Tags

, ,

for you

“Mungkin saja aku memang diciptakan hanya untukmu. Seribu kalipun aku dilahirkan, aku akan tetap menjadi bagian dari hidupmu.”

——————-

Gadis itu termenung menatap sebuah buku bersampul biru tua itu. Sebuah buku harian. Bukan, itu bukan buku hariannya. Tapi buku harian milik seorang gadis yang tertinggal di apartement yang dibeli oleh ibunya dulu. Kabarnya, gadis itu meninggal karena bunuh diri. Saat membaca tulisan-tulisan yang terangkai dalam lembar-lembar buku itu, ia merasa ikut terhanyut oleh cinta gadis itu. Begitu juga dengan ibunya. Karena itu, sang ibu memberinya nama yang sama dengan gadis itu. Yoon Hye. Kim Yoon Hye.

 

Musim telah berganti lagi… Aku tidak tau berapa lama kita harus seperti ini. Untuk setiap tawa dan air mata yang pernah kita keluarkan, untuk semua kenangan yang pernah kita lalui, semua itu masih tetap tersimpan dalam memoriku. Aku ingin melupakannya, melupakanmu, melupakan tentang kita. Namun, apakah semuanya akan baik-baik saja setelah kau menghilang dari hidupku? Maafkan aku yang memilih untuk pergi. Aku tidak bisa memilih antara kau dan orang tua kita. Namun satu hal yang selalu kupercaya, bahwa aku akan terlahir hanya untukmu. Seribu kalipun kita dilahirkan kembali, aku pasti akan jadi bagian darimu. Karena aku selalu mencintaimu Hyuk Jae oppa…

 

Hyuk Jae… Sampai sekarang Yoon Hye belum bisa percaya dengan apa yang terjadi. Otaknya berperang, berdebat apakah kejadian kemarin itu hanya mimpi atau bukan. Ia bertemu dengan laki-laki yang mempunyai nama sama dengan yang disebutkan gadis itu dalam buku hariannya.

“Ssst… Yoon Hye ssi!”

Ah… Dia bahkan masih mengingat suara laki-laki itu.

“Ssst… Yoon Hye ssi! Yoon Hye ssi! Yaa, calon istriku!!”

Bletaak

“YAA!” gadis itu berteriak keras sambil mengusap jidatnya yang sakit karena terkena lemparan rating pohon, matanya terbelak melihat sosok yang muncul di depannya. Lebih tepatnya sosok itu sedang ada di atas pohon tepat di depan jendela kamarnya, “Apa yang sedang kau lakukan?”

“Menemuimu,” cengirnya dengan senyum lebar. Memunculkan gusinya.

“Kenapa kau memanjat pohon? Kau maling ya? Pakailah cara yang normal,” keluh Yoon Hye pelan.

“Aku sedang menjemputmu, orang tuaku mengajakmu untuk makan siang bersama. Cepat bersiap-siaplah!”

“M-mwo? Ta-tapi… Aku belum setuju untuk menikah denganmu. Lagipula kita tidak kenal sama sekali. Jangan memutuskannya seorang diri!!”

“Sudah terlambat,” gumam laki-laki itu pelan, “Kalau orang tuaku sudah tau dirimu, itu artinya kau tidak bisa kabur meskipun menjelma menjadi putri duyung yang hidup dibawah laut.”

“Mwo?” gadis itu mendelik kesal, “Semua ini gara-gara kau!!!” dilemparnya jam beker di atas meja ke arah laki-laki itu.

BLETAK

“HUAAA….”

Sraaak…

Sraaak…

BRUUK

“LEE HYUK JAE ssi!!!” teriak Yoon Hye sambil melogokkan kepalanya keluar jendela, melihat laki-laki yang baru saja terjatuh itu. ia menghela nafas pelan, sepertinya ia memang tidak bermimpi kemarin.

*****

Back to yesterday

“Sajangnim!!”

Gadis itu masih tidak mengerti. tangannya digenggam erat oleh seseorang yang membawanya melangkah entah kemana. Ia terengah. Nafasnya nyaris habis saat laki-laki itu tiba-tiba saja menyetop sebuah taksi lalu mengajaknya masuk. Dalam hitungan detik taksi itu melesat pergi.

“Co-cogiyo… apa yang sedang kau lakukan? Kenapa membawaku pergi?”

“Aku membutuhkanmu!”

“Ne?”

“Kita sudah sampai!”

“M-mwo?”

Masih dalam keadaan bingung, lagi-lagi laki-laki itu menariknya. Mereka melewati pagar besar lalu berlari menyeberangi halaman yang tampak indah, menuju tangga yang membawa mereka pada sebuah pintu dari rumah besar itu.

Tanpa mengetuk dulu, apalagi menekan bell, laki-laki itu mendorong pintu besar itu. seketika mata Yoon Hye terpukau melihat dalam rumah yang tidak berbeda dari rumah-rumah orang kaya yang selalu dilihatnya dalam drama.

