Tags

, ,

uncommitted

Uncommitted
Author : Berlindia
Cast : Cho Kyuhyun x Kim Yoon Hye
Song : Xiah Junsu – Uncommitted

.
.
.
Mungkin ini semacam ungkapan
kefrustasian saya hahahaha
Terimakasih untuk bang Junsu.. makasih
bang lagunya cukup bikin nambah
frustasi
.
.
.
Nb : Ini bukan tulisan Vea. Original Story dengan cast Sehun tapi Vea ubah dengan cast Kyuhyun. Selamat membaca dan semoga suka

=====================

“Pagi..” ucapan selembut itu tentu saja sukses membuat Kyuhyun terbangun dari alam mimpinya. Dan rasanya begitu sangat menyenangkan saat menemukan gadis yang selama ini menemaninya tampak menatapnya dengan lembut.

Kyuhyun balas dengan senyuman kecil saat gadis itu berusaha dengan sekuat tenaga untuk menarik kedua tangannya dan membuatnya bangun dalam posisi duduk. Setidaknya beranjak dari posisi berbaringnya.

“Hei, sayang, hari libur bukan berarti bermalas-malasan kan?” tanyanya sambil menyelipkan sedikit rambut panjang hitam legamnya dibalik telinganya. Ah, ini dia gadisnya yang anggun.

Kini malah Kyuhyun yang menahan lengan gadis itu dan sedikit menariknya agar ia bisa menjangkaunya. Ayolah, Kyuhyun hanya ingin memeluk Yoon Hye sebentar.

Yap, gadis itu bernama Yoon Hye, lengkapnya Kim Yoon Hye. Gadis yang sukses membuat jantung Kyuhyun berpacu dengan cepat hanya karena aroma
tubuhnya. Saat Kyuhyun menyembunyikan wajahnya diperut datar Yoon Hye yang dalam posisi berdiri. Saat itu juga Yoon Hye mengelus pelan surai Kyuhyun.

“Kau semakin cantik saja.” Ucap Kyuhyun sambil mendongakkan kepalanya yang hanya membuat Yoon Hye menaikan sebelah alisnya.

Seingat Kyuhyun, Yoon Hye pernah bilang jika gadisnya itu menyukai bibirnya. Entah itu karena bentuk bibirnya atau karena kecupan manis yang selalu diberikannya pada gadis itu. Tangan Kyuhyun yang awalnya merengkuh pinggang Yoon Hye kini merambat ke atas. Melewati punggung Yoon Hye dan berhenti di tengkuk Yoon Hye. Mungkin gadis itu mengerti dengan maksud Kyuhyun, jadi Yoon Hye merundukkan tubuhnya untuk menyambut pangutan bibir Kyuhyun di bibirnya.

Baru kali ini Kyuhyun merasakan perasaan yang aneh. Mereka biasa melakukan
ini. Tapi entahlah.. Saat Yoon Hye membalas lumatannya dan saat Yoon Hye meremas surainya pelan, Kyuhyun merasa ingin menangis. Ia begitu sangat merindukan Yoon Hye-nya. Ia merasa Yoon Hye..

“Cho Kyuhyun! Cho Kyuhyun!” tepukan seseorang dipipinya membuat Kyuhyun membuka
matanya dengan terkejut. Sontak ia menegakkan tubuhnya dan menatap ruangan yang ia tempati. Ini kamarnya dengan wanita yang tidur disampingnya.

“Kau kenapa?” tanya wanita yang kini seolah ingin menggapai wajahnya.

“Tsk!” decak Kyuhyun sambil menepis tangan wanita itu dengan kasar. Ia kaget, karena mendapatkan dirinya sendiri menangis. Oh ayolah. Ini konyol. “Bisakah kalian pergi dari
apartementku?” tanya Kyuhyun pada kedua wanita yang entah kenapa bisa tidur disamping kanan dan kiri tubuhnya.

