Tags

,

badluck copy

Cerita ini sebenernya pakai pairing dari fandom sebelah. Tapi saya remake dengan beberapa perubahan menjadi seperti ini. Tadinya saya lebih feel kalau ini pakai setting jepang. tapi karena disini mayoritas kpopers, agak saya paksa jadi korea kkkk #plak jadi kalau hasilnya tidak memuaskan, salahkan saja para kpopers #dikroyok #kabur

================================

Tampan, jenius, dan kaya. Tiga sifat yang bisa menjadikan seorang remaja laki-laki sebagai seorang pangeran. Kemudian ditambah image yang mengikutinya saja. Ramah, baik hati, dan murah tersenyum adalah tipe pangeran dari dunia dongeng. Sementara Dingin, tidak acuh, dan jarang berbicara apalagi tersenyum adalah tipe pangeran ice alias Ice Prince. Mau pangeran dari negeri dongeng ataupun si Ice Prince, tetap saja yang namanya pangeran pasti menjadi idola dan selalu sempurna di mata penggemarnya.

Tapi…

Seperti yang kita tau bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Cho Kyuhyun. Dia masih sekolah tingkat sebelas di Paran high School tapi ketiga sifat yang dimilikinya membuat remaja itu menjadi seorang pangeran. Ditambah sikapnya yang Dingin, tidak acuh, dan jarang tersenyum lengkap dengan aura ‘jangan-dekati-aku’ langsung membuatnya mendapatkan title Ice Prince.

Jangan salah… Ice Prince itu sudah biasa. Tokoh itu sudah ada di ribuan dongeng, cerita, novel, ataupun fanfiction yang ditulis oleh author sedunia. Namun… Di tulisan ini ia menjadi luar biasa. Nyatanya seseorang yang dianggap sempurna seperti Cho Kyuhyun ternyata tidak selamanya sempurna. Karena Siapapun yang bersama dengannya akan mendapat sial.

‘Mianhae Kyuhyun ah… Mulai sekarang aku akan satu kelompok dengan Lee Donghae. Tidak ada hal baik yang terjadi saat aku bersamamu. Mianhae…’

Kata-kata itu seperti melekat permanen di otak Cho Kyuhyun. Kata-kata yang keluar dari bibir Lee Hyo Ra. Gadis yang menjadi cinta pertamanya. Hingga akhirnya dia tidak pernah mengungkapkan perasaannya pada gadis itu. Beruntung saat masuk senior highschool, orang tua Cho Kyuhyun harus pindah ke Seoul. Membuatnya meninggalkan kota Daecheon. Di Seoul kehidupan barunya dimulai. Menjadi sosok Ice Prince yang selalu mengeluarkan aura ‘jangan-dekati-aku’.

Selama ini Cho Kyuhyun cukup tenang karena aura yang dikeluarkannya cukup untuk membuat penggemarnya menjaga jarak. Meskipun teriakan mereka terkadang menyakiti gendang telinganya. Tapi akankah ketenangan itu berlangsung selamanya?

Seperti yang kita tau bahwa takdir ada di tangan Tuhan, dan sebuah cerita ada di tangan penulisnya…

*****

Seongsaengnim cantik itu melangkah dengan anggun. Hentakan sepatu higheelsnya memenuhi koridor sunyi itu. Gaun ungu muda yang dipakainya bergerak lembut seiring langkahnya. Dan pita putih yang melingkar di lehernya serta aksesoris lainnya turut mempercantik penampilannya. Singkat kata penampilannya lebih cocok untuk artis daripada untuk seorang guru.

Jemari letik Krystal Jung, sensei itu, membuka sebuah pintu kelas dan masuk ke dalamnya. Semua keributan yang terjadi sebelumnya mendadak hilang saat makhluk manis yang berjalan di belakang guru itu ikut masuk ke dalam kelas. Rambut coklat bergelombang panjang dengan poni yang menutupi dahinya.

