shin Rae Byung-ssi!” sambar Seorin. Cukup ampuh membuat sepupunya itu tutup mulut.

Soohyun tergelak melihat dongsaengnya tak berkutik oleh ucapan seorin.

“Whoaaa,,, kenapa pemandangan disini berubah total??” pekik Seorin ketika melihat beberapa kursi berjejer di tempat yang tadi ia dan Soohyun tempati.  Lalu karpet merah melintang dari tempat itu hingga ke gazebo pantai. Disepanjang jembatan gazebo dihiasi kain putih dan bunga. Hari yang semakin sore  membuat suasana pantai semakin indah.

“Itu sebagai properti saja. Agar suasana pernikahan terlihat nyata.” Jawab Heechul.

“Kau akan mulai pemotretan dimana?” tanya Soohyun pada temannya, Heechul.

“Entahlah. Menurutmu dimana?”

“Bagaimana kalau di gazebo pantai itu? kau bisa menggunakan kapal boat perusahaan.”  Soohyun menunjuk kapal boat yang berada disebelah jembatan gazebo.

Heechul menjentikkan jarinya. “Rae Byung-ah, bantu seorin membawa ekor gaun itu. Kau bantu aku mengendarai boatmu, Soohyun-ah. Seorin-ah, sebaiknya kau tidak usah memakai high hell itu. bertelanjang kaki lebih baik, kurasa.”

Tanpa banyak protes, semua mengikuti keinginan Heechul dengan patuh.

“Palliwa.” Perintah Seorin saat ia dan Rae Byung melewati jembatan pendek untuk sampai ke Gazebo utama.

_

Seorin mulai menikmati perannya sebagai model sambil melakukan apa yang Heechul katakan. Heechul menyuruhnya bergerak natural dan mengabaikan keberadaan sang fotografer sekaligus designer itu.

“Yaa, saat kau memakai gaun pengantin, apa sempat terlintas pikiran untuk menikah?” tanya Heechul di sela-sela aktivitas mereka. Jari telunjuk kanannya dengan lincah menekan tombol kecil di pojok kanan atas kameranya.

Seorin sempat tertegun sejenak.

‘Kyuhyun’ itu yang terlintas di pikirannya saat ini.

“Bagaimana jika seorang pangeran sedang berjalan ke arahmu lalu mengajakmu menikah saat ini? Kau menolak? Atau menerimanya?”

Heechul menghentikan aktivitasnya melihat Seorin diam. Ia menurunkan kamera kesayangannya dan berkacak pinggang. “Geu yeoja… Aish jinja! Terserahlah. Lagipula pangeran itu tidak memberikan pilihan.”

Seorin mengerutkan keningnya, merasa ada yang janggal. Ia menoleh ke arah kapal boat. Heechul, Rae Byung dan Soohyun duduk di kursi panjang boat, menatap penuh minat ke arah Seorin. Sejak kapan Seorin berada di sana? Bukankah tadi ia bersama dirinya di gazebo pantai ini?

“Eonni sangat menikmati peran sebagai model hingga tidak menyadari aku pindah ke boat,” Saut Rae Byung, seolah mengerti pikiran Seorin.

“Sepertinya kau juga tidak menyadari keberadaan seseorang dibelakangmu,” tambah Soohyun.

Seorin menoleh kebelakang dengan kasar.

“Kyu..Kyuhyun-ah??”

Kyuhyun terlihat tampan dengan tuxedo hitam yang membalut kemeja putihnya. Dasi kupu-kupu putih bertengger di leher kemeja. Rambutnya sedikit acak-acakan, khas seorang Cho Kyuhyun. Dan sepasang kakinya tanpa alas, sama seperti Seorin.

“Uri geumanhaja.” (Mari kita putus)

“Ne?” tanya Seorin. Takut telinganya salah dengar.

“Sekarang kita bukan sepasang kekasih lagi,” suara Kyuhyun begitu tegas.

Gadis itu memang telah mempersiapkan diri mendengar hal itu terlontar dari mulut Kyuhyun. Namun tetap saja rasa terkejut menghiasi wajah cantiknya. Hatinya mencelos mendengar penuturan Kyuhyun. Bibirnya terlalu kaku untuk bicara. Hingga ia hanya dapat menggigit bibirnya pelan, menahan air mata yang berlomba-lomba untuk keluar.

“Karena sebentar lagi kita akan menjadi sepasang suami istri.”

Seorin langsung mendongakkan kepalanya. Wajah dingin yang tadi Kyuhyun  tampakkan, kini berubah hangat dan senyum tulus menghiasi wajah tampannya.