Tsk, dia tidak tahu siapa kedua wanita ini. Tapi yang ia tahu, kepalanya pusing dan yah, ia bisa mencium aroma memuakan. Mungkin kemarin malam ia meniduri dua wanita sekaligus. Cukup dengan tatapan tajam, kedua wanita itu dengan serempak turun dari ranjangnya. Kyuhyun terlalu malas untuk mengamati kedua wanita yang sudah mengenakan pakaiannya dan pergi begitu saja.

Yah, yang ia inginkan hanya Yoon Hye. Gadisnya yang selama ini selalu berdiri disampingnya.

It was all a dream. Reality was far from the safe picture

(Ini semua hanya mimpi. Realita jauh dari gambar yang tepat)

She painted for me. She told me I was the one and I believed

(Dia terlukis untukku. Dia bilang padaku, aku satu-satunya dan aku mempercayainya)

Until the dream dissipated so suddenly

(Hingga mimpi itu hilang begitu saja)

Rasanya Kyuhyun ingin berada di alam mimpinya saja selamanya. Ia bisa menemukan Yoon Hye-nya yang dulu, gadisnya yang dulu yang selalu tersenyum padanya. Menatapnya dengan lembut dan bertutur kata dengan halus. Tidak seperti ini. Yoon Hye yang terus menatapnya dengan kesal. Yoon Hye yang selalu berteriak marah padanya. Yoon Hye yang…

Kyuhyun kini lebih memilih menatap ke luar jendela café yang ia tempati. Membiarkan Yoon Hye mengeluarkan semua kekesalannya. Membiarkan semua orang menatapnya dengan tatapan prihatin bercampur penasaran.

“Sebenarnya hubungan kita itu seperti apa?” tanya Yoon Hye dengan nada frustasi dan lelah. Yah, kini Yoon Hye tampak sebegitu sangat lelah menghadapinya. “Kita akhiri saja hubungan—”

“Tidak.” Ucap Kyuhyun dengan tegas sambil menatap Yoon Hye dengan tajam. “Aku tidak mau.” Ucap Kyuhyun yang lagi-lagi menangkap helaan nafas lelah Yoon Hye.

“Kenapa kau melakukan ini padaku?” tanya gadis dihadapannya dengan tatapan berkaca-kaca.

Tsk, Kyuhyun paling tidak suka melihat seorang gadis menangis terutama Yoon Hye.

“Kau seolah mempermainkanku, Kyu.”

Sudah berulang kali ia ingin bertanya pada Yoon Hye. Kenapa gadisnya selalu berpikir macam itu? Ia benar-benar mencintai gadisnya ini. Ia hanya mencintai Yoon Hye tidak ada yang lain. Apa ada yang salah dengan caranya mencintai gadis dihadapannya ini? Kenapa Yoon Hye selalu menganggap semua yang Kyuhyun lakukan itu salah.

“Aku benar-benar mencintaimu, Yoon ah…” Ucap Kyuhyun dengan sungguh-sungguh.

“Kau selalu mengatakan hal itu tapi aku tidak bodoh kyu,” ujar Yoon Hye sambil mengusap surainya dengan pelan. Kyuhyun bisa melihat raut frustasi Yoon Hye sekarang. Rambut hitam yang selalu ia sukai kini tampak begitu sangat berantakan. “Please, jangan bersikap
pura-pura bodoh.” Ucapnya lagi yang membuat Kyuhyun menatapnya dengan bingung.

Apa yang salah?

I don’t know why she was so compelled to leave

(Aku tidak tahu kenapa dia begitu sangat ingin pergi)

Something was messin’ with her psychology

(Ada sesuatu yang kacau dengan psikologinya)

I’m confused, she’s sayin’ something’s wrong with me

(Aku bingung, dia bilang ada sesuatu yang salah pada diriku)

But how can I fix something I cannot see

(Tapi bagaimana aku bisa memperbaiki sesuatu yang tidak bisa aku lihat)

Berjam-jam Yoon Hye meminta untuk putus dan berjam-jam pula Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Dan bersikukuh untuk memperbaiki kesalahan yang ada. Meski Kyuhyun sendiri tidak tahu disebelah mana yang salah.