“Selamat pagi!!!” seru Krystal Jung ceria, “Kita kedatangan murid baru hari ini. Sebelum pelajaran dimulai kita akan memberinya kesempatan untuk memperkenalkan diri dulu.” Jelasnya, “Jja, tulis namamu lalu sapa teman barumu.”

Murid baru itu mengangguk. Ia menulis namanya di papan tulis lalu tersenyum manis, “Anyeong haseo, choneun Kim Yoon Hye imnida. Aku pindahan dari sekolah khusus putri Maehwa. Bangapta!” Serunya sambil membungkukkan badan.

“Kim Yoon Hye, kau boleh duduk di bangku yang kosong!”

“Sam!!” seorang siswa sambil mengangkat tangannya sambil memanggil lantang.

“Ne, Jong suk ah?”

“Kita tidak punya bangku kosong disini.”

“…”

“MWOOO???” teriak guru itu dramatis, dia menggigit ujung kuku sejenak sambil berfikir, “kalau begitu ayo kita pergi, Yoon ah!” ajak Krystal Jung sambil melegang pergi keluar kelas.

“Sam… Eodigayo?” tanya Yoon Hye bingung sambil mengekor di belakangnya.

“Mencari kelas yang masih ada bangku kosongnya.”

“Ne? Jadi saya tidak jadi di kelas 2 E?”

Pertanyaan Yoon Hye dijawab dengan suara energik CN.Blue yang menyanyikan lagu I am sorry. Guru muda itu mengangkat teleponenya dengan cepat, “Anyeong haseo, Chan yeong ssi…?” sapanya dengan nada yang dibuat-buat, “Ne? Siang ini? … Aniyo… Aku tidak keberatan. Kalau begitu sampai bertemu nanti… Ne… Anyeong…”

“Seongsaengnim…”

“Sesange!!! (Tuhan!) Dia mengajakku makan siang!!” pekik Krystal Jung tiba-tiba, “Omo… Eothokeh? Apa yang harus kupakai? Apa aku harus pergi ke salon lebih dulu? Oh tidak, aku lupa membawa alat make up!”

“Seongsaengnim…” panggil Yoon Hye dengan muka bingung. Apa semua guru di sekolahan umum sepertinya?

“Ah! Kyuhyun ah!!!” teriak guru itu tiba-tiba pada seorang siswa yang kebetulan tidak beruntung karena lewat di koridor dalam waktu yang tidak tepat. Tanpa aba-aba, Krystal Jung menarik lengan Yoon Hye, menyeretnya ke hadapan laki-laki itu. “Apa dikelasmu apa ada bangku kosong?”

“Ne?” laki-laki itu menatap terkejut dengan pertanyaan yang tiba-tiba, “y-ye…”

“Good! Aku ada urusan penting. Dia Kim Yoon Hye, siswi pindahan dari sekolah khusus putri Maehwa. Karena di kelas 2E tidak ada bangku kosong, mulai sekarang dia menjadi teman sekelasmu. Ajak dia ke kelas! Aku pergi dulu!”

Setelah menjelaskan dengan kecepatan kata yang tidak bisa diproses lebih dulu oleh otak, guru cantik yang aneh itu melegang pergi begitu saja.

‘Urusan penting…?’ batin Yoon Hye dengan wajah keruh.

“Kelas 2A ada di lantai dua sebelah kanan lorong paling ujung.” potong laki-laki itu lalu melangkah pergi.

“Ne?” Yoon Hye menatap bingung, “Kyuhyun ah_”

“Jangan sok akrab denganku!” potong Kyuhyun sadis, “Kenapa mengikutiku?”

“Kau akan ke kelas bukan? Kita pergi sama-sama!”

“Pabboya?” tatap Kyuhyun lalu membuka sebuah pintu ruangan dan masuk ke dalamnya.