“Aku mencintaimu, dan kau juga mencintaiku. Apa itu belum cukup untuk tidak menolakku ‘lagi’?”

Seorin menggigit bibirnya sambil menundukkan kepalanya. Air matanya mendesak keluar.

Bagaimana bisa Tuhan mengirimkan seorang lelaki seperti Kyuhyun untukku? Lelaki itu terlalu sabar dengan semua kelakuanku padanya.’ ujar Seorin dalam hati. Terselip rasa bersalah pada lelaki di depannya itu atas kebohongannya.

“Mianhae, aku berbohong padamu saat itu.”

Alis kyuhyun mengerut pelan, “jadi kau menipuku? Aiiish… Neo jjinja!! Apa yang sebenarnya ada di dalam otakmu itu? Kau benar-benar meragukanku?”

“Pernikahan bukan sesuatu yang bisa dijadikan mainan Kyuhyun ah, aku hanya ingin tau apa kau benar-benar tulus kepadaku!” balas Seorin. Air matanya mulai menetes.

Kyuhyun berdecak pelan, “Apa aku masih perlu melompat ke dalam laut agar kau yakin padaku? Aku tidak perduli bagaimana dirimu. Yang aku tau pasti saat ini, aku mencintaimu.”

Kyuhyun mengangkat dagu seorin, perlahan ia menghapus  air mata gadis itu. “Uljima. Ini salahku, mianhae. Kalau saja aku melamarmu dengan benar waktu itu, kau tidak akan seperti ini. Mianhae, aku benar-benar lelaki yang tidak romantis. Sejak dulu, yang aku inginkan hubungan kita berakhir bahagia. Terpisah bukan karena orang ketiga, atau terpisah karena kita berbeda. Tetapi karena waktu dimana aku tak bisa lagi bernafas dan berdiri untukmu.”

Seorin tidak dapat mengendalikan dirinya untuk tidak memeluk kyuhyun. Kyuhyun balas memeluk Seorin. Senyumannya menghias di wajah tampannya. Tanpa Seorin sadari, Kyuhyun mengacungkan jempolnya kearah Heechul, Rae Byung dan Soohyun.

“Apakah pernikahan kita sudah seperti pernikahan impianmu? Di gazebo pantai, dengan gaun ala dewi yunani, bertelanjang kaki, hanya dihadiri keluarga masing-masing dan disaat sunset tiba.”

Seorin membulatkan matanya, ia langsung menoleh pada tiga orang yang sejak tadi menonton. “Kalian bersekongkol??”

Rae Byung tersenyum polos tanpa dosa. “Kami hanya mengikuti keinginan calon suamimu, eonni. Aku bahkan tidak tau pernikahan impianmu seperti apa.”

Seorin mendecak sebal.

“Eomma yang membocorkannya, sayang.”

“Eomma?? Kalian? Bagaimana bisa?” Seorin sangat terkejut melihat orangtua dan keluarganya juga keluarga kyuhyun yang berada di kapal boat  sebelah kapal boat  Soohyun.

Kyuhyun mengeluarkan evil smile-nya. Ia mendekatkan wajahnya di telinga Seorin “Kau hanya terlalu fokus menatapku hingga tidak menyadari kehadiran keluarga kita.” Bisik Kyuhyun.

“Yaa, mau sampai kapan kalian di situ. Cepat ucapkan janji sehidup semati! Keluarga besar kalian juga menunggu disana.” heechul tidak sabar sambil menunjuk belakang Seorin.

Pastur Siwon menghampiri kyuhyun dan Seorin lalu berdiri di depan mereka.

Kyuhyun menggenggam tangan kiri Seorin.

“Bersediakah kau Cho Kyuhyun, menjadi suami Min Seorin. Saling mencintai, baik suka maupun duka, ketika kaya maupun miskin, dalam sehat maupun sakit?”

“Ya, saya bersedia.” ucap Kyuhyun tanpa ragu.

“Dan Bersediakah kau Min Seorin, menjadi istri  Cho Kyuhyun. Saling mencintai, baik suka maupun duka, ketika kaya maupun miskin, dalam sehat maupun sakit?”

Seorin mempererat pegangannya di tangan Kyuhyun. “Ya, saya bersedia.”

“Sekarang kalian telah sah menjadi pasangan suami dan istri.”

Tepuk tangan meriah terdengar di telinga semua orang. Senyum manis terkembang di kedua wajah mempelai.