“Apa kau menemukan namja yang lebih baik dariku?” tanya Kyuhyun yang membuat gadis yang biasanya menunjukkan senyum lembutnya kini berdecak dengan kesal. “Siapa?”

“Tidak ada,” jawab Yoon Hye dengan kesal. Kyuhyun bingung kenapa Yoon Hye kini tampak terlihat marah. “Aku yang seharusnya menanyakan hal itu.”

“Mereka hanya teman-temanku,” jawab Kyuhyun dengan tidak kalah frustasinya.

Yoon Hye tahu Kyuhyun memiliki banyak teman. Cara berteman Kyuhyun memang
aneh dan kadang membuat Yoon Hye frustasi.

“Kita hanya bermain, kau tahu itu kan?” tanya Kyuhyun yang membuat Yoon Hye malah memeluk dirinya sendiri dengan cemas.

“Apa kau hanya bermain-main juga denganku?” tanya Yoon Hye dengan tatapan sangsinya.

“Tidak.” Jawab Kyuhyun dengan tegas. “Aku tidak mungkin memperkenalkanmu
sebagai kekasihku pada teman-temanku, jika aku hanya bermain-main denganmu,” ucap Kyuhyun sambil menatap Yoon Hye yang kini memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya.

Kyuhyun bingung, kenapa Yoon Hye kini terlihat tampak tersiksa hanya untuk menatapnya. “Aku mencintaimu.” Lagi setiap Kyuhyun mengatakan kalimat itu, Yoon Hye akan tersentak kaget dan menatapnya dengan gelisah.

“Tapi Kyu—” ucap Yoon Hye sambil mengantungkan kalimat yang akan ia ucapkan. Ia bisa melihat Yoon Hye tengah menahan air matanya. Dan gagal. “—aku tidak bisa terima jika kau menganggap sex sebagai salah satu permainanmu bersama teman-teman gadismu.” Ucap Yoon Hye dengan berurai air mata.

Dan yeah, Kyuhyun selalu menganggap Yoon Hye terlalu bepikir kolot. Itu hanya untuk bersenang-senang tidak lebih.

“Apa yang salah?”

“Kau tidak akan pernah bisa untuk membangun hubungan serius.” Ucap Yoon Hye dengan lelah, sangat lelah sambil mengurut kedua pelipisnya dengan penat. Pertanyaan Kyuhyun tadi seperti
sebuah peluru yang tengah melubangi otaknya. Cara pandang Kyuhyun salah dan itu yang membuat hubungan ini terasa amat sangat salah untuk Yoon hye.

She said, you’re not ready

(Dia bilang, kau tidak siap)

Baby, you’re not ready for the real thing

(Sayang, kau tidak siap untuk satu hal yang nyata)

Kyuhyun tidak mau ditegur oleh pemilik café jadi pada akhirnya Kyuhyun memilih untuk memaksa Yoon Hye masuk ke dalam mobilnya. Membawanya ke dalam apartemen namja itu. Dan sepertinya Kyuhyun lupa. Yah, ia belum membersihkan kekacauan semalam bersama dua wanita yang tidak Kyuhyun kenal.

“Kemarin malam kau bersama siapa?” tanya Yoon Hye yang hanya diam mematung di ambang pintu kamar Kyuhyun.

Yoon Hye bisa melihat bertumpuk-tumpuk botol beer. Cukup dari keadaan kamar Kyuhyun yang kacau, Yoon Hye tahu apa yang Kyuhyun lakukan semalam.

“Aku tidak mengenal mereka,” ucap Kyuhyun dengan jujur. Tapi seingat Kyuhyun, memang ia sendiri yang mengajak kedua wanita itu untuk bermain semalaman dengannya. Kyuhyun
dengan santai membuang beberapa alat pengaman yang sudah ia pakai ke dalam tempat sampah dengan tenang. Tidak terlalu menghiraukan wajah pias Yoon Hye. “Aku hanya bermain-main dengan mereka.” Lagi kalimat itu yang keluar dari mulut Kyuhyun.

