Tags

,

dont make me cry

Karena orang yang menyayangimu tidak akan membiarkanmu menangis.

Jika hari ini hari mencuri sedunia, apa yang ingin kau curi dariku?

Air matamu.

=========================

Gadis itu membenamkan wajahnya ke dalam tumpuan lengan di atas meja. Ini masih awal tapi tenaga untuk hari ini sudah menguap. Ia bahkan mengabaikan sapaan teman sekelasnya pagi ini.

“Yaa Kim Yoonhye! Waegeure?”

Suara itu terdengar bersama sebuah tarikan pada rambutnya yang kusut. Sepertinya ia tidak menyisir dengan benar tadi pagi.

“OMOOO!!!” lengkingan Lee Raeki terdengar nyaring, “ada apa dengan mata hitammu itu eoh? Kau menangis semalaman?”

Yoon Hye mendesah malas, kembali membenamkan wajahnya. Tapi Raeki tidak akan membiarkannya sebelum gadis yang duduk di depan Yoon Hye itu mendapatkan jawaban untuk pertanyaannya. Tangannya kembali menarik rambut Yoon Hye hingga wajahnya terangkat kembali sambil mengaduh.

“Apa yang terjadi?” Tanya Raeki dengan tatapan menuntut.

“Aku malas membicarakannya.” Keluh Yoon Hye.

Gadis itu menyipitkan matanya, “Kau bertengkar dengan Hyuk Jae? Dia meninggalkanmu lagi?”

Yoon Hye mengangguk pelan.

“Kali ini karena apa?”

“Kami bertemu dengan Kim Taehyung.”

“Kim Taehyung? Mantan kekasihmu?”

“Ya. Dia kerja part time sebagai penyanyi di café tempat kami kencan kemarin. Kami hanya saling menyapa. Bahkan aku juga mengenalkan Taehyung padanya. Tapi…”

“Tapi dia tetap cemburu?”

Yoon Hye mengangguk. Lagi.

Raeki mendesah pelan,”Kenapa kau masih bertahan dengan orang sepertinya? Dia selalu meninggalkanmu saat marah karena hal yang sepele. Apa kau tidak lelah?”

“Aku lelah. Tapi aku tau dia seperti itu karena menyayangiku.”

PLAK

“Berhenti membicarakan kisah cintamu yang tidak penting, sebaiknya kau bersiap-siap merangkai kisah tragis karena lupa mengerjakan PR!” sela seorang namja yang duduk tepat di belakang Kim Yoon Hye. Namja yang baru saja menggeplak kepalanya dengan sebuah buku, Cho Kyuhyun.

Bukannya marah, gadis itu malah terbelalak. Ia langsung memutar tubuhnya ke belakang, menatap Cho Kyuhyun dengan horror, “Apa ada tugas dari Kang Seongsaengnim?”

Namja itu mendengus pelan,”Ini terakhir kalinya, agashi!” ancamnya sambil melempar sebuah buku yang langsung disambar gadis itu.

“Gomawo Kyuhyun-ah, na saranghae!” ucap gadis itu cepat, kembali memutar tubuhnya. Melakukan ritual umum untuk pelajar yang melupakan PR mereka. Menyalin dan menyontek. Apa lagi?

Tingkah gadis itu membuat Kyuhyun memutar bola matanya sementara Raeki hanya menggeleng-gelengkan kepala.

*****

Lagi. Gadis itu hanya bisa menangis saat mengetahui bahwa kekasihnya sedang bersama yeoja lain. Meskipun Hyuk Jae jelas-jelas mengatakan bahwa dia hanya mengantar Shin Hani, teman sekelasnya untuk mencari buku. Tapi mereka sama-sama tau bahwa gadis itu menyukai Hyuk Jae dan menunjukkannya secara terang-terangan.

Yoon Hye hanya kecewa kenapa Hyuk Jae tidak bisa bersikap tegas. Ia tidak akan cemburu kalau yang meminta teman yang lain. Yang tidak ada niat untuk berdekatan dengan kekasihnya itu. Tapi Shin Hani jelas-jelas menyukainya dan Hyuk Jae tau hal itu.

“Yaa! Berapa banyak air mata yang kau punya? Kenapa tidak pernah habis? Aku bosan melihatnya.”

Gadis itu mengangkat wajahnya dan mendapati Cho Kyuhyun sedang duduk di atas sepedanya, sepertinya namja itu berhenti saat melihatnya.

“Haiiish…” namja itu berdecak pelan saat melihat gadis yang berjongkok di depan sebuah toko bunga itu hanya diam saja. Dilepaskan kemeja yang sedang dipakainya. Menyisakan kaos putih ditubuhnya. Ia melempar kemeja itu hingga mendarat di atas kepala Yoon Hye, “Usap air matamu!” perintah Kyuhyun, “Jangan untuk usap ingus bodoh!!!” teriaknya ketika gadis itu mengarahkan kain itu pada hidungnya.

