Tags

,

on rainy days [uncomeback] copy“Yoon ah… Aku harus pergi, tapi nanti aku akan kembali.”

 

Aku percaya. Kau tidak pernah mengingkari kata-katamu. Itu salah satu hal yang kusuka darimu. Kau tidak pernah ingkar.

Tapi aku lupa tidak bertanya kapan saat itu. saat kau akan kembali.

Seminggu…?

Sebulan…?

Setahun…?

Bertahun-tahun…?

 

Sekarang aku sadar bahwa kau tidak akan pernah kembali. Bahwa kata-katamu yang terakhir adalah sebuah kebohongan.

 

“Cho kyuhyun, berapa lama lagi aku harus menunggu? Aku selalu percaya padamu, tapi kali ini… kali ini apa kau benar-benar akan kembali?”

 

Hanya sunyi yang menjawabku dan hembusan angin sejak tadi menemaniku yang berdiri di sini sendiri. Menatap sebuah batu nisan yang terukir namamu berhiaskan bunga-bunga yang basah oleh hujan.

 

Air mataku jatuh. Luruh dalam tangis. Bercampur dengan gerimis.

 

“Pada akhirnya aku selalu kalah darimu. Kenapa kau membuatku menjadi bodoh dengan terus menunggumu? Kenapa kau membuatku menjadi bodoh karena tidak sempat mengatakan kalimat ini sejak dulu?

Kyuhyun ah… Na joahaeyo. Mani. Apa kau bisa mendengarnya?”

 

Lagi, hanya sunyi yang menjawabku.

 

Seharusnya aku memberitahunya sejak dulu. Seharusnya aku mengatakannya saat masih ada kesempatan. Karena ada hal yang tidak bisa kembali meskipun kau memohon hingga air matamu habis.

 

Detik yang baru saja terlewati.