“Aku berteman baik dengan Hyuk Jae Oppa.” Ujar Yoon Hye tiba-tiba sambil menatap kamar Kyuhyun dengan perasaan gamang. “Bagaimana jika aku melakukan sex bersama Hyuk Jae Oppa?” tanya Yoon Hye yang sukses membuat Kyuhyun membulatkan matanya. “Kami hanya bermain-main sama sepertimu yang juga bermain-main dengan wanita lain.”

“Tidak boleh,” ucap Kyuhyun dengan tegas. “Hyuk Jae Hyung, pria itu jelas-jelas menyukaimu.” Ucap Kyuhyun sambil mencekram kedua lengan atas gadisnya dengan kasar. Oke, sebenarnya Kyuhyun tidak tahu apa Hyuk Jae menyukai Yoon Hye atau tidak tapi ia tidak mau jika Hyuk Jae menyentuh Yoon Hye.

“Ryeowook? Donghae? SIWON?”

“Tidak!” geram Kyuhyun sambil menggebrak pintu kamarnya dengan marah. “Kau ingin membuatku gila?!”

“Dan kau sudah membuatku gila!!” Teriak Yoon Hye sambil menatap Kyuhyun. “Kau sudah melakukan hal itu padaku, dan kau masih belum mengerti juga?” tanya Yoon Hye yang membuat Kyuhyun termenung.

Ini hal yang berbeda ia hanya bermain. Ini hanya…

“Kau tidak mengerti…” ucap Kyuhyun pelan.

“Ya, aku tidak mengerti,” balas Yoon Hye dengan pelan. “Kenapa kau bisa
menganggap hubungan macam ini tidak membuatku sakit?” tanya Yoon Hye yang membuat Kyuhyun menatapnya dengan terbelalak kaget. “Bagaimana kau bisa begitu santainya mencium, memeluk dan—” kini Yoon Hye tampak mengigit kuku ibu jarinya dengan nafas tersenggal. Oh, Yoon Hye tidak kuat untuk mengatakannya. “—kenapa kau melakukan ini?”

“Aku pikir, kau mengerti, orang seperti apa aku ini,” ucap Kyuhyun dengan rahang mengeras. “Kau hanya datang dan pergi sama seperti gadis yang lain.”

“Kyu, saat kau boleh melakukan sex macam ini dengan yang lain, kenapa aku tidak?” tanya Yoon Hye dengan tatapan menuntut.

“Karena aku mencintaimu.”

“Kau pikir aku tidak mencintaimu?”

“Tapi ini bagian dari kehidupanku.”

“Kenapa kau begitu egois?!” tanya Yoon Hye sambil menunjuk dada Kyuhyun dengan kesal. Habis sudah kesabaran Yoon Hye. “Kenapa kau.. Arght!” teriak Yoon Hye dengan gusar. “Cukup! Aku tidak bisa!” erang Yoon Hye dengan tatapan memelas. “Kenapa kau melakukan hal ini
padaku?!”

“…” Dan Kyuhyun sepertinya baru menyadari alasan Yoon Hye bersikap
seperti ini.

“Aku tidak bisa.” Gumam Yoon Hye dengan pelan. “Aku tidak percaya kau bisa mempermainkanku sekejam ini.”

She said she could never trust a player like me

(Dia bilang, dia tidak bisa percaya pada ‘player’ sepertiku)

But baby that was part of my history

(tapi sayang itu adalah sebagian dari sejarahku)

She’s telling me breaking hearts is a part of me

(Dia bilang padaku, menghancurkan hati adalah bagian dari diriku)

It’s like it’s in my system and it would never leave

(Ini seperti sebuah sistem dan hal ini tidak akan pernah hilang)

*****

Yah, ia tidak mau Yoon Hye bersedih. Dan pada akhirnya Kyuhyun setuju untuk mengakhiri hubungannya bersama Yoon Hye. Sejauh ini yang Kyuhyun tahu Yoon Hye tidak berpacaran dengan siapa pun. Banyak orang bilang jika Yoon Hye masih mencintainya. Tapi, kenapa gadis itu tidak juga memintanya untuk kembali.

Pada akhirnya dua gadis menghampirinya untuk menggantikan Yoon Hye. Tentu Kyuhyun terima tapi keduanya sama saja.