Gadis itu masih menatap bingung. Tapi ia baru sadar saat melihat papan kecil yang bertuliskan ‘Ruang Guru’ diatas pintu itu. Ini hari pertamanya tapi kenapa seperti ini? Setelah bertemu guru aneh yang tidak bertanggung jawab sekarang ia bertemu dengan laki-laki berwajah tembok. Apa yang harus dilakukannya? Hatinya berteriak frustasi.

Suara pintu yang terbuka itu membuat Kisa tersentak. Ia baru sadar kalau sejak tadi dirinya melamun. Melihat Kyuhyun yang sudah melangkah pergi, cepat-cepat Yoon Hye menyusulnya.

“Yaa, siapa namamu? Namaku Kim Yoon Hye. Ini pertama kalinya aku sekolah di sekolahan umum. Kuharap kita bisa berteman baik. Blablabla….”

Kyuhyun mendesah kesal. Telinganya mendadak terasa sakit. Kenapa harus dia yang disuruh Kim seongsaengnim untuk mengambil daftar absen yang tertinggal di ruang guru? Laki-laki itu menghitung di dalam hati, berusaha untuk sabar. Tangannya baru saja memutar handle pintu kelas saat telinganya mendengar sesuatu.

“HUWAAAAAAAAAAAAAA…..”

BRUUUUK

“OPPAAA!!!”

Kejadian itu begitu cepat. Berlangsung hanya beberapa detik. Yoon Hye tidak ingat bagaimana lantai itu bisa basah hingga kakinya terpeleset. Detik selanjutnya tubuhnya menghantam Kyuhyun hingga menabrak pintu di belakangnya terbuka dan mereka terdampar di lantai disertai teriakan seisi kelas.

“Appo… Ah, mianhae!!” pekik Yoon Hye sambil beranjak dari tubuh Kyuhyun dengan cepat.

“Nuguya?” tanya seorang guru berkaca mata dengan kepala botak setengah.

“Jeoseonghamnida, Kim Yoon Hye imnida. Siswi pindahan dari sekolah khusus putri Maehwa.”

“Bukankah seharusnya kau di kelas 2E?”

“Eng… Itu karena di sana tidak ada bangku yang kosong jadi Jung seongsaengnim menyuruh saya sekelas dengan Kyuhyun ssi.”

“Geure? Baiklah Kim Yoon Hye ssi, perkenalkan dirimu lebih dulu!”

“Ne…”

*****

Waktu berdetak begitu lambat seolah-olah tidak ingin kebosanan para pelajar itu berakhir. Musim semi kali ini lebih kering. Udara lebih panas membuat sebagian murid malas melakukan aktifitas. Mereka semua menantikan liburan musim panas yang mungkin masih lama. Cho Kyuhyun menyadari ada yang berubah dari hari-harinya yang membosankan. Ia tidak tau ini termasuk bencana atau kesialan. Bagaimana bisa ada makhluk seperti Kim Yoon Hye?

Dihari pertama gadis itu sekolah ditempatnya, dia sudah sukses mendapatkan segudang musuh. Ternyata kepopulerannya bukan main-main. Kyuhyun ingat saat Yoon Hye datang padanya dengan mata berkaca-kaca.

‘Kyuhyun ah… Kenapa semua anak-anak di sini memusuhiku? Lihat, lihat, lihat, mereka mencoret-coret semua buku-bukuku…’

Kyuhyun tidak habis pikir, sebenarnya Yoon Hye itu terlalu polos atau bodoh? Jelas-jelas dia dimusuhi karena selalu menempel padanya. Semua gadis di sekolah ini cemburu padanya, Kyuhyun tau itu. Meskipun jelas-jelas Kyuhyun tidak memperdulikannya sama seperti yang lain, tetap saja keberanian Yoon Hye itulah yang memicu perang kasat mata. Dan para siswa terlalu malas berurusan dengan Yoon Hye karena nanti para gadis ikut memusuhi mereka.

