Tags

,

behind-newspaper1

“Karena aku percaya takdir…”

——————

Gadis itu menatap tanpa bosan ke arah podium. Begitu juga dengan gadis-gadis yang lainnya. Ini adalah hari ulang tahun universitasnya dan kampus mengadakan perayaan dari pagi yang diisi dengan festival musim panas hingga malam, prom night nanti. Yang membuat istimewa, pada acara music sore hari, Cho Kyuhyun, salah satu member boyband terkenal di Korea bahkan luar negeri itu akan menyumbangkan sedikit keahliannya bernyanyi. Sebenarnya banyak yang meragukan Cho Kyuhyun akan tampil. Itu tidak mungkin. Tetapi, baru diketahui bahwa ternyata appa Kyuhyun adalah salah satu investor pada universitas itu. Jadi hal itu tidak mustahil.

“Kau benar-benar menyukainya, eoh?”

Gadis itu tersenyum tanpa menoleh, enggan melepaskan pandangannya dari namja di sana. Ia hanya mengangguk kecil sebagai balasan atas pertanyaan temannya. Hingga penampilan namja itu berakhir gadis itu masih diam ditempatnya.

“Kyaaaaaaa Kyuhyun Oppaaaaa….”

“Oppaaaa… Lihat kemari!!”

“Kyaaaaaaa…”

Kim Yoon Hye mengerutkan keningnya menatap hal itu. Begitu namja itu turun dari podium setelah memainkan sebuah lagu dengan piano, gadis-gadis itu langsung mengerumuninya seperti semut menemukan gula.

“Setidaknya aku tidak sebodoh mereka…” kata Yoon Hye sambil mengernyit pelan melihat tingkah gadis-gadis lainnya.

“Waeyo?” Lee Rae Ki, temannya menatap heran, “kau tidak mau berlari menemuinya, mungkin saja dia akan mendengar teriakanmu.”

Yoon Hye mendengus pelan, “Yaa, itu hal terbodoh yang pernah ada. Lebih baik aku mencari kerja sampingan, “ saut gadis itu sambil mengambil sebuah Koran dari dalam tasnya.

“Baiklah, semoga berhasil!”

Kedua gadis itu berpisah karena urusan masing-masing. Kim Yoon Hye berjalan pelan lalu duduk di salah satu bangku yang ada di sepanjang koridor. Ia mulai membuka Koran yang tadi pagi dibelinya untuk mencari pekerjaan.

Ia bukan dari keluarga miskin. Orangtuanya cukup mampu. Tapi gadis itu mudah bosan jika tidak melakukan sesuatu. Ujian akhirnya sudah selesai, dan akan ada banyak waktu luang yang dimilikinya. Karena itu, ia ingin mencari kesibukan di luar kampus.

Bruuuk…

Gadis itu menoleh terkejut saat seseorang menghempaskan diri di sebelahnya. Namja itu sepertinya sedang kehabisan nafas.

“Opaaaaaa……..”

“Cho Kyuhyuuuuunnn!!!”

Teriakan itu kembali terdengar, membuat gadis itu tersentak.

SET

“Opaaa eodigaaa…..”

Tangan Yoon Hye reflek membentangkan koran yang dipegangnya saat gerombolan itu akan melintas di depan mereka. Menutupi dirinya dan namja itu. Teriakan fangirls semakin terdengar jelas bersama dengan gemuruh derap langkah kaki. Kim Yoon Hye terdiam, begitu juga namja di sebelahnya. Detik-detik yang menegangkan. Nafas mereka berdua bahkan tidak terdengar saat derap langkah kaki itu melintas di depan mereka.

Fiuuuh…

Keduanya menghela nafas lega saat suasana berubah menjadi legang. Gadis itu menurunkan lengannya.

“Hampir saja aku mati…” kata namja itu.

“Hampir saja jantungku berhenti…” balas Yoon Hye pelan. Sedetik kemudian gadis itu merasa gugup. Meruntuk dalam hati kenapa bibirnya baru saja mengatakan hal itu.

Namja itu tersenyum menatapnya, “Kamsahamnida…”

Yoon Hye mengangguk pelan lalu kembali fokus pada korannya. Beberapa detik berlalu, tapi sepertinya namja itu belum berniat pergi.

“Cho Kyuhyun ssi, kau tidak pergi?”

“Kau mengenalku?” tanya Kyuhyun dengan nada suara senang, membuat Yoon Hye mengernyit aneh padanya, “Tadinya kukira kau tidak tau siapa aku.”

“Karena itu kau belum pergi?”

“Begitulah…” jawab Kyuhyun dengan senyum lebar.

Yoon Hye mengalihkan tatapannya dengan gugup. Ia mencoba fokus kembali ke Korannya meskipun tau tidak akan bisa bernafas lega saat namja itu masih ada di dekatnya. Fakta bahwa baru saja mereka saling berbicara, membuat Yoon Hye benar-benar tidak bisa berfikir jernih.