PLAK!

Sebuah tamparan keras Lee Hyora berikan pada pipi kiri Kyuhyun. Gadis mungil itu menemukan Kyuhyun tengah bermain dengan Park Hye Mi di apartemennya. Yah, kedua gadis yang mengganti Yoon Hye itu Lee Hyora dan Park Hye Mi. Dan kini kedua gadis itu tengah menatapnya dengan marah.

“Kenapa kau mempermainkan kami seperti ini?!” teriak Hye Mi dengan geram sambil mengenakan pakaiannya.

Sedangkan Kyuhyun hanya bisa diam dengan tatapan kosongnya. Tidak terlalu mendengar amukan Hye Mi, teriakan Hyora dan isak tangis keduanya.

“Maafkan aku.” Gumam Kyuhyun pelan sambil mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya dengan frustasi.

Tapi kedua gadis itu masih memakinya, yah, keduanya belum puas untuk memakinya dengan kesal. Sampai akhirnya Hyora melempar kue tar bertuliskan ‘Selamat Ulang Tahun My
Kyu’ tepat di samping kakinya. Mengotori karpet tebalnya.

Semakin mereka berteriak, semakin mereka mengacaukan isi apartemennya. Kyuhyun rasa kepalanya semakin sakit. Seolah keduanya tengah mengebor otak di kepalanya. Dan yah, rasanya kepalanya akan pecah saat ini juga. Namun yang ada diotaknya hanya bayangan Yoon Hye yang muncul. Gadis yang dulu ia perlakukan sama pada Hyora dan Hyemi.

Saat ulang tahunnya tahun lalu.. Yoon Hye yang datang. Membangunkannya dengan cara yang kelewat aneh. Melompat ke atas ranjangnya dan menindihnya sambil tertawa keras. Yoon Hye dulu hanya membawa cermin padanya dan menunjukkan hasil karya gadis itu di permukaan wajah Kyuhyun.

Yoon Hye membuat tulisan ‘selamat ulang tahun’ di dahi Kyuhyun. Membuat gambar kue tar
dengan lilin di pipi kanannya dan menggambar beberapa kado di pipi kirinya.

“Selamat ulang tahun, sayang!” seru Yoon Hye dengan tawa renyahnya sambil mengecup pipi kiri Kyuhyun. Meski Kyuhyun tahu. Ya, ia sudah bangun saat suara pintu kamarnya dibuka. Ia tahu Yoon Hye berbuat sesuatu pada wajahnya dengan spidol merah. Ia tahu tapi ia membiarkan Yoon Hye. “Kau suka kadoku?” tanya Yoon Hye yang hanya membuat Kyuhyun
ikut tertawa.

“Bagaimana aku bisa meniup lilinku?” tanya Kyuhyun sambil meniup pipi kanannya sendiri dengan ekspresi dibuat-buat. “Dia tidak mau padam.” Ucap Kyuhyun sambil menujuk pipi kanannya yang bergambar kue tar dengan satu lilin yang menyala.

“Biar aku yang tiup!” ucap Yoon Hye dengan bersemangat. Dan yah, Yoon Hye
mengecup pipinya dengan pelan. “Anggap saja lilinya sudah mati,” Lagi
ucapan Yoon Hye sukses membuat Kyuhyun tertawa terbahak-bahak. ” Oke, say
cheese !” seru Yoon Hye tiba-tiba sambil mengambil camera polaroid dihadapan keduanya. Belum sempat Kyuhyun mencerna. Yoon Hye sudah bergaya disampingnya dengan cahaya blitz yang menyilaukan.

“Dasar..” keluh Kyuhyun saat Yoon Hye tampak mengibaskan fotonya dengan bersemangat. Dan gadis itu tertawa dengan terbahak-bahak, sebegitu puasnya saat melihat raut wajah Kyuhyun yang terpampang di foto yang baru ia ambil. “Apa yang kau tertawakan?” tanya Kyuhyun pura-pura marah namun dengan bibir berkedut.

