Tags

,

if you love her

Jika cinta dia…
Jujurlah padaku

Tinggalkan aku di sini tanpa senyumanmu…

Jika cinta dia…
Kucoba mengerti…

—————

Tubuh itu terasa kaku. Tiba-tiba saja dingin udara malam itu, membuatnya menggigil dan susah untuk bernafas. Tapi bukan itu… bukan itu yang membuatnya merasa sakit. bayangan seorang laki-laki dan perempuan  yang terpantul dari manic mata hitamnya itulah yang menyayat hatinya. Dengan kekuatan yang tersisa, gadis itu berbalik perlahan lalu menggerakkan kaki untuk melangkah pergi. Meninggalkan bayangan kekasihnya yang tengah berciuman dengan gadis lain.

Butiran salju melayang pelan di udara, tenang dan sunyi. Menyamarkan setiap rasa sakit yang ada.

‘Yaa, apa kau benar-benar bodoh? Kekasihmu jelas-jelas berselingkuh dengan teman baikmu, tapi kau hanya diam saja!’

 

‘Aigoo, Yoon ah… Aku benar-benar melihatnya sedang berkencan dengan gadis lain! Kenapa kalian tidak putus saja?’

 

‘Aissh… Gadis ini. Kenapa aku bisa punya dongsaeng bodoh sepertimu? Apa lagi yang kau tunggu? Kalau aku jadi kau, sudah kutendang dari dulu namja brengsek itu!’

 

‘Kau sudah tau kenapa berpura-pura tidak tau? Apa yang kau harapkan dari cho kyuhyun?’

Gadis itu memejamkan matanya lelah. Semua protesan dari eonninya bersaut-sautan dalam kepalanya. Butir air matanya meluncur pelan, melewati kedua pipinya. Terasa hangat kemudian menjadi begitu dingin. Ia harus bersusah payah untuk menarik nafas sementara kakinya terus melangkah.

Ia tau…

Semua yang dilakukan Cho Kyuhyun di belakangnya ia tau. tidak ada yang terlewat olehnya. Hanya saja, ia masih berharap namja itu akan memberitau dengan bibirnya sendiri. Bahwa mereka tidak bisa bersama lagi, bahwa mereka sudah berakhir, bahwa hubungan tujuh tahun yang mereka lalui bersama akan menjadi sebuah kenangan.

“Kyuhyun ah… Apa begitu sulit untukmu berterus terang padaku…?” lirinya dalam keheningan malam.

***

“Maaf aku terlambat!!”

Kim Yoon Hye tersenyum saat mendapati kekasihnya datang. Namja itu mengacak rambutnya, menghilangkan butiran salju.

“Kau sudah makan? Aku baru saja membuat bibimbab.”

Kyuhyun tidak menjawab, ia melepas jaket panjangnya lalu melempar benda itu ke sofa kosong. Tangannya meraih secangkir capuchino hangat milik yoon hye kemudian menyesapnya pelan.

“Kau mau? Akan kubuatkan untukmu!”

SET

Gadis itu tersentak saat kyuhyun menarik lengannya kembali untuk duduk di sofa. “Tidak perlu, kau sudah cukup hangat untukku,” senyumnya sambil melingkarkan lengannya, memeluk bahu gadis itu.

Ketenangan yang beriak. Yoon Hye memejamkan matanya sambil menyandarkan kepala pada bahu laki-laki itu. Entah mengapa kehangatan ini membuatnya merasa semakin sakit. Kali ini, ia membiarkan dirinya menikmati rasa hangat yang mungkin sebentar lagi akan ditinggalkannya. Ini adalah waktunya…

“Apa pekerjaanmu sangat banyak hingga kau harus selalu pulang terlambat hmm?” tanya gadis itu pelan.

“Mmm, bagaimana ini? Apa aku harus protes pada pak tua itu agar tidak pulang terlambat lagi?”

Yoon Hye tersenyum perih, “Aniyo… Lakukan saja apa yang terbaik untukmu.”

“Baiklah.”

“Kyu…”

“Hmm?”

“Apa kau mencintaiku?”

“Kenapa kau bertanya seperti itu? tentu saja aku mencintaimu!”

“Lalu bagaimana dengannya? Apa kau mencintainya?”

Kyuhyun terdiam. Yoon Hye masih belum membuka matanya, menunggu jawaban dari kekasihnya itu.

“Siapa yang kau maksud? Hanya ada kau, Yoon ah…”

Gadis itu tersenyum, mencoba untuk bernafas dengan normal karena tiba-tiba saja ia merasa sesak.

“Kyuhyun ah… Berjanjilah kepadaku.”

“Apa itu?”

“Jangan menyakitinya seperti kau menyakitiku. Jangan membuatnya menunggu seperti aku menunggumu_”

“Yoon ah, apa maksudmu?” tanya Kyuhyun sambil melepaskan pelukannya. Dipegangnya kedua bahu gadis itu agar menghadap kepadanya.

Yoon Hye tersenyum menatap kekasihnya, “Jangan membohonginya seperti kau membohongiku.”

“YAA, waegeure??”

Air mata gadis itu jatuh, namun ia masih harus mengatakan apa yang harus dikatakannya. “jika kau mencintainya, kau tidak perlu berbohong padaku. Jika kau mencintainya, aku akan mengerti…”

Cho Kyuhyun terdiam mendengarnya. Namja itu tidak tau harus berbuat apa. masih dengan senyuman dan air mata, gadis itu mengulurkan jemarinya. Mengusap pelan pipi namja itu.

“Kurasa dua tahun sudah cukup untuk kita berpura-pura. Aku tidak ingin memainkan peran yang sama lagi.”

“Yoon ah…”

“Kyuhyun ah, eothokeh? Aku benar-benar ingin menciummu saat ini. Bolehkah?”

Namja itu tidak menjawab. Walaupun begitu, ia mendekat, mengecup bibir namja yang dicintainya itu.

“Gomawo…” bisiknya selembut angin, “Aku pergi…”

“Yoon ah!!” tangan kyuhyun terulur dengan cepat, menahan lengan gadis itu.

“Jika kau mencintainya, biarkan aku untuk pergi…”

Secangkir capuchino yang hangat itu lambat laun akan menjadi dingin. Saat kaki itu melangkah pergi meninggalkan apartement kekasihnya, saat itu juga hubungan mereka menjadi sebuah kenangan. Saat air mata itu jatuh, ia membuang semua kenangan itu pada setiap butirnya…

 

END

Jiahahah… lagi-lagi bikin drable gak jelas T____T maaf, jari tiba-tiba aja ngetik pas player muter lagu geisha ini.
Sebenernya saya lagi dalam tahap dilema. kenapa FF kyu yang baca banyak? apa readers di sini rata-rata penganut setan ini? #plak soalnya saya kadang penasaran, apa tulisan saya dengan cast lain jelek? T____T
atau ini hanya pengaruh cast saja? sempet kepikiran buat bikin original character milik vea sendiri. tapi gak tau gimana menurut kalian huhuhu…
Intinya vea lagi dilema gara-gara cast T______T