Bukan itu saja. Kyuhyun juga tau jelas-jelas Yoon Hye selalu tertimpa sial saat bersamanya, tapi gadis itu tidak pernah sadar. Karena itu, Kyuhyun selalu bertanya dalam hati, Yoon Hye itu polos atau bodoh? Dan anehnya, Kyuhyun selalu mengingatnya. Mengingat waktu yang dihabiskannya bersama Yoon Hye. Ia sering tersenyum geli dalam hati sebenarnya melihat Yoon Hye ketiban sial. Ekspresi wajah gadis itu benar-benar lucu.

‘Kyuhyun ah!!!’ teriak Yoon Hye dengan semangat sambil berlari menyeberangi halaman sekolah.

BYUUUR…

‘Yaa, kenapa kau tiba-tiba saja lewat saat aku membuang air bekas mengepel? Itu bukan salahku!’ kata paman tukang kebun.

‘Kyuhyun ah… Apa kau membawa seragam olah raga?’ tanya gadis itu dengan tubuh basah kuyup dan mata berkaca-kaca.

Kalau sudah begitu, siapa yang tega menolaknya? Kyuhyun memang sadis, tapi dia orang yang baik. Dan kejadian itu hanya salah satu dari semua kejadian sial yang didapat Yoon Hye saat bersamanya.

‘Kyuhyun ah!!!’

BRUUUUK

‘Appo…’

‘Yaa, ige mwoya? Kenapa kau yang muncul? Ini perangkap untuk si culun seo rin itu. Haaah… Kau mengacaukannya!’ marah beberapa siswa yang kemudian berjalan pergi begitu saja.

‘Kyuhyun ah… Kakiku sepertinya terkilir, tolong bantu aku ke ruang kesehatan…’ pinta Yoon Hye dengan kebiasaannya. Mata berkaca-kaca.

Meskipun Yoon Hye selalu terkena sial, tapi gadis itu tetap menempel padanya seperti permen karet. Membuat Kyuhyun sedikit takut. Bukannya apa, tapi Yoon Hye itu orang yang nekat. Benar-benar nekat.

‘Haah…’ Kyuhyun menghela nafas lelah sebelum melepas celananya lalu duduk di kloset kamar mandi sekolah. Seharian ia mendengarkan celoteh Yoon Hye yang meratapi nilai pelajaran sejarah membuat telinganya berdengung sakit.

‘Kyuhyun ah!’

Laki-laki itu menggeleng pelan. Sepertinya telinganya akan rusak kalau terus menerus bersama Yoon Hye. Sekarang saja ia mendengar suara-suara yang tidak perlu.

‘Kyuhyun ah!’

Tuh, benar kan? Apa sepulang sekolah ia harus mampir ke rumah sakit terdekat untuk memeriksakan telinganya?

‘Kyuhyun ah, kalau kau sudah selesai ayo kita makan bersama.’

Remaja itu mengernyit pelan. Perasaannya mulai tidak enak. Dengan wajah horror, Kyuhyun mendongakkan kepalanya menatap ke samping atas. ‘APA YANG KAU LAKUKAN DISANA???’ teriaknya langsung saat melihat seraut wajah tidak berdosa Yoon Hye.

‘Aku ingin mengajakmu makan siang,’ senyum gadis itu.

‘Lakukanlah dengan cara yang normal! Aku sedang di toilet!’ keluh Kyuhyun sambil menutup wajahnya dengan telapak tangan. Siapa yang tidak terkejut melihat seseorang melogokkan kepalanya dari atas skat dinding pembatas toilet? Dan Yoon Hye itu seorang gadis sementara dia laki-laki, itu bisa dibilang mengintip kan? Kalimat gadis itu berikutnya sukses membuat Kyuhyun ingin melemparnya dari tingkat sepuluh.

‘Ternyata pangeran sekolah kalau pup juga bau!’

Sepertinya bukan hanya seperti itu saja yang bisa membuat badai di hari-hari Kyuhyun. Badai itu datang tiba-tiba, Badai yang sesungguhnya. Membuat laki-laki itu tidak tau apa yang harus dilakukan.