“Wajahmu.. hahahahaha,” tawa Yoon Hye sambil menekan perutnya karena terlalu banyak tertawa. “Kekasihku yang tampan kenapa jadi seperti ini?” tanya Yoon Hye sambil menangkup kedua pipi Kyuhyun dengan gemas.

“Kalau aku berubah jelek, apa kau masih mau jadi kekasihku?” tanya Kyuhyun yang membuat Yoon Hye menghentikan tawanya dan menatap Kyuhyun sambil memincingkan matanya.

“Tidak!” jawab Yoon Hye membuat Kyuhyun tersentak kaget. Tapi reaksi Kyuhyun itu yang membuat Yoon Hye kembali tertawa terbahak-bahak. “Wuah! Wait! Wait!” seru Yoon Hye dengan kaget saat Kyuhyun tiba-tiba menerjangnya dengan tatapan kesal. “Jangan marah aku hanya bercan—hmpt!” seru Yoon Hye kaget, saat Kyuhyun kini menerjang bibirnya dengan bibir Kyuhyun.

“Terima kasih kadonya.”

Tapi itu tahun lalu. Tidak untuk tahun sekarang. Kyuhyun rasanya sangat merindukan gadis itu. Sangat merindukannya. Dan ia baru sadar Hyora dan Hye Mi sudah meninggalkannya sendirian di apartemennya yang sangat berantakan dan kacau balau.

Uncommitted, I’ll never admit it

(Tidak memiliki komitmen, aku tidak pernah mengakuinya)

And then I’ll never get it but somehow she could be right

(Dan kemudian aku tidak pernah mendapatkannya, tapi entah kenapa dia benar)

Setelah mengambil kunci mobilnya. Tujuan yang ada di otaknya hanyalah apartemen Yoon Hye. Seperti GPS, otaknya hanya merekam jalan menuju apartemen Yoon Hye. Ia benar-benar membutuhkan Yoon Hye sekarang. Ia ingin meminta maaf, ia ingin kekasihnya kembali ke disampingnya. Ia tidak membutuhkan wanita lain selain Yoon hye. Oh! Anggap saja ia sudah gila hampir ketahap paling parah untuk mendapatkan Yoon Hye kembali. Tapi..

“Cho Kyuhyun?” gumam seorang namja dihadapannya.

“Siapa, Taemin ah?” tanya suara yang sudah Kyuhyun rindukan. Tapi ia hanya bisa mematung saat menemukan gadis yang ia rindukan kini berdiri dihadapannya.

“Biar aku yang..”

“Tidak.” Tegas Taemin dengan tatapan tajamnya pada kakak perempuannya sendiri. Taemin adalah adik kandung Yoon Hye sekaligus mantan pacar Hyora yang minggu lalu ia rebut. Pantas jika Taemin tampak begitu sangat murka jika bertatap muka dengannya.

Kyuhyun tidak terlalu mendengarkan apa yang didebatkan oleh kedua kakak beradik dihadapannya. Tapi rasanya kebutuhannya sudah terpenuhi hanya dengan melihat Yoon Hye, hanya dengan mendengar suara Yoon Hye. Yah, ia bersyukur Yoon Hye baik-baik saja. Atau memang Yoon Hye tampak jauh lebih baik saat ia tidak bersama Kyuhyun. Tanpa sadar Kyuhyun menundukkan kepalanya dengan resah. Ah ya.. dia benar-benar brengsek. Seperti apa yang dikatakan oleh Taemin padanya.

BRAK!

Suara pintu yang ditutup dengan kencang sukses membuat Kyuhyun menegakkan kepalanya dengan kaget. Tapi ia lebih kaget dengan seseorang yang kini tengah menutup pintu apartemennya. Dan saat orang itu membalikkan badannya, Kyuhyun tidak bisa melakukan apapun. Hanya diam mematung. Meski kini mata Kyuhyun memerah, entahlah ia hanya merasa
matanya begitu sangat perih.

“Kau baik-baik saja?” tanyanya dengan tatapan khawatir.

Kyuhyun hanya menganggukkan kepala sambil mengigit bibir atasnya dengan keras.

“Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?” tanyanya dengan lembut.

