Tags

,

rtert

Hujan… dan secangkir kopi. Bukankah itu pasangan yang sempurna?

Kenapa hujan selalu datang terlambat…?

Kata-kata itu masih menjadi pertanyaan untuknya. Untuk gadis berambut coklat ikal yang saat ini menatap langit mendung dari balik kaca café tempatnya berada. Tidak peduli dimana ia berada sekarang, langit akan terlihat selalu sama. Mendung. Membuat Daegu semakin terlihat suram.

Minggu kemarin Kim Yoon Hye menerima undangan reuni dari sekolahnya dulu, karena itu ia berada di Daegu sekarang. Tempatnya menghabiskan masa kecil sebelum kuliah dan hidup di kota Seoul. Tidak banyak yang berubah dari teman-temannya. Mereka masih memiliki wajah khas masa kecil mereka. Rasanya menyenangkan setelah bertahun-tahun tidak bertemu.

Suara benturan yang pelan itu tetap terdengar oleh telinga Yoon Hye. Membuat gadis itu mengerjap, kembali dari lamunannya dan menoleh pada asal suara. Secangkir kopi hitam yang baru saja berbenturan dengan kaca meja tempatnya duduk tampak begitu memikat namun belum mampu menggugah seleranya untuk mencicipi.

“Cobalah!” namja itu tersenyum sebelum ikut duduk di hadapannya. Menunggu gadis itu memberikan respon.

Yoon Hye menatap sesaat cangkir berisi cairan pekat di hadapannya sebelum meraih cangkir itu lalu menyesapnya. Wajahnya seketika mengerut ketika rasa pahit menjalar memenuhi ruang kecapnya.

Namja itu tertawa. Ia mengulurkan tangannya untuk menuangkan dua potong gula ke dalam cangkir itu. “Sekarang coba lagi!”

Gadis itu menatap ragu sejenak. Tapi tetap dicobanya juga. Kali ini raut wajahnya terlihat terkejut. “Asam…” gumanya pelan, “Seperti buah apel… Bagaimana bisa kau membuatnya?”

“Kau pikir aku siapa? Aku ini Lee Hyuk Jae!”

Yoon Hye mencibir mendengar kalimat itu sebelum tersenyum. Lee Hyuk Jae adalah salah satu temannya yang datang pada acara reuni kemarin. Dan ia mengundang Yoon Hye untuk datang ke Coffee Cafe miliknya. Yoon Hye tidak terlalu menyukai kopi, meskipun begitu ia tetap datang.

“Kau suka minum kopi?” tanyaku.

“Kalau aku tidak suka, aku tidak akan menjalani usaha kopi seperti ini. Aku mencintai kopi. Mungkin kebanyakan orang hanya tau kalau kopi itu pahit atau manis jadi aku ingin mereka tau juga bahwa kopi ada banyak sekali rasa dan jenisnya. Penikmat kopi sepertiku selalu memperhatikan kriteria kopi yang akan kami minum. Seperti bagaimana aromanya, seberapa tingkat acidity atau keasamannya, seberapa kuat aftertaste kopi atau rasa dari kopi yang tertinggal di mulut, juga seberapa dominan rasa kopi. Seperti kopi yang baru saja kamu minum. Itu memiliki rasa yang lebih kompleks dan aroma yang lebih kuat.”

Yoon Hye menatap cangkir kopi itu sambil tersenyum. Menurutnya ini menarik meskipun sebelumnya ia tidak menyukai kopi hitam. Mungkin karena apa yang dikatakan Lee Hyuk Jae adalah hal baru yang sebelumnya tidak pernah ia tau. Dan melihat semangat Hyuk Jae dalam menceritakan apa yang dicintainya, itu menyenangkan.

“Jadi apa yang bisa kau dapatkan dari hal ini?” tanya Hyuk Jae kemudian.

Manik hitam itu menatap tidak mengerti. Bibir Yoon Hye tidak dapat mengeluarkan satu huruf pun.

“Hujan…”

Gadis itu menoleh ke luar lewat dinding kaca Café dan membenarkan ucapan Lee Hyuk Jae. Langit yang tadinya mendung sekarang sudah menjatuhkan airnya. Hujan akhirnya datang. Tetesan air yang jatuh dari langit itu terlihat semakin deras.

“Dan secangkir kopi.” tambah Hyuk Jae, “Bukankah itu pasangan yang sempurna?”

Kim Yoon Hye tertegun melihat senyum lembut itu. Tanpa sadar ia juga ikut tersenyum.

Sekarang ia tau kenapa hujan selalu datang terlambat.

Karena awan membutuhkan waktu yang tepat untuk menentukan di mana airnya jatuh.

Tidak selamanya hal yang berbeda itu buruk. Seperti dinginnya hujan dan panasnya kopi. Saat keduanya bertemu, akan tercipta perasaan nyaman. Seperti yang kurasakan saat ini. Derasnya hujan di luar sana membuat udara menjadi dingin dan secangkir kopi yang baru saja kusesap, meredamnya hingga menjadi sebuah kehangatan yang pas.

Sepertimu, juga sepertiku.

Kau yang datang terlambat dan aku yang bersedia menunggu.

Seperti kita. Juga seperti Hujan dan secangkir kopi.

===================

 

Ada yang tau ini squel dari fanfic drabble apa?😄