Kyuhyun menyematkan cincin pada jari manis seorin. Begitu pula sebaliknya.

“Silahkan pengantin pria mencium pengantin wanita.” Sorak sorai terdengar begitu riuh. Membuat pipi Seorin semakin merona merah.

“Kisseuhae, Kisseuhae, Kisseuhae.”

Ucapan itu terdengar begitu jelas di telinga Seorin yang semakin menunduk malu.

Kyuhyun mengangkat dagu Seorin. “Wae? Kenapa kau terlihat begitu malu? Bukankah  kita sudah sering melakukannya?” goda Kyuhyun.

Seorin tidak dapat menyembunyikan semburat merah di pipinya dari Kyuhyun. Seorin memang terbiasa dengan sikap Kyuhyun yang sering menciumnya tiba-tiba, tapi ciuman di depan keluarga? Tentu saja itu membuatnya gugup.

Seorin semakin tegang ketika Kyuhyun semakin mendekatinya. Reflek gadis itu menutup mata.

“Donghae hyung, tolong tutupi mata Yogeun.” Suara Kyuhyun masih terdengar menggoda Seorin yang semakin merapatkan matanya.

“Tidak masalah.” Balas Donghae sambil menutupi mata Yogeun.

Deru nafas kyuhyun terasa semakin jelas di wajah seorin. Gadis itu meremas sedikit gaunnya.

CHUP

Sorak kecewa penonton terdengar terutama Heechul dan Soohyun ketika Kyuhyun mencium Seorin di keningnya. Bukan di bibir.

“Sebaiknya kita kembali ke tepi pantai, kajja!” ujar Soohyun sambil menghidupkan kapal boatnya.

Seorin membuka matanya perlahan. Kyuhyun menahan tawanya ketika Seorin menatap bingung Kyuhyun. “Wae? Kecewa karena kau tidak menciummu disini?’ Kyuhyun menunjuk bibir tipis Seorin.

Gadis itu menepis tangan Kyuhyun. Lalu bergegas meninggalkan lelaki yang kini resmi menjadi suaminya.

“Saengil chukkae, nae sarang.” Langkah Seorin terhenti.

21 september

Bagaimana bisa ia melupakan ulang tahunnya hari ini? Ah, ia pasti terlalu sibuk memikirkan pertengkarannya dengan Kyuhyun hingga melupakan hari kelahirannya. kyuhyun menarik Seorin yang masih diam di tempat.

CHUP

kyuhyun menyatukan bibir penuhnya dengan bibir tipis istrinya. Menekannya lembut.

“Ohoi!! mereka berciuman!!” pekik Rae Byung. Tamu-tamu yang tadinya tidak memperhatikan kedua mempelai- yang masih berada di gazebo- kini ikut melihat arah mereka.

“Aku juga mau mencium Mommy.” rengek Yogeun. Membuat semua yang mendengar terkikik pelan.

Tepuk tangan riuh dan deburan ombak kecil menghiasi suasana sore itu.

“Selamat datang di dunia kita, jjagiya…” ucap kyuhyun tulus sambil menggandeng tangan Seorin. melewati jembatan gazebo beriringan.

“AKU MEMBENCIMU CHO KYUHYUN!!!” kesal Seorin. Tapi tidak melepaskan tangannya dari lengan kyuhyun.

“Aku juga mencintaimu, Seorin sayang.”

“YA!! Kapan aku mengatakan aku mencintaimu, bodoh!”

“Itu, baru saja.”

“YAK!! Aaissshhhhhh…”

“Yaa,  harusnya aku yang marah.” Sela kyuhyun sambil  menyentil dahi seorin pelan, “Bukankah aku sudah melarangmu memamerkan dahi ini. Kau melanggarnya dan harus di hukum.”

“Mwo?”

“Cium aku sekarang.”

“Shireo.”

“Hanya di pipi.”

“Shireo!”

“Cho seorin!”

Seorin melihat sekitar. Para tamu sepertinya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Jadi tidak akan yang melihat. Kyuhyun menunjuk pipi kanannya. Merasa aman, Seorin mulai bergerak.

CHU

Jepreet

“YA!!”

Seorin berteriak ketika Kyuhyun dengan tiba-tiba menoleh ke arahnya hingga bibir gadis itu tanpa sengaja menempel di bibir Kyuhyun.

“Berhasil! Aku mendapatkan foto kisseu mempelai.” Suara riang Donghae menyadarkan Seorin kalau tindakannya tadi berhasil di abadikan oleh laki-laki itu.

“Hya!!! Oppa!”

_*_

FIN