“Maafkan aku—” ucap Kyuhyun dengan lirih sambil menundukkan kepalanya.

Kyuhyun benar-benar tidak tahan. Bahkan Yoon Hye masih sempat menanyakan
keadaannya. Dan kini Kyuhyun tampak tidak berani menatap Yoon Hye dan hanya
bisa menunduk dengan resah.

“Kyu..” gumam Yoon Hye dengan terkejut. “Ada apa?” tanya Yoon Hye dengan bingung saat menemukan namja dihadapannya menangis. Baru kali ini Yoon Hye menemukan seorang namja
bernama Cho Kyuhyun menangis.

“Maafkan aku~” lirih Kyuhyun berulang-ulang. Dan Yoon Hye kini hanya bisa mengusap bahu Ky Kyuhyun dengan pelan. “Maafkan aku..” lagi entah kenapa suara tangisan Kyuhyun seperti rengekan anak kecil. “Aku tidak bisa kehilanganmu.” Dan perkataan Kyuhyun sukses membuat Yoon Hye menghentikan elusannya dibahu Kyuhyun.

Bukan hanya karena ucapan Kyuhyun tapi juga karena seseorang yang tiba-tiba muncul dibalik pintu apartemen Yoon Hye.

Bukan Taemin, tapi seorang namja berkulit putih yang hanya mengenakan jeans hitam dan kaos santai. Sontak Kyuhyun mengusap air matanya dengan cepat. Tidak lucu jika orang lain melihat Kyuhyun menangis padahal ia biasa dipandang sebagai namja yang dingin.

“Kenapa?” pertanyaan singkat dengan suara yang terlampau halus itu membuat Yoon Hye menghampiri namja itu.

Kyuhyun tahu siapa namja itu. Sebenarnya saat ia menemukan bercak kemerahan di sudut leher Yoon Hye. Kyuhyun tahu, ia tidak bisa memiliki Yoon Hye lagi. Dan itu yang membuatnya mendadak frustasi.

“Cho Kyuhyun?” gumam namja itu dengan bingung.

“Hai, Donghae!” sapa Kyuhyun dengan nada gamang. Dari semua namja yang ia ketahui dekat dengan Yoon Hye. Kyuhyun tidak menyangka Lee Donghae yang akan mendapatkan Yoon Hye.

Sepertinya Donghae benar-benar mengembalikan gadis itu kesedia kala. Lihat saja penampilan dan tatapan lembut Yoon Hye. Dan tanpa sadar Kyuhyun tertawa kecil saat menemukan Donghae melingkarkan tangannya dipunggung Yoon Hye dan dengan lebut mengelus lengan atas Yoon Hye dari belakang.

“K-Kyuhyun ah…” gumam Yoon Hye dengan tatapan khawatir.

Cukup, Kyuhyun tidak tahan ditatap seperti itu oleh orang lain terutama oleh Yoon Hye. “Maaf mengganggu kalian sepagi ini.” Ucap Kyuhyun pelan sambil membalikkan badannya. “Bodoh~” keluh Kyuhyun pelan sambil mengusap surainya. “Benar-benar bodoh,” olok Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Mana mungkin Yoon Hye mau menerimanya lagi. Orang baik akan mendapatkan pasangan
yang baik itu gadis yang baik maka wajar jika Donghae yang mendapatkannya. Meski namja itu terlihat tidak perduli, aslinya namja itu sangat baik. Tidak seperti dirinya…

How could this be, she’s telling me,

(Bagaimana ini bisa terjadi, dia bilang padaku)

I will never let her be my everything

(Aku tidak akan pernah membuatnya menjadi ‘my everything’)

She said I’m a player and I’ll never change

(Dia bilang aku ‘player’ dan aku tidak akan pernah berubah)

I feel that I’m ready to leave again

(Aku rasa, aku siap untuk pergi lagi)

END. OVER.

Huwaaaaaaahhhhh…. Jangan salahkan Vea, salahkan saja authornya yang bikin ff ngenes begini *ditendang berlin*
Gimana? Suka? Vea juga suka banget sama fanfic ini ^^