****

“Kyuhyun ah… Bukankah bahasa inggris rahasia itu scret? Kenapa jawabanku salah?” gumam Yoon Hye sambil sibuk dengan buku notesnya. Gadis itu berjalan di belakang Kyuhyun. Mengekori sang pangeran.

Tentu saja salah! Kesal Kyuhyun dalam hati. Hanya saja ia terlalu malas untuk mengeluarkan kata-kata yang nantinya disia-siakan oleh otak bodoh Yoon Hye. Gadis itu pintar di semua mata pelajaran, tapi di bahasa inggris, dia hancur.

“Kyuhyun ah?”

Langkah kaki Kyuhyun sontak berhenti, membuat Yoon Hye yang berjalan dibelakangnya membentur punggungnya dengan keras.

Gadis berambut pendek itu tersenyum sambil berjalan menghampiri Kyuhyun, “Anyeong, Kyuhyun ah… sudah lama sekali bukan? Aku terkejut kau juga sekolah di sini. Ini hari pertamaku.”

“Kau… Pindah ke sini?” tanya Kyuhyun setengah sadar. Ia masih belum percaya apa yang dilihatnya.

“Ya… Aku di kelas 2C, senang bertemu denganmu lagi. Kapan-kapan kita ngobrol lagi ya, sekarang aku harus pergi. Anyeong!!”

Cho Kyuhyun terdiam menatap gadis yang sudah berlari menjauh darinya itu. Lee Hyo Ra. Cinta pertamanya itu tiba-tiba saja kembali muncul dihadapannya. Apa ia masih bermimpi saat ini?

“Kyuhyun ah? Nuguya?” tanya Yoon Hye.

Pangeran tampan itu tidak menjawab. Tiba-tiba saja laki-laki itu berbalik lalu melangkah pergi. Membatalkan niatnya ke perpustakaan. Kyuhyun tau, gadis itu akan selalu menghindarinya. Seperti dulu.
.
.
“Yaa, Lee Hyo Ra, sejak kapan kau mengenal Kyuhyun Oppa?” tanya seorang gadis berkepang dua, Eunsuk.

“Kami satu sekolah dulu sebelum Cho Kyuhyun pindah ke Seoul, waeyo?”

“Aah… beruntung sekali… aku juga ingin tau banyak tentangnya,” saut Seulbi.

“Yaa, yaa, apa dia dulu pernah punya pacar?”

“Neo ara? Setiap orang yang dekat dengan Cho Kyuhyun, dia akan terkena sial!”

“Mwo?? Jeongmal??”

“Gotjimal!”

“Dulu kami teman dekat. Tapi tidak ada hal yang baik terjadi saat bersamanya. Aku terlambat mengikuti audisi lomba piano saat dia mengantarku. Saat hari cerah bersamanya, tiba-tiba saja turun hujan. Atau tiba-tiba terpeleset, tersandung, dan masih banyak hal sial yang akan kau dapatkan.”

“Jinjja?” seru Eunsuk tidak percaya.

“Kalau dipikir-pikir, anak baru itu juga sering sial…” gumam Seulbi.

“Eoh, kau benar!”

“Anak baru? Naega?” Tanya Lee Hyo Ra tidak mengerti.

“Bukan kau. Kau lihat gadis yang selalu bersamanya? Namanya Kim Yoon Hye. Dia baru dua minggu di sini. Pindahan dari sekolah putri Maehwa. Hari pertama dia masuk, semua gadis langsung memusuhinya.”

“Wae?”

“Cho Kyuhyun itu Ice Prince. Selama ini aku bermimpi bisa jadi pacarnya…” saut Eunsuk.

“Kau tidak akan tahan oleh kesialan yang dibawanya. Aku dulu juga menyukainya, dan sepertinya dia juga menyukaiku. Tapi aku menyerah.”

“Kalau dipikir-pikir aku memang tidak akan sanggup kalau harus mengalami nasib seperti anak baru itu.”

