Tags

,

1536600_544294802387845_4756249790418611407_n

Jangan memberikan senyuman, bila akhirnya nanti itu bukan untukku
Jangan melangkah di sisiku, bila akhirnya nanti kau berlari menjauh
Jangan memberikan harapan, bila akhirnya hatimu tak pernah dapat kusentuh

===================

 

“Kenapa kau tidak menolaknya?”

 

“Bagaimana aku bisa menolaknya? Dia ibumu!”

 

“Dia bukan ibuku! Bukankah sudah kubilang sebelumnya untuk tidak menemuinya? Kenapa kau bohong padaku?”

 

“Karena kau akan seperti ini!!” teriak gadis itu frustasi, “bagaimana bisa aku mengatakannya padamu kalau akhirnya kau akan marah?”

 

“Lalu kenapa kau membuatku marah? Berapa kali kau menemuinya? Apa kau mengatakan semua hal tentangku?”

 

“Yaa Cho Kyuhyun! Kenapa sikapmu begitu buruk padanya? Aku tau dia hanya ibu tiri untukmu, tapi dia benar-benar wanita yang baik. Dia khawatir padamu, apa kau tau__”

 

“Berhenti berbicara tentangnya!!” bentak Kyuhyun, “aku tidak bisa percaya lagi padamu sekarang. Berapa banyak lagi hal yang kau sembunyikan dariku?”

 

“Hanya hal itu Kyuhyun ah, karena aku tidak ingin kau marah.”

 

“Bagaimana aku bisa percaya? Bagaimana kalau ini bukan yang pertama kalinya kau berbohong padaku?”

 

Sakit…

 

Rasanya sangat sakit mendengar tuduhan itu.

 

“Kim Yoon Hye. Ayo kita putus…”

 

“………”

 

“Sebelum berpacaran kita baik-baik saja. Jadi, ayo kita kembali ke titik awal.”

 

Gadis itu terdiam. Ia tidak bisa bergerak. Kata-kata namja itu seperti belati yang menusuk. Menghentikan paksa denyut nadinya. Merampas seluruh udara di sekitarnya. “Geure. Kalau memang itu yang kau inginkan.” Jawabnya Yoon Hye dengan pipi basah.

 

Cho Kyuhyun merasa sesak. Seolah jantungnya direnggut paksa. Ia mencintai gadis yang ada dihadapannya ini. Sangat mencintai. Tapi semenjak status mereka berubah menjadi sepasang kekasih, selalu saja ada hal yang menyakitkan datang. Mungkin dengan cara ini mereka bisa tertawa dan tersenyum lagi tanpa ada air mata. Ia hanya tidak ingin gadisnya menangis.

 

#######

 

“Kau mengantuk?”

 

Gadis itu menggeleng pelan dengan mata setengah terpejam. Membuat Cho Kyuhyun tertawa. Diacaknya rambut Kim Yoon Hye dengan sayang.

 

“Pergilah ke toilet dan cuci wajahmu. Apa kau bergadang semalam eoh? Melihat drama?”

 

Yoon Hye menyengir sambil merapikan rambutnya kembali, “Kau tau aku tidak bisa berhenti kalau sudah melihat Kim Woobin dan Lee Minho.”

 

Laki-laki itu meraih kedua sisi pipi Yoon Hye. Ibu jarinya mengusap bagian bawah mata gadis itu yang sedikit bengkak, “Matamu seperti panda sekarang.”

 

“Apa aku terlihat jelek?”

 

“Ani, di mataku kau tetap yang paling cantik.” sahut Kyuhyun. memberikan senyuman lembut pada gadis itu, “baiklah, aku harus pergi ke perpustakaan. Hari ini giliranku piket. Nanti kita pulang bersama.”

 

“Araseo!”

 

Mata gadis itu mengikuti sosok Kyuhyun yang sedang berjalan keluar kelas. Sosok yang pernah menjadi kekasihnya. Sebelum mereka putus dua minggu yang lalu.

 

“Yaa, kau bilang kau sudah putus dengannya!” protes Lee Rae Ki, gadis yang duduk di depan bangkunya.

 

“Mmm, memang.”

