Tags

, ,

dddd copy

“Hyuk Jae oppa, kenapa kau melakukan ini padaku? Aku tau dia adalah sepupumu, tapi kau menciumnya sama seperti menciumku. Apa arti diriku untukmu?”

 

“Ne Yoon ah, arayo? Hal yang paling sia-sia adalah berebut. Jangan berebut. Apalagi memperebutkan diriku. Tuhan menciptakan setiap makhluknya berpasangan. Saat ini kau kekasihku. Pasanganku. Tapi bisa juga bukan. Jadi, untuk apa merebutkan hal yang sia-sia?”

****

Kim Yoon Hye menghela nafas pelan. Gadis itu menyesap caffe late-nya perlahan. Suasana langit sekarang sama dengan suasana hatinya. Mendung. Ia menyukainya. Menyukai saat cuaca tidak terasa panas juga tidak terasa begitu dingin.

 

“Kau sudah menatapku selama empat puluh tiga menit, dua puluh satu detik. Apa yang kau inginkan?” tanyanya sambil menatap jam pada ponselnya.

 

Namja itu tidak melepaskan pandangannya. Ia tau meskipun sejak tadi dirinya duduk di hadapan Kim Yoon Hye, gadis itu tidak memperdulikannya. “Aku penasaran.”

 

“Tentang?”

 

“Lee Hyuk Jae. Dia kekasihmu bukan?”

 

Mata hitam itu menatap tajam laki-laki dihadapannya, “Waeyo?”

 

“Kenapa dia makan dengan gadis lain? Kau tidak marah? Gadis itu bisa saja merebutnya darimu karena Lee Hyuk Jae sangat populer. Kalian sudah berpacaran sebelum kuliah bukan?”

 

“Mungkin kau benar.”

 

“Kau tidak akan merebutnya kembali? Apa kau tidak menyukainya lagi?”

 

Kim Yoon Hye tercenung mendengar pertanyaan itu. “Na johaeseo…” jawabnya dengan nada melamun. “Jjinja johaeseo…”

 

“Lalu kenapa kau hanya diam saja?”

 

“Kyuhyun ah, arayo? Tuhan menciptakan setiap makhluknya berpasangan. Sudah ada seseorang yang diciptakan untukku. Jadi untuk apa berebut hal yang sia-sia? Untuk sekarang, dia adalah pasanganku. Tapi mungkin saja dia bukan orang yang diciptakan untukku.”

 

Cho Kyuhyun terdiam mendengar jawaban itu. Tanpa berkata apapun, namja itu beranjak dari duduknya lalu melangkah pergi. Meninggalkan gadis itu sendiri.

 

*****
Kota Seoul terlihat basah setelah hujan membasahinya dari pagi hingga siang hari. Menebarkan aroma yang sejuk. Ini pertengahan musim gugur dan hujan sering kali turun. sepasang kekasih itu berjalan perlahan. Menapaki jalan menuju kampus yang masih basah.

 

“Waeyo? Kenapa sejak tadi kau hanya diam?”

 

Gadis itu menoleh pada laki-laki yang berjalan disebelahnya lalu tersenyum, “Oppa… Apa kau masih menyukaiku?”

 

“Mwo? Kenapa bertanya hal itu?”

 

“Aku hanya ingin tau…”

 

“Tentu saja… Aku menyukaimu.”

 

Sepasang kaki gadis itu sontak berhenti melangkah. Membuat sepasang kaki di sebelahnya juga ikut berhenti. “Kau bilang Tuhan menciptakan setiap makhluknya berpasangan bukan?” tanya Yoon Hye sambil menatap lurus ke depan, “Jika aku bukan pasanganmu, apa kau akan sedih? Kau bilang kau menyukaiku. Apa hatimu tidak sakit jika kau melihatku bersama orang lain?”

 

Lee Hyuk Jae menatap gadis di sebelahnya, “Waegeure?”

 

Tiba-tiba saja Yoon Hye memutar tubuhnya menghadap laki-laki itu. Menatapnya tepat di manic mata, “Karena aku selalu sakit saat melihatmu bersama dengan gadis lain. Kau bilang itu hal yang sia-sia. Memperebutkanmu. Jadi selama ini aku hanya diam saja. Tapi aku selalu merasa sakit. Karena kau adalah orang yang kusukai.”

 

“Yoon ah…”

 

“Jangan khawatir. Rasa sakit ini sudah tidak terasa. Mungkin aku sudah kebal. Atau… Mungkin aku sudah tidak menyukaimu lagi. Sekarang aku baru mengerti kenapa kau mengatakan itu hal yang sia-sia.”

 

Lee Hyuk Jae menghela nafas, “Ternyata memang bukan kau gadis yang diciptakan untukku. Apakah ini sudah berakhir?”

 

Gadis itu mengangguk pelan, “Gomawo…” ucapnya pelan.

 

Tanpa berkata apa-apa lagi, laki-laki itu melangkahkan kakinya kembali. Pergi meninggalkan sepasang kaki yang masih tetap diam ditempatnya.

 

“Itu bukan hal yang sia-sia!”

 

Suara itu membuat Kim Yoon Hye membalikkan tubuhnya. Laki-laki itu berdiri tidak jauh darinya dan sekarang sedang berjalan menghampirinya.

 

“Itu bukan hal yang sia-sia.” Ulang laki-laki itu.

 

“Kyuhyun ah…”

 

Tatapan Kyuhyun melembut. “Aku menyukaimu…”

 

Kalimat itu membuat Yoon Hye terdiam. Ia tidak tau harus berkata apa. Ini begitu tiba-tiba.

 

“Mungkin benar Tuhan sudah menciptakan pasangan untuk setiap makhluknya. Tapi hati ini berhak untuk memilih. Aku menyukaimu. Dan untuk membuatmu menjadi pasanganku, aku akan berusaha berebut. Merebutmu dari apapun yang bisa membuatku kehilanganmu. Merebutmu darinya dan merebut hatimu dari dirimu sendiri.”

 

Mata gadis itu berair. Mungkin itu adalah kata-kata yang paling ingin didengarnya.

 

“Untuk membuatmu menjadi pasangan hidupku itu bukanlah hal yang sia-sia, Yoon ah… Karena aku menyukaimu. Kita memang tidak tau takdir. Tapi setidaknya aku akan berusaha untuk orang yang kusukai.”

 

“Kau benar…” ucap gadis itu sambil mengusap pipinya yang basah, “Itu bukan hal yang sia-sia. Melakukan hal untuk mempertahankan orang yang kita sukai. “

 

“Jangan menangis…” Kyuhyun meraih wajah itu dengan jemarinya, “Aku tidak akan makan dengan gadis lain seperti dirinya.”

 

Kalimat itu nyatanya bisa membuat yoon hye ingin tertawa, “Arayo… Karena kau bukan Lee Hyuk Jae.”

 

Kyuhyun tersenyum mendengarnya, “Mulai sekarang aku pasti akan merebut hatimu, Yoon ah… Lihat saja!”

 

“Gomawo…” bisik gadis itu pelan.

 

Karena dengan berusaha bisa memperlihatkan seberapa banyak cinta yang kau miliki… Tidak ada yang sia-sia dalam kehidupan ini. Meskipun takdir sudah tertulis.