“Aku akan berfikir ulang kalau mau jadi pacarnya.” gumam Lee Hyo Ra.

****

Memang, kecepatan mulut gadis itu lebih mengerikan daripada kecepatan roler coster. Dan itu diakui oleh delapan dari sepuluh laki-laki. Sementara sang object sepertinya belum menyadari bahwa badai ada di depan matanya.

Seperti biasa, Yoon Hye selalu menunggunya di gerbang sekolah. Ketika ia datang, gadis itu akan segera mengekorinya dengan segala macam cerita yang tidak penting untuknya. Kyuhyun bertanya-tanya, bagaimana caranya untuk membungkam mulut kecil itu. Tapi pagi ini ada yang aneh. Mendadak suasana terasa sunyi saat melewati koridor.

Laki-laki itu berdiri di depan papan informasi. Tidak ada pengumuman aneh yang terjadi. Kenapa sekolahan terasa menyeramkan?

“Kau sudah dengar itu? Si Ice Prince Cho Kyuhyun ternyata bisa membuat orang yang dekat dengannya terkena sial!”

“Ne… Aku ingin jadi pacarnya, kalau seperti itu lebih baik aku mundur.”

“Dia memang tampan, tapi kalau membawa sial aku akan berfikir seribu kali!”

“Aku heran kenapa gadis itu masih tidak sadar dengan keadaannya yang selalu terkena sial.”

Cho Kyuhyun terdiam. Ia merasa kosong saat mendengar bisikan beberapa siswi tidak jauh darinya. Pada akhirnya ia akan selalu sendiri. Selama ini Kyuhyun tidak pernah berharap untuk punya teman ataupun pacar karena ia tau, apa yang dikatakan mereka semua itu benar.

“Kyuhyun ah…” panggil Yoon Hye ragu-ragu.

“Kyuhyun ah!!!” teriakan nyaring itu membuat kyuhyun dan Yoon Hye serentak menoleh ke asal suara. Lee Hyo Ra berlari menghampiri mereka dengan nafas terengah, “Aku perlu bicara denganmu!” ucapnya sambil menarik laki-laki itu, menyeretnya pergi sebelum namja itu sempat menjawab. Menyisakan Yoon Hye yang termangu menatap keduanya menjauh.
.
.
“Mianhae,” ucap gadis itu sambil menggigit bibirnya gelisah. “Aku tidak tau akan begini jadinya. Aku hanya bercerita pada dua teman di kelasku tapi…”

“Gwenchana…” gumam Kyuhyun pelan, “Tidak ada yang salah. Jangan khawatir!”

“Tapi aku tidak tau kalau kau begitu populer… Aku hanya bercerita tentang masa lalu kita dan gossip yang beredar semakin buruk. Mianhae…”

Cho Kyuhyun ingin tersenyum pada gadis itu. Menunjukkan bahwa ia baik-baik saja. Tapi bibirnya terasa kaku. Ia baru sadar bahwa ia lupa cara untuk tersenyum. Tangannya terangkat, terulur menyentuh kepala gadis itu, “Gwenchana. Jangan khawatir… Lagi pula aku tidak perduli dengan mereka. Sebentar lagi pelajaran dimulai, kau kembalilah ke kelasmu.”

Lee Hyo Ra ingin menangis rasanya. Jantungnya berdebar pelan saat tangan besar Kyuhyun mengusap lembut kepalanya. Dulu Kyuhyun sering melakukan itu. Ia tau laki-laki itu anak yang baik dan tidak seharusnya ia menjauhinya.

****

“Kyuhyun-ah… Aku membuatkanmu bekal makan siang. Kau tidak lapar?”

Laki-laki itu tidak merespon. Cho Kyuhyun masih tetap dengan posisinya. Memejamkan mata dengan headphone terpasang, menyumpal telinganya.

“Kyuhyun-ah!!” Yoon Hye menarik headphone yang terpasang di kepala Kyuhyun tapi lengannya tertahan. Pangeran tampan itu mencengkeram pergelangan tangannya.