 

“Kau tidak bohong? Kalian masih terlihat seperti sepasang kekasih.”

 

Yoon Hye terdiam. Gadis itu menyembunyikan kepalanya ke dalam tumpuan lengannya di atas meja. Mereka memang baik-baik saja. Setelah pertengkaran itu, setelah mereka kembali ke titik awal, semuanya terlihat baik-baik saja.

 

Cho Kyuhyun bersikap normal seperti biasanya. Masih memperhatikannya. Masih memberikan senyum lembut kepadanya. Masih menyayanginya. Mereka masih terlihat seperti sepasang kekasih. Namun yang terlihat terkadang hanyalah semu.

 

Bagi gadis itu, dadanya masih berlubang. Dan berdarah. Tanpa status itu melukai, meski tersamarkan dengan tawa. Namun… Hati manusia siapa yang tau dalamnya seperti apa?

 

 

######

 

My heart hears you.. from head to toe
My friends tease me for this but my heart only listens to you
One two three, you smile and I think I lost my breath
By seeing you’re smile, I’ll cook with love everyday
Forever I love you love you
love you love you love you…

[Cho kyuhyun – Listen to you]

 

Kim Yoon Hye sedang menatapnya yang sekarang sedang memetik gitar. Bernyanyi di atas panggung kecil itu. Dia tampan… Sangat tampan. Tapi bukan hal itu yang membuatnya jatuh cinta dulu. Mereka sudah bersama sejak masuk highschool. Pertama kali mereka bertemu saat kyuhyun bertanya arah jalan ke sekolah. Karena tujuan mereka sama, akhirnya mereka berangkat bersama.

 

Cho Kyuhyun adalah teman pertama Yoon Hye. Kebetulan sekali ternyata mereka satu kelas. Mereka selalu bersama dan Yoon Hye sedikit terkejut karena begitu banyak yeoja yang menyukai namja tampan bersuara bagus itu. Namun, dengan tegas Kyuhyun mengatakan bahwa dirinya adalah milik gadis itu. hanya milik gadis itu.

 

Sekarang… Yoon Hye tidak bisa merasa seperti itu lagi. Namja itu, kini bukan miliknya.

 

“Yaa, kenapa kau melamun eoh?”

 

Kepala gadis itu terangkat. Ia tersenyum pada namja yang sudah ada di hadapannya. “Sudah selesai?” tanyanya. Hari ini Kyuhyun mengajaknya ke café tempat laki-laki itu bekerja part time sebagai penyanyi.

 

“Kau tidak mendengarkanku bernyanyi?” Kyuhyun pura-pura marah.

 

“Tentu saja dengar. Aku tidak tuli.”

 

Yoon Hye menatap laki-laki yang tersenyum sambil meminum jus jeruknya itu. Dulu… Dulu Yoon Hye tau Kyuhyun menyanyikan lagu itu untuknya. Tapi sekarang ia tidak tau untuk siapa lagu cinta itu. Apa masih untuknya? Atau sudah ada yang lain.

 

“Sudah malam, ayo kuantar kau pulang!”

.

.

Mereka berjalan bersama. Dengan langkah kaki pelan. Menikmati hembusan angin musim gugur. Cho Kyuhyun sedang menyenandungkan lagu. Meskipun pelan, Yoon Hye masih bisa mendengarnya. Tangannya yang besar sedang menggenggam erat tangannya. Sama seperti dulu…

 

Tapi kenapa sekarang rasanya berbeda? Hangat itu masih sama tapi mengapa ada sakit setiap ia melihatnya? Ditatapnya wajah laki-laki yang berjalan di sebelahnya, dia tersenyum. Namun mengapa Yoon Hye merasakan perih? Laki-laki itu bukan lagi miliknya. Itu lah kenyataannya.

 

“Jja, kau sudah sampai!” ucap Kyuhyun memecah keheningan, “masuklah!”

 

Yoon Hye mengangguk pelan, “Hati-hati… Sampai jumpa besok!”

 

“Araseo,” sahut laki-laki itu sambil mengusap kepala Yoon Hye dengan sayang.

