Tags

, , , ,

april lie copy “Karena hanya di hari ini aku bisa mengatakan suka padamu, meskipun hanya lewat kebohongan tanggal Satu April.”

“Ck, yeoja macam apa dirimu yang tidak pernah memakai make up hah?”

Aku menatap malas sosok yang baru saja datang dengan komentarnya yang selalu sama setiap harinya. Tidak pernah memakai make up, tidak pernah memakai gaun, tidak pernah memakai higheels, tidak_ ah, setidaknya aku bisa memasak. Memang salah kalau yeoja tidak melakukan semua hal yang sudah kusebutkan?

“Urusi saja urusanmu, Tuan Cho!” sahutku jengah, lanjut melahap sepotong Kimbab bikinan eomma.

“Kalau seperti ini terus kau tidak akan pernah dapat pacar!”

Aku menghentikan gerakan mengunyahku lalu menatapnya, “Menurutmu lebih baik mana? Yeoja yang terlihat cantik dengan make up tapi setelah mencuci muka terlihat jelek dengan yang tidak memakai make up tapi tetap cantik.”

Namja itu tertawa keras, “Yaa, kau pikir kau terlihat cantik seperti ini huh?”

“Ani.” Jawabku langsung, “Tapi kalau aku melakukan hal ini…” kulepas kaca mata berbingkai hitam yang kupakai, kuuraikan rambutku yang sebelumnya terjepit asal, kulupaskan jepit pada poniku lalu merapikannya. “Menurutmu bagaimana?”

Dia terdiam sambil menatapku sejenak, “Seharusnya kau memakai tampilan itu setiap hari.”

Aku mendengus pelan sambil kembali mengikat rambutku asal, menjepit poni dan memakai kaca mata, “Tidak ada gunanya untukku.”

“Wae? Kau bisa dapat pacar dengan tampilan seperti itu!”

“Kau mau jadi pacarku kalau aku melakukannya?”

“Yaa! Bercandamu tidak lucu!!”

Aku tersenyum kecut menatapnya, “Aku tidak sedang bercanda. Karena aku sudah terlanjur mengatakannya… Kuberitahu, aku sudah lama menyukaimu.”

“Karena aku tampan?”

“Ani. Aku menyukaimu saat kau pertama kali seenaknya kentut di sebelahku. Aku menyukai sosokmu yang sesungguhnya saat di depanku. Aku menyukai kau yang bisa menjadi tempatku melepas topeng. Aku menyukaimu Cho Kyuhyun.”

“Yoon ah… Na…”

Aku menatapnya menunggu dia melanjutkan kalimatnya. Tapi sepertinya dia sendiri bingung akan menjawab pernyataanku seperti apa. Kuambil buku novel tebal milikku lalu mengayunkannya dan mendarat sempurna pada kepalanya. Membuatnya berteriak.

“Yaa! Ige mwoya??” protesnya sambil memegang kepalanya, tempatku memukulnya.

“April Mop bodoh! Sekarang tanggal Satu April.” tawaku.

“Neo jjinja!!” ia mendelik menatapku, “Kau pikir lucu hah?”

“Ani.”

“Lalu kenapa?”

Aku mengambil buku novel, memasukkannya ke dalam tas juga kotak Kimbab yang sudah berkurang separuh isinya. Kutatap mata coklat hangatnya sambil beranjak dari tempat dudukku, “Karena hanya di hari ini aku bisa mengatakan suka padamu, meskipun hanya lewat kebohongan tanggal Satu April.” Senyumku lalu berbalik melangkah pergi meninggalkannya yang berteriak memanggilku.

Percuma aku menjadi cantik, Kyuhyun ah. Kau sudah memiliki tunangan secantik malaikat di sisimu dan tidak mungkin kau lepas. Jadi aku akan menunggu sedikit lebih lama lagi hingga ada seseorang yang bisa membuatku ingin terlihat cantik di depannya.

“Awaaaas!!!”

Braaaak

Mataku mengerjap kaget. Hanya selangkah. Hanya selangkah aku mundur namun itu sudah cukup menyelamatkanku. Kutatap dua orang yang hampir saja menabrakku, yang sekarang keduanya masih duduk di tanah saling mengaduh sambil memegangi pantat mereka yang sakit.

“Yaa neo paboya?” bentak namja yang memakai topi itu kepada temannya, “kubilang rem, kenapa kau malah mencari di bawah hah?”

“Eunhyuk ah, bukannya rem motor itu ada di bawah?” jawab namja itu dengan tampang polos.

“Yaa Lee Donghae! Sejak kapan motor matic punya rem di bawah?”

“Molla… Sejak kapan mereka memindahkannya?”

Aku tertawa keras mendengarnya. Astaga… Aku bahkan tidak peduli mereka menatapku aneh. Bukankah mengejutkan?

Detik yang akan datang itu.

 

==============================================