“LEE HYUK JAE!!” teriakan itu terdengar melengking hingga menyadarkan Yoon Hye. Seorang wanita cantik berjalan menghampiri sambil menatap marah, “Dasar anak kurang ajar! Kenapa kau kabur eoh?”

“Eomma, appo!! Appo, eomma jebbal…” laki-laki itu meringis kesakitan saat telinganya dijewer oleh wanita itu.

Yoon Hye masih tertegun. Lee Hyuk Jae… Nama laki-laki itu Lee Hyuk Jae. Nama yang sama dengan yang tertulis di buku harian itu.

“Kenapa kau lari? Shin Ae sudah menunggumu lama sekali hingga akhirnya mereka pulang!”

“Mereka sudah pulang? Baguslah kalau begitu!”

“Mwo? Apa katamu? Bilang sekali lagi!!”

“Aakh appo eomma… Lepaskan telingaku!!”

“Siapa dia?” suara berat seorang pria yang tiba-tiba saja terdengar itu membuat ibu dan anak menghentikan kegiatan mereka.

Hyuk Jae mengusap-usap telinganya yang memerah sambil meringis pelan, “Dia… Calon istriku!”

“Mwo?” sepasang suami istri itu menatap terkejut.

“Ne?” Yoon Hye menatap terbelalak.

“Siapa namanya?” tanya pria itu.

Lee Hyuk Jae menoleh, menatap gadis itu, “Siapa namamu?”

“Kau belum mengenalnya???” tanya wanita itu terkejut, “YAA! Apa kau sudah gila?”

“Agashi, siapa namamu?” tanya pria itu lagi.

“Y-Yoon Hye, Kim Yoon Hye imnida…”

Pria itu menatap terkejut, “Kim Yoon Hye? Namamu benar-benar Kim Yoon Hye?”

“N-ne…” jawab gadis itu sedikit takut.

“Hyuk ah… Mungkin kakekmu akan berterima kasih padamu. Jadi kapan kalian menikah?”

“NE?” mata Yoon Hye terbelak -lagi, “Tung-tunggu dulu… Apa yang kalian bicarakan?”

“Appa, kau tidak keberatan?” tanya Hyuk Jae sedikit bingung.

“Kau menemukan gadis yang tepat. Selain dia, aku tidak akan membiarkanmu menikahi gadis lain. Sekarang antarlah dia pulang.”

“Tu-tunggu dulu! Apa yang kalian maksud?” teriak gadis itu frustasi.

“Jja, kita pulang!” saut Hyuk Jae santai sambil menarik gadis yang masih protes itu.

“Yeobo, kau yakin? Kita bahkan tidak tau bagaimana gadis itu,” kata ibu Hyuk Jae khawatir.

“Bagaimanapun dia, Tuhan sudah menciptakannya untuk putra kita. Sepertinya kita memang harus percaya dengan takdir. Sekarang aku mengerti kenapa sebelum meninggal appa memintaku untuk memberikan namanya pada putra pertama kita.”

“Aku tidak mengerti…”

“Kim Yoon Hye, adalah nama gadis yang selalu dicintai appa hingga akhir hidupnya. Gadis itu cinta pertama sekaligus kekasihnya yang bunuh diri karena tidak bisa menerima kenyataan bahwa mereka akan menjadi saudara. Halmonie, menikah dengan appa dari gadis itu. membuat mereka tidak bisa bersama. Tapi dalam kehidupan sekarang, mungkin cinta itu akan tersambung lagi, oleh putra kita dan gadis itu.”

*****

At present…

“Kau bilang kita akan makan siang bersama!”

“Memang benar,” jawab Hyuk Jae polos.

“Ini masih jam sembilan pagi!!” kata Yoon Hye hampir menjerit, menahan agar tidak meledak dihadapan pria itu, “kenapa kau menjemputku sepagi ini? pergilah! Aku mau ke toko bunga dulu.”

“Aku ikut!” saut laki-laki itu sambil menggenggam tangan Yoon Hye –lagi-lagi tanpa ijin- lalu menarik gadis itu untuk berjalan.

“Hyuk Jae ssi…”

“Ne?”

“Kau tau dimana toko bungaku?”

Langkah kaki Lee Hyuk Jae terhenti, ia menoleh kebelakang, “Dimana?” cengirnya yang membuat Yoon Hye harus menghela nafas untuk meredam rasa frustasinya.

“Mati saja kau!!” teriak gadis itu. Ah… Meledak juga akhirnya.
.
.
“Oh, Cho Kyuhyun…”

“Sa-sajangnim, anda…”

Tubuh Yoon Hye mematung. Kenapa laki-laki itu tidak juga menyerah? Kenapa dia masih kembali? Mata gadis itu tiba-tiba terasa panas. Kenapa laki-laki itu belum juga mengerti? Mereka tidak bisa bersama. Kenapa memaksakan hal yang sia-sia?