“Kau tidak ingin pergi? Apa kau tidak takut kepadaku?” tanya Yoon Hye tenang. Gadis itu mencoba untuk bersikap biasa meskipun jantungnya sedang menggila.

“Kenapa aku harus takut padamu?”

“Aku ini fangirlmu. Aku ELF, juga Sparkyu.” Jawab gadis itu tanpa menoleh.

“Jeongmalyo?? Tapi kau tidak berteriak dan mengejar-ngejarku,” ada nada penasaran dalam ucapan itu.

“Orang bodoh mana yang mau melakukan itu?” dengus Yoon Hye.

“Mereka melakukannya!”

“Karena itu mereka bodoh!”

“Jadi kau tidak?”

“Menurutmu?”

Hening… Sejenak tidak ada kata-kata lagi yang keluar. Mereka tenggelam dalam fikiran masing-masing. Hingga gerombolan itu kembali muncul.

“Aissh… Kemana Kyuhyun Oppa, cepat sekali larinya…”

SET

Kim Yoon Hye tersentak saat seseorang menyambar Koran yang dipegangnya dan dalam waktu sekejap, Koran itu sudah terbentang di hadapannya. Ia menoleh dan mendapati wajah Kyuhyun begitu dekat dengannya. Tersenyum menatapnya. Dan baru Yoon Hye sadari bahwa sebelah tangan Kyuhyun yang memegang Koran itu, lewat di belakang bahunya, seperti merangkulnya.

Untuk sesaat gadis itu tidak bisa bernafas…

“Wae? Terpesona denganku?” bisik Kyuhyun.

Tatapan gadis itu masih terpaku pada wajah itu, dengan susah payah ia membuka mulut, “Aku tidak ingin mengakuinya tapi sialnya ya, kau benar.”

Senyum kyuhyun semakin lebar, “Berapa lama kau menyukaiku?”

“Apa aku harus menjawabnya?”

“Kurasa.”

“Aku tidak ingat. Mungkin sejak kau debut… Entahlah…”

“Jadi… Apa kau sering mencari tau tentangku, sebagai netizen?”

“Setiap fangirl pasti melakukannya.”

“Pasti kau tau tentang hal ini.”

“Mwo?” yoon hye mengerutkan kening bingung.

“Aku percaya takdir…”

“…….”

“Karena itu saat aku keluar, aku sering gugup. Karena mungkin saja aku akan bertemu dengan takdirku di bus, di jalan, dimanapun… Termasuk dibalik Koran, seperti saat ini…”

“Lalu?”

“Lalu… bisakah kau mengambil ponsel di saku jaketku? Tanganku masih sibuk memegang Koran ini, dan sepertinya mereka masih berdiri di depan papan informasi itu.”

Sedikit ragu, Yoon Hye mengulurkan tangannya, mengambil ponsel laki-laki itu.

“Ini,” diulurkannya benda itu.

“Tuliskan nomor ponselmu!”

“Mwo? Waeyo?”

“Karena aku percaya takdir… Apa alasan itu cukup untukmu?”

****

“YAA, KIM YOON HYE!!”

“Mwo??” gadis itu tersentak kaget, ia mengerjap bingung.

“Aku sudah memanggilmu tapi kau tidak bangun-bangun juga! Apa yang kau mimpikan heh?”

“Mwo? Jadi hanya mimpi?”

“Aigooo…” Lee Rae Ki menggeleng-gelengkan kepalanya pelan menatap temannya yang masih duduk di bangku koridor itu. “Ini hampir malam, kau tidak pulang?”

“Aku_”

Kalimat Yoon Hye terputus saat mendengar suara ponselnya berbunyi. Gadis itu cepat-cepat mencarinya di dalam tas. Pasti eommanya sudah menelepon berkali-kali tadi. Ia berjanji untuk pulang lebih cepat.

“Yeoboseo?” sapanya bahkan sebelum ponsel itu menempel di telinganya. Ia juga tidak sempat melihat siapa yang menelepon.

“Ini aku…”

“Appa?”

“YAA! Sejak kapan aku jadi appamu?!”

“Nu-nuguseo?”

“Kau tidak mengenali suaraku?? Baru sejam yang lalu aku pergi meninggalkanmu!!” terdengar nada frustasi dari seberang sana.

“Mwo? Jadi, aku tidak bermimpi???”

FIN

T___________T setelah sekian lama bisa move on dari ini setan karena kepincut manisnya Lay exo, tiba-tiba saja ini setan datang tanpa permisi -lagi- ke dalam mimpiku, menghasilkan satu karya gak jelas diatas. Bener-bener pingin kuceplok itu telor ungu!