Sedetik kemudian tawa Yoon Hye meledak. Gadis itu mengusap matanya yang basah dengan jemarinya.

“Baru kali ini aku melihat orang menangis sekaligus tertawa,” komentar Kyuhyun dengan tatapan datar.

Yoon Hye beranjak dari jongkoknya, mengulurkan tangannya untuk mengembalikan kemeja itu.

“Pakailah!” pinta namja itu, “Jja! Ikut aku!”

“Odi?” Tanya Yoon Hye sambil naik ke boncengan sepeda.

Kyuhyun mulai mengayuh benda itu, “Ke tempat kerja paruh waktuku. Kau bisa makan Deobboki di sana.”

“Gratis?”

“Untuk gadis yang seperti anjing karena ditelantarkan tuannya, aku tidak akan meminta dia membayar.”

“YAA!”

“Pegangan! Kalau jatuh jangan salahkan aku!”

Lengan Yoon Hye otomatis memeluk perut namja itu erat sambil memekik pelan saat sepeda meluncur melewati jalan yang menukik ke bawah.

“Kyuhyun ah!!” panggil Yoon Hye setengah berteriak.

“Mwo?”

“Jika hari ini hari mencuri sedunia, apa yang ingin kau curi dariku?” tanyanya saat tiba-tiba teringat isi dari sebuah novel yang dibacanya.

“Air matamu. Agar kau tidak menangis lagi.” Jawab Kyuhyun membuat gadis itu tertegun, “Dasar cengeng!!”

“YAA!!”

*****

“Oppa…”

Langkah kaki itu terhenti saat melihat kekasihnya yang masih bersama Shin Hani sedang menuju pintu masuk ke kedai Deobbokki. Mereka saling menatap sesaat sebelum Yoon Hye akhirnya sadar bahwa namja itu sedang menatap kemeja yang tengah dipakainya.

“Apa kalian akan mampir untuk makan Deobbokki, sunbae?”

“Ne… Karena cuacanya sedang bagus, jadi kami ingin makan Dobbokki.” Jawab Hani manis, “Kka, Hyuk Jae ya!”

Namun yang diajak tidak bergeming dari tempatnya. Matanya masih menatap lurus kekasihnya yang memakai kemeja kebesaran, jelas sekali itu bukan miliknya. Dan keberadaan Kyuhyun disisi gadis itu sudah menjawabnya. Tanpa berkata sehuruf pun, namja itu berbalik lalu melangkah pergi.

“Hyuk Jae ya!” teriak Hani.

Yoon Hye baru saja melangkahkan kakinya untuk menyusul namja itu saat lengannya tertahan. Ia menoleh ke belakang dan melihat Kyuhyun menggelengkan kepala tanda melarang gadis itu untuk mengejarnya. Sebaliknya, Kyuhyun malah menarik lengan Yoon Hye, mengajaknya masuk ke dalam kedai. Membiarkan Shin Hani yang menggantikan Yoon Hye untuk menyusul Lee Hyuk Jae.

“Duduklah!” perintah Kyuhyun, mendorong gadis itu hingga duduk di salah satu kursi. “Aku akan mengambilkan Deobboki untukmu!”

Beberapa menit kemudian namja itu kembali dengan semangkok deobboki berwarna merah yang diletakkannya di hadapan gadis itu.

“Kenapa kau melarangku mengejarnya?” Tanya Yoon Hye tanpa berniat menyentuh makanan itu.

Kyuhyun menghela napas pelan kemudian mengambil duduk pada kursi di seberang gadis itu, “Karena orang yang menyayangimu, tidak akan membiarkanmu menangis.”

Kim Yoon Hye menatap manik hitam itu sejenak sebelum bibirnya mengulas senyum. “Kau benar…”

“Dan orang yang menyayangimu akan rela menangis untukmu.”

Lagi. Yoon Hye menatap manik hitam itu.

“Aku tau kau menyayanginya. Karena itu kau selalu menangis untuknya. Tapi kau juga pantas untuk disayangi, Yoon ah…”

“Lalu, apa yang harus kulakukan?”

“Mudah sekali!”

“Mwoga?”

“Putus saja!” saut Kyuhyun enteng.

Yoon Hye menggeleng pelan, “Itu terlalu mudah. Bagaimana jika aku membiarkannya saja? Apa pun yang dilakukannya… Aku tidak peduli lagi.”

“Begitu juga bagus.”

“Kyuhyun ah!”

“Mwo?”

“Terima kasih. Sudah menyayangiku.”

“M-mwo?”

Gadis itu hanya tersenyum sambil menyuap satu Dobbokki ke dalam mulutnya sebelum… “INI PEDAS SEKALI, BODOH!! KAU INGIN MEMBUATKU MENANGIS???”

Tawa Kyuhyun meledak, “Masitgedeuseyo!” [silahkan dinikmati] jawabnya sambil mengacak rambut gadis itu sebelum pergi untuk mulai bekerja.

Ya, benar. Karena orang yang menyayangimu tidak akan pernah membuatmu menangis.