 

Gadis itu membuka pintu pagar kayu lalu melangkah melewati halaman kecil sebelum akhirnya membuka pintu rumah dan masuk ke dalam. Tubuhnya luruh seketika saat mata coklat hangat itu tidak lagi menatapnya. Bulir air matanya jatuh satu per satu. Sesak yang ditahannya sejak tadi semakin terasa.

 

Sakit…

 

Kenapa memperlakukannya sama seperti sebelumnya padahal sekarang mereka bukan lagi sepasang kekasih?

 

Sebenarnya, apa arti dirinya untuk laki-laki itu…?

 

#####

 

“Formulir aplikasi untuk sekolah di luar negeri.”

 

Kim Yoon Hye tercenung menatap selembar kertas dalam genggamannya itu.

 

“Bukankah dulu kau menginginkannya? Kau bisa bersekolah di tempat yang sama denganku sekarang.”

 

“Oppa… Ini… Ini sangat tiba-tiba. Aku jadi bingung.”

 

Laki-laki berdarah China itu tersenyum. Tan Hangeng mengusap bahu Yoon Hye pelan, “kau punya waktu seminggu untuk memikirkannya.”

 

“Gomawo oppa…”

 

Ibu Yoon Hye menikah lagi saat ia berumur delapan tahun. Suaminya adalah orang China yang kebetulan sedang bekerja di Korea. Dia punya satu orang putra yang menjadi kakak tiri Yoon Hye. Namanya Tan Hangeng.

 

Hangeng hanya berbeda usia satu tahun dengan Yoon Hye. Memang saat senior highschool, Hangeng memutuskan untuk sekolah di China dan tinggal bersama neneknya. Dulu Yoon Hye juga ingin ikut. Tapi ia masih junior highschool.

 

Sekarang, kesempatan itu datang padanya. Apakah ia harus pergi?

 

 

######

 

“Kau tidak berniat memperjelas status kalian?”

 

“Biarlah seperti ini, nunna. Lebih baik karena tanpa pertengkaran.”

 

“Aku tidak mengerti. Wae? Kau tidak takut dia akan di ambil orang? Yaa, asal kau tau, teman sekelasku ada yang menyukainya.”

 

“Aku percaya dia juga hanya mencintaiku. Ini yang terbaik, nunna.”

 

“Baiklah… lakukan sesukamu.”

 

Percakapan itu terus berputar-putar dalam pikiran Kim Yoon Hye. Tadi, saat akan naik tangga, ia tidak sengaja mendengar percakapan Cho Kyuhyun dengan Cho Ahra, nunna-nya. Memang semenjak putus itu ia dan Kyuhyun tidak pernah bertengkar lagi. Memang semuanya menjadi lebih baik. Tapi tidak dengan hatinya.

 

Ia hampa…

 

Juga kosong…

 

namun sepertinya Cho Kyuhyun tidak melihat hal itu.

 

“Lagi-lagi kau melamun.”

 

Gadis itu tersentak. Makhluk yang sedang dipikirkannya sekarang sudah duduk di hadapannya. “Aniya… hanya saja tugas dari Ahn Seongsaengnim membuatku sedikit sakit kepala.”

 

Kyuhyun tersenyum, “Kenapa tidak memberitahuku? Aku bisa membantumu.”

 

“Aku tidak ingin merepotkanmu…” gumam Yoon Hye pelan.

 

“Kau boleh merepotkanku kapanpun kau mau.” sahut Kyuhyun.

 

Gadis itu menatap tertegun. Memang siapa aku? Pikirnya. Kenapa kau mengijinkanku untuk membuatmu repot? Pada akhirnya kalimat tanya itu ditelannya seorang diri.

 

“Oh, Cho Kyuhyun… Aku dari tadi mencarimu.”

 

Cho Kyuhyun dan Kim Yoon Hye sama-sama menatap heran pada gadis yang baru saja datang. Dia teman baik Yoon Hye. Lee Rae Ki, gadis yang duduk di depan bangku Yoon Hye.

 

“Ada apa?” tanya Cho Kyuhyun.