“Kebetulan sekali kita bertemu disini. Apa kau ingin membeli bunga? Pemiliknya baru saja datang,” kata Hyuk Jae riang.

Kyuhyun tidak menjawab, dia hanya menatap lekat gadis yang ada dibelakang Hyuk Jae. Membuat laki-laki itu menoleh kebelakang. Begitu melihat raut wajah Yoon Hye, senyum Lee Hyuk Jae menghilang.

“Kalian memiliki hubungan?” tanya Hyuk Jae, “Bukankah kau sudah punya kekasih? Gadis yang selalu datang mengantarkan makan siang ke kantor, dia kekasihmu bukan?”

Hati Yoon Hye terasa perih. Dia kekasih Cho Kyuhyun, tapi orang lain tidak tau tentangnya. Mereka lebih mengenal Yoon Ra. “Kami sudah berakhir…” saut gadis itu dengan suara serak.

“Geure?” Lee Hyuk Jae melangkah hingga tepat berdiri di hadapan kyuhyun, “Bisakah kau tidak datang lagi kemari? Aku tidak suka kau menemui calon istriku.”

“Calon istri?” tanya Kyuhyun dengan tatapan terkejut.

“Ya. Karena dia hanya diciptakan untukku. Seribu kali pun kami dilahirkan kembali, dia akan tetap menjadi bagian hidupku.”

DEG

Yoon Hye terkesiap mendengarnya. Kalimat itu… Gadis itu tercenung. Hingga ia tidak sadar saat Cho Kyuhyun pergi. Tepukan dibahunya membuat Yoon Hye tersentak. Lee Hyuk Jae tersenyum padanya.

“Kau tidak ingin masuk ke dalam?”

Mata hitam gadis itu mengerjap pelan. Dengan gamang ia membuka pintu toko itu lalu masuk ke dalam.

“Yoon ah…”

“Ne?”

“Kau suka anggrek?”

“Ne? Bagaimana kau tau?”

Laki-laki itu mengendikka bahunya, “Hanya menebak.”

“Hyuk Jae ssi… Kenapa kau bisa mengucapkan kalimat itu?”

“Kalimat yang mana?”

“Tadi, yang kau katakana pada Cho Kyuhyun.”

Hyuk Jae menoleh sambil mengernyitkan kening. Wajahnya terlihat sangat serius, “Memang aku tadi bicara apa?” tanyanya sambil menggaruk kepala.

Gadis itu mendengus pelan, “Sudahlah lupakan. Boleh aku bertanya sesuatu?”

“Apa itu?”

“Kenapa namamu Lee Hyuk Jae?”

“Lee Hyuk Jae adalah nama uri haraboji. Appa bilang padaku kalau haraboji ingin aku memakai namanya.”

“Nama kakekmu Lee Hyuk Jae?”

“Mmm,” laki-laki itu mengangguk pelan, “Kau tau, appa memberitahuku sesuatu yang menarik. Setelah mengantarmu pulang semalam, dia bercerita kepadaku. Tentang kisah cinta uri harabojie.”

“Lalu?”

“Nama gadis yang dicintai oleh harabojie, sama dengan namamu. Kim Yoon Hye.”

“Apa dia nenekmu?”

“Aniyo. Kim Yoon Hye memang cinta pertama sekaligus kekasih harabojie. Tapi mereka tidak bisa bersama. Eomma harabojie menikah dengan appa gadis itu. Mereka menjadi saudara. Tapi sepertinya mereka tidak bisa menghapus perasaan itu hingga si gadis memilih untuk pergi. Benar-benar pergi. Dia bunuh diri.”

Yoon Hye tertegun. Lee Hyuk Jae, nama laki-laki yang ada di dalam buku harian itu adalah nama kakek Hyuk Jae.

“Aku sebenarnya tidak perduli dengan kisah cinta harabojie. Tapi aku percaya dengan takdir. Pertemuan kita bukanlah suatu kebetulan. Kita memang belum saling mencintai. Tapi aku tertarik padamu.”

“Lee Hyuk Jae ssi…”

“Ne?”

Yoon Hye tersenyum lembut, “Mungkin saja aku memang diciptakan hanya untukmu. Seribu kalipun aku dilahirkan, aku akan tetap menjadi bagian dari hidupmu.”

Gadis itu merasa hatinya menghangat. Ia sekarang sudah tau jawabannya. Kenapa Cho Kyuhyun mengkhianatinya, kenapa hubungan tujuh tahun mereka tidak bisa bertahan. Mungkin karena mereka memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Mungkin karena ia memang hanya diciptakan untuk Lee Hyuk Jae. Seribu kalipun ia dilahirkan kembali…

 

Kita akan bertemu lagi di lain waktu dan tempat
Namun dengan tetap dengan hati yang sama…

 

 

FIN

 

Ps : Ada yang tau ini skuel dari drable apa? Vea bikin tulisan ini untuk skuel dua drable skaligus.