“Tinggalkan aku sendiri.” Pinta Kyuhyun dengan jelas. Matanya menatap tajam Yoon Hye.

Gadis itu menarik kembali tangannya. Tanpa menjawab, ia melangkah pergi dengan patuh. Mungkin Kyuhyun membutuhkan waktu untuk menenangkan diri. Yoon Hye berjalan menuju perpustakaan. Tempat paling aman untuknya.

“Yoo Anak baru!” panggil salah satu teman sekelas Yoon Hye, Seo Yeon, saat gadis itu melewati koridor. “kesialan apa yang kau dapat hari ini?” tanyanya disertai tawa cekikikan teman-temannya.

Yoon Hye menghela nafas pelan, “Cho Kyuhyun menolak bekal dariku,” keluhnya, “apa itu bisa disebut kesialan?”

Tawa Seo Yeon dan teman-temannya meledak, “Pabbo!” ejeknya sambil melegang pergi.

****

Dibandingkan sebelumnya, akhir-akhir ini Kyuhyun merasa sangat malas pergi ke sekolah. Bukan… Bukan karena gossip yang sebenarnya fakta tentang nasib sial yang dibawanya, tapi tentang Kim Yoon Hye. Ia ingin gadis itu menjauh darinya. Kenapa dia masih saja menempel padanya? Sudah cukup kesialan yang didapat Yoon Hye saat bersamanya, setelah berita itu menyebar dia tidak hanya mendapatkan sial. Tapi juga olokan dari murid lain. Seperti sekarang ini.

“Bagaimana kau bisa sekolah di Maehwa Highschool kalau kau sebodoh ini?”

“Karena itu dia pindah kemari, Ji ahn. Otaknya tidak akan mampu sekolah di sana.”

“Sudah tau pembawa sial masih saja menempelinya. Apa kau ingin jadi populer?”

Rahang Kyuhyun mengeras melihatnya. Kenapa Yoon Hye hanya diam saat Ji Ahn, Seo Yeon dan yang lainnya menertawainya sambil sesekali menjambak rambutnya? Ia melangkah cepat dengan nafas berderu karena menahan marah. Ditariknya tangan Yoon Hye membuat gadis itu terhuyung. Tanpa berkata, Kyuhyun menyeretnya pergi.

“Sang pangeran datang menyelamatkan putri!!” teriak Seo Yeon keras-keras yang langsung mendapat sorakan teman-temannya.

Kyuhyun tidak perduli dengan olokan itu. Ia tetap menyeret Yoon Hye naik ke lantai tiga lalu membuka sebuah ruangan bekas club jurnalistik yang tidak dipakai lagi. Menarik gadis itu masuk ke dalam.

“Kyuhyun ah… Kenapa kita kemari?” tanya Yoon Hye sambil meringis. Pergelangan tangannya terasa sakit. Laki-laki itu mencengkeramnya dengan kuat tadi.

“Jangan menggangguku atau bicara padaku lagi. Aku tidak ingin melihatmu!” kata Kyuhyun dingin.

“Waeyo?”

“Neo pabboya?!” bentak Kyuhyun, “Aku pembawa sial untuk orang lain, jelas?”

“Lalu kenapa?”

Kyuhyun berteriak frustasi, “Kenapa kau tidak mengerti???”

“Aku tidak mengerti kenapa aku harus menjauhimu! Aku tidak akan menjauhimu! Aku tidak akan meninggalkanmu! Aku tetap akan menempel padamu! Aku tidak perduli kau pembawa sial atau tidak. Aku tidak_”

BRAAAK…

Kim Yoon Hye merasakan punggungnya sakit. Kyuhyun mendorongnya dengan keras hingga menabrak rak buku ditengah-tengah ruangan.

“Aku tidak ingin orang lain tersakiti karena aku, kumohon mengertilah…” ucap laki-laki itu putus asa.