 

“Itu… Ada yang ingin kukatakan padamu. Tapi sebelumnya aku ingin tanya pada Yoon Hye dulu.” jawab gadis itu. Matanya beralih menatap Yoon Hye, “Yoon ah… Cho Kyuhyun bukan lagi kekasihmu bukan? Apa aku boleh menyukainya?”

 

Seperti ada air es yang mengguyur sekujur tubuhnya, gadis itu membeku. Perlahan manik matanya menatap Cho Kyuhyun, “Tentu…” jawabnya dengan nada datar, “kau menyukainya atau tidak, itu bukan urusanku.”

 

“Jeongmal…? Syukurlah…” seru Lee Rae Ki sambil tersenyum riang.

 

“Baiklah, aku harus memberi waktu pada kalian. Aku pergi dulu.”

 

“Yoon ah!!”

 

Gadis itu terus berlalu mengabaikan teriakan kyuhyun. Ia memaksakan kakinya untuk melangkah lebih cepat. lubang di dadanya terasa perih dan mulai mengeluarkan darah. Ia mencengkeram erat dasi kupu-kupu merahnya. Sesak… Ia butuh bernafas. Tapi sedetik kemudian ia tersenyum kecut. Bagaimana ia bisa bernafas jika laki-laki itu sudah merebut seluruh udara yang dimilikinya?

 

“Kim Yoon Hye berhenti!!”

 

Tubuh Yoon Hye tersentak saat seseorang menariknya. Saat sadar, ia melihat Cho Kyuhyun sedang menatapnya marah.

 

“Waegeure?” tanya gadis itu sambil mencoba melepaskan tangannya yang digenggam erat.

 

“Kenapa kau langsung pergi?”

 

“Aku hanya ingin member kalian waktu untuk bersama.”

 

“Aku tidak ingin hal itu!! seharusnya kau mendengarkanku lebih dulu!”

 

“Memangnya siapa aku??” teriak Yoon Hye sambil menghempaskan tangan Kyuhyun, “kenapa aku harus mendengarmu?”

 

Cho Kyuhyun membatu. Seolah pertanyaan Yoon Hye menamparnya dengan keras.

 

“Aku bukan siapa-siapa sekarang… Aku bukan milikmu. Jadi hak apa yang kupunya untuk mengatakan tidak boleh pada yeoja yang menyukaimu? Itu semua menjadi urusanmu, tidak ada kaitannya denganku. Apa kau sudah mengerti…?”

 

Gadis itu melangkah pergi. Air matanya jatuh. Sekarang… semuanya tidak lagi sama. Tidak lagi…

 

######

 

Jangan memberikan senyuman, bila akhirnya nanti itu bukan untukku


Jangan melangkah di sisiku, bila akhirnya nanti kau berlari menjauh


Jangan memberikan harapan, bila akhirnya hatimu tak pernah dapat kusentuh

 

 

“Yoon ah, apa kau benar-benar pergi?” tanya Lee Rae Ki.

 

“Aku sudah memutuskannya Rae ya… “

 

“Bukan karena aku mengatakan suka pada Cho Kyuhyun kan?”

 

“Aniya… Dari dulu aku ingin sekolah bersama Hangeng oppa. Jangan cemaskan hal itu. Akan sangat baik kalau Cho Kyuhyun bisa menjadi kekasihmu. Kau teman baikku, jadi aku tidak khawatir.”

 

“Kau sudah memberi tahu Cho Kyuhyun?”

 

“Aku sudah mengirim pesan padanya.”

 

Lee Rae Ki menggigit bibirnya gelisah. “Yoon ah, aku ke toilet dulu.”

 

“Mmm.”

 

Gadis berambut lurus pendek itu cepat-cepat berlari ke toilet. Dikeluarkannya ponsel putih dari dalam sakunya lalu mencoba menghubungi seseorang.

 

“Ahra eonni, apa kau sudah membaca pesan dariku?” tanyanya begitu telepon tersambung.

 

“Aku tau. Tapi namja pabo itu sama sekali tidak mengangkat teleponku.”

 

“Haiish… Apa ini karena aku pura-pura menyatakan cinta padanya? Kenapa kau menyuruhku melakukannya? Lihat Kim Yoon Hye jadi pergi sekarang.”