“Karena kau seperti ini aku tidak bisa meninggalkanmu…”

“Wae?”

“Karena kau orang baik. Kenapa aku harus meninggalkan orang baik sepertimu? Kau teman pertama yang kumiliki disini. Aku tau meskipun kau bersikap tidak perduli tapi kau tidak seperti itu. Setiap orang punya nasibnya sendiri-sendiri. Nasib sial ataupun nasib baik yang kualami itu bukan urusanmu. Aku sendiri yang memilih seperti ini. Kau tau kenapa aku memilih pindah dari sekolah lamaku? Aku tidak punya teman di sana. Aku tidak pernah cocok dengan siapapun. Lalu suatu hari aku melihatmu. Kau tersenyum pada anak anjing itu. Membuat jantungku berdebar. Aku… Aku menyukai_”

Mata gadis itu berbelalak karena tiba-tiba saja Kyuhyun memeluknya.

“Pabbo!” ucap Kyuhyun pelan. Sekarang ia bisa mencium aroma sampo Yoon Hye yang manis seperti strawberry. Laki-laki itu ingin menangis rasanya. Karena ada seseorang yang tetap berdiri disampingnya apapun yang terjadi. “Yoon Hye, Kim Yoon Hye… Kau milikku yang berharga.”

Gadis itu tersenyum, “Ini pertama kalinya kau menyebut namaku.”

BRAAAAK

Keduanya mengerang pelan. Yoon Hye mengaduh tertahan. Punggungnya terasa nyeri. Kyuhyun memeluknya erat hingga tubuhnya condong kebelakang dan keseimbangan mereka hilang. Keduanya menabrak rak buku hingga roboh. Tiba-tiba saja Kyuhyun tertawa membuat gadis itu terpana. Ini pertama kalinya ia melihat tawa itu. Matanya sampai tidak bisa berkedip. Perlahan bibirnya ikut mengembang.

“Nado… Nado joahae, Yoon ah!” Kata laki-laki itu sambil mendekatkan wajahnya, menyentuh hidung Yoon Hye dengan hidungnya sebelum memberikan kecupan pada bibir gadis itu.

Kening gadis itu mengerut, “Yaa, kapan aku bilang menyukaimu?”

“Jadi kau tidak menyukaiku? Kau bahkan mau kucium_”

“Aniya… bukan begitu… aku-“

Lagi-lagi kyuhyun tertawa, membuat gadis itu ikut tertawa. Mereka tidak perduli lagi. Karena nyatanya saling memiliki adalah suatu yang lebih berharga daripada kesialan itu sendiri. Sesederhana itu…

*****

= Epilog =

“Mwo? Keluarga kita kena kutukan?”

Pria itu menyesap tehnya dengan pelan sebelum menatap putra tunggalnya itu. “Ini berasal dari pendahulu kita. Karena pernah ditipu pasangannya, dia meminta kutukan pada dewa. Dan dewa mengabulkannya dengan memberikan nasib sial pada orang yang dekat dengannya. Siapapun yang bisa menerima kutukan itu, artinya dialah cinta sejatinya.”

“Kenapa appa tidak memberitahuku?” gerutu Cho Kyuhyun.

“Menurutku itu hal yang bagus. Kutukan itu akan berhenti saat kau mencium pasanganmu. Appa dan Eomma dulu berciuman saat kami menikah. Setelah itu tidak ada kesialan yang terjadi. Jadi, kalau ada seorang gadis yang bersedia menerima kesialan itu, jangan lepaskan dia. dia pasti gadis yang baik.”

“Appa… jangan bilang ciuman pertamamu dengan eomma adalah saat kalian menikah,” kata Kyuhyun datar.

“Yaa, kami tidak seperti kalian anak muda jaman sekarang yang sudah berani melakukan itu! Kau, apa kau sudah pernah melakukannya?”

“Akan kukenalkan padamu nanti,” jawab kyuhyun tidak acuh sambil memakan Jajjangmyeonnya.

“Mwo?”

END