 

“Yaa! Cho Kyuhyun itu harus diberi tamparan agar dia sadar. Tidak ada yang salah dengan cara kita. Hanya saja aku tidak menyangka Yoon Hye akan pindah ke luar negeri. Aku akan mencoba menghubunginya lagi.”

 

“Araseo!”

 

Lee Rae Ki menghembuskan nafas beberapa kali. Mengatur ekspresi wajahnya sebelum kembali ke tempat Yoon Hye.

 

“Sudah waktunya masuk. Aku harus pergi sekarang Rae ya… Jaga dirimu baik-baik.”

 

“Yoon ah… Kau tidak ingin menunggu sebentar lagi?”

 

Gadis itu tersenyum, “Pesawat tidak bisa menunggu, Rae ya. Aku pergi dulu. Kukirim email saat aku sampai.” Dipeluknya Rae Ki sebelum melangkah masuk ke dalam ruang tunggu bersama Hangeng.

 

“Hati-hati yoon ah…”

 

 

#####

 

Namja itu mengernyit pelan melihat ada puluhan panggilan tak terjawab dari nunna-nya. Belum sempat otaknya berfikir ada apa, ponselnya kembali bergetar.

 

“Oh nunna. Mianhae aku tidak mendengar panggilanmu tadi. Aku lupa mengaktifkan nada deringnya.”

 

“Kemana saja kau?”

 

“Aku sedang mencari hadiah untuk Yoon Hye. Aku sudah memutuskan untuk memperjelas status kami.”

 

Cho Ahra mendengus di seberang, “Lupakan saja. Kau tidak akan pernah memberikan hadiah itu padanya. Dia sudah terbang ke China setengah jam yang lalu.”

 

“Mwo?”

 

“Hanya itu yang bisa kukatakan padamu.”

 

Baru saja Kyuhyun akan menjawab, sambungan telepon sudah diputus sepihak. Ia menatap lagi ponselnya dan baru sadar ada sebuah pesan yang masuk.

 

From : Love

 

Aku tidak tau harus mengatakan apa padamu. Mianhae…

Maaf untuk semua air mata yang keluar, maaf untuk semua hal yang menyakitkan, maaf karena masih mencintaimu dan maaf karena aku memutuskan untuk pergi.

Maaf aku tidak bisa menahannya kyuhyun ah… Sikapmu yang sama seperti dulu membuatku semakin terluka. Meskipun tertawa, aku menangis dibaliknya. Meskipun menyenangkan, sebenarnya aku menyedihkan.

Aku sakit. Setiap kali menatapmu aku merasa kosong. Kau bukan lagi milikku itu kenyataannya. Semua lagu cinta yang kau nyanyikan, semua ucapan sayang yang kau ucapkan, aku tidak tau lagi itu untuk siapa. Masih aku, atau sudah ada penggantiku.

Aku tau kau menyayangiku, namun kenapa hati ini tidak bisa yakin? Aku merasa takut. Aku takut bahwa perasaanku ini salah. Bahwa kau sebenarnya tidak menyayangiku lagi. Pada akhirnya aku tidak bisa memahami diriku sendiri.

Mianhae… Mungkin aku butuh waktu untuk sendiri. Untuk lepas darimu. Untuk menetralkan perasaan ini. Hingga suatu saat jika aku bertemu denganmu lagi, tidak ada rasa sakit yang terasa. Tidak ada luka dan air mata di baliknya.

Jaga dirimu baik-baik. With love, Kim Yoon Hye.

 

Braak…

 

Ponsel Kyuhyun terjatuh. Pada akhirnya semuanya menjadi sia-sia. Ia ingin yang terbaik untuk gadisnya. Ingin agar dia tidak menangis lagi, tapi ia salah…

Selama ini yang diberikannya hanya luka dan air mata dan ia baru melihat semuanya bersama datangnya penyesalan.

 

I, who was like a fool. I, who was too young
You, who smiled at me. You were a dream to me. You were everything to me
If I knew that being by your side would bring happiness, I’d be there even if it hurts
Maybe we wouldn’t have broken up
Maybe we’d still be in love…

[Cho kyuhyun – My Thoughts, Your Memories